Assalamualaikum, Pak Kepsek

Assalamualaikum, Pak Kepsek
Dia Bukan Manusia


__ADS_3

Sudah lima belas menit berlalu, Aida duduk di halte sendirian, kini Madonna dan Lita belum tiba sama sekali, kemudian Aida didatangi sesosok pria misterius duduk di sampingnya.


Perlahan angin nan amat dingin menusuk pada wajahnya, Aida mulai ketakutan kalau sesosok pria bukanlah manusia melainkan mahluk halus, tidak lama ia malah mendengarkan suara mobil di arah kiri yang baru saja melintas, sembari suara klakson mobil milik Madonna.


"Aida, maaf yah karena telat datangnya, biasa baru selesai ngisi bensin. Tadi lagi antri," sapa Madonna seraya membuka kaca mobil.


"Ish   ... gue capek menunggu, kirain lu mainin gue," balas Aida yang hendak untuk membukakan pintu mobil dari belakang.


Cek klek!


Di saat Aida masuk ke dalam, kini ia melihat sesosok pria yang duduk di halte, ternyata orang itu malah tidak ada.


"Apa jangan-jangan itu tadi mahluk halus, astaghfirullah. Kok gue jadi merinding begini yah, apakah sesosok pria itu adalah suaminya Bu Set," batin Aida dengan menebaknya.


"Aida, sekarang kita mau pergi ke mana?" panggil Madonna.


"Yah, ke sekolah lah. Emang mau pergi ke mana lagi," balas  Aida.


"Jam segini, sekolah masih tutup. Bang Ke selaku satpam sekolah masih tidur."


"Ya sudah, terserah lu, gue ikut aja. Eh, tunggu Lita pada ke mana? lu nggak ajak dia?" tanya Aida.


"Ini Lita duduk samping gue sedang tidur, katanya dia kecapean ngerjain tugas matematika sampai jam 1 malam. Hum, ya sudah kita pergi ke indomaret yah cari makanan," jawab Madonna.


Kini Aida hanya mengangguk saja, kemudian Madonna menginjakkan pedal gas mobilnya. Beberapa menit berlalu, Madonna berhasil menemukan toko indomaret.


"Aida, lu mau ikut nggak?" panggil Madonna.


"Enggak Madonna, gue di sini aja sambil nungguin Lita. Lu pergi saja sendiri oh iya gue nitip air mineral aja," balas Aida dengan menolak ajakan Madonna, lalu ia meminta untuk dibelikan air mineral.


"Oh, baiklah kalau begitu. Tungguin mobil gue yah. Siap kau tidak usah takut nanti gue beliin."


Aida mengangguk sembari tersenyum. Selepas itu Madonna pergi meninggalkan Aida dan Lita di mobilnya, lalu Madonna masuk ke toko indomaret.


Setelah kepergian Madonna. Kini Aida mulai nampak lelah, kemudian ia menoleh ke samping melihat pocong memakai kain berwarna merah jambu, ia pikir pocong itu hanya sekedar cosplay.

__ADS_1


Saking penasarannya, Aida pun membuka pintu mobil dan datang menghampiri pocong itu.


"Hei, lu ngapain berdiri di sini. Lagi ada karnaval yah?" tanya Aida.


Pocong berwarna merah jambu hanya diam saja, tidak lama angin dingin pun bertiup kencang — mengenai wajah Aida.


Aida pun kaget, setiap merasakan aura dingin itu sama terjadi saat ia bertemu dengan Ibu Setan dan sesosok pria misterius di halte.


"Gue sedang galau. Gue nggak punya teman jadi tinggal sendiri di sini, gue lagi ditolak sama cewek yang gue suka. Tapi dia malah tidak peduli, dengan terpaksa gue memilih gantung diri," jawabnya.


"Hum  ... kasian banget lu cong. Gue nggak tega lihat lu sendirian begini. Tetapi kenapa lu mau memilih gantung diri ditambah kain kafan lu warna merah jambu juga. Itu dari mana lu beli, biasanya kain kafan warna putih?" heran Aida.


"Gue kagak tau kenapa kain kafannya bisa jadi warna merah jambu. Alasan gue gantung diri karena kecewa aja, gue tau ini salah tapi lebih baik mati daripada hidup memikirkan dia. Btw, lu sendiri mati karena apa?"


"Heh? Gue belum mati liat kaki gue nyentuh tanah masih ada bayangan. Gue bisa push up, sit up, kayang, lompat, bertemu manusia."


"Kalau lu belum mati. Terus kenapa lu bisa lihat gue?"


"Yah, mana gue tahu. Gue pikir lu ikut karnaval pada cosplay pocong warna merah jambu lagi, ternyata tebakan gue itu salah," balas Aida.


"Kok lu nggak takut sama gue, biasanya manusia itu suka ketakutan melihat mahluk halus seperti gue."


Selama Aida berbicara dengan pocong, kini Madonna sudah ada di dalam mobil.


"Aida, lu pada ngapain berdiri di sana? Ayo kita pergi takut kesiangan," panggil Madonna.


Aida pun kaget lalu menoleh ke belakang, melihat Madonna yang telah menghidupkan mobil.


"Gue lagi ngobrol sama pocong warna merah jambu," balas Aida.


"Ha? Pocong warna merah jambu, halusinasi lagi nih anak," batin Madonna.


Kemudian Aida menoleh ke samping, ternyata pocong warna merah jambu tidak ada lagi.


"Aida, ayo buruan naik mobil. Gue mau beli sesuatu lagi nih?!" teriak Madonna.

__ADS_1


"Iya! Nggak usah bawel," balas Aida. Karena tidak tahan melihat tingkah Madonna, dengan terpaksa Aida bergegas menaiki mobil Madonna.


Cek lek!


"Madonna, sekarang kita mau pergi ke mana?" tanya Aida.


"Kita, mau beli risol mayo. Maafkan gue yah Aida, karena tadi gue teriak-teriak," balas Madonna.


Kini Aida diam saja sembari memasangkan wajah malas.


Tanpa berlama-lama mereka bertiga pergi meninggalkan toko indomaret, lalu berjalan mencari warung kaki lima.


Kemudian selama perjalanan Aida malah mendengarkan adzan subuh yang sedang berkumandang. Selepas itu Aida menyuruh Madonna untuk pergi ke Masjid Nurul Iman sejenak, sebab untuk melaksanakan sholat subuh.


"Madonna, Lita mau ikut gue nggak sholat subuh. Cuman dua rakaat lho," ajak Aida.


"Keknya gue nggak bisa ikutan Aida, lagi haid soalnya," tolak Madonna.


"Kalau lu, Lita mau ikut nggak?"


"Gue juga lagi haid Aida, lu aja yah sholat subuh," tolak Lita.


"Hum  ... baiklah kalau begitu, gue nitip tas sama sepatu yah," balas Aida dengan mengangguk sembari tersenyum.


Kini Madonna dan Lita hanya diam saja dan membalas senyum Aida. Melihat ekspresi Aida membuat Madonna merasa kasihan, tapi kalau ia ikut solat sama saja tidak sah.


Tidak lama Aida keluar dari masjid dengan prihal nan begitu segar, walaupun ia menyimpan rasa kesal lalu hilang begitu saja, selepas sholat subuh. Kemudian Aida berjalan menghampiri  mobil Madonna dan membukanya.


Cek lek!


"Aida, gue mau minta maaf yah soal tadi. Gara-gara gue wajah lu kayak nggak suka gitu," ucap Madonna.


"Heh? Oh, iya nggak pa-pa Madonna. Itu sudah masalah biasa kok, gue tau kalau kalian sedang haid, percuma saja kalau dikerjakan masih tidak sah sholatnya. Ya sudah sekarang kita mau pergi ke mana nih?" balas Aida, lalu ia bertanya.


"Hum  ... syukurlah kalau begitu, terimakasih yah Aida sudah maafin gue. Oh, kita akan cari warung yang jualan risol mayo. Kebetulan tempatnya sudah sangat dekat."

__ADS_1


Aida pun hanya tersenyum saja. Kemudian mereka bertiga bergegas mencari warung kaki lima untuk membeli risol mayo. Sepuluh menit berlalu, kini mereka datang tepat waktu. Aida, Madonna dan Lita menyerbu warung itu dengan membeli makanan keinginan mereka.


Usai membeli makanan yang diinginkan, Madonna bersama Aida dan Lita menaiki mobil lagi, lalu pergi menuju SMK Harapan Bangsa.


__ADS_2