
...HAPPY READING...
...----------------...
Pagi yang biasanya Rama menjemputku untuk sekolah, hari ini tidak. Aku di antar sekolah oleh Bang Tito dan nanti pulang akan di jemput oleh Bang Tito lagi.
Aku tidak mau terlalu larut dalam kesedihan ini, aku harus bangkit dan membuktikan pada semua orang kalau bukan aku yang salah.
Saat di sekolah aku masih menjadi pusat perhatian murid lain, banyak juga yang membicarakan aku dibelakang, sebenarnya sedih tapi aku berpura-pura tidak mendengarnya.
Saat sampai di kelas aku melihat kelasku sudah ramai sekali dan di papan tulis ada sebuah tulisan "SEMANGAT SHINTA KAMI PERCAYA BUKAN KAMU PELAKUNYA" sebuah tulisan sederhana tapi membuat aku sangat bahagia.
Iya aku bahagia karena semua teman-teman sekelasku percaya bukan aku yang melakukan itu. Sekali lagi terima kasih Tuhan engkau memberikan aku orang-orang yang sangat baik kepadaku.
"Semangat shin. " Itu lah kata yang di ucapkan oleh seluruh teman-teman sekelasku dengan menepuk pundak ku.
Ah Terima kasih teman-teman kalian adalah semangat ku untuk melewati ini semua.
Via, Reni dan juga nike tersenyum ketika melihat aku tersenyum.
Ketika istirahat via mengajakku ke kantin bersama teman-teman yang lain tapi aku menolaknya karena takut nanti semua orang yang di kantin akan menggunjing ku.
"Udah lah shin, ada kita semua yang siap ngelindungin kamu " Kata via, aku tersenyum lalu mengangguk mengiyakan.
Baru pertama kali ini aku dan juga teman sekelas ku memenuhi meja yang ada di kantin, kami makan bersama-sama.
Memang banyak orang yang membicarakan aku dibelakang atau langsung saja the point ngomong ke aku, tapi aku sangat senang teman-teman ku maju untuk membela ku. Hingga membuat orang yang menghinaku tidak bisa berbicara apa-apa lagi.
Sempat aku lihat ada Rama Bersama teman-temannya di kantin, dia menatap ku sebentar lalu membuang mukanya seakan kita tidak pernah kenal.
Selesai makan aku mengajak via untuk ke kamar mandi. Dan menyuruh teman-teman yang lain untuk duluan ke kelas. Kan gak mungkin kita ke kamar mandi berjamaah.
Setelah selesai dari kamar mandi, saat melewati kelas Rama, aku melihat nya duduk di depan tapi tidak sendirian. Di sampingnya ada si karina. Duduknya sangat dekat seolah mereka berdua sedang berpacaran.
Aku menghentikan langkahku. Lalu menatap Rama, dia menatap ku sebentar lalu mengalihkan tatapannya ke karina.
"Nanti pulang sekolah jalan dulu ya. " Kata Rama lembut sekali pada karina. Itu membuat aku sangat kaget dan tidak percaya.
"Iya." Kata karina sambil melirikku sinis.
Via menepuk pundak ku, lalu mengajakku untuk segera ke kelas. Aku pun tersenyum mengiyakan.
Secepat itu kah Rama, kamu melupakan aku? Atau memang benar kalau kamu dan karina ini sudah pacaran sejak lama? Kamu harus menjelaskan semuanya pada ku Rama. Kenapa kamu mendekati ku selama ini? Pulang sekolah nanti aku harus mengajak Rama berbicara.
__ADS_1
Saat akan masuk ke kelas, ada deo yang memanggilku, otomatis aku menghentikan niatku untuk masuk kelas dan menyuruh via duluan ke kelas.
"Ada apa de.? " Tanyaku.
"Nanti pulang sekolah bareng yuk. " Katanya, lalu aku melirik Rama yang masih ada di depan kelasnya, dia juga tengah menatapku.
"Aduh maaf ya de kayaknya hari ini gak bisa karena ada latihan musik. " Kataku. Dia tersenyum.
"Oh ya udah gimana kalau besok.? " Katanya.
"Em aku kabari lagi besok ya. "
"Oke." Katanya lalu meninggalkan kelasku.
Bel pulang sekolah aku tidak langsung ke ruang latihan tapibaku buru-buru untuk menemui Rama di kelasnya.
"Rama, aku pingin ngomong sama kamu. " Kataku pada Rama. Yang saat itu kelasnya hanya tinggal tiga orang yaitu Rama, mamad dan juga karina.
"Ya udah buruan ngomong. " Katanya ketus sekali tidak seperti biasanya.
"Aku pingin ngomong berdua sama kamu " Kataku sambil melirik mamad dan juga karina. Lalu Rama menyuruh mamad dan karina untuk menunggu di parkiran.
"Kenapa ram.? " Tanyaku.
"Kenapa kamu menjauhi aku.? " Tanyaku. Kali ini dia manatapku.
"Emangnya selama ini kita dekat ya. " Kata nya yang membuat hati ku sakit sekali. Padahal selama ini kamu selalu mendekati aku Rama, talu sekarang kamu kenapa ngomong seperti itu.
Aku tersenyum dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Terus selama ini apa.? " Tanyaku.
"Udah ya, aku gak pernah ngerasa deketin kamu, kamu nya aja yang baperan, digituin aja udah baper. " Katanya yang membuat air mata yang sedari tadi ku tahan jatuh juga.
Aku terdiam sejenak lalu tersenyum.
"Oh ya udah. " Kata ku lalu meninggalkan Rama, aku berharap Rama akan menahanku dan bilang kalau kata-katanya tadi tidak sungguhan tapi ternyata tidak, dia tidak menahanku dan membiarkan aku pergi begitu saja.
Lalu aku berjalan ke koridor yang jarang dilewati oleh semua murid, aku menghentikan langkahku. Lalu berjongkok dan menyembunyikan wajahku di kedua tanganku. Aku menangis karena tidak percaya Rama akan sejahat itu sama aku.
Kalau tahu akan seperti ini, dulu akan ku tolak saja saat kamu mendekati ku Rama. Kupikir kamu itu berbeda tapi ternyata sama saja.
Aku menghapus air mataku ketika akan masuk ke ruang latihan. Aku tidak ingin kak mira dan juga teman-teman yang lain tau kalau aku habis menangis.
__ADS_1
"Kak maaf telat. " Kataku pada kak mira dengan menundukkan kepala.
"Iya, sebentar kita mau bicara penting sama kamu. " Kata kak mira yang membuat jantungku berdegup cepat.
"Ada apa kak.? " Tanyaku. Semua teman-teman tengah menatap ku.
"Berita tentang kamu yang mencuri soal ujian itu, kita nggak percaya kamu ngelakuin itu semua, jadi kita mohon sama kamu, kamu tetap semangat dann jangan sampai kamu patah semangat untuk menangkap pelakunya. " Kata kak mira yang membuat aku tersenyum senang.
"Makasih ya kak, teman-teman" Kataku mulai berkaca-kaca.
"No no no, gak boleh ada air mata di sini, kakak minta kamu tetap fokus ujian dan juga fokus untuk perpisahan kelas tiga nanti . " Kata kak mira. Aku mengangguk mengiyakan apa yang di katakan kak mira.
Aku bersyukur karena aku dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik dan selalu memberiku semangat untuk melewati ini semua.
Pukul empat sore kak mira menyuruh kami semua kelas dua dan satu untuk pulang saja dan menyuruh kami untuk belajar karena ujian tinggal tiga hari lagi.
Aku menelpon Bang Tito dan menyuruhnya untuk menjemputku, tapi saat aku masih telpon Bang Tito kak mira menepuk pundakku.
"Ada apa kak.? " Tanyaku lalu menutup stiker ponselku dengan tangan agar bang Tito gak bisa dengar.
"Gak usah dijemput, biar kakak antar." Kata kak mira.
"Tapi kak.? "
"Udah sana bilang, kamu itu adek kelas kesayangan kakak. " Kata kak mira yang membuat aku tersenyum.
Lalu aku menuruti apa kata kak mira.
"Halo Bang, gak usah di jemput deh, ini mau di anter sama kak mira " Kataku.
"Oh ya udah, Hati-hati ya. " Kata Bang Tito lalu menutup telponnya.
"Makasih kak mira. " Kataku ketika kami sudah sampai didepan rumah ku.
"Sama-sama, ya udah sana masuk. "
"Iya kak, Hati-hati. "
"Iya, oh ya jangan terlalu dipikirin masalahmu, tapi dicari jalan keluarnya. " Kata kak mira, aku tersenyum.
"Iya kak. "
Lalu kak mira beranjak meninggalkan rumah. Tuhan Terima kasih untuk hari ini.
__ADS_1