
...HAPPY READING...
...----------------...
"Yuk ah shin cepetan, udah laper nih"Kata via merengek ketika bel istirahat telah berbunyi.
"Iya iya ayok" jawabku lalu berdiri, seperti biasa via menggandeng lenganku seperti orang mau menyebrang saja.
"Aku ikut kalian ya ke kantin" Kata afredo dengan tersenyum, aku dan via saling pandang.
"Ya udah ayuk" kataku dengan senyum yang ku paksakan.
Suasana kantin belum terlalu ramai,aku, via dan afredo memesan batagor dan juga es jeruk. Mataku mengamati sekitar berharap menemukan seseorang yang sedang kucari, mungkin belum ke kantin dia, batinku.
"Liatin apa sih shin" kata afredo yang membuat aku langsung Menatapnya kaget.
"Eh nggak kok do, lanjut makan aja" kataku.
"kamu kemarin di anter sama Rama ya?" tanya via dengan nada menggoda.
"Iya vi" kataku dengan tersenyum malu.
"Hati-hati shin" kata afredo yang membuat aku mengernyitkan dahi.
"Emang kenapa?" Tanya via heran.
"Denger-denger nih ya Rama sama si karina tuh pacaran" kata afredo, entah kenapa ada rasa kecewa di hatiku saat afredo mengatakan kalau Rama berpacaran dengan karina.
"Karina siapa?" tanyaku.
"Karina Ayunda Syahira, kelas sosiologi dua juga" kata afredo.
"Ah jan ngaco kamu do, kata siapa kamu?" tanya via.
"Lah kan karina temen les aku, ya dia bilang sendiri ke aku, trus kemarin dia juga nanya-nanya tentang shinta" kata afredo, aku berusaha tersenyum.
__ADS_1
"Trus hubungannya sama aku apa? toh aku sama Rama juga nggak pacaran" jawabku sok tegar, kulihat afredo tersenyum.
"Ya bukannya gitu shin, aku cuman mau ngasih tau kamu aja, takutnya nanti karina dan teman-temannya ngelakuin hal yang nggak-nggak sama kamu"
aku terdiam sesaat.
"Iya do makasih" kata ku dengan tersenyum walau terpaksa.
"Vi, do kalian ke kelas dulu ya, aku mau ke kamar mandi dulu" kataku pada mereka berdua saat kami sudah selesai makan, via dan afredo mengangguk mengiyakan.
Aku ke kamar mandi untuk membenarkan seragam ku yang sedari tadi sedikit berantakan dan juga untuk menenangkan diriku, aku tidak ingin terlihat panik ataupun kecewa di depan via ataupun afredo.
"Dasar sialan" dercakku dalam hati, entah kenapa aku ingin sekali marah pada diriku sendiri.
"Kamu yang namanya shinta? " aku menoleh ke sumber suara, kulihat ada tiga cewek yang gayanya seperti anak nakal, salah satu di antara mereka memang terlihat sedikit manis dan cantik tapi nampak judes sekali wajahnya.
"Iya kenapa?" tanyaku, mereka tersenyum sinis.
"Kenalin aku karina pacarnya Rama" katanya dengan senyum sinis, nampak sekali jahatnya, oh jadi ini yang namanya karina Ayunda Syahira, batinku.
"pake nanya lagi, kamu mau ngrebut Rama dariku ya" katanya dengan sedikit menaikan suaranya.
"Nggak" jawabku.
"Mana ada sih maling ngaku.Dasar cewek ***** murahan" katanya dengan tertawa mengejek.
"Maksud kamu apa?" kali ini aku bertanya dengan nada suara yang kutinggikan. Aku tidak Terima dia memanggilku seperti itu, karena memang aku tidak seperti apa yang dia bilang.
"Maksud aku? kamu pikir kemarin aku gak tau kalau kamu dianter pulang sama Rama hah? kamu pikir aku gak tau malam minggu kemarin kamu juga jalan-jalan sama Rama? aku tau semuanya!" katanya membentak aku, aku terdiam, aku berusaha untuk tetap tenang.
"Kenapa diem, gak bisa jawab"?
" Maaf aku mau balik ke kelas"kataku lalu hendak meninggalkan karina tapi dia menarik lenganku dengan kasar.
"Aku belum selesai ya. Kalau sampai aku liat kamu deket-deket lagi sama Rama awas kamu, aku bakal nyakitin kamu shinta" katanya mengancam ku, tapi aku tidak peduli, aku melepaskan cengkraman tangannya dan pergi ke kelas.
__ADS_1
Aku duduk di mejaku lalu membenamkan wajahku ditas, entah kenapa tiba-tiba aku menangis, aku merasa sakit hati karena karina memanggilku ***** dan cewek murahan,aku merasa di bohongi, aku merasa kecewa sama Rama, kenapa selama ini dia tidak bilang kalau dia sudah punya pacar dan kenapa dia mendekati aku dan bilang kepada semua teman-temannya kalau aku ini adalah calon pacarnya?apakah aku yang terlalu baper dengan perhatian Rama selama ini? pikiranku sangat kacau, aku kecewa sama Rama dan aku benci karina. Aku tidak mau bertemu dengan mereka lagi!.
"Shin kamu kenapa?" tanya via panik, aku tidak menjawab dan aku tidak berani mengangkat wajahku, aku takut via tau kalau aku menangis. Aku mencoba tenang, aku mencoba untuk berhenti menangis, aku benci kalau harus menangis seperti ini.
"Shin" via memanggilku lagi masih dengan nada cemas, aku menarik nafas panjang berusaha untuk tetap tenang lalu mengangkat wajahku.
"Gak papa kok vi" Kataku dengan senyuman yang ku paksakan, tapi Sekuat-kuatnya aku menahan air mataku akhirnya jatuh lagi, aku memeluk via, via membalas pelukan ku.
"Tadi waktu di kamar mandi aku ketemu sama yang namanya karina vi, dia nglabrak aku,nyuruh aku buat ngejauhin Rama, aku gak terima karena selama ini bukan aku yang mendekati Rama tapi Rama yang berusaha mendekati aku" Kataku, via terdiam beberapa saat lalu melepas pelukannya.
"Udah ya Shin kamu jangan nangis, emang karina orang nya kayak gitu, tapi ya Shin kayaknya emang Rama nggak pacaran deh sama karina, karina nya aja yang ngaku-ngaku, soalnya kalau ada apa-apa sama Rama mamad pasti cerita sama aku"kata via, aku hanya diam, aku sudah tidak peduli lagi tentang Rama.
"Udah ya jangan nangis lagi, entar aku ikutan nangis loh" kata via, aku tersenyum untuk membuat kawanku itu senang.
"Gitu dong senyum kan cantik" kata via berusaha menghiburku.
"Tapi aku sakit hati banget vi, dia bilang aku ***** dan cewek murahan"
"Apa dia ngatain kamu gitu? tunggu sini biar ku labrak ganti dia" kata via dengan nada meninggi lalu berdiri dari kursinya, aku menarik tangan via dang menyuruhnya untuk duduk lagi.
"Udah vi gak papa kok, yang penting aku gak seperti apa yang dia bilang" kata ku berusaha menangkan via, via menarik nafas panjang.
"Tapi tetep aja Shin aku terima dia ngatain kamu seperti itu" ku lihat wajahnya memerah karena menahan amarah.
"Udah ya gak papa, senyum dulu dong, jelek tau kalau manyun kayak gitu" via tertawa, aku juga.
"Kalau kamu dilabrak lagi sama karina kamu bilang sama aku ya, nanti kulabrak ganti dia" aku tersenyum melihat tingkah laku kawanku itu, dia sangat baik sekali padaku padahal kita kenal belum lama ini.
"Makasih ya vi, kamu baik sama aku" kataku dengan tersenyum tulus padanya.
"Ini lah Shin gunanya teman, susah senang harus ditanggung sama-sama"
Ya Tuhan terimakasih disaat aku sedang tidak enak hati ada temanku yang sangat perhatian dan baik kepadaku, aku bersyukur mempunyai teman seperti via yang siap menghiburku disaat aku sedang sedihsedih seperti ini.
Terima kasih juga buat kamu Karina Ayunda Syahira atas kata-kata kasarmu tadi. Terima kasih banyak!. Dan juga buat Rama tolong jangan mendekati aku lagi, aku sudah tidak ingin melihat wajahmu lagi, bahkan menyebut namamu rasanya aku sudah tidak ingin lagi.
__ADS_1