AZARAH

AZARAH
Pernyataan Cinta


__ADS_3

...HAPPY READING...


...----------------...


Aku mengajak via untuk ke UKS saat jam istirahat untuk mengambilkan obat Reni yang sedang sakit kepala, padahal aku sudah menyuruhnya untuk ke UKS saja tapi dia tidak mau. Iya sih soalnya setelah istirahat akan ada ulangan harian mangkanya dia tidak mau kalau sampai ketinggalan.


Tapi saat kami melewati koridor yang jarang dilewati oleh murid lain, aku melihat ada afredo dan juga seorang cewek kayaknya dia dari kelas satu.


Lalu aku menarik tangan via dan ku ajak untuk sembunyi, aku ingin tau apa yang akan di lakukan afredo bersama cewek tadi.


"Ada apa sih shin.? " Tanya via heran karena tiba-tiba aku menarik tangannya.


"Sssstttt liat tuh ada afredo, lagi ngapain dia.? " Kataku sedikit berbisik.


Lalu aku dan via pun menguping apa saja yang sedang dibicarakan oleh afredo dan juga cewek itu.


"Kak, aku suka sama kak afredo. " Kata cewek itu dengan menundukkan kepalanya, mungkin dia malu karena harus mengungkapkan isi hatinya pada afredo.


Tapi yang kulihat afredo malah tertawa sinis setalah mendengar pernyataan cinta dari cewek itu.


"Haduh dek kamu itu ngaca dulu sebelum bilang suka sama aku. " Katanya dengan tertawa sinis.


"Tapi kak. "


"Udah lah, kamu itu jelek dan gak mungkin aku suka sama kamu. " Katanya.


Aku langsung jengkel pada afredo, karena aku paling gak suka dengan cowok yang menghina cewek secara fisik seperti itu. Apa dia gak tau kalau Kata-katanya itu tajam yang bisa membuat hati dan perasaan cewek itu sakit? Aku gak habis pikir dengan afredo.


Ku lihat mata cewek itu berkaca-kaca setelah mendengar perkataan afredo. Mungkin jika aku di posisinya pasti aku juga akan menangis.


"Udah sana, gak usah ganggu aku lagi kamu itu bukan cewek cantik seperti." Kata afredo lalu aku segera menghampiri dia dan memotong pembicaraannya.


"Afredo." Dia menoleh ke arah ku dan nampak wajahnya kaget.


"Shinta, ngapain kamu di sini.? " Tanyanya gugup.


"Do seharusnya kamu gak boleh ngomong kayak gitu ke dia, kalau pun kamu gak suka sama dia jangan sampai kamu menghina fisiknya. " Kataku dengan nada sedikit jengkel.


"Aku gak ada maksud kayak gitu, tapi dia udah aku bilang berkali-kali tetep ngotot. "


Aku menggeleng-gelengkan kepala, ada rasa kecewa dalam diriku. Karena selama ini afredo yang ku kenal sangat menghargai wanita tapi ternyata dia hanya menghargai cewek cantik saja.


"Dek udah ya jangan nangis, pasti ada kok cowok yang mau nerima kamu apa adanya tanpa memandang fisik, dan ingat semua perempuan itu cantik. " Kataku, lalu dia menghapus air matanya dan tersenyum padaku.


"Makasih ya kak. " Katanya.


"Iya." Kataku dengan tersenyum manis. Lalu dia pergi meninggalkan kami bertiga.


"Ya udah vi yuk ke UKS keburu bel." Kataku lalu menggandeng lengan via.


"Tunggu shin. " Kata afredo.


"Apa lagi do.?"


"Aku minta maaf. "


"Seharusnya kamu minta maaf sama cewek tadi bukan sama aku. "


"Em iya. " Katanya. Lalu aku berlalu begitu saja meninggalkan afredo yang mematung di sana.


Setelah dari UKS aku dan via buru-buru untuk ke kelas karena pasti Reni sudah menunggu kami berdua. Tapi saat akan sampai di kelas aku melihat Rama sedang duduk di depan kelasku. Lalu dan aku menghampiri Rama.


"Rama, ngapain.? " Tanyaku, lalu dia menatap ku.


"Kenapa gak ke kantin.? "


"Oh iya habis dari UKS. "

__ADS_1


"Kamu sakit.? "


"Nggak, ini ngambilin obat buat Reni."


"Oh, nih roti. " Katanya lalu menyodorkan sebungkus roti untukku.


"Makasih." Aku mengambil roti dari tangannya.


"Buat aku mana.? " Kata via.


"Ada di kantin. " Kata Rama yang membuat aku tertawa kecil, via cemberut.


"Gak sekalian di bawain, kan yang laper bukan shinta aja tapi aku juga. " Kata via kesal.


"Ini vi makan aja punyaku. " Kataku menyodorkan roti padanya. Tapi Rama melarangku.


"Itu buat kamu, yang ini buat via." Kata Rama lalu mengeluarkan sebungkus roti dari saku celananya. Via cengar-cengir lalu mengambil roti dari tangan Rama.


"Air minumnya mana,entar kalau seret gimana.? " Tanya via.


"Itu minum air keran, bisa minum sepuasnya. " Kata Rama yang membuat via cemberut lagi, aku tertawa.


"Udah-udah jangan cemberut, ambil aja air minum ku di tas. " Kata ku, lalu via masuk ke kelas duluan.


"Jangan lupa di makan. "


"Kalau lupa gimana.? " Tanyaku.


"Kalau lupa gak makan, kamu nanti lemes, kalau udah lemes nanti kamu bisa pingsan, terus kalau kamu pingsan siapa yang gendong kamu.?


" Kamu. "


"Ah aku gak kuat. "


"Makan biskuat dulu biar kuat. " Kataku, lalu dia tertawa aku juga.


"Iya." Jawabku lalu aku masuk ke dalam kelas.


Sepulang sekolah afredo meminta wantukku sebentar, aku pun mengiyakannya, katanya ada yang mau di omongin penting sama aku.


Lalu aku menyuruh Rama untuk menungguku di parkiran saja.


"Ada apa do. " Tanyaku.


"Sebelumnya aku mau minta maaf atas kejadian tadi, aku gak bermaksud ngomong gitu sama dia. "


"Terus."


"Aku gak ada rasa sama sekali sama dia. "


"Terus."


"Ya mangkanya aku nolak dia. "


"Terus.


" Tapi dia ngotot, mangkanya aku ngomong kasar ke dia kayak tadi. "


"Terus."


"Sebenernya."


"Masih lama gak do.? " Kataku sambil melirik jam tangan pemberian deo.


"Aku suka sama kamu shin. "


"Terus."

__ADS_1


"Mangkanya aku nolak semua cewek yang deketin aku demi kamu. "


"Terus."


"Aku mau kamu jadi pacarku. "


Aku memutar bola mataku lalu menarik nafas panjang.


"Do gini ya, pertama aku udah anggap kamu itu sebagai temen dan gak lebih, kedua aku udah suka sama cowok dan itu bukan kamu. Jadi aku minta maaf ya, aku gak bisa nerima kamu jadi pacarku. "


Afredo terdiam beberapa saat setelah mendengar pernyataan ku, lalu dia tersenyum walaupun senyum itu dipaksakan.


"Oh gitu ya. "


"Maaf ya . "


"Kamu suka kan sama Rama.? "


"Maaf ya tapi aku rasa itu bukan urusan kamu deh do, karena itu sudah menjadi privasi ku. "


Dia hanya mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti


"Ya udah ya do aku duluan. " Kataku, dia hanya mengangguk mengiyakan.


Maaf afredo bukan maksudku untuk menyakiti perasaan kamu, tapi memang sekarang ada seseorang yang aku suka dan itu bukan kamu.


Memang benar kamu ganteng, dan seandainya saja dulu Rama tidak mendekati ku,aku akan naksir sama kamu dengan catatan sebelum aku tau sifat asli kamu yang suka menghina fisik seseorang, aku sangat benci seseorang seperti itu.


Lalu aku berlari menuju tempat parkir takut kalau Rama kelamaan nunggu aku.


"Rama lama ya.? "


"Nggak kok, ayuk. " Katanya menyuruhku segera naik ke jok motornya yang kosong, aku pun mengiyakan.


"Ngomongin apa aja sama afredo.? " Tanya Rama saat kami di perjalanan pulang.


"Dia ingin aku jadi pacarnya. " Kataku.


"Terus.? "


"Aku gak mau. "


"Kenapa, kan dia ganteng.? "


"Aku gak suka sama dia. "


"Gak suka kenapa.? "


"Kamu mah nanya terus kayak dora. " Kataku. Dia malah meringis.


"Biarin."


"Aku udah suka sama seseorang. "


"Siapa.? "


"Ada deh, mau tau aja. "


"Aku suka kamu. " Katanya yang membuat aku tersenyum malu.


"Udah tau. " Kataku.


"Tau dari mana.? "


"Kan kamu sering bilang gitu. "


"Oh iya ya. " Katanya yang membuat aku tertawa kecil.

__ADS_1


Saat sampai di rumah Rama langsung berpamitan padaku dan menitip salam untuk ibu dan Bang Tito, katanya besok dia akan mengajakku untuk ke panti lagi karena besok adalah hari minggu, dan katanya lagi dia akan mampir ke rumah sepulang dari panti.


__ADS_2