AZARAH

AZARAH
Tamu tak Diundang


__ADS_3

...HAPPY READING...


...----------------...


Aku sekarang harus benar-benar bisa mengatur waktu. Waktu untuk Rama dan waktu untuk belajar karena kurang satu bulan lagi akan ada ujian kenaikan kelas.


Aku melihat wajah kelegaan dari kakak kelas tiga karena satu bulan yang lalu baru saja menyelesaikan ujian nasionalnya. Tinggal menunggu pengumuman kelulusan saja. Sekarang giliran kelas dua dan satu yang harus mempersiapkan diri untuk ujian.


Hari ini Rama sudah mulai aktif sekolah lagi karena masa skorsing sudah selesai, aku sangat senang untuk itu.


Waktu istirahat Rama menemuiku di kelas, dia di duduk di kursi via. Via sudah ke kantin bersama Reni dan juga nike, mungkin di sana dia akan bertemu dengan mamad juga.


"Nih." Kata ku sambil menyodorkan sebuah kotak makan pada Rama. Sebelumnya kemarin malam Rama sudah mengabariku lewat pesan WA kalau besok waktu istirahat dia akan datang ke kelasku, mangkanya hari ini aku meminta ibu untuk membawakan aku bekal.


Rama datang ke kelas ku untuk menyuruhku mengerjakan PR matematikanya, katanya dia males untuk mengerjakannya sendiri.


"Apa ini.? " Tanyanya.


"Roti." Jawabku.


"Oh ya udah aku makan. " Katanya, aku hanya tersenyum lalu mulai mengerjakan PR matematikanya. Aku heran Rama ini pintar tapi dia terlalu malas untuk mengerjakan PR-nya.


"Enak, buatan siapa.? " Tanya Rama.


"Ibu, habisin. " Kata ku tanpa menatapnya karena aku masih sedikit fokus untuk mengerjakan PR-nya .


"Seret nih. " Katanya, lalu aku mengambil air minum dari tas ku dan ku berikan padanya.


"Nih minum." Kata ku, lalu dia mengambil air minum dari tangan ku.


Setelah selesai mengerjakan PR-nya aku menutup bukunya lalu ku berikan pada Rama.


"Nih." Kata ku lalu Rama mengambilnya dari tanganku.


"Makasih." Katanya dengan tersenyum.


"Sama-sama." Kata ku dengan tersenyum juga.


"Em aku boleh minta sesuatu.? " Katanya yang membuat aku heran.


"Apa.? " Tanyaku keheranan.


"Minta pulpennya satu. " Katanya dengan senyum malu-malu.


"Pulpen.? " Tanyaku dia menganggukkan kepala. Lalu aku mengeluarkan satu pulpen dari kotak pensil ku.


"Nih, emangnya kamu gak punya pulpen.? "


"Sebenarnya punya, tapi di kelasku banyak maling. " Katanya.


"Maling pulpen.? " Tanyaku dengan tertawa kecil.


"Iya." Jawabnya


"Ya udah sana ke kelas bentar lagi bel." Kata ku.

__ADS_1


"Iya, makasih pulpen sama rotinya."


"Kalau roti makasihnya sama ibu, kan yang buatin ibu. "


"Iya nanti aku bilang makasih sama ibu. "


Lalu Rama pergi dari kelasku, dan tak berapa lama via datang dari kantin.


"Ngapain si Rama.? " Tanya via lalu duduk di kursinya.


"Apel." Jawabku dengan tersenyum menggoda, via tertawa.


Pulang sekolah Rama langsung mengantarkan ku ke rumah, dan langsung berpamitan pada ibu dan tak lupa bilang terma kasih buat rotinya tadi pagi. Rama tidak mampir karena dia sedang ada acara dengan teman-teman gangsternya dan aku tidak melarangnya karena aku tidak berhak untuk itu. Aku tidak ingin karena hanya aku Rama kehilangan waktu bersama teman-temannya. Sebaliknya aku juga begitu aku tidak ingin kehilangan waktu bersama teman-teman ku hanya karena Rama.


Kira-kira pukul lima sore Ibu memanggilku ke kamar katanya ada temanku yang datang ke rumah, tapi ibu tidak tau siapa dia.


Lalu aku pun beranjak menuju ruang tamu dan berapa terkejutnya aku karena yang sedang bertamu di rumahku sekarang adalah deo.


"Deo." Kata ku dengan nada sedikit tidak percaya.


"Hai." Sapanya dengan tersenyum.


"Oh Hai. " Aku menyapanya balik, lalu aku duduk di sofa depannya.


"Kok tau rumahku.? " Tanyaku pada deo.


"Iya, aku tanya sama afredo. " Jawabnya.


" Ada apa.? "


"Aku cuman mau minta maaf karena udah nampar kamu tempo hari. " Katanya dengan wajahnya yang memelas sepertinya dia menyesal.


"Em sebenarnya aku juga mau bilang Terima kasih, karena kamu udah ngobatin luka ku dulu, padahal aku sudah jahat sama kamu. "


"Iya sama-sama. "


"Karena di butakan cinta aku sampai menyakiti perempuan baik seperti kamu. "


"Iya aku ngerti kok de, sejahat-jahatnya orang sama kita kalau ada yang terluka harus segera di obati. " Kata ku. Dia tersenyum.


"Rama beruntung bisa dapetin kamu." Aku hanya tersenyum.


"Oh ya de kamu mau minum apa.? " Tanyaku mengalihkan pembicaraan.


"Gak usah shin aku langsung balik aja, soalnya buru-buru. "


"Ya udah. " Kata ku.


"Aku pamit dulu ya. "


"Iya hati-hati. "


"Iya, salam buat Rama. "


"Iya."

__ADS_1


Lalu aku mengantarkan deo ke depan dan melihat kepergiannya dari rumahku.


Memang benar kata pepatah kalau kita berbuat baik sama siapapun makan kita akan juga dikelilingi orang-orang yang baik, begitupun sebaliknya. Aku paham sebenarnya deo adalah orang baik tapi dia termakan oleh omongan karina yang membuat dia seperti itu. Kalau dia bukan orang baik dia tidak akan datang ke rumahku dan meminta maaf padaku.


Aku tidak ingin menyimpan dendam dalam diriku, itu hanya akan menyiksa diri ku sendiri. Ibu yang mengajarkan aku untuk terus berbuat baik kepada seseorang meskipun orang itu sudah berbuat jahat pada kita. Karena apa yang kita tanam makan itu yang akan kita tuai. Kalau kita menanam kebaikan makan kebaikan yang akan kita dapat.


Kalau menyangkut masalah karina sebenarnya aku sangat menyesal karena sudah menamparnya, tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur, semuanya telah terjadi. Mungkin suatu saat kalau aku sudah siap aku akan meminta maaf padanya.


Sekitar pukul delapan malam setelah belajar, ibu memanggilku lagi katanya temanku yang tadi sore datang lagi ke rumah. Aku cukup kaget kenapa deo datang lagi ke rumah.


Aku segera menemui deo di ruang tamu.


"De ngapain lagi.? " Tanyaku heran lalu duduk di depannya.


"Aku tadi lupa mau ngasih kamu ini. " Katanya lalu menyodorkan sebuah kotak padaku.


"Apa ini.? " Tanyaku lalu mengambil kotak itu dari tangan deo.


"Itu sebagai tanda terima kasihku. "


Aku tersenyum.


"Ya ampun de gak usah kali, aku ikhlas kok. " Kata ku lalu menyodorkan kembali kotaknya tapi deo menolak.


"Gak papa shin aku juga ikhlas. "


"Ya udah makasih ya. " Kata ku dengan tersenyum, dia juga.


"Sama-sama."


"Oh ya kamu mau minum apa.? "


"Air putih aja shin. "


"Oh ya udah aku ambilin bentar. " Kata ku lalu mengambilkan air untuk deo.


Aku membawa segelas air putih dingin dan juga beberapa cemilan untuk deo.


"Di minum dulu de. " Kata ku. Dia mengangguk lalu meneguk segelas air yang ku bawakan.


"Makasih shin. "


"Iya."


"Ya udah aku pulang dulu ya. "


"Kok buru-buru. "


"Iya udah malem soalnya. "


" Oh ya udah hati-hati. "


Setelah deo pulang aku masuk ke kamar, lalu ku buka sebuah kotak yang dikasih sama deo tadi dan ternyata isinya adalah sebuah jam tangan yang keliatannya mahal.


Lalu aku meletakkannya lagi di atas meja belajar ku. Aku sungguh menghargai pemberian dan kebaikan deo.

__ADS_1


Setelah itu ada sebuah panggilan dari ponselku, ku lihat itu dari Rama, dengan cepat aku langsung mengangkatnya.


Aku menceritakan semua tentang deo kepada Rama, tentang deo yang datang ke rumahku dua kali dan tentang deo yang memberikan aku sebuah jam tangan. Rama tidak marah dan tidak cemburu dia malah senang aku dapat kado sebelum ulang tahunku dan menyuruhku memakainya untuk menghargai pemberian deo. Aku mengiyakannya karena aku tipe orang yang selalu menghargai apa yang orang kasih ke aku.


__ADS_2