AZARAH

AZARAH
Berbaikan


__ADS_3

...HAPPY READING...


...----------------...


Di sekolah aku buru-buru mencari Rama, aku ingin segera mendengarkan sendiri penjelasan yang kemarin dia bilang ke ibu, aku ingin segera meminta maaf kepadanya karena sudah salah paham.


aku sedikit kecewa karena aku tidak menemukan Rama di kelasnya yang ada aku bertemu dengan si karina, tapi aku tidak peduli walaupun dia menghinaku di depan teman-temannya itu.


"Eh mad Rama mana?" tanyaku.


Mamad hanya diam lalu menundukkan kepalanya.


"Mad kenapa?" tanyaku lagi, aku khawatir kalau terjadi apa-apa sama Rama.


mamad menarik nafas panjang.


"Tadi pagi dia di kroyok shin" kata mamad, aku membelalakkan mataku karena kaget.


"Di kroyok siapa mad?" tanya ku penuh khawatir.


"Aku nggak tau shin, tadi aku nyampek pas udah kejadian"


"Tapi dia gak papa kan mad?"


"Tenang aja dia mah kalau gelut kagak mungkin kenapa-kenapa"


"Trus sekarang dia pulang?"


"Nggak tapi di warung kopi yang dulu kamu pernah di ajak ke sana sama Rama"


"Loh kok gak pulang aja sih"


"Tadi udah ku suruh pulang tapi dia nya gak mau"


aku terdiam lalu menarik nafas panjang.


"Oke makasih ya mad".


"Iya shin"


Aku kembali ke kelas lalu duduk di mejaku, mungkin sekarang wajahku terlihat sangat khawatir sekali.


"Vi entar temenin aku yuk"


"Kemana shin"


"Itu ke warung kopi yang biasa buat ngumpul Rama sama temen-temen nya"


"Oh warungnya mbak wiwik"


"Iya mungkin, temenin ya"


"Iya okeh shin"


Pulang sekolah aku dan via langsung menuju ke warungnya mbak wiwik dengan naik taksi online, kalau naik angkot kelamaan nunggunya.


Ku lihat di depan warung wiwik ada motor modif milik Rama, aku jadi lega sendiri karena dia ada di sana bersama teman-temannya.


Rama nampak terkejut karena aku tiba-tiba aku datang ke sana bersama via.


"Rama"


"Shinta, kamu kok ada di sini?" tanyanya heran lalu menggandeng tanganku untuk diajak duduk di sampingnya.


"Aku nyariin kamu"


"Kenapa di cari?aku gak kemana-mana kok"


"Kamu di kroyok?"


"Iya tapi gak papa kok"


"Gak papa apanya itu jidat kamu luka kayak gitu" kataku lalu mengambil tisu dan obat merah yang memang sengaja ku bawa dari UKS sekolah.


"Sini" kataku lalu mengobati lukanya, dia meringis menahan sakit.

__ADS_1


"Udah" tanyanya.


"Udah"


"Kamu ngapain kesini?" tanyanya lagi.


"Aku mau minta maaf sama kamu"


"Minta maaf kenapa, orang lebaran udah lewat, telat kalau mau minta maaf" katanya dengan ada bercanda, aku memukul pundaknya karena kesal, aku serius dia malah bercanda.


"Aku serius, aku minta maaf karena udah salah paham dan gak mau ngedengerin penjelasan kamu"


dia tersenyum.


"Kamu gak harus dengerin aku kok, karena aku bukan guru yang harus kamu dengerin terus"


"Aku minta maaf Rama"


"Mau aku maafin?"


aku menganggukan kepala.


"Aku antar pulang"


"Tapi via gimana?"


"Gampang, suruh naik angkot aja dia mah"


"ih jangan, kasian kan tadi kesini sama aku"


"Bentar lagi mamad dateng, biar di antar pulang sama mamad"


"Beneran?"


"Iya tadi mamad ku suruh kesini pulang sekolah" dan benar saja beberapa menit kemudian mamad datang, aku lega karena via ada yang mengantar pulang.


"Rama"


"Shinta"


"Bukan"


"Tapi dia bilang ke aku kamu pacarnya"


"Dia suka aku tapi aku gak suka dia"


"Kenapa dia kan cantik"


"Aku sukanya sama kamu"


aku tersenyum mendengar perkataannya itu.


Ada kelegaan di hati ku karena ternyata Karina bukan pacar Rama, aku bahagia sekali.


Pukul empat sore Rama mengajakku untuk pulang, takut kalau nanti dituduh menculik aku katanya.


Aku berpamitan kepada semua teman-temannya Rama dan juga via untuk pulang.


"Aku mau jadi tukang ojek kamu"kata Rama ditengah perjalanan kita.


"Kenapa?"tanyaku.


" Biar setiap hari aku bisa boncengin kamu terus"


"Bayar gak?"


"Bayar dong, kan tukang ojek"


"Yah ku kira gratis" kataku dengan nada yang kubuat-buat seolah aku kecewa, dia malah tertawa.


"Nanti kalau kamu udah jadi pacarku gratis gak usah bayar"


aku tersenyum mendengar perkataan itu, Lagi-lagi dia membuat hatiku berbunga-bunga.


"Hehehe" Aku bingung harus menjawab apa selain tertawa, intinya aku bahagia sekali karena kesalahpahaman antara aku dan Rama sudah selesai, dan sekarang hubungan kami sudah baik-baik saja.

__ADS_1


"Mampir yuk" ajakku ke Rama saat kami sudah sampai di rumahku, dia terdiam sepertinya sedang berpikir.


"Boleh?" tanyanya.


"Boleh kok" kataku.


"Ya udah ayok"


aku memanggil ibu, aku ingin memberitahunya bahwa sekarang sedang ada tamu spesial.


"Buk liat deh siapa yang datang" kataku pada ibu lalu mengajak ibu untuk ke ruang tamu.


"Eh ada nak Rama" kata ibu dengan tersenyum, lalu Rama mencium tangan ibu.


"Nih buk tadi di suruh mampir sama shinta katanya ibuk lagi ada hajatan trus saya di suruh bantuin"


Aku dan ibu saling berpandangan lalu tertawa mendengar perkataan Rama barusan.


"Nggak buk aku gak bilang gitu" kataku


ibu hanya tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala.


"Udah makan belum, kalau belum makan dulu ya" Kata ibu.


"Belum bu" aku menjawabnya.


"Ya udah sana makan dulu, Rama kamu juga iku makan ya, ibuk udah masak tuh"


"Siap bu, kalau gratisan saya selalu mau" jawab Rama, aku tersenyum, ibu juga.


Selesai makan aku tidak langsung menyuruh Rama pulang, aku mengajaknya untuk duduk dulu dikursi teras rumah dan dia mengiyakan. Aku masih ingin bersamanya, aku masih ingin bercanda dengannya.


"Rama kita tetanggaan tapi kok aku dulu gak pernah liat kamu ya" tanya ku.


"Ah masak, kok aku setiap hari selalu liat kamu ya, kamu berangkat dan pulang sekolah naik angkot terus"


"Oh jadi dulu kamu tau kalau aku naik angkot gara-gara kita ini satu kompleks ya?"


"Iya lah, kamu aja yang terlalu sibuk dengan duniamu sendiri sampai kamu tidak tahu kalau ada aku di dunia ini" katanya, aku terdiam memandangnya dengan tersenyum.


"Ngapain tuh senyum-senyum kayak gitu".


"Gak papa, aku seneng banget bisa kenal kamu"


"Kok sama ya"


"Masak? kamu ikut-ikut sih"


"Nggak, kata siapa?"


"Kataku lah, kan aku yang ngomong"


Aku dan Rama sama-sana diam dan saling pandang, tuhan terimakasih karena telah mempertemukan aku dengan Rama. Aku bersyukur, aku senang, aku bahagia sekali bisa mengenalnya. Seandainya bukan Rama aku tidak yakin akan merasa sebahagia ini bisa mengenal seseorang.


"Eh kok diem" kata Rama memecahkan keheningan di antara kami berdua.


"Iya ya, kamu juga diem aku ikut diem"


"Besok ku jemput, kita berangkat ke sekolah bareng"


"Iya"


"Gak papa kan naik motor?"


"Kok nanya gitu?"


"Gak papa"


"Aku gak mandang semua itu, yang penting aku merasa aman dan nyaman sama kamu itu udah cukup buat aku" kataku, dia tersenyum, aku juga.


Setelah sekitar tiga puluh menit kita ngobrol dan bercanda Rama berpamitan pulang kepadaku dan juga ibu, sebenarnya aku masih ingin bercanda dengannya tapi memang ini sudah sore dan aku juga harus belajar untuk ulangan harian besok.


Makasih Rama kamu telah hadir dalam hidupku dan mengisi kekosongan di hatiku selama ini. Aku bahagia dan aku harap kamu juga begitu.


Selamat bertemu besok di sekolah Rama, aku tidak sabar.

__ADS_1


__ADS_2