AZARAH

AZARAH
Menjenguk yang Sakit


__ADS_3

...HAPPY READING...


...----------------...


Setelah kak iva pulang kemarin, Bang Tito bercerita padaku kalau sebenarnya Bang Tito ada rasa sama kak iva sejak pertama kali mereka bertemu di kampus dua tahun yang lalu. Tapi Bang Tito tidak berani mengungkapkan perasaannya pada kak iva karena kak iva adalah primadona di kampus. Dan aku tidak heran karena kak iva memang cantik.


Tapi menurutku Bang Tito juga menjadi idola di kampus soalnya aku pernah sekali di ajaknya untuk tour kampus. Dan banyak sekali cewek-cewek yang menyapa Bang Tito dengan malu-malu. Karena memang Bang Tito ganteng, pinter, dan juga jago bela diri. Mana ada cewek yang gak tertarik sama dia. Aku saja kalau seandainya bukan adeknya pasti juga akan tertarik pada Bang Tito.


Tapi aku kagum sama Bang Tito bisa menyimpan rasa selama dua tahun hanya pada satu orang saja yaitu kak iva. Ya semoga saja nanti Bang Tito dan kak iva akan dipersatukan.


Seperti biasa pagi ini aku dijemput sekolah sama Rama, sepertinya itu sudah menjadi kebiasaan kami berdua yaitu berangkat dan pulang sekolah bersama. Tapi sampai detik ini Rama tidak pernah memintaku untuk menjadi pacarnya. Tapi aku juga tidak terlalu buru-buru. Aku ingin mengenal Rama lebih dalam lagi, mungkin Rama juga begitu.


"Ya sudah sana ke kelas. " Kataku padanya ketika kami sudah sampai di depan kelas ku.


"Iya, jangan lupa semangat belajarnya. " Kata yang selalu di ucapkan nya setiap pagi. Aku mengangguk mengiyakannya lalu masuk ke kelas.


"Selamat pagi. " Seperti biasa aku menyapa teman-teman ku yang datang lebih dulu daripada aku.


"Pagi." Jawab mereka kompak seperti biasa.


Lalu aku duduk di meja ku dan nampak via belum berangkat, tidak seperti biasanya dia belum datang.


Aku terus mengawasi pintu kelas dan berharap via segera datang karena tinggal lima menit lagi bel masuk berbunyi.


"Liatin apa shin.? " Kata afredo yang membuat aku mengalihkan pandanganku padanya. Lalu tersenyum.


"Ini via kok belum berangkat ya. " Kataku cemas.


"Oh via hari ini gak masuk, dia sakit. " Kata afredo lalu duduk di sampingku.


Aku sedikit risih sebenarnya karena dari awal aku masuk sekolah ini dia selalu saja mencari cara agar dia bisa dekat denganku.


"Kok gak bilang aku ya. "


"Iya ini tadi mamad yang masih suratnya ke aku. "


"Oh gitu ya." Kataku lalu mengangguk-anggukan kepala.


"Hari ini aku duduk sini ya shin. " Kata afredo dengan senyum malu-malu.


"Hah.? " Kataku terkaget.


"Boleh kan.? "


"I I iya boleh. " Kataku sedikit gugup.


Ngapain sih do kamu deketin aku terus? Aku itu gak suka sama kamu, aku sukanya sama Rama buka sama kamu. Jadi pleaseee lah kamu yang peka dikit. Masak iya aku harus ngomong blak-blakan kalau aku gak suka sama kamu biar kamu gak deketin aku terus? Batin ku, aku sangat kesal padanya.

__ADS_1


Untung saja jam istirahat talah datang, aku buru-buru untuk mengajak Reni dan juga nike untuk ke kantin supaya aku bisa jauh-jauh dari afredo.


"Nanti pulang sekolah jenguk via yuk." Kata Reni lalu meneguk es jeruknya.


"Ayuk." Jawab nike sambil mengunyah batagor.


"Iya ayok, sehari tanpa via sepi banget. " Kataku


Setelah selesai makan Reni mengajak untuk kembali ke kelas, sebenarnya aku sedikit malas karena ada afredo tapi mau bagaimana lagi bentar lagi bel masuk.


Aku sedikit malas karena sekarang adalah jam pelajarannya pak onim, kami menunggu selama lima belas menit pak onim tak kunjung juga datang, yang datang malah wali kelas kami untuk menyampaikan hasil rapat guru-guru tadi.


"Anak-anak dikarenakan guru-guru akan ada rapat lagi mengenai ujian kenaikan kelas yang akan datang makan dari itu semua murid diperkenankan untuk belajar di rumah. " Kata bu Ani yang membuat seluruh siswa berteriak kegirangan termasuk aku karena dengan begitu aku bisa terbebas dari afredo.


Aku buru-buru mengajak Reni dan juga nike untuk segera keluar kelas dan ternyata Rama sudah menungguku.


"Bentar ya ren, nik. " Kataku pada kawanku itu lalu menghampiri Rama.


"Duduk sama afredo.? " Tanya Rama heran.


"Iya, aku gak nyuruh, dia yang mau. " Kataku sedikit berbisik. Dia mengangguk-anggukan kepala tanda mengerti.


"Ayok." Katanya.


"Em Rama, aku mau jenguk via nih sama Reni dan nike. " Kataku lalu melirik dua kawanku yang sedang menungguku.


"Ya udah deh. " Kataku.


Lalu aku menghampiri dua kawanku lagi.


"Ren, nik, Rama sama mamad mau ikut jengukin via, gak papa ya.? "


"Ya gak papa lah shin. " Jawab Reni dengan tersenyum.


"Ya udah ayok. " Kataku mengajak mereka berdua.


Sebelum ke rumah via kami membeli buah-buahan dan juga roti untuk buah tangan yang akan diberikan pada via.


"Assalamu'alaikum." Kami memberikan salam saat kami sudah sampai di rumah via.


"Wa'alaikumsalam." Jawab kak iva lalu mempersilahkan kami masuk.


"Via mana kak.? " Tanyaku pada kak iva.


"Itu lagi di kamar, bentar kakak panggilin dia ya. " Kata kak iva dengan tersenyum ramah sekali.


Beberapa menit kemudian via keluar dari kamarnya dan duduk bergabung bersama kami.

__ADS_1


"Sakit apa vi.? " Tanyaku khawatir.


"Biasa shin cuman demam dan pusing aja kok. " Jawab via yang membuat aku sedikit lega.


"Udah minum obat.?" Kali ini mamad yang bertanya.


"Udah yang, eh mad. " Kata via yang membuat kami tertawa.


"Ini di minum dulu ya. " Kata kak iva sambil membawa nampan berisi jus jeruk lalu diletakkan di atas meja. Lalu kak iva duduk di sebelah via.


"Wah ngrepotin aja kak. " Kata Rama.


"Nggak, gak ngrepotin kok. " Jawab kak iva dengan senyum manisnya itu.


"Eh kalian kok udah pulang.? " Tanya via.


"Iya dong. " Jawab nike.


"Jangan-jangan kalian bolos ya. " Kata via bercanda.


"Nggak vi, ini tadi guru-guru rapat mangkanya di suruh pulang. " Kata Reni menjelaskan.


"Kamu tau gak vi, masak afredo tadi duduk di kursi kamu. " Kataku mengadu pada via.


"Oh ya, dia kan naksir kami shin. " Kata via.


"Iya shin mangkanya ada kesempatan dia langsung sikat. " Kata Reni sambil tertawa.


"Gak papa kali shin sama afredo dia kan ganteng, pinter anaknya orang kaya lagi. " Kata nike, lalu aku memberi kode pada nike kalau Rama sedang menatapnya tajam, aku sedikit terkekeh melihat expresi wajah nike ketika tau ketua gangster menatapnua tajam.


"Canda ram, jangan serius gitu dong. " Kata nike yang membuat kamu semua tertawa termasuk kak iva.


Setelah satu jam kami di sana, kami berpamitan untuk pulang karena via juga harus istirahat.


"Sudah sampai neng. " Kata Rama ketika kami sudah sampai di depan rumah.


"Makasih kang ojek. " Kataku.


"Akang pulang dulu ya neng. "


"Iya kang ati-ati."


Aku cuman berharap semoga saja via besok sudah sehat dan kembali untuk bersekolah. Karena aku tidak mau kalau afredo punya kesempatan untuk mendekati ku lagi.


Tapi aku tetap pada pendirian ku, Rama, sekali Rama maka akan tetap selalu Rama.


Semoga saja aku bisa seperti bang tito, yang bisa menjaga perasaannya hanya untuk satu orang saja. Dan aku juga berharap semoga Rama juga bisa seperti Bang Tito.

__ADS_1


__ADS_2