
Kini Aida duduk di meja makan sembari membuka story instagram, sedangkan Uka masih menyeduh mie lemonilo.
Tidak lama mie lemonilo berwarna hijau masakan ala mas Uka telah jadi, ditambah dengan nasi biar kenyang.
"Nah Aida mie lemonilo telah jadi, kita makan sepiring bagi dua," ucap Uka.
"Iya mas, kalau aku makan sendiri takutnya nggak habis," balas Aida.
Uka mengangguk, kemudian ia mengambil sendok untuk menikmati mie buatannya. "Bismillahirrahmanirrahim," ucapnya.
Selama Uka menikmati lemonilo pertama kali, Aida juga ikut mengambil sendok dan menikmati makanan dengan mengucapkan basmallah.
Setelah mencicipi mie lemonilo, kakak dan adik itu pun malah ketagihan — mereka bergegas untuk menghabiskannya.
"Alhamdulillah, akhirnya makan mie lemonilo kesampaian juga, setelah dua hari enggak makan mie instan, saat ini aku bisa merasakan ditambah adik mas yang cantik ini," ucap Uka.
"Mas, nanti Aku adu sama bapak yah," celetuk Aida.
"Astaghfirullah, sudah dikasih makan enak, kok kamu mau adu sama bapak. Ya sudah adu saja, tapi mas nggak akan kirimin uang transfer kepadamu, biar adil," balas Uka.
"Heh?"
"Gimana, masih mau ngadu sama bapak?"
"Kok, mas gitu. Aida tadi cuman bercanda."
"Oh, tadi cuman bercanda. Mau main-main yah sama mas," balas Uka nan hendak datang menghampiri Aida untuk menciumnya.
"Heh? Mas Uk, jangan deket-deket atau Aida lempar nih pisau. Jangan belajar cari kesempatan buat aku!" panik Aida.
"Yah main-main sama duluan tadi siapa?" Uka yang menggerakkan jari jemari tangannya.
"Ih, Mas Uk nggak asik."
Kemudian Aida mengambil tas ransel dan handphonenya, lalu ia bergegas pergi ke kamar untuk menyelamatkan diri dari tingkah laku nan tidak sewajarnya dengan Uka.
__ADS_1
"Heh? Kamu mau pergi ke mana?" panggil Uka, lalu ia malah tidak sengaja menabrak meja makan dan hampir saja ke tusuk pisau.
"Astaghfirullah!" kagetnya.
Selanjutnya Aida membuka pintu kamarnya dan mengunci pintu dari dalam. Kemudian Aida menempatkan tas ransel di kursi belajar, lalu ia duduk di ranjang sembari membuka handphone.
Selama Aida memainkan handphone, kini Ibu Setan datang menghampiri Aida untuk menempati janji, kalau pagi tadi Aida sudah berjanji untuk mencarikan harta miliknya.
"Aida ... apakah lu telah mencarikan harta gue hari ini, tolong berikan kepadaku juga," ucap Ibu Setan.
"Belum ketemu Bu Set, maaf yah karena tidak bisa menempati janji. Tapi gue bakalan bantu lu, sekarang lu pergi dari sini dan jangan ganggu dulu hidup gue yang lagi kesel ini," balas Aida.
"Hihihi, sudah ku tebak kalau lu itu selalu melanggar janji. Sampai kapan pun gue bakalan menghantui lu, hingga lu bisa dapatkan harta milik gue. Kok lu bisa kesel, biasanya yang sering membuat onar itu lu."
"Gue lagi kesel sama Mas Uk, hanya dia counter yang bisa bikin gue kalah. Kalau gue nggak menuruti keinginannya maka gue enggak dapat uang transfer darinya."
"Kenapa lu nggak bunuh saja dia, biar lu bisa hidup sendiri. Heh? Uang transfer, jangan mengharapkan uang dari orang lain makanya lu itu kerja biar dapat uang sendiri."
"Sifat lu kok jahat banget dah, mana mungkin gue bunuh mas sendiri. Gila lu Bu Set, tapi terimakasih sudah beri motivasi pada gue. Apa pun yang lu ucapkan gue tetap males cari pekerjaan."
Selama Aida berbicara dengan mahluk tak kasat mata, kini ia malah mendengarkan suara notifikasi whatsapp
pada handphonenya 10 pesan dan dua pesan kiriman dari Aidil bersamaan pesan grup Metalis.
[Aida, ini tugas matematika gue. Jadi lu tinggal salin aja, oh iya jangan lupa kirim pada Lita dan Madonna. Gue nggak punya kuota, soalnya baru habis download 20 episode anime One Piece,] Pesan Aidil sembari mengirim dua gambar berisi lembaran jawaban matematika.
^^^[Iya, terimakasih banyak. Eh? Dasar wibu,] balas Aida. ^^^
Setelah membalas pesan Aidil, kini Aida membuka grup Metalis.
[Lita, Aida. Video tiktok kita yang buat pagi tadi sudah dapat mendapatkan view 1,2M, 500k like dan 750k komen. Komen para netizen positif semua,] Pesan Madonna yang memberikan kabar baik.
[Alhamdulillah, kalau begitu tetap semangat yah Madonna,] balas Lita.
[Eh, Lita lu sudah dapat kiriman tugas matematika belum. Terus Aida dah bikin grup Bahasa Inggris belum.]
__ADS_1
[Gue, belum dapat kiriman dari Aidil, kagak tau dengan Aida. Hum ... belum keknya. @Aida lu pada ke mana anjir,] balas Lita sembari mengetag Aida.
^^^[Alhamdulillah, kalau begitu Madonna. Oh iya kapan nih kita bikin tiktok lagi, siapa tau lu bisa viral,] balas Aida menarik pesan Madonna yang pertama. ^^^
^^^[Gue, tadi barusan dikasih foto lembar jawaban matematika sama Aidil, bentar gue bakalan kirim jawabannya. Ya Allah, gue baru ingat maafkan gue teman-teman,] balas Aida menarik pesan Lita yang kedua, sembari mengirim dua screenshot lembaran jawaban matematika. ^^^
[Hum, kapan-kapan deh kita buatnya. Nunggu di tiktok sudah dapat 1M like baru kita upload lagi,] Madonna membalas pesan Aida.
[Wah, terimakasih banyak Aida. Kau lah sahabat terbaik gue. Sudah ku tebak, ya sudah buruan bikin grup Bahasa Inggrisnya,] Lita membalas pesan Aida.
Setelah membalas dan mengirim foto pada grup Metalis, kini Aida mengambil buku latihannya lalu menyalin tugas matematika yang didapat dari Aidil.
Sudah tiga puluh menit berlalu, kini Aida mendengar adzan ashar nan sedang berkumandang. Selepas itu ia menutup bukunya, kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu dengan tujuan sholat ashar.
Usai berwudhu, Aida memakai mukena dan membentangkan sajadah ke arah kiblat. Setelah menunaikan sholat ashar, kini ia mendapatkan dua notifikasi pada handphonenya dari grup matelis.
^^^[Oh, baiklah kalau begitu. Semoga video pagi tadi bisa tembus 1M like,] balas Aida pada pesan Madonna dengan memberi emote semangat. ^^^
^^^[Hahaha ... gue sudah baik dari dulu bestie. Iya, nanti gue bakalan buat setelah ngerjain tugas matematika,] balas Aida pada pesan Lita. ^^^
Selepas membalas pesan Madonna dan Lita, kini Aida bergegas mengerjakan tugas matematika sampai selesai. Tidak lama suara sirine mobil polisi terdengar dari teras depan, lalu disambut dengan suara bel.
Aida pun bergegas pergi ke bawah untuk menyambut Hartono dan Dinda. Sampai di bawah Uka sudah berdiri di depan pintu.
Cek lek!
"Emak, bapak. Tumben pulangnya cepat banget," sapa Uka.
"Hahaha ... iya Uka, besok kamu mau pergi merantau lagi 'kan. Jadi bapak dan emak bakalan pulang lebih awal untuk menyambut kepergian mu," balas Hartono.
"Oh iya nak, pakaianmu sudah dikemas belum. Kalau belum nanti ibu bantuin," balas Dinda.
"Ah, bapak, emak bikin Uka malu aja. Padahal kan kita bisa vcan lewat whatsapp. Hum ... baju Uka sudah setengah masuk koper, mak," ucapnya dengan bersemangat.
Melihat Dinda dan Hartono yang melebih-melebihkan Uka, membuat Aida sedikit kecemburuan, tapi Aida sebagai seorang adik harus tetap tabah sebab Uka adalah kakaknya nan baik hati.
__ADS_1