Assalamualaikum, Pak Kepsek

Assalamualaikum, Pak Kepsek
Dia Siapa?


__ADS_3

"Yoo, maaf teman-teman gue datangnya lama," sapa Aida.


"Aida, lu pada ke mana sih, gue tuh lapar banget tau sebentar lagi gerbang sekolah mau tutup. Tinggal kita bertiga doang di lingkungan sekolah ini," balas Madonna menggerutu.


Selama mereka mengobrol, kini Pak Wawan nan mengendarai motor supra x memotong pembicaraan mereka.


Tin!


Tin!


Suara klakson motor, membuat mereka kaget dan berhenti sejenak untuk berdebat, kemudian Aida bersama dua temannya Lita dan Madonna menatap bersamaan, kalau yang memberi klakson adalah orang baru.


"He, dia siapa? Guru baru yah? Kok rada cakep yah, mudahan aja tingkah bapak itu nggak kayak Pak Sa sama Pak Sur," ucap Lita sembari bertanya lalu menyindir Pak Sabar dan Pak Surarto.


"Hum ... kayaknya guru baru sih, tapi gue belum lihat mukanya, tadi gue barusan ketemu dia pas lagi ngumpul buku di atas meja Bu Lus," balas Aida.


Lita dan Madonna kini diam saja, apa yang diucapkan oleh Aida.


"Ok, sekarang kita mau pergi ke mana nih? Tapi gue nggak mau pulang kemalaman, soalnya ada kesepakatan keluarga," tanya Aida.


"Kita ke angkringan yuk, cari makan," ajak Madonna.


"Oh, ok. Gue mah ikut aja apa yang kalian pinta," balas Lita.


"Gue mah ikut aja dan se-frekuensi apa nan dikatakan Lita," tambah Aida.


"Ya sudah karena itu adalah kesepakatan kalian. Kita langsung gas aja, yok buruan naik mobil gue bentar lagi gerbang sekolah mau tutup, kasihan Bang Ke yang nunggu di sana," ucap Madonna dengan bersemangat.


Aida dan Lita pun mengangguk, kemudian mereka bertiga bergegas memasuki mobil Madonna lalu pergi ke tempat angkringan untuk mencari makan.


Dua puluh lima menit berlalu, mereka bertiga sudah sampai perempatan sembari menunggu lampu merah. kemudian waktu tinggal sepuluh detik berubah warna hijau.


Selanjutnya Madonna menginjakan pedal gas mobil dengan sekuat tenaga, lalu berbelok dan berhenti di tempat angkringan seperti biasa. Tetapi siang ini mereka malah tidak bertemu Satria, biasanya Satria sering berdagang di bawah pohon beringin.

__ADS_1


"Yah, Bang Sat nggak jualan hari ini. Jadi kita mau pergi ke mana nih?" tanya Aida.


"Kita tetap cari makanan, Aida. Gue nggak peduli Bang Sat, mau jualan atau enggak yang penting perut gue nggak keroncongan," balas Madonna.


"Tapi 'kan kita baru selesai makan lontong sayur, tahu goreng sama es serut marjan sama Gembul. Ditambah kita juga minta bungkusan padanya, kenapa kita nggak makan itu aja?" ucap Aida.


"Aida, makan gitu doang nggak cukup buat kapasitas perutku. Ya sudah daripada kita berlama-lama di sini, lebih baik cari warung saja sampai dapat," ajak Madonna.


Kini Aida dan Lita hanya diam saja dan mengikuti langsung apa yang Madonna inginkan. Sepuluh menit berlalu, mereka bertiga menemukan toko Wandomi dengan artinya Warung Indomie.


Mereka pun datang menghampiri toko Wandomi dan mengambil bahan-bahan yang ada di depan lapak itu. Pertama kali mereka dialihkan untuk mengambil sebungkus mie indomie yang berbagai rasa, selanjutnya mereka disuruh mengambil kertas yang telah diberi beberapa harga, dan terakhir setelah terkumpul keinginan pembeli diberikan kepada pemilik warung.


"Aida, Lita. Kalian ambil apaan?" tanya Madonna.


"Gue ambil Indomie rendang sama toping sosis dan telur bebek," balas Aida.


"Kalau gue ambil Indomie goreng sama toping cireng dan ceker ayam, kalau lu," balas Lita.


"Kalau gue Indomie ayam bawang sama toping mix," ucap Madonna.


"Ya sudah kalian haus nggak? Mau gue pesan?" tanya Madonna seraya menawarkan minuman pada mereka berdua.


"Iya, haus juga nih. Gue mau teh botol sosro kagak tau kalau Aida," balas Lita.


"Gue air mineral aja, Madonna. Gue dah muak minum-minum berasa gitu," balas Aida.


"Oh, baiklah kalau begitu. Sini berikan ketiga mangkok kalian pada gue, nanti gue sekalian bayar," pinta Madonna. Aida dan Lita pun memberikan kedua mangkok mereka kepada Madonna, kemudian Madonna berjalan menghampiri pemilik warung.


Selama Madonna datang menghampiri pemilik warung, Aida dan Lita kini duduk sembari menikmati angin sepoi-sepoi. Tidak lama Madonna datang membawa dua botol teh sosro dan sebotol air mineral merek aqua.


Di saat Madonna menyodorkan minuman, kini sang pemilik warung datang membawa tiga mangkok dengan pesanan mereka masing-masing — mereka menghabiskan makanan bersama-sama. Usai menikmati makanan kini hari telah menjelang adzan ashar.


Mereka bertiga bergegas menaiki mobil Madonna, lalu ia mengantar Aida ke rumahnya.

__ADS_1


"Lita, Madonna. Jangan lupa besok ada tugas matematika, alasan gue pulang cepat begini karena ingin mengerjakan PR yang baru dapat dari Aidil," ucap Aida.


"Astaga! Gue sampai lupa. Terimakasih sudah beritahu kami," balas Lita, sedangkan Madonna hanya mengangguk saja.


Setelah kepergian Lita dan Madonna, Aida bergegas menghampiri rumahnya, sebab ia tidak ingin melihat Ibu Setan.


Tok!


Tok!


"Mas Uk, buka pintunya dong. Aida capek!" panggilnya.


Kemudian Aida, mendengarkan langkahan kaki dalam rumahnya, lalu Uka membukakan pintu.


"Eh, adik mas sudah pulang sekolah. Bagaimana sekolahmu hari ini?" sapa Uka.


"Hum ... sama kek biasa Mas Uk, membosankan. Semua guru di sana menyebalkan, untung aja Aida punya teman yang baik Lita dan Madonna. Mungkin kalau nggak ada mereka, Aida makin malas pergi ke sekolah," balasnya karena lelah.


"Adik Mas, dah makan belum? Kok pulangnya sore banget, biasanya jam dua sudah pulang atau jangan-jangan kamu lagi les," tanya Uka.


"Sudah Mas Uk. Astaga! Bisa nggak mas jangan ajak Aida mengobrol dulu, capek tau nggak," keluh Aida.


Uka pun diam sejenak, kemudian Aida duduk sembari melepaskan sepatu dan kaos kakinya. Lalu Uka duduk di samping Aida dan berusaha untuk mencium adiknya.


Aida pun kaget, kebetulan ia sedang melepaskan kaos kaki dan menyumbat kaos kaki miliknya ke bibir Uka.


"Fuih, Aida kenapa kamu menyumbat kaos kaki pada bibir mas, mana bau lagi. Sudah berapa hari kaos kaki itu nggak dicuci?!" kesal Uka.


"Lagian sih Mas Uk, pakai cium segala jijik tau nggak. Makanya Mas Uk itu jangan putus sama Mbak Annisa kan aku jadi imbasnya. Lebih baik Mas Uk ajak balikan saja dengan Mbak Annisa, daripada menjomblo begini kasihan lihatnya. Hehehe ... kaos kakinya sudah seminggu belum dicuci mas, enakan mas baunya apalagi dicampur sama sambel nanti malah jadi sambel terasi."


"Hahaha, mas itu kangen sama Aida yang dulu. Alasan mas pulang ke rumah karena rindu kalian, tapi teman mas kebanyakan ambil cuti jalan-jalan ke pantai, mendaki dan semacamnya bareng doi. Hum ... mas nggak bisa ngajak balikan sama dia, mas malu. Heh? Buruan masukan kaos kakinya ke dalam mesin cuci terus jemur. Katanya mau jadi istri yang baik, ciri-ciri istri baik harus jago dalam rumah tangga. Cuci piring, setrika pakaian, cuci baju suami dan anak, memasak, menyapu. Kalau malas begini kapan bisanya jadi istri baik," jelas Uka lalu menyuruh Aida untuk mencuci kaos kakinya.


"Iya ih, nggak usah bawel!" kesal Aida. Kemudian ia pergi membawa kaos kaki sembari menggandeng tas ransel ke dalam, tetapi Aida malah meninggalkan sepatunya di tengah jalan.

__ADS_1


"Aida, sepatumu jangan di bawa ke tengah jalan?!" teriak Uka.


"Iya, lupa?!"


__ADS_2