Balas Dendam Menantu Tak Berguna

Balas Dendam Menantu Tak Berguna
Episode 75 Kembali Ke Mansion


__ADS_3

"bagaimana dengan keadaan anak saya dok, kenapa dia tidak mengingat kami semua."


"akibat benturan tersebut membuat memori di kepalanya menghilang dan dia pun mengalami amnesia." ucap dokter tersebut yang membuat Semuanya kaget.


"apa dok Putraku Amnesia?" ucap Gracia.


"benar Nyonya, Tuan muda Brian mengalami amnesia akibat benturan di kepalanya" ucap dokter tersebut.


"tapi apakah anakku masih bisa di sembuhkan dok" ucap Gracia.


"bisa nyonya, tapi saya harap kalian tidak pernah membuat dia stres dan kalian harus perlahan-lahan membuat dia kembali mengingat kembali kenangannya."


"jangan pernah membuat dia memikirkan sesuatu jika hal itu terjadi maka Tuan muda akan merasakan sakit di kepalanya."


"dan dia pasti akan merasakan stres berlebihan. jadi saya harap kalian harus bisa mengontrol emosi Tuan muda Brian"


mereka semua pun akhirnya mengangguk.


Kini Dokter pun telah pergi dan Brian pun menatap mereka semua dengan tatapan kosong.


"Sayang apa ada yang kamu butuhkan?" ucap Gracia


"tidak ada Bu" ucap Brian


"Brian kamu jangan panggil saya ibu tapi panggil saya mamah seperti biasa" ucap Gracia.


"memangnya aku sering memanggil ibu seperti itu" ucap Brian yang penasaran.


"iya sayang dulu kamu sering manggil ibu dengan sebutan mamah jadi kamu sekarang panggil aku mamah" ucap Gracia.


"Baiklah Bu eh mah" ucap Brian lalu Gracia pun tersenyum.


"Nak ini aku ayahmu, ayah disini ingin meminta maaf sama kamu" ucap David.


"minta maaf apa pak, apa bapak pernah punya salah sama saya." ucap Brian


ketika David akan menjelaskan Gracia pun langsung memegang tangan suaminya dia berharap suaminya tidak menceritakan hal yang menyakitkan pada Brian.


"ada apa pak" ucap Brian.


"eh tidak tidak ada apa-apa kok saya hanya bersyukur bahwa kamu masih hidup" ucap David.


"Kak ini aku Amelia adik kamu yang cantik dan juga manis" ucap Amelia dengan manja.

__ADS_1


Brian pun hanya mengangguk melihat wajah Amelia dia tidak menyangka memiliki adik cantik sepertinya.


"Sayang perkenalkan dia Laura istri kamu" ucap Gracia yang membuat Brian kaget.


"Hah, Sejak kapan aku menikah?" ucap Brian.


"Sayang kamu sudah menikah cukup lama tapi karena sekarang kamu amnesia jadi kamu tidak ingat siapa dia?" ucap Gracia.


lalu Gracia pun memanggil Laura agar mau mendekat pada Brian.


"kenapa dia sangat takut padaku, apa dia benar-benar istriku" ucap Brian.


Laura pun kemudian mendekati Brian lalu dia pun langsung memeluk Brian.


"Brian, Hiks,Hiks,Hiks" ucap Laura sambil menangis.


"hei, kamu kenapa, ada apa denganmu kenapa kamu menangis." ucap Brian.


"Brian maafkan aku, aku benar-benar minta maaf aku aku bukan istri yang baik buat kamu" ucap Laura.


"memangnya apa yang terjadi sebelum aku amnesia."


"tidak Brian, tidak ada apa-apa lebih baik kamu istirahat saja kamu masih lelah kan?" ucap Gracia.


"mah apa aku sudah bisa pulang" ucap Brian.


"tapi aku ingin pulang mah aku tidak mau berada di rumah sakit" ucap Brian.


"Baiklah mamah akan katakan pada Dokter apa kamu sudah boleh kembali atau belum." ucap Gracia.


Kini Gracia pun berkata kepada Dokter apakah Brian sudah bisa di izinkan untuk kembali ke rumah. akhirnya Dokter pun mengizinkan Brian untuk pulang ke rumah.


Kini Brian pun akhirnya sudah bisa kembali, Kini Sam pun sudah menunggu di luar. Brian pun kini sudah berada di dalam mobil bersama dengan istrinya sementara itu mamah dan papahnya berada di mobil yang berbeda begitu juga dengan adiknya, Amelia bersama dengan orang tuanya.


Kini mobil pun melaju menuju ke mansion milik orang tuanya. ketika sampai di sana Laura pun takjub dengan pemandangan yang ada di depan matanya.


"apa ini adalah kediaman keluarga Stein benar-benar sangat luas berbeda dengan rumah keluargaku" gumam Laura.


"aku benar-benar sangat malu ketika aku mengatakan pada Brian bahwa aku dan dia hidup di dunia yang berbeda dan Brian tidak pantas untukku tapi nyatanya aku lah yang tidak pantas untuk Brian." gumam Laura.


Brian pun tak kalah takjub dia pun tidak menyangka bahwa dirinya adalah tuan muda kaya tapi ketika melihat hal tersebut dia seperti mengingat sesuatu.


"apa aku pernah kesini" ucap Brian yang membuat Sam kaget.

__ADS_1


"Bos apa bos sudah mengingatnya." ucap Sam.


"mengingat apa?"


"mengingat tentang tempat ini" ucap Sam.


"aku tidak mengingatnya tapi aku merasa aku pernah kesini tapi aku tidak tahu kapan."


"bukan tidak pernah tapi Bos malah sering kesini setiap hari bahkan tempat ini adalah milik bos." ucap Sam yang membuat Brian kaget.


Kini Mereka Pun sudah sampai di mansion Brian dan Sam pun keluar dari mobil begitu juga dengan Laura, dia pun menggandeng tangan Brian.


Brian pun kini masuk bersama dengan istrinya dan juga Sam lalu ketika Brian masuk dia seperti mengingat memori-memori dulu tetapi ketika dia ingin mengingat kembali dia seperti terhalang oleh tembok besar hingga dia tidak bisa mengingat apapun.


"Brian kalau kamu tidak mengingat apapun jangan memaksa. kita disini akan terus menunggu kamu sampai kamu sembuh." ucap David.


Brian pun hanya mengangguk. Kini Gracia pun mengantarkan Brian dan Laura ke kamar yang ingin mereka berdua tempati.


Brian dan Laura pun kini sudah berada di kamar lalu Brian pun hanya melihat foto dirinya bersama dengan adiknya.


"Kalau aku sudah menikah denganmu lalu dimana foto pernikahan kita bukankah seharusnya berada di sini Kenapa yang ada hanya foto adikku saja" ucap Brian.


mendengar hal tersebut Laura pun langsung gugup dia tidak tahu harus menjawab apa masalahnya foto pernikahannya dulu bersama dengan Brian sudah dia buang dan dia tidak tahu ada di mana lagi.


Brian pun hanya menatap wajah Laura dia melihat Laura dengan tatapan yang sedikit gugup.


"ada apa denganmu kenapa kamu gugup seperti itu, apa benar kita adalah suami istri." ucap Brian.


"kita memang suami istri tapi sebelum kamu kehilangan ingatanmu aku dulu selalu jahat terhadap kamu aku pernah berkata bahwa aku dan kamu hidup di dunia yang berbeda karena pada saat itu kamu menikah denganku karena aku mengira bahwa kamu adalah lelaki yang payah tapi ternyata aku sadar bahwa orang yang tidak pantas adalah aku" ucap Laura.


"aku tidak berharap kamu memaafkan Aku tapi aku ingin memperbaiki kesalahanku aku janji akan menjadi istri yang baik untuk kamu" ucap Laura.


"jadi, dulu aku adalah menantu sampah di keluargamu lalu kamu sekarang meminta maaf padaku" ucap Brian.


Laura pun hanya mengangguk.


Brian pun melihat wajah sedih istrinya.


"Sudahlah jangan menangis aku tidak mau melihat wajahmu terus-menerus menangis seperti itu" ucap Brian lalu mendekati Laura dan menghapus air matanya.


"aku tidak peduli dengan masalalu kita selama ini tapi bisakah kita kembali dari awal lagi." ucap Brian.


"jadi kamu memberiku kesempatan" ucap Laura.

__ADS_1


Brian pun gaya mengangguk.


"aku tidak mau membuat masalah semakin rumit dan aku tidak akan pernah mencari tahu apa kesalahanmu dulu tapi kita lupakan masalalu dan kita tatap masa depan." ucap Brian lalu laura pun langsung memeluk suaminya.


__ADS_2