Assalamualaikum, Pak Kepsek

Assalamualaikum, Pak Kepsek
Mengerjakan Tugas (2)


__ADS_3

Aida, Lita, Madonna bersama teman sekelasnya masuk ke dalam kelas berbondong-bondong. Kemudian Aidil selaku bagian organisasi disuruh oleh Pak Sabar untuk mengambil tugas matematika.


"Teman-teman, kata Pak Sabar menyuruhku untuk mengambil tugas matematika. Eh, ada satu lagi. Buka halaman 57 dan kerjakan tugas 25 soal sampai bel sekolah berbunyi, kalau belum ada yang ngumpul tugas baru katanya bakalan dikasih pekerjaan rumah 25 soal lagi di kertas double polio," ucap Aidil.


"Ya Allah, baru saja kelar nulis tugas matematika dua rangkap, ini malah dikasih lagi. Mana disuruh nulis 25 soal, padahal tinggal beberapa menit mau habis mata pelajaran matematika. Sumpah enak banget yah jadi guru suka menyiksa murid, kalau gue rekam terus sebar ke sosial media mungkin Pak Sabar bakalan malu," balas Aida dengan berkeluh kesah.


Setelah mendengarkan ucapan Aidil, semua anak-anak mengambil kertas double polio, lalu menyerahkan pada Aidil. Selanjutnya semua anak-anak mengerjakan tugas matematika segera mungkin. Aidil juga telah mengeluarkan buku tulis dan buku cetak matematika, kemudian Aida bersama dua temannya Lita dan Madonna datang menghampiri Aidil.


"Heh, kalian ngapain datang ke sini?!" kaget Aidil.


"Kami datang ke sini, mau nyontek tugas lu. Lu kan sudah berjanji pada gue saat belajar Bahasa Inggris bakalan beri jawaban tugas matematika, Bahasa Indonesia dan Ppkn pada kami bertiga. Kalau lu tidak mau, ingat apa yang kami lakukan kemarin bakalan terulang lagi!" ancam Aida.


Mendengarkan ancaman Aida membuat Aidil berpikir lagi dengan kejadian kemarin, karena tidak mau terlibat dengan prihal kemarin. Kini Aidil hanya diam saja, lalu Aida dan mereka berdua duduk diantara Aidil.


Sedangkan Lucky dan Reyhan yang duduk di barisan depan dan di samping Aidil hanya tersenyum simpul. Melihat Aidil nan dikelilingi bidadari spek bar-bar.


Tidak lama, mereka malah mendengarkan suara bel berbunyi tiga kali, menandakan jam pelajaran matematika telah habis dan akan berganti jam istirahat.


"Astaga tugasnya tinggal 8 soal lagi!" panik Aidil.


"Gue sih, tidak peduli. Tugas sekolah sama tugas rumah yang penting gue bisa nyontek sama lu," balas Aida dengan santai.


"Iya betul tuh, apa yang dikatakan Aida," balas Lita dan Madonna se frekuensi.


Kini Aidil hanya diam saja dan menghela napas nan amat panjang, melihat tingkah mereka bertiga yang tidak ada untungnya. Tetapi kelemahan dia hanya satu yaitu Bahasa Inggris.


Karena waktu pelajaran sudah habis, Aidil pun pergi ke luar sembari membawa tugas matematika dari hari rabu kemarin. Setelah kepergian Aidil, Aida bersama kedua temannya Lita dan Madonna pergi ke luar menuju kantin untuk mencari makan.


Sesampai di kantin, Aida dan kedua temannya melihat Ketot yang sedang makan bakso di lapak warung Satria.


"Bang Sat, gue mau mesan bakso daging 3 banyakin dagingnya yah," sapa Aida.

__ADS_1


"Hum, ok siap non. Tunggu sebentar," balas Satria.


Kemudian Aida, Lita dan Madonna duduk diantara Ketot.


"Bang Ke sudah lama makan di sini?" sapa Aida.


"Barusan, Aida. Eh, kalian nggak masuk kelas?" balas Ketot, lalu ia bertanya.


"Sudah istirahat bang. Nggak denger tadi suara bel." Aida menghela napas yang panjang.


"Hehehe, aku kira tadi suara bel masuk," balas Ketot dengan menyeringai.


Selama mereka mengobrol, kini Satria datang membawa ketiga mangkok lalu menyuguhkan makanan pada Aida, Lita dan Madonna. Selanjutnya mereka bertiga bergegas menikmati bakso daging itu takut bel sekolah berbunyi lagi, sebab hari ini adalah hari Jum'at dan SMK Harapan Bangsa akan pulang cepat.


Kriing!


Kriing!


"Bang Sat, saya mau ngebon dulu yah. Dengan seperti biasa," ucap Ketot.


"Iya, pak," balas Satria.


***


"Aidil?" panggil Bu Sukma.


Aidil yang hendak pergi ke kelas, malah kaget tiba-tiba ada seseorang yang sedang memanggilnya. Kemudian ia menoleh ke belakang melihat Bu Sukma nan sedang menghampiri nya.


"Nak, kamu kasih tugas ini kepada temanmu sekarang juga. Nanti kalau tugasnya sudah selesai kamu kumpul ke meja ibu, soalnya hari ini ibu tidak bisa masuk ke kelas, lagi mau merayakan kehadiran Pak Wawan. Daripada kalian nggak ngapa-ngapain di kelas lebih baik ibu kasih tugas," suruh Bu Sukma.


"Hum  ... baiklah kalau begitu, tapi bila tugas belum selesai harus gimana bu?" balas Aidil, lalu bertanya.

__ADS_1


"Soalnya itu sedikit nak cuman sepuluh soal, ibu yakin kalau kalian bakalan selesai ngerjain nya," kekeh Bu Sukma.


Kini Aidil hanya mengangguk seraya tersenyum, kemudian Ibu Sukma membalas senyum anak muridnya. Usai mengobrol, Aidil berjalan ke kelas sembari membawa buku ppkn milik Ibu Sukma.


"Teman-teman, gue mau kasih kabar nih. Kata Bu Sukma buka halaman 67 dan kerjakan soalnya sekarang juga sampai mata pelajaran selesai," ucap Aidil.


"Oh, iya soalnya banyak enggak?" tanya Aida.


"Enggak, soalnya sedikit kok cuman 10," balas Aidil.


Mendengar balasan Aidil membuat Aida tidak percaya, kemudian ia membuka buku ppkn halaman 67.


"Iya sih memang 10 soal, tapi beranak dari a sampai j, bila dihitung sudah 100 soal."


"Yah, kalau itu gue kurang tau. Soalnya gue juga tau dari Bu Sukma."


Selepas memberi soal kepada teman-teman nya kini Aidil duduk di kursinya. Kemudian Aida bersama Lita dan Madonna datang menghampiri Aidil.


"Aidil, gue mau nyontek yah. Kan sudah janji kemarin," sapa Aida.


"Ya Allah, ente kadang-kadang ente. Ya sudah nanti gue bakalan kasih tau lewat whatsapp, tapi kalian jangan deket-deket beginilah gue malu dilihat Reyhan sama Lucky," balas Aidil.


"Ya elah lu kok lebay banget sih, harusnya lu itu beruntung bisa dideketin sama kami bertiga. Ya sudah deh gue bakalan nunggu, awas yah kalau nggak ngirimin gue sama Lita dan Madonna bakalan kami rusak harga diri lu!" ancam Aida.


"Iya, nggak usah bawel. Kalau diajak ngobrol terus tugasnya nggak akan selesai!" kesal Aidil.


Kemudian Aida bersama Lita dan Madonna kembali ke kursi masing-masing sembari menunggu jawaban ppkn dari Aidil. Tidak lama mereka bertiga mendapatkan pesan kiriman berupa lembaran jawaban ppkn berbentuk foto dari Aidil, lalu mereka mengerjakan tugas secepat mungkin.


Selama mereka mengerjakan tugas  ppkn, kini Aida, Lita dan Madonna sudah selesai mengerjakannya meskipun tulisan acak adul, karena mereka tidak ingin menulis dua rangkap seperti Pak Sabar.


Usai terkumpul semua kertas, kini Aidil pergi meninggalkan kelas untuk mengumpulkan tugas pada meja Bu Sukma di kantor, sedangkan anak lainnya berbondong-bondong pulang sekolah.

__ADS_1


__ADS_2