Balas Dendam Menantu Tak Berguna

Balas Dendam Menantu Tak Berguna
Episode 66 Season 2


__ADS_3

"Brian bisakah kamu membuatkan ku teh panas" ucap Laura Kiehl.


"Baik Sayang" ucap Brian Stuart. Brian Stuart telah menjadi menantu tak berguna di keluarga Kiehl. Brian di usir oleh ayahnya karena di tuduh telah melakukan penggelapan dana perusahaan EDALICE hingga mengalami kerugian dua ratus miliar.


Brian sudah menjelaskan kepada ayahnya bahwa bukan dia yang melakukan hal tersebut tapi ayahnya malah tidak mempercayainya dan dia pun kemudian di usir dari rumahnya dan dia di selamatkan oleh ayahnya Laura dan membuat dirinya menikah dengan Laura.


dalam dua tahun terakhir Brian dianggap sebagai menantu tak berguna di keluarga Kiehl. Brian adalah suami yang bergantung pada Istrinya. Brian selalu di hina dan direndahkan selama dua tahun terakhir tapi mereka tidak tahu bahwa Brian adalah Tuan muda Stuart.


Kini Brian pun kemudian Membuatkan teh manis untuk istrinya lalu dia pun kemudian membawa minuman tersebut.


"Sayang ini teh manis hangatnya" ucap Brian.


lalu Brian pun kemudian menatap istrinya yang sangat manis dan juga cantik ingin rasanya Brian terus seperti ini tapi dia juga tidak ingin istrinya terus menerus menderita.


Laura yang melihat Brian menatapnya pun langsung bertanya. "kenapa kamu terus memandangiku apa ada yang salah di wajahku" ucap Laura.


"tidak sama sekali, hanya saja wajahmu sangat cantik dan aku tidak tahan untuk terus memandangi kamu" ucap Brian.


Saat Brian sedang memuji istrinya tiba-tiba istrinya mendapatkan sebuah telfon dari sekretarisnya.


[Halo Nona]


[ya halo ada apa?]


[Gawat nona! gawat!]


[gawat kenapa?]


[ada masalah di kantor, sebaiknya nona segera kesini]


[baik aku akan segera ke sana]


Laura pun kemudian menutup telfonnya lalu dia pun keluar dari rumahnya untuk menuju ke Kantor. ketika Brian akan mengatakan sesuatu tapi Laura sudah pergi. Brian pun kemudian menghubungi anak buahnya untuk mengikuti Laura dia takut akan terjadi sesuatu dengan istrinya.


[Halo Sam]


[Halo Tuan muda ada apa?]


[Sam kamu ikuti mobil istriku, dia pergi ke kantor tapi wajahnya sangat panik aku takut akan terjadi sesuatu untuknya]


[baik Tuan muda]


Brian pun kemudian menutup telfonnya. Kini brian tinggal menunggu kabar dari Sam.


Laura pun kini sudah sampai di Perusahaan Kiehl Corporation lalu dia pun keluar dari mobil dan berjalan menuju ke kantor.

__ADS_1


Laura pun kini sudah berada di kantor lalu dia pun memanggil Sekretarisnya dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan.


"Willa apa yang sebenarnya terjadi di perusahaan" ucap Laura.


"Nona, Saham di perusahaan kita menurun drastis banyak yang memutuskan kerjasama dengan perusahaan kita."


"Apa?kenapa ini bisa terjadi bukankah perusahaan kita tidak pernah melakukan kesalahan" ucap Laura.


"aku tidak tahu nona, mungkin ada orang yang tidak menyukai kita" ucap Willa.


Saat Laura sedang memikirkan apa yang terjadi di perusahaan tiba-tiba ada panggilan masuk.


[Halo sayang]


[Brian kenapa kamu menelfonku jika kamu meminta uang aku tidak punya!]


[bukan begitu sayang! kenapa setiap kali aku menelfon kamu aku dikira meminta uang aku ingin mengatakan, bahwa tas kamu ketinggalan dan aku akan datang ke sana untuk membawakan tas kamu]


Karena terburu-buru Laura pun menyadari bahwa tas miliknya ketinggalan.


[Baiklah aku tunggu di kantor]


mereka berdua pun kemudian menutup telfonnya, Brian kemudian mengambil kunci motor listriknya. Brian pun kemudian mengendarai motor listriknya menuju ke Perusahaan Kiehl Corporation.


Brian pun kini sudah sampai di Kantor milik istrinya lalu dia pun memarkirkan motornya dan kemudian dia berjalan menuju ke Perusahaan.


"Sayang ada apa? kenapa kamu tadi terburu-buru apa ada masalah?" ucap Brian.


"Kalau ada masalah apa kamu bisa membantuku" jawab Brian


"memangnya ada masalah apa, mungkin aku bisa sedikit membantu kamu" ucap Brian.


"tidak usah! kamu tidak akan bisa membantuku justru kamu akan memperpanjang masalah lebih baik kamu pulang saja" ucap Laura.


"baiklah" ucap Brian dengan sedikit kecewa.


Brian pun kemudian pergi dari kantor milik istrinya dan berjalan menuju ke parkiran dengan sedikit rasa kecewa. Brian sebenarnya ingin sekali membantu istrinya tapi dirinya malah di usir oleh istrinya.


Walaupun dirinya merasa sangat kecewa Brian pun tetap akan membantu istrinya dari kejauhan. Brian sudah memasukkan alat penyadap di tas milik istrinya untuk mengetahui apa masalah yang terjadi di kantor.


Brian pun kemudian mengendarai motor listriknya. Saat dia sedang mengendarai motornya listriknya tiba-tiba dirinya mendapatkan telfon dari Seseorang.


Brian pun kemudian menepikan motornya lalu dia pun kemudian menjawab telfon tersebut.


[Halo dengan Siapa ini?] ucap Brian.

__ADS_1


[Kakak! ini benar kamu kan?] ucap Amelia.


[Amelia? ada apa kamu menelfonku, lalu dari mana kamu mengetahui nomor ponselku]


[Kak Aku sangat merindukanmu Kenapa kakak tidak kembali ke rumah apa Kakak Masih marah dengan ayah]


[tidak sama sekali, aku masih ada masalah yang harus aku selesaikan]


[Kak Bisakah kita bertemu, Aku ingin mengobrol sesuatu denganmu]


[Baiklah]


Brian pun kemudian menutup telfonnya, lalu dirinya pun mengendarai motornya listriknya kembali.


Brian kini sudah berada di rumah saat dia masuk ke dalam rumah dia pun melihat mertuanya yang baru pulang Belanja barang mewah.


Brian pun hanya melihat sekilas tanpa memperdulikan mertuanya.


"Brian dari mana kamu?" ucap ibunya Laura.


"Aku baru saja mengantarkan tas milik Laura tas miliknya ketinggalan."


"Kamu Pergi ke kantor dengan menggunakan pakaian seperti itu dan mengendarai motor listrik.?" ucap Ibunya Laura.


"iya memangnya kenapa? apa ada masalah"


"Jelas ada masalah! kamu pergi ke Perusahaan milik Putriku tapi kamu malah memakai baju biasa seperti itu, bukankah itu sangat memalukan." ucap Ibunya Laura.


"Itu lebih baik dari pada tidak memakai baju sama sekali" ucap Brian.


"Dasar Menantu sampah! Kenapa Putriku mau menikahi kamu", ucap Ibunya Laura.


"Lalu, kenapa aku mempunyai mertua yang Cerewet seperti kamu" ucap Brian membalas ejekan dari Ibu Mertuanya.


Brian sebenarnya sangat membenci ibu mertuanya, tapi karena demi istrinya dia pun rela bertahan.


"Dasar Menantu Sialan! Seharusnya Putriku segera bercerai denganmu!" ucap Ibunya Laura.


Brian tidak memperdulikan omongan ibu mertuanya, dia pun kemudian pergi ke kamar lalu mulai menjalankan aksinya.


Saat Brian sedang menyadap Kantor milik istrinya, dirinya pun mendengarkan masalah yang sedang di hadapi oleh istrinya tersebut.


"Tenyata ada yang berani menargetkan perusahaan istriku" gumam Brian.


Brian pun tahu bahwa Yang Membuat perusahaan Istrinya hampir mengalami kebangkrutan adalah Seorang lelaki bernama Andrean. Andrean memang sangat menyukai Istrinya dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Laura.

__ADS_1


Brian pun kemudian mengepalkan tangannya. "Andrean Sepertinya aku akan membuat kamu jatuh ke lubang neraka" gumam Brian dengan ekspresi marahnya.


__ADS_2