
...HAPPY READING...
...----------------...
Senin, iya hari ini adalah hari senin. Hari dimana yang ku yakini semua murid malas bangun dari tidur untuk sekolah, aku juga soalnya hehe.
Aku merasa kepalaku agak sedikit pusing namun tetap ku paksakan untuk bangun tidur dan sekolah karena hari ini ada ulangan harian dari Pak onim, aku tidak mungkin melewati ulangan harian ini gegara kepalaku pusing, sayang karena kemarin malam aku sudah belajar supaya mendapat nilai yang bagus.
"Shin kamu gak papa, pucat banget wajahmu" Kata via ketika aku duduk di sampingnya.
"Gak papa vi" Kataku dengan sedikit senyum dan menggelengkan kepala, aku tidak ingin membuat kawan ku itu cemas.
"Beneran?"
"Iya viana putri" kali ini aku menjawab dengan senyum lebar yang ku paksakan.
Setelah jam pelajaran pak onim selesai ,tiba waktunya pelajaran olahraga, yang biasanya aku semangat sekali kalau pelajaran olahraga tapi kali ini aku sedikit malas karena kepalaku semakin pusing, namun tetap ku paksakan.
Via menggandeng lengan ku menuju lapangan. Katanya dia takut kalau aku kenapa-kenapa karena mukaku semakin pucat, awalnya via melarangku untuk ikut pelajaran olahraga dan memintaku untuk di uks saja tapi aku tidak mau dan beralasan aku baik-baik saja.
Saat sampai di lapangan ku lihat ada Rama, mamad dan jefri sedang berlari, kelihatannya mereka bertiga sedang di hukum, karena di tepi lapangan ada bu Wati guru bahasa Indonesia.
"Emang ya mereka bertiga tuh gak ada kapoknya dihukum" Kata via dengan mengernyit kan dahi.
"Sering ya mereka dihukum?" tanyaku.
"Bukan sering lagi shin" katanya dengan menggeleng-gelengkan kepala, aku hanya diam.
Aku memandang Rama, ada kelegaan sendiri di hatiku karena melihatnya hari ini di sekolah, sampai tak sadar Rama memandangku balik dengan tersenyum, aku segera mungkin memalingkan wajahku, malu.
Pak hadi guru olahraga menyuruh kami untuk berlari mengelilingi lapangan sebanyak sepuluh kali sebagai pemanasan ketika Rama, mamad dan jefri sudah selesai melaksanakan hukuman, ku lihat mereka bertiga sedang istirahat di pinggir lapangan untuk meregangkan otot-otot yang sudah kaku.
Aku berlari sangat lambat karena memang kepala ku terasa pusing sekali, beberapa kali via menyuruhku untuk ke pinggir lapangan saja tapi aku tidak mau dan akhirnya semuanya terasa gelap.
Aku terbangun dan melihat ada via dan Rama di sampingku, ternyata aku ada di UKS
"Vi" kataku kemudian berusaha bangun dari tidur tapi via menyuruhku untuk tidur saja, aku pun menurut.
"Kan aku udah bilang shin, kamu gak usah ikut pelajaran olahraga, kamu itu lagi sakit, keras kepala banget sih" Kata via dengan nada sedikit kesal, tapi aku tidak marah padanya, aku tau dia seperti itu karena dia peduli padaku.
Aku melirik Rama, kulihat ada kelegaan di wajahnya yang tampan itu.
__ADS_1
"Tadi Rama yang bawa kamu ke UKS" kata via, aku sedikit terkejut. kemudian Rama mendekatiku.
"Jangan kayak gini lagi, kalau sakit ya bilang" katanya tanpa senyum, tapi aku malah tersenyum mendengar kata-katanya itu, lalu menganggukan kepala mengiyakan.
Rama membisikkan sesuatu kepada via, kemudian via berpamitan kepadaku katanya mau membeli teh hangat di kantin untukku, aku pun mengiyakan, tinggal kami berdua di UKS, iya aku dan Rama.
"Nanti pulang sekolah aku antar, tidak boleh ada penolakan" katanya tegas sekali.
"Iya" jawabku, aku tidak mau mengecewakan Rama, karena dia tadi sudah baik kepadaku.
"Aku tadi khawatir" kata Rama.
"Khawatir kenapa?"
"Tadi pas kamu pingsan aku khawatir tidak akan kuat menggendongmu, badanmu agak sedikit gendut soalnya" Kata Rama, aku tertawa kecil.
"Tapi kuat kan?".
" Iya makan biskuat dulu tadi biar aku kuat" katanya yang lagi-lagi membuat aku tertawa.
Dia tersenyum melihatku tertawa.
"Makasih ya"
" Ini shin minum dulu teh hangatnya "kata via kemudian membantuku untuk bangun.
" Aku ke kelas dulu"Kata Rama, aku dan via sama-sama menganggukan kepala.
Saat pulang sekolah afredo menawari aku untuk pulang bersamanya.
"Shin aku antar ya" katanya mendekati mejaku, aku tersenyum padanya menghargai niat baiknya itu.
"Maaf ya do tapi aku udah janji sama seseorang" jawabku dengan wajah yang ku buat melas, kulihat wajahnya sedikit kecewa tapi akhirnya dia tersenyum walaupun dipaksakan.
"Oh gitu ya"
"Maaf ya" kata ku lalu meninggalkan dia, ternyata Rama sudah menungguku di depan kelas.
"Udah lama?" tanyaku khawatir kalau ternyata Rama sudah menungguku lama, dia tersenyum.
"Nggak" jawabnya ramah sekali, aku dan Rama saling pandang beberapa saat. setelah itu kami saling mengalihkan pandangan karena ada afredo, afredo menatap Rama sinis sekali, kemudian pergi, tapi sebelum pergi di tersenyum padaku, aku juga.
__ADS_1
"Ini pakai" kata Rama memberikan jaketnya padaku.
"Trus kamu?" tanya ku heran.
"Sekarang buat kamu dulu, entar kamu cuci trus kasih lagi ke aku" aku tersenyum, dia juga.
"Iya" kataku lalu mengambil jaketnya dari tangan Rama dan memakainya.
"Yuk" ajaknya kemudian menggandeng tanganku, Aneh rasanya aku bahagia dan senang sekali. padahal kami tidak pacaran tapi semua orang di sekolah ini melihatku dan Rama seperti sepasang kekasih.
Rama melepaskan gandengan nya ketika kami sudah sampai di parkiran motor.
"Ayok naik" katanya padaku sambil melirik jok motornya yang kosong, aku tersenyum.
"Iya"
Aku bingung bagaimana menjelaskan perasaan ku saat ini, aneh aja awal mendengar nama Rama aku berharap tidak akan bisa bertemu dengannya, iya Rama si ketua gangster yang membuatku merinding, ku kira dia orang yang kasar, jahat ternyata dia orang yang baik, perhatian dan juga menyenangkan karena bisa membuat aku nyaman, aman dan tersenyum saat ada di dekatnya.
Ternyata Rama tidak langsung mengajakku pulang tapi dia mengajakku makan di tempat biasa dia kumpul bersama teman-teman gangsternya, yaitu di sebuah warung p
kopi pinggir jalan.
"Makan dulu ya" katanya.
"Iya" jawabku. kulihat di sana ada beberapa orang yang berpenampilan seperti preman
tapi ada juga teman sekelas Rama di sekolah. Rama datang lalu menjabat tangan semua temannya itu, aku hanya tersenyum, Teman-teman Rama membalas senyuman ku.
"Siapa Ram cantik bener?" tanya salah satu teman Rama yang berpenampilan seperti preman, kemudian Rama melirik ku.
"Calon pacar, do'ain ya" katanya dengan tersenyum, aku juga, teman-teman nya juga.
Teman-teman Rama cukup asyik dan menyenangkan juga, mereka sangat humoris dan slalu bercanda ketika sedang berkumpul seperti ini. beberapa kali aku di buat tertawa dengan candaan mereka. Ku pikir aku telah salah menilai Rama dan teman-teman nya, mereka semua ternyata baik tidak seperti gangster yang ada di tv.
setelah sekitar satu jam di situ, Rama mengajakku untuk pulang, namun sebenarnya aku masih ingin di sini tapi sudah sore takut kalau ibu dan Bang Tito mencariku.
"Makasih ya" kataku ketika kami sudah sampai di depan rumah ku.
"Iya sama-sama, aku duluan ya" katanya dengan tersenyum.
"Iya hati-hati" jawabku dengan tersenyum juga.
__ADS_1
Terima kasih Rama untuk hari ini aku bahagia sekali.