
Polisi pun semakin bingung mereka harus mencari informasi kemana lagi. lalu Polisi pun mengetahui bahwa ada seorang tahanan yang berhubungan dengan Yudis dan itu mungkin sebagai dasar untuk mengetahui kenapa ibunya Yudis membunuh anaknya sendiri.
Polisi tersebut pun menemui Lia tapi lagi dan Lagi wanita tersebut malah ketakutan ketika melihat ada polisi
Keesokan harinya sekarang giliran Alice yang menuju ke Penjara bawah tanah dia di temani oleh Alex dan juga David Alice pun melihat kedua orang tersebut sedang merasa kesakitan lalu Alice pun mengambil air dan menyiramkannya ke Kedua orang tersebut.
"bangun kalian berdua" ucap Alice.
William dan Maria pun bangun dan dia melihat sosok seorang wanita yang sedang menatap ke arah mereka.
"Siapa kamu" sahut William.
"Pak Tua apa kamu tidak tahu siapa aku" ucap Alice.
"Siapa kamu aku tidak tahu sama sekali" ucap William.
"aku adalah seorang anak yang telah kamu buang demi wanita ****** ini" ucap Alice.
"ka....Ka.....kamu adalah Alice Putriku" ucap William.
"apa kamu bilang aku putrimu dengarkan Perkataan dariku Pak Tua Sialan aku tidak pernah menganggap kamu sebagai ayahku bahkan aku tidak sudi memanggil kamu ayah" ucap Alice.
"Alice David kalian boleh membenci diriku tapi tolong maafkan ayah aku janji akan menjadi ayah yang baik bagi kalian berdua"
"Stop Jangan pernah katakan hal seperti itu aku tidak mempercayainya sama sekali aku tidak peduli kamu sudah berubah atau pun tidak itu tidak menutup kemungkinan bahwa Kami berdua sangat membencimu sialan" ucap Alice.
"Alice apa yang harus ayah lalukan agar kalian berdua bisa memaafkan diriku" ucap William.
"kamu ingin aku memaafkan kamu"
__ADS_1
"iya aku ingin kita saling memaafkan tanpa ada dendam di antara kita bukankah kita itu adalah ayah dan anak"
"aku akan memaafkan kamu jika kamu mati" ucap Alice.
Alice pun lalu mengambil tongkat baseball dan kemudian dia pun memukuli William William pun seketika itu langsung pingsan karena dia sudah tidak tahan lagi.
Alice terus memukuli William sampai William benar-benar tidak bisa bicara lagi. Setalah dia menyiksa William Kini giliran Alice menyiksa Maria Alice pun membawa tongkat baseball tersebut dan kemudian dia mulai memukuli Maria hingga pingsan.
Maria tidak ingin memberontak dia hanya ingin mati saja tanpa ada siksaan dia sudah menyesal karena telah merebut William dari Elena dan menyebabkan Anaknya marah.
Alice benar-benar belum Puas untuk menyiksa mereka dia pun kemudian mengambil air kembali dan menyiramkannya ke Kedua orang tersebut.
"bangun kalian jangan berpura-pura pingsan aku belum puas untuk menyiksa kalian berdua."
David dan Alex pun kaget melihat Alice yang sangat mengerikan David berfikir bahwa kakaknya kalau marah sangat sulit untuk di hentikan begitu juga dengan Alex dia berfikir jika dia menikah dengan Alice dia akan menjadi suami yang baik dan tidak akan macam-macam.
"bangun kalian berdua dasar sialan"
"baiklah jika kamu tidak mau bangun aku akan kembali ke sini besok aku akan membunuh kalian berdua dengan tanganku sendiri" ucap Alice.
Alice kemudian keluar dari Penjara bawah tanah di temani oleh David dan juga Alex. Sementara itu William dan Maria menggigil kedinginan Maria sudah tidak tahan lagi dia ingin mengakhiri hidupnya saja.
William juga sudah tidak bisa menahan diri lagi dia benar-benar sangat ketakutan rasa penyesalan pun teringat di pikirannya bagaimana dia mengkhianati istrinya dan bahkan mengusir istrinya dan anaknya demi seorang wanita yang baru di kenalnya padahal wanita tersebut tidak tulus mencintainya dan bahkan yang mencintai dirinya dengan sepenuh hati malah dia kecewakan.
"Elena maafkan aku aku dulu tidak bisa menjadi suami yang baik bagi kamu dan lihatlah anak kamu dia sudah besar tapi dia sangat membenciku berapa kali pun aku minta maaf aku tidak pernah mendapatkan kata maaf dari mereka berdua."
"Wajar saja jika dia sangat membenciku karena kesalahanku memang tidak bisa di maafkan oleh mereka. Elena ketika aku mati nanti aku ingin bertemu denganmu dan aku ingin meminta maaf padamu" gumam WIlliam sambil meneteskan air matanya.
Maria juga benar-benar ketakutan dia ingin sekali mati dan tidak ingin tersiksa lagi dia benar-benar menyesal Telang merebut suami orang dan menyebabkan dia terkena karmanya. anaknya telah meninggal karena di bunuh oleh dirinya begitu juga dengan dirinya yang akan pergi dari dunia ini.
__ADS_1
Sementara itu David menjemput istrinya di Perusahaan dia pun kemudian keluar dari mobil dan menuju ke ruangan istrinya.
David pun kini sudah berada di ruangan istrinya dia kemudian mengetuk pintunya dan istrinya pun langsung menyambut kedatangan suaminya.
"hubby ada apa kamu datang kesini" ucap Gracia.
"Karena aku Kangen denganmu bagaimana kalau kita keluar untuk makan"
"baiklah lagi pula pekerjaan aku sudah selesai."
David pun kemudian menggandeng tangan istrinya hal itu sontak membuat Semua karyawan benar-benar sangat iri dengan mereka berdua.
David pun kemudian melajukan mobilnya dan menuju ke restoran yang sangat mewah lalu dia pun keluar dari mobil begitu juga dengan Gracia.
David pun langsung memesan ruangan VVIP Gracia benar-benar tercengang melihat hal tersebut.
David dan Gracia pun duduk di tempat yang telah di sediakan lalu David pun menarik kursi dan mempersilahkan istrinya untuk duduk.
Gracia pun tersenyum bahagia lalu Gracia tiba-tiba terlihat sangat lesu.
"Sayang kamu kenapa kenapa kamu terlihat sangat lesu seperti itu apa kamu ada masalah di Perusahaan" ucap David.
"tidak ada hubby aku hanya lelah saja" ucap Gracia.
"benar kamu tidak ada masalah di perusahaan kalau kamu ada masalah aku bisa membantumu" ucap David.
"tenang aja hubby tidak ada apa-apa" ucap Gracia.
"hmm baiklah jika kamu tidak ada masalah tapi kalau kamu ada masalah tolong ceritakan pada suamimu ini"
__ADS_1
Gracia pun mengangguk lalu kini pesan mereka berdua pun telah datang David terus melihat Gracia David sangat yakin bahwa Gracia sedang menyembunyikan sesuatu tapi dia tidak ingin menanyakan hal tersebut pada Istrinya.
David pun akan menyelidiki hal tersebut secara diam-diam lalu setelah mereka selesai makan mereka berdua pun langsung menuju ke mobil David dan Alice pun kemudian masuk ke dalam mobil kemudian mereka melajukan mobilnya menuju ke Mansion.