
Gracia yang mendengarnya pun hanya bisa meneteskan air matanya ternyata anak yang telah menyelamatkannya adalah David.
"kalau aku tahu itu kamu aku dulu pasti akan memperlakukanmu dengan baik" gumam Gracia di dalam tangisannya.
Gracia kini mengusap air mata dia kemudian menghampiri David.
David yang melihat Gracia datang pun kaget. "Sayang sejak kapan kamu datang kesini" ucap David.
Gracia pun kemudian langsung memeluk "David maafkan aku" ucap Gracia yang tidak bisa menahan tangisannya.
"Heh kenapa kamu menangis" ucap David
"biarkan aku seperti ini biarkan aku memelukmu"
David pun hanya terdiam dan dia membiarkan Gracia memeluknya. melihat adiknya sedang bermesraan Alice pun tidak mau mengganggunya dia langsung pergi.
Gracia pun melepaskan pelukannya dia kemudian menghujani David berbagai pertanyaan. "David kenapa kamu tidak memberitahuku bahwa kamu adalah orang yang telah menyelamatkanku waktu kebakaran itu."
"aku ingin kamu mengetahuinya sendiri"
"apa kamu tahu bertahun-tahun aku terus mencari laki-laki tersebut dan aku ingin mengucapkan terimakasih tapi orang yang menyelamatkanku ternyata selalu berada di sampingku"
"jika aku tahu itu kamu aku pasti akan menerimamu menjadi suamimu dulu"ucap Gracia.
"lalu apa kamu sekarang mencintaiku"
"iya aku mencintaimu dan aku ingin meminta maaf atas apa yang telah aku lakukan dulu aku benar-benar minta maaf"
"Sudahlah kamu tidak perlu meminta maaf lagi pula itu bukan salahmu akulah yang tidak bisa membuatmu bahagia."
"bagaimana kalau kita besok menikah" ucap David.
"tapi kita belum melakukan persiapan apapun"
"tak perlu melakukan acara yang mewah cukup yang sederhana tapi bisa membuat bahagia."
David kini pergi ke ruang makan di sana sudah ada Alice yang sedang menunggu mereka. "kenapa kalian lama sekali" ucap Alice.
"maaf Kak ada urusan sebentar"
__ADS_1
"Sayang perkenalkan dia adalah Kakakku Alice" ucap David.
Gracia pun menatap wajah Alis dia benar-benar iri dengan kecantikan Alice menurut Gracia Alice benar-benar wanita yang sempurna.
"Gracia Norton" ucap Gracia.
"Alice Stuart" ucap Alice.
Alice pun menatap Alice dari ujung kepala sampai ujung Kaki.
"pantas saja adikku sangat menyukai dia. dia memang benar-benar wanita yang sangat cantik"
"Maaf Kak Alice aku tidak tahu kamu adalah Kakaknya David aku waktu itu benar-benar sangat kesal ketika David jalan dengan Wanita lain"
"tidak apa-apa lagi pula kamu baru pertama kali bertemu denganku kan" ucap Alice.
"Aku rasa aku pernah bertemu denganmu tapi entah kenapa aku tidak tahu di mana saat aku melihat foto masa kecilmu bersama dengan David aku seperti sudah mengenalmu"
"mungkin kamu pernah bertemu denganku tapi kamu sudah lupa dimana itu yang lebih mulai sekarang kamu adalah adik ipar ku jika kamu ada masalah kamu bisa tanya ke David atau jika tidak kamu bisa bertanya padaku" ucap Alice.
David pun kini meninggalkan meja makan dia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara itu Alice dan Gracia masih duduk di ruang Makan.
"Gracia apa kamu benar-benar menyukai adikku"
"kalau kamu memang mencintainya apa kamu akan terus bersamanya jika David tidak mempunyai apa-apa."
"tak peduli siapapun dia tak peduli apa statusnya aku akan tetap mencintainya."
"lalu kenapa kamu dulu memperlakukan David dengan buruk" ucap Alice.
"Jadi kamu sudah tahu semuanya apa David yang memberitahumu"
"tidak aku mengetahui sendiri ketika aku melihat foto pernikahanmu aku melihat wajahmu sangat enggan untuk menikah dengan David kamu menikah juga karena terpaksa kan"
"jujur saja dulu aku sangat membenci David karena bagiku David hanya mengincar harta orang tuaku saja. tapi setelah aku bercerai dengannya aku benar-benar kehilangan sosoknya. Saat aku berpisah dengannya aku benar-benar merasa sangat kesepian tidak ada yang menyambut ku ketika pulang kerja tidak ada yang membangunkan ku dan tidak ada yang menyiapkan makanan untukku dan disaat itulah aku baru paham apa artinya kehilangan."
"dan hal yang lebih menyakitkan lagi ketika aku mendengar bahwa David mengalami kecelakaan dan meninggal dunia seketika itu hatiku merasa sangat hancur. saat itu aku ingin meminta maaf dan mengajaknya kembali tapi aku telah kehilangan dia." ucap Gracia sambil meneteskan air mata.
"Kamu tahu David paling membenci orang yang mengkhianatinya tidak peduli wanita yang dicintainya teman atau keluarganya dia akan merubah sifatnya kepada orang tersebut."
__ADS_1
"Kak Alice aku ingin tanya kenapa David sangat membenci ayahnya."
"apa David mengatakan kepada kamu bahwa dia sangat membenci ayahnya."
"iya David pernah bercerita bahwa dia sangat membenci ayahnya.
"bukan hanya adikku saja yang membencinya aku juga sangat membencinya wajar saja kami membencinya karena dia lah orang yang telah membunuh mamah" ucap Alice.
"apa kamu tahu hal yang paling di benci itu apa?"
Gracia pun hanya menggelengkan kepala.
"orang yang kamu cintai tidak berkhianat di belakangmu" ucap Alice.
"maksudmu?"
"saat itu si bajingan itu pulang dari perjalanan bisnis tapi disaat aku dan David ingin menyambutnya dia malah membawa wanita lain dan si bajingan itu mengatakan bahwa Wanita itu adalah istrinya."
"aku dan David pun kaget begitu juga dengan mamah dia benar-benar shock saat itu mamah sedang mengalami sakit jantung"
"beberapa hari kemudian Istri baru hanya sudah benar-benar shock berkuasa. dia memperlakukan mamah bagaikan pembantu dia selalu memfitnah mamah dan dialah orang yang telah membuat mamah di usir dari rumah."
"tapi aku tidak habis pikir dengan bajingan itu dia benar-benar tidak mencari tahu dulu apa penyebabnya dia malah membela istri keduanya."
"ah maaf aku menceritakan masa laluku dan David kepada kamu?"
"tidak apa-apa aku senang mendengar masa lalu David aku baru tahu di balik wajah senyumannya yang dingin ternyata dia memiliki masalah yang sangat rumit."
"aku mengucapkan terimakasih karena kamu mau menerima adikku" ucap Alice.
"sejujurnya akulah yang harus berterimakasih tanpa dia aku tidak pernah merasakan cinta yang tulus."
David yang baru selesai mandi pun langsung bergabung dengan mereka. Melihat Kakaknya dan Gracia akur membuat David tersenyum.
"ternyata kalian sudah sangat akur"
"tentu saja karena dia adalah calon adik ipar ku aku harus akrab dengannya."
Gracia merasa sangat senang karena Kakaknya David bisa menerimanya awalnya dia tidak yakin bahwa Alice akan menerima dirinya. Walaupun wajahnya terlihat berwibawa tapi Alice masih memiliki sifat yang baik.
__ADS_1
"mereka berdua pasti lahir dari ibu yang baik mereka masih bisa tersenyum walaupun mereka mempunyai masalah yang cukup berat." gumam Gracia.
"jika itu adalah aku mungkin aku akan menyerah dan mengakhiri hidupku" gumam Gracia.