Assalamualaikum, Pak Kepsek

Assalamualaikum, Pak Kepsek
Kesepakatan Bersama


__ADS_3

Kriing!


Kriing!


Suara alarm pukul setengah lima berbentuk doraemon berdering kencang, beriringan dengan adzan subuh berkumandang, sehingga membuat Aida terbangun begitu saja.


Ia tidak sadar kalau dirinya masih memakai mukena dan tidur di atas sajadah, karena suara adzan subuh terdengar. Kini Aida melepaskan mukena, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk berwudhu.


Sampai di depan kamar mandi, Aida malah melihat Uka yang baru saja selesai berwudhu. Kemudian, Aida masuk ke dalam kamar mandi dengan tujuan yang ia inginkan. Usai berwudhu, Aida berjalan untuk ke kamarnya saat ia ingin pergi menaiki tangga malah dipanggil Uka.


"Aida, kamu nggak ikut mas sholat berjamaah?" panggil Uka.


"Ha? Hum ... sebenarnya Aida pengen sholat sendiri, tapi kalau imamnya Mas Uk, gas aja hehehe ... kalau bapak lama doanya ditambah panjang lagi," balas Aida.


Uka pun ketika mendengar balasan Aida. Sebelum melakukan sholat berjamaah, Aida kembali ke kamarnya untuk mengambil mukena dan sajadah di lantai atas. Kemudian mereka berdua sholat bersama-sama, selama melakukan sholat Dinda dan Hartono terbangun karena mendengar teriakan aamiin yang diucap oleh Aida.


Lalu, mereka berdua pergi ke luar kamar, melihat kedua anaknya sholat berjamaah. Melihat Uka dan Aida membuat Hartono untuk mengajak Dinda sholat dengan bergabung pada mereka berdua.


"Ma, kita sholat bareng sama anak kita yuk," ajak Hartono.


"Ya sudah, ayo pa. Kita wudhu dulu," balas Dinda.


Hartono mengangguk lalu mereka pergi ke kamar mandi untuk berwudhu secara bergantian, kemudian Hartono mengambil sarung, peci dan sajadah. Sedangkan Dinda mengambil mukena dan sajadah.


Saat mereka datang menghampiri Uka dan Aida, kini sholat mereka telah selesai lalu sambung baca al-quran. Hartono dan Dinda yang bersiap sholat berjamaah malah tidak bisa.


"Lah, kok kalian sholatnya cepat banget. Padahal bapak sama emak mau sholat bareng sama kalian," heran Hartono.


"Pak, sholatnya cuman dua raka'at, terus kenapa bapak sama emak baru bangun sekarang. Kalau mau sholat bersama-sama aku sama Mas Uk sudah nungguin dari tadi," balas Aida.


"Ya sudah sholat lagi yuk. Tapi imamnya Uka, bapak sama emak pengen merasakan juga gimana cara Uka jadi imam," ajak Hartono.

__ADS_1


Uka dan Aida mengernyit kening bersamaan, melihat Hartono mengajak mereka sholat lagi.


"Bapak, Aida capek banget mending bapak sama emak saja sholat. Kalau sholat lagi yang ada aku sama Mas Uk double pahalanya," tolak nya.


"Iya, pak. Uka juga sudah capek lagian sholat subuh cuman dua raka'at, nanti dzuhur aja kita sholat berjamaah," balas Uka.


"Nggak bisa mas, Aida masih sekolah."


"Bapak juga tidak bisa karena masih dinas nak dan banyak kerjaan di kantor."


"Emak juga nggak bisa, Uka. Sebab emak masih jagain toko butik, nanti kalian mau makan apa kalau emak sama bapak nggak kerja," balas Dinda.


"Ya sudah, Ashar aja bagaimana," ajak Uka.


"Tetap, nggak bisa. Uka, Mas Uk!" balas mereka bersamaan.


"Hum ... yah sudah maghrib atau Isya yah," ajak Uka lagi seraya menahan tawa melihat Hartono, Dinda dan Aida menatap dirinya dengan serius.


"Baiklah, insyallah kita akan sholat berjamaah waktu maghrib atau isya," balas Hartono yang telah kesepakatan.


Mendengar balasan Hartono. Aida, Uka dan Dinda mengangguk saja dengan menerima kesepakatan Hartono. Usai berunding.


Aida dan Uka kembali ke kamar masing-masing, sedangkan Hartono dan Dinda melanjutkan sholat subuh.


Setelah melaksanakan sholat subuh dan Aida melepaskan mukena nya lalu kembalikan di atas meja bersamaan dengan sajadah. Kemudian Aida bersiap untuk menyiapkan pakaian batik berwarna cokelat, memasukkan buku Bahasa Inggris, Seni Budaya dan Seni Wajib ke dalam tas ranselnya. Tidak lama Ibu Setan datang menganggu Aida lagi.


"Hai Aida, lu lagi pada ngapain rajin banget," sapa Ibu Setan.


Kini Aida diam saja dan tidak mempedulikan Ibu Setan. Karena Aida tidak mendengarkan dirinya, Ibu Setan malah menjahili Aida dan mengacak-acak kamarnya.


"Bu Set, tolong jangan dibuat berantakan kamar gue. Kalau lu masih ngelakuin maka gue enggan mau untuk mencari harta lu sampai kapan pun. Gue sudah muak lihat tingkah lu," balas Aida memberikan peringatan.

__ADS_1


"Hihihi ... lu kira gue takut gitu, kalau lu nggak mau mengembalikan harta gue. Maka seumur hidup gue bakalan gangguin lu," bantah Ibu Setan.


Usai mendengarkan kata-kata Ibu Setan, membuat Aida tidak berkata apa-apa. Mungkin memberi ancaman pada hantu berumur tiga puluh tahun lebih itu sangat susah menurut baginya, ditambah pemikiran Ibu Setan lebih pintar darinya meskipun dia tidak pandai belajar matematika.


Selepas berbicara dengan Ibu Setan. Aida bersiap untuk pergi ke sekolah karena waktu sudah pukul setengah enam pagi, ia berjalan ke kamar mandi lalu memutarkan kran air panas pada bak besar, kemudian Aida mencampurkan air dingin sedikit. Usai terisi air pada bak besar, ia membukakan bajunya dan berendam memasukkan tubuh ke dalam bak besar.


Dengan seperti biasa Ibu Setan selalu mengacak-acak kamar mandi Aida, kini ia tidak peduli lalu Aida menenggelamkan kepalanya. Setelah berendam Aida pergi ke kamar tidurnya sambil memakai handuk lalu menuju kamar untuk memakai pakaian sekolah seraya membawa tas ranselnya, lalu ia berjalan ke bawah untuk sarapan pagi.


Hari ini wajah Aida sangat membosankan, akibat perbuatan Ibu Setan. Rasanya Aida ingin berbicara kepada Hartono dan Dinda untuk menjauhkan kedatangan Ibu Setan yang selalu menghantuinya, tetapi Aida tidak bisa dikarenakan mereka berdua pasti tidak percaya apa yang dikatakan nya, sama hal dengan Ketot bersama kedua temannya Lita dan Madonna.


Selagi Aida duduk di kursi meja makan, Dinda masih menyiapkan sarapan roti tawar dua helai yang dioles dengan selai cokelat, buah pisang dan segelas susu putih. Kemudian Uka yang baru saja terbangun dari tidurnya, ia berjalan pergi ke dapur melihat Dinda dan Aida duduk di kursi meja makan, lalu Hartono yang memakai pakaian polisi keluar dari kamarnya dan berdiri di samping Uka.


"Uka, kenapa kamu diam saja nak. Ayo kita sarapan sekarang juga dan berhentilah untuk menutup jalan," panggil Hartono sembari memegang lengan tangan Uka.


Uka pun kaget ketika Hartono memegang lengan tangannya.


"Astaghfirullah, bapak. Kirain siapa bikin jantungan aja? Oh ya sudah, pak. Ayo kita sarapan sekarang juga," balas Uka.


Setelah itu, Aida, Uka, Hartono dan Dinda menikmati sarapan pagi bersama-sama. Usai menikmati sarapan pagi kini Aida, Hartono dan Dinda pergi meninggalkan Uka yang sendirian di rumah.


"Uka, tolong jaga rumah baik-baik yah nak. Kalau kamu lapar tinggal buka lemari makan aja, di situ ada semur ayam," ucap Dinda.


"Ingat jangan kebanyakan makan mie instan, nanti cacingan," tambah Hartono.


"Mas Uk, jangan nangis yah nanti doi nya sedih juga," tambah Aida menjahili Uka.


Kini Uka hanya mengangguk saja seraya tersenyum mendengarkan perkataan Dinda dan Hartono, kemudian Uka mengernyitkan kening ketika mendengarkan ucapan Aida.


"He? Tunggu yah kau Aida, mas bakalan balas balik," balas Uka. Aida yang duduk di belakang mobil hanya tertawa saja sembari mengejek Uka.


Usai melambai-lambai, kini mobil polisi milik Hartono pergi meninggalkan rumah dan Uka, lalu Hartono mengantar Aida ke sekolah dan Dinda ke toko butik.

__ADS_1


__ADS_2