AZARAH

AZARAH
Deo


__ADS_3

...HAPPY READING,...


...----------------...


Hari ini aku berangkat sekolah di antar sama Bang Tito lagi, karena tidak mungkin Rama akan menjemputku.


Saat sampai di depan sekolah, aku pamit lalu turun dari mobil Bang Tito. Sebelum pergi aku menyuruhnya untuk hati-hati, karena aku takut kejadian tempo hari akan terulang lagi.


Tapi saat aku akan masuk, aku melihat Rama membonceng karina, aku menatapnya sejenak lalu buru-buru membuang muka. Aku tidak ingin melihatnya lagi.


Aku meneruskan langkahku, baru beberapa langkah ada seseorang yang menepuk pundak ku, reflek aku langsung menoleh dan mendapati ada deo yang sedang tersenyum.


"Pagi shin. " Sapanya.


"Oh deo, pagi. " Aku menyapanya balik.


"Gimana nanti pulang sekolah aku anter ya. "


"Em iya deh boleh. " Jawabku dia tersenyum, aku juga.


"Btw kamu kok masih masuk sekolah? Bukannya kelas udah bebas ya mau masuk sekolah atau enggak. " Kataku heran pada deo, karena kebanyakan kelas tiga banyak yang tidak masuk sekolah karena ujian mereka telah usai.


"Oh iya,daripada nganggur di rumah mending ke sekolah kan dapet uang saku. " Jawabnya yang membuat aku tertawa kecil.


"Nah gitu dong ketawa. " Kata deo, lalu aku tersenyum.


"Ya udah sana ke kelas mu. " Kata ku pada deo. Karena kelas kami berbeda arah.


"Aku anterin kamu ke kelas dulu ya. " Kata deo, aku menganggukkan kepala mengiyakan.


Lagi-lagi saat melewati kelas Rama, aku melihatnya duduk berdua bersama karina. Tapi aku tidak peduli dan melewatinya begitu saja. Dapat ku lihat dari sudut mataku Rama tengah menatapku.


"Udah sana ke kelas. " Kataku pada deo.


"Iya, jangan lupa semangat belajarnya. " Katanya dengan tersenyum, lalu aku melirik Rama sebentar dia juga tengah menatapku.


Sebenernya aku sedih karena biasanya yang mengucapkan itu adalah Rama.


"Iya deh. " Kataku dengan senyum yang ku paksakan. Lalu deo beranjak menuju kelasnya.


Di kelas kulihat via sedang ngobrol dengan Reni dan juga afredo.aku duduk di kursiku lalu ikut nimbrung.


"Lagi ngomongin apa.? " Tanyaku.


"Ini kita lagi ngomongin, pas waktu dimana bu Ani nemu soal-soal di tas kamu siapa aja yang lagi di kelas pas jam istirahat. " Kata via menjelaskan.


"Oh iya trus gimana.? " Tanyaku.

__ADS_1


"Kata afredo sih gak ada yang di kelas pas jam istirahat. " Kali ini Reni yang menjelaskan.


"Apa mungkin pelakunya itu dari kelas lain ya.? " Kata afredo.


"Siapa coba.? " Tanyaku.


"Hah aku tau.? " Kata via.


"Siapa vi.? " Tanyaku.


"Karina, kan sebelumnya kamu pernah berantem tuh sama dia.? " Kata via.


"Bisa jadi vi, trus si karina dendam dan ngelakuin itu semua buat balas dendam sama kamu. " Tambah Reni. Aku terdiam sejenak untuk berpikir.


"Eh tapi kita gak boleh nuduh orang tanpa bukti, itu namanya fitnah. " Kataku pada mereka.


"Tapi shin siapa lagi coba yang gak suka sama kamu, kan cuman dia. " Kata via membela diri.


"Udah jangan nuduh orang dulu, kita cari aja bukti-buktinya, Mudah-mudahan bisa ketemu pelakunya. " Kataku.


Via dan Reni hanya terdiam dan mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.


"Tapi aku Terima kasih ya sama kalian mau ngebantu aku. " Kataku.


"Aduh kamu ini kan udah dibilang kita ini kan sahabat jadi harus salin bantu. " Kata via. Aku tersenyum melihat teman-teman ku yang begitu baik padaku.


Aku keluar kelas dan kudapati ada deo yang sudah menungguku di depan kelas.


"Deo." Kata ku heran.


"Ayok." Katanya.


"Kemana.? "


"Katanya mau pulang bareng, masa lupa.? " Tanya sambil mengernyitkan dahi, aku menepuk jidat ku.


"Eh iya aku lupa, maaf ya. " Kataku. Deo tersenyum. Lalu mengajakku untuk segera pulang.


"Mau langsung pulang atau jalan-jalan dulu.? " Tanya deo tanpa menatap ku karena dia fokus menyetir mobil.


"Pulang aja, mau belajar kan lusa udah ujian. " Kataku juga tanpa menatapnya.


"Oh ya udah, nanti setelah ujian aja aku ajak jalan-jalan. " Katanya, aku terdiam sejenak.


"Oh ya habis kamu mau lanjut kuliah dimana.? " Tanyaku.


"Rencananya sih mau ke Australia, Mudah-mudahan saja ketrima di sana.? ".

__ADS_1


" Oh ya bagus dong, mangkanya jangan lupa belajar biar lulus tesnya."kataku.


"Iya ini udah berusaha kok. "


Aku hanya mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.


"Makasih ya de. " Kataku ketika kami sudah sampai di depan rumah. Lalu aku membuka pintu mobil tapi deo memegang tanganku.


"Jangan terlalu dipikir ya. " Katanya mengingatkan aku lagi agar tidak terlalu memikirkan masalah ini, tapi bagaimana pun aku tidak bisa untuk tidak memikirkan masalah ini, karena kalau aku tidak bisa membuktikan aku tidak bersalah maka aku akan dikeluarkan dari sekolah.


"Iya deh. " Jawabku dengan senyum yang ku paksakan. Lalu aku turun dari mobilnya.


Aku meletakkan tas ku di atas meja belajar lalu segera merebahkan tubuhku di kasur. Aku mengangkat tanganku, lalu menatap jam tangan pemberian deo.


Aku tidak percaya aku bisa baikan dengan deo setelah kejadian waktu deo menampar pipiku.


Aku hanya mengobati lukanya, dia membalasku dengan memberikan jam tangan ini, dan sekarang dia juga sangat baik padaku.


Aku menghampiri Bang Tito yang sedang menonton TV, lalu duduk di sebelahnya, aku ingin membahas masalah ini lagi.


"Bang, tadi aku ngobrol sama teman-teman, waktu kejadian soal-soal itu hilang, semua gak ada di kelas pas istirahat, apa menurut abang pelakunya itu dari kelas lain ya.? " Tanyaku pada Bang Tito, dia terdiam sejenak seperti sedang berpikir.


"Mungkin aja shin, kamu inget-inget kamu punya musuh apa nggak.? " Bang Tito bertanya balik padaku.


"Sempat pernah Bang aku berantem sama dia, tapi waktu itu aku lihat dia juga ke kantin kok. " Kataku.


"Mungkin ada orang yang diem-diem gak suka sama kamu. "


"Mungkin, gimana Bang kalau shinta gak bisa buktiin kalau shinta gak bersalah.? "


"Kamu jangan pesimis seperti itu dulu, usaha dulu kan masih ada waktu buat cari tau yang sebenarnya." Kata Bang Tito.


"Tapi aku bingung Bang, gimana caranya. "


"Di kelas kamu gak ada CCTV.? "


"Gak ada Bang, mangkanya kalau ada kan enak tinggal lihat CCTV. " Kataku.


"Ya udah kalaupun kamu di keluarin dari sekolah juga gak papa, kamu kan bisa balik ke sekolah lama kamu. "


"Tapi Bang shinta udah terlanjur nyaman banget di sini, Teman-teman shinta dan juga kak mira baik banget sama shinta. "


"Ada waktunya kamu harus keluar dari zona nyaman itu, tapi abang yakin kamu pasti bisa nemuin bukti-buktinya. "


Aku hanya terdiam, semoga apa yang ku semogakan segera tersemogakan. Aku tidak ingin meninggalkan via, Reni, nike dan juga yang lainnya. Aku masih ingin di sini.


Tuhan tunjukkan lah jalanmu, agar hamba segera menemukan siapa pelakunya yang telah menaruh soal-soal ujian itu di dalam tas ku. Aku benar-benar masih ingin di sini Tuhan.

__ADS_1


__ADS_2