
"jadi mamah Sangat yakin dengan Brian. Jika Brian sudah mencintai satu orang wanita dia pasti akan menjaganya dengan baik" ucap Gracia.
"benar sekali Tante, Brian adalah suaminya yang sangat baik bahkan dia sudah menyelamatkanku berkali-kali tanpa aku mengetahuinya sama sekali" ucap Laura.
...---------------------------------------------------------------------------...
...SEMINGGU KEMUDIAN...
di pagi hari yang cerah Laura terus menjaga suaminya, dia terus memandangi wajah Suaminya tersebut dirinya tidak menyangka bahwa suaminya memiliki wajah yang sangat tampan.
"melihat wajahmu dari dekat, aku baru tahu kamu benar-benar sangat tampan. andai saja aku tahu lebih awal bahwa kamu yang selalu membantuku selama ini mungkin aku akan lebih mencintaimu sekarang aku akan menebus semua kesalahanku aku sekarang benar-benar mencintaimu."
"Brian bangunlah aku merindukanmu, aku merindukan senyumanmu, aku merindukan sifat manismu, aku merindukan perhatianmu, aku merindukan semuanya! Brian Bangun aku mohon jangan membuatku sedih."
Laura pun benar-benar merasa sangat menyesal ketika mengetahui bahwa orang tuanya terlibat dalam Kecelakaan yang menimpa suaminya.
FLASHBACK ON
beberapa hari yang lalu ketika ibunya meminta anaknya untuk segera bercerai dari Brian. Laura menolaknya Ibunya ingin Laura segera menikah dengan Bima, tapi Laura tetap bersikukuh untuk tidak bercerai dengan Suaminya. dia pun ingin meminta maaf padanya suaminya ketika dia sudah bangun.
Saat Laura dan ibunya sedang berdebat tiba-tiba Polisi pun datang ke Rumah Laura.
tok,tok,tok.
Laura pun kemudian berjalan kearah pintu depan kemudian dia pun membuka pintunya.
"Selamat malam, apa benar ini kediaman Nona Laura Mela.
"ya benar, memangnya ada apa pak mencari ibu saya."
"Saya ingin bertemu dengan ibu Mela, bisa kami berdua masuk sebentar."
"Baik pak Silahkan!"
Polisi pun kemudian masuk ke dalam lalu Laura pun langsung memanggil ibunya. ibunya pun kemudian pergi ke ruang depan ketika melihat seorang polisi Ibunya pun langsung berkeringat dingin.
"Laura ada apa ini kenapa polisi datang ke sini?" ucap Ibunya Laura dengan sangat panik tapi mencoba untuk tetap tenang.
"apa benar ibu adalah nyonya Mela."
"iya benar pak saya Mela, memangnya ada apa pak mencari saya malam-malam begini." ucap ibu Mela.
"Kami mendapatkan laporan dari seseorang bahwa Nyonya Mela terlibat dalam Kecelakaan yang menimpa Tuan Brian Stuart kami berharap Nyonya bisa ikut kami ke kantor polisi."
__ADS_1
mendengar hal tersebut Laura pun kaget kemudian dia menatap ibunya. dia pun melihat ketika ibunya benar-benar sangat panik.
"Apa benar ibu yang membuat Brian kecelakaan?" ucap Laura.
"tidak bukan saya bukan saya yang melakukannya." ucap Mela dengan sangat panik.
"Bu katakan dengan jujur! apa benar ibu yang melakukannya."
"tidak Laura tidak ibu tidak melakukannya."
"Aku benar-benar kecewa sama ibu, apa ibu tidak tahu gara-gara ibu, Brian jadi koma akibat kecelakaan tersebut!" ucap Laura dengan sangat marah.
Singkat Cerita ibunya Laura pun kemudian di Bawa oleh polisi kemudian Laura pun menangis di kamar. dia benar-benar merasa sangat menyesal karena telah mengusir Brian yang mengakibatkan Brian kecelakaan dan ibunya juga harus di bawa oleh polisi terlebih lagi ayahnya masih terbaring di rumah sakit.
FLASHBACK OF.
Laura pun meneteskan air matanya terlebih lagi ketika adik iparnya membencinya. ketika Amelia mengetahui Bahwa ibunya Laura terlibat dalam Kecelakaan yang menimpa kakaknya Amelia pun benar-benar sangat marah.
kemarin ketika Laura sudah sampai di rumah sakit. dia pun melihat Adik iparnya menghampirinya kemudian dia pun langsung menampar dirinya.
"Plak" suara tamparan yang sangat keras.
"kenapa kamu menamparku" ucap Laura.
"aku minta maaf" ucap Laura dengan perasaan sedih.
"minta maaf? gampang sekali kamu berkata seperti itu, apa salahnya kakakku selama ini bukankah dia selalu baik kepada kamu dan ibumu, bukankah kakakku selalu melayani kamu dengan baik dan dia selalu menghormati ibumu walaupun dia selalu di hina oleh kalian. asal kalian tahu saat Kakak menceritakan kepadaku bahwa dia sudah mempunyai seorang istri Kakak benar-benar tersenyum bahagia. aku baru melihat kakakku tersenyum kembali.
"Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf tolong maafkan aku dan aku berjanji akan menjaga Brian dengan baik." ucap Laura sambil menangis.
"Sudah lah sayang kamu jangan terus menyalahkan Laura dia tidak bersalah sama sekali." ucap Gracia.
kemudian Gracia pun menghampiri Laura dia pun kemudian berkata kepada Laura.
"apa kamu benar-benar mencintai putraku" ucap Gracia.
"aku mencintainya!" ucap Laura.
"kalau kamu benar-benar mencintainya aku ingin kamu terus menjaga putraku sampai dia siuman ini adalah salah satu hukuman untuk kamu, apa kamu sanggup" ucap Gracia.
"Saya sanggup, Saya pasti akan menjaga Brian dengan baik. saya akan menjaga Brian sampai sembuh." ucap Laura.
"ibu percaya denganmu" ucap Gracia.
__ADS_1
Kini Laura pun terus menjaga Brian dengan baik. Ketika dia terus menangis di ruangan milik Brian sambil memegang tangan suaminya tiba-tiba tangan Suaminya pun bergerak.
dia pun kemudian memanggil mertuanya dan juga adik iparnya. mendengar hal tersebut mertuanya dan juga adik iparnya pun langsung masuk ke dalam lalu Laura pun juga tak lupa untuk memanggil dokter. Brian pun kemudian membuka matanya.
"Kak kamu sudah sadar" ucap Amelia.
"sayang kamu sudah sadar" ucap Gracia dan juga David.
"Brian kamu sudah sadar" ucap Laura.
Brian pun melihat mereka semua dengan tatapan yang bingung dia tidak tahu siapa mereka.
melihat hal tersebut ibunya pun benar-benar sangat khawatir.
"Brian ada apa, apa kamu memiliki masalah apa kamu masih terasa sakit." ucap Gracia.
"Kalian Siapa?" ucap Brian yang membuat Semuanya kaget.
"Sayang ada apa denganmu? kenapa kamu tidak mengenal mamah?" ucap Gracia.
"mamah?" ucap Brian.
"iya sayang aku Mamah kamu" ucap Gracia.
Brian pun menggelengkan kepalanya.
"maaf aku tidak tahu siapa kamu dan aku juga tidak tahu siapa kalian." ucap Brian
Deg
mereka semua pun kaget seakan tidak percaya dengan perkataannya Brian tersebut.
"Nak apa kamu tidak tahu siapa kami, aku ayahmu dan ini ibumu lalu dia adalah adikmu dan kemudian perempuan itu adalah istrimu apa kamu masih tidak tahu?" ucap David.
Brian pun hanya menggelengkan kepalanya.
"maaf aku tidak tahu?" ucap Brian dengan dingin.
kemudian dokter pun datang langsung memeriksa Brian.
"bagaimana dengan keadaan anak saya dok, kenapa dia tidak mengingat kami semua."
"akibat benturan tersebut membuat memori di kepalanya menghilang dan dia pun mengalami amnesia." ucap dokter tersebut yang membuat Semuanya kaget.
__ADS_1