Assalamualaikum, Pak Kepsek

Assalamualaikum, Pak Kepsek
Satu Kelompok


__ADS_3

Setelah prihal itu berakhir, Aida malah menyuruh Madonna untuk membukakan pintu kembali, kemudian Lita membuka tirai jendela dan jendela kaca, lalu ia memberi peringatan kepada Aidil.


"Aidil sekali kami bertiga, terimakasih karena telah memberi lembar jawaban. Tapi gue mau berpesan tolong prihal tadi jangan kau adukan pada Pak Sabar atau teman lainnya, kalau lu masih melanggar gue sama Lita dan Madonna bakalan melecehkan lu. Jadi jangan macem-macem mengerti?!" ucap Aida.


Melihat wajah Aida yang serius itu, membuat Aidil sedikit ketakutan, ditambah ancaman itu membuat ia takut. Sudah sekian kalinya hal ini Aidil di remehkan oleh mereka bertiga, ternyata masih menyimpan kekuatan dan kelicikan nya.


"Ba-baik gue berjanji tidak akan mengadu, tapi tolong jangan lakuin itu lagi pada gue. Gue tidak mau keperawanan dihancurkan sama kalian bertiga," balas Aidil.


Aida, Lita dan Madonna diam sejenak sembari mengernyitkan kening bersamaan. Setelah mendengar balasan Aidil membuat mereka tertawa bersama-sama.


"Perawan? Lu kira cewek. Lu kan cowok, cowok mana ada keperawanan. Nan ada senjata bawa lu yang buat kami kehilangan perawan, tapi karena lu sudah berjanji kami bertiga akan memegang kata-kata lu. Kalau lu berkhianat kami bakalan rusak keperawanan mu, hahaha  ...," jelas Aida seraya menyeringai.


"Eng, jujur gue nggak ngerti apa yang kalian katakan. Senjata bawa itu apa?" tanya Aidil.


"Astaga! Aidil berhentilah jadi orang polos. Lu kan manusia ras wibu, jadi mana mungkin lu tidak tahu dengan senjata bawah," balas Aida.


"Lah meskipun gue wibu, tapi gue nggak tau juga. Lu tahu sendiri kalau gue fandom anime One Piece, jadi gue nggak tahu apa yang lu katakan."


"Hadeh. Ya sudah senjata bawa itu semacam, alat reproduksi lalu menyatu dengan ovarium sehingga lahirlah lu. Mulai sekarang lu sudah mengerti belum?"


"Hum  ... begitu paham-paham, gue ngerti. Terimakasih sudah jelasin," balas Aidil dengan wajah memerah.


Kriing!


Kriing!


Suara bel berdering kencang, kemudian anak-anak yang baru sampai dari sekolah bersamaan masuk ke dalam kelas, mereka datang telat karena kesiangan gara-gara tugas matematika.

__ADS_1


Selepas, Aidil, Aida bersama kedua temannya kembali duduk ke tempat masing-masing. Beriringan dengan anak-anak yang masuk ke kelas, Bu Mila datang tepat waktu sembari membawa buku Bahasa Inggris berjalan menuju kelas 11 J.


"Good morning, student.  how are you guys now?  Hope you guys stay well.  Now not page 31," suruh Bu Mila.


"Pagi, Bu Mil. Alhamdulillah kami baik-baik saja. Ah, baiklah bu!" balas sekelas dengan serentak.


Kemudian semua anak membukakan buku Bahasa Inggris bersamaan, lalu mereka diperlihatkan soal sebanyak dua puluh lima.


"Baiklah, sekarang kalian membuat kelompok. Satu kelompok minimal empat orang, kalian mau dicari kelompok atau mencari sendiri?"


"Mencari sendiri aja, Bu Mil. Biar se frekuensi," balas Aida.


"Kalau yang lain bagaimana?" tanya Bu Mila.


"Iya, bu. Mencari sendiri aja, kami setuju apa yang dikatakan oleh Aida," balas anak lain bersamaan.


"Ya sudah kalau itu adalah keinginan kalian, ibu izinkan. Tapi kalian jangan ribut yah, kalau ada yang ribut ibu keluarkan dari kelas sampai mata pelajaran Bahasa Inggris selesai."


Kini semua anak berunding mencari kelompok. Dengan seperti biasa, Aida, Lita dan Madonna selalu bersama. Tetapi mereka malah kekurangan anggota, karena setiap kelompok minimal empat orang.


"Reyhan, Lucky gue boleh gabung nggak?" panggil Aidil.


"Maaf Aidil kelompoknya sudah cukup, lu cari saja yang lain," balas Reyhan. Alasan mereka tidak mau berkelompok dengan Aidil, sebab ia tidak terlalu paham belajar Bahasa Inggris.


"Annisa, Bunga gue boleh gabung nggak?" pinta Aidil.


"Maaf Aidil kami butuh kelompok khusus cewe aja," balas Bunga.

__ADS_1


"Yah, gue harus gimana. Gue nggak mau duduk sendiri, kenapa mereka pada menghindari gue. Giliran pelajaran matematika, Bahasa Indonesia, ppkn banyak yang menghampiri gue. Apa jangan-jangan mereka  anggap gue nggak bisa Bahasa Inggris," batin Aidil berkeluh kesah.


"Lita, Madonna. Sekarang kita harus bagaimana. Kelompok kita kurang satu anggota, kalau kelompok minimal tiga orang boleh nggak yah?" panggil Aida.


Lita dan Madonna kini hanya diam saja, karena apa yang diucapkan oleh Aida membuat mereka dilema juga. Kemudian Lita membalas panggilan Aida, sedangkan Madonna malah melihat Aidil yang duduk menyendiri di kursi.


"Soal itu gue tidak tahu, Aida. Mana Bu Mil tadi pergi —" balas Lita terpotong oleh Madonna.


"Teman-teman gue lihat Aidil di sana seorang saja. Apakah kita ajak dia gabung ke sini, lagi pun gue merasa kasihan sama dia. Kita tadi 'kan minta jawaban padanya, kalau kita ajak dia mungkin saja kayak balas budi gitu," ucap Madonna seraya mengajak Aida dan Lita melihat ke arah Aidil nan duduk sendirian.


"Hum  ... kok anak emas menyendiri aja yah, gue tau kenapa dia kesepian sebab Aidil nggak bisa Bahasa Inggris. Ya sudah yok kita ajak dia, kasihan gue lihatnya," balas Aida.


Selepas itu, Aida bersama kedua temannya Lita dan Madonna datang menghampiri Aidil yang duduk sendiri.


"Aidil, lu mau gabung kelompok gue nggak? Kebetulan kami masih kurang satu anggota," panggil Aida.


Aidil pun kaget ketika ada seorang yang mengajaknya, saat ia berbalik kini malah disamperin oleh mereka bertiga, hal ini membuat Aidil sedikit trauma karena enggak mau mereka ingin melecehkannya.


"Astaga, Aida, Lita Madonna. Hum  ... Sepertinya gue mau sendiri aja deh, takut soalnya," balas Aidil menolak ajakan Aida.


Mereka bertiga mengernyitkan kening bersaman.


"Lah, kenapa lu nggak mau gabung. Emang lu bisa Bahasa Inggris? Alasan gue, Lita sama Madonna datang ke sini mau ngajak lu. Terus lu kenapa pada takut, kami bertiga manusia lho, sama-sama makan nasi. Kalau kami makan ban mobil itu wajar aja bikin lu takut," ucap Aida karena ingin memaksakan Aidil untuk gabung kelompoknya.


"Hum  ... gue takut kalian mengulangi kejadian pagi tadi. Sebenarnya apa yang lu katakan itu memang benar, bahwa gue nggak jago Bahasa Inggris. Gue hanya bisa Bahasa Indonesia sama Bahasa Jepang," balas Aidil.


"Astaga! Lu kok penakut banget sih jadi cowok. Jadilah lakik bermental baja, harusnya lu itu bersyukur kalau ada orang lain yang ingin mengajak lu, kalau lu sendirian begini nan ada lu dan teman lainnya bakalan kena marah sama Bu Mil. Terus semua orang membenci lu gara-gara satu masalah malah nyebar jadi sekelas. Kalau lu bersikeras tetap sendiri, tanggungjawab lu bakalan besar," kekeh Aida, untuk memaksa Aidil gabung.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Aida membuat Aidil dilema, karena tak tahan mendengar peringatan itu, membuat Aidil memilih untuk bergabung ajakan Aida, Lita dan Medonna.


Melihat perdebatan antara Aida dan Aidil, membuat Lita dan Madonna ikut lelah juga. Tetapi Aida berhasil menghasut pikiran Aidil agar tetap bergabung.


__ADS_2