Balas Dendam Menantu Tak Berguna

Balas Dendam Menantu Tak Berguna
Episode 51 Siapa yang membunuhnya?


__ADS_3

Ibunya Yudis pun benar-benar sangat panik dia pun langsung berlari meniggalkan rumah sakit.


David pun hanya bisa tertawa ketika mendapat kabar bahwa Yudis telah mati di bunuh oleh ibunya sendiri.


"hahaha aku tidak menyangka bahwa ibunya akan membunuh anaknya sendiri benar-benar permainan yang sangat menyenangkan"


"aku ingin permainan ini lebih seru lagi"


David pun kini kembali ke rumah sakit bersama dengan Yelena dan juga Kakaknya untuk melihat kondisi istrinya. didalam mobil David pun bertanya pada Yelena terkait kondisi ayahnya. "bagaimana mana kabar ayahmu apa sudah ada perkembangan" ucap David.


"ayahku sudah mulai sehat mungkin bulan depan dia sudah di bolehkan untuk pulang"


"Syukurlah kalau dia sudah mulai sehat aku tidak sabar ingin bertemu paman kembali"


"lalu apa yang akan kamu lakukan dengan Perusahaan Adhitama bukankah Perusahaan itu sudah menjadi milik kita"


"Perusahaan itu sudah di tutup dan di segel oleh pihak bank jadi aku tidak peduli sama sekali"


David pun kini telah sampai di rumah sakit dia kemudian menjenguk istrinya yang masih beristirahat. "Sayang bagaimana keadaanmu apa kamu sudah mendingan" ucap David.


"hubby kamu lihat kakiku sudah mendingan kata dokter besok aku sudah bisa jalan."


"benarkah?" David yang merasa sangat senang pun langsung memeluk istrinya sepanjang malam David terus menemani istrinya keesokan harinya David pun bangun dari tidurnya melihat istrinya yang masih terlelap dia pun tak tega membangunkan istrinya David pun bergegas pergi ke kamar mandi lalu mencuci muka setelah itu dia pergi ke bawah untuk membelikan makanan untuk istrinya.


Singkat Cerita David pun sudah membeli makanan kemudian dia pun bergegas pergi ke ruangan istrinya melihat istrinya sudah bangun David pun langsung menyapanya. "Sayang kamu sudah bangun ini aku bawakan makanan untukmu" ucap David.


"makasih hubby" ucap Gracia.


Kini mereka berdua pun saling suap-suapan semua pasien yang melihat pun iri dengan romantisme David dan Istrinya. Alice dan Yelena yang baru datang pun langsung kaget ketika melihat hal tersebut. "Kalian semakin hari semakin mesra"


"sudah jelas kita semakin mesra mungkin kalau sudah mempunyai anak tambah mesra" ucap David istrinya yang malu pun langsung mencubit tangannya.


"apa kamu berencana ingin mempunyai seorang anak" ucap Alice.


"dalam sebuah pasangan suami istri pasti menginginkan seorang anak dan jika kita sudah memiliki seorang anak kita bisa tahu sejauh mana kita menjaganya sebagai orang tua"

__ADS_1


"kalau kamu ingin mempunyai anak kamu suka anak laki-laki atau perempuan?" ucap Alice.


"laki-laki atau perempuan itu sama saja aku akan memperlakukan mereka dengan baik"


kini dokter pun datang dan mengatakan bahwa Istrinya sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah.


Singkat Cerita mereka semua sudah berada di dalam mobil David kemudian melajukan mobilnya ke mansion Sampailah David dan yang lainnya di mansion semuanya pun langsung menyambut kepulangan dari istrinya.


Sementara itu polisi datang ke rumah sakit kembali untuk melihat kondisi Yudis tapi Saat mereka memasuki ruangannya Polisi pun kaget Yudis sudah tak bernyawa sama sekali


"Pak kemungkinan Yudis di bunuh oleh seseorang" ucap Salah satu Polisi yang memeriksa Kondisi Yudis.


"Siapa yang membunuhnya apa kamu sudah menemukan sidik jarinya"


Kini Polisi pun mencari barang bukti dan meminta keterangan dari pihak rumah sakit terkait kematian Yudis.


para dokter pun tidak tahu dengan kondisi pasien yang bernama Yudis tapi mereka hanya tahu bahwa Yudis semalam di jaga oleh Seorang Wanita.


"seorang wanita? apa Orang itu adalah ibunya"


"mohon maaf bagaimana ciri-ciri Perempuan itu dok?"


Dokter pun menjelaskan ciri-ciri Wanita yang bersama dengan Yudis tersebut Polisi pun akhirnya tahu siapa Wanita itu polisi pun menyimpulkan bahwa wanita itu adalah ibunya Yudis


"apa jangan-jangan ibunya terlibat dalam pembunuhan ini"


"aku masih belum tahu jika iya lalu apa motifnya dia membunuh anaknya sendiri"


"lalu apakah kamu sudah menemukan barang buktinya." ucap Polisi tersebut.


"sudah pak saya sudah menemukan sebuah Suntikan dan sebuah bantal yang berada di lantai"


"kemungkinan Yudis di bius kemudian dia pun di bekap dengan menggunakan bantal hingga dia kehabisan nafas dan di sidik jari tersebut sidik jarinya ibunya Yudis."


"berarti benar dia juga terlibat dalam pembunuhan ini aku tidak menyangka bahwa ibunya akan membunuh anaknya sendiri"

__ADS_1


"Kalian cari dimana ibunya Yudis berada kemungkinan dia sudah pergi jauh suruh semua anggota polisi untuk memblokade semua jalan Periksa semua orang yang lewat"


"baik Pak" ucap bawahannya.


Kini Jalanan pun sudah di blokade oleh polisi Satu persatu mobil di periksa oleh polisi David yang sedang mengajak istrinya berkencan pun tak luput dari pemeriksaan polisi.


"maaf Tuan bisa kamu perlihatkan Kartu SIM milikmu" ucap Polisi tersebut. David pun kemudian menunjukan kartu SIMnya lalu Polisi pun mengecek kartu SIM tersebut dan mengembalikan pada David.


"terimakasih atas kerjasamanya Tuan"


David pun hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke arah polisi lalu dia pun bergegas untuk pergi berkencan dengan istrinya.


"tumben sekali ada pemeriksaan kendaraan ini tidak seperti biasanya" ucap Gracia.


"aku tidak tahu mungkin sekarang jadwalnya untuk memeriksa kendaraan yang berlalu lintas"


Kini David pun sedang menunggu berita selanjutnya sebelum dia pergi bersama dengan Istrinya dia menyuruh Rey untuk membuatkan sebuah berita bahwa Yudis di bunuh oleh ibunya sendiri.


kini Waktunya pun sudah tiba sebuah berita muncul di platform media sosial semua orang pun dibuat kaget ketika melihat berita tersebut mereka semua tidak menyangka bahwa ibunya sampai rela membunuh anaknya sendiri. Sementara itu Selingkuhannya William yang lari dari kejaran polisi pun semakin panik dia benar-benar seperti orang gila.


hanya mendengar suara sirine saja dia sudah ketakutan Sementara itu William yang melihat berita bahwa anaknya telah mati benar-benar kaget tapi dia tidak bisa melakukan apapun.


lalu William pun mendapat sebuah pesan kembali "Istri kamu membunuh anaknya sendiri apa kamu tidak ingin tahu apa motifnya" tulis di dalam pesan misterius itu


"apa maksudmu istriku membunuh anaknya sendiri lalu apa motifnya."


"Karena dia tidak ingin merawat putranya sendiri dia sudah menjadi lumpuh dan tidak bisa melakukan apa pun sehingga ibunya tidak bisa memanfaatkannya karena dia sudah tidak menjadi barang yang berguna dia pun membunuh anakmu sendiri"


"apa kamu tahu bahwa selama ini kamu sudah di khianati oleh istri kamu Sendiri"


"apa?"


kemudian orang misterius tersebut mengirimkan sebuah foto istrinya sedang bersama laki-laki lain.


"William aku tidak menyangka bahwa kalian akan mengkhianati satu sama lain terlebih lagi istrimu hanya menginginkan hartamu saja" tulis pesan misterius tersebut.

__ADS_1


__ADS_2