
Prachaya melewati kamar Andana, ia berjalan menuju kamarnya dan membuka pintu kamar miliknya itu. Ia
merebahkan Andana diatas tempat tidurnya. Terlihat Andana sedikit menggeliat saat berada diatas
kasur empuk itu. Tanpa Andana sadari Prachaya yang melihatnya seperti itu diam tertegun.
Prachaya tersenyum, dan membenarkan posisi Andana lalu menutupi
tubuh Andana dengan selimut hangat itu. Kemudian ia mengambil bantal di sebelah Andana tidur
dan berniat untuk tidur di sofa dekat tv. Namun Andana menahannya dengan menarik
sedikit jaket yang masih ia kenakan.
Dengan mata yang masih terpejam, Andana mulai kembali merancu.
"Abang," panggil Andana dengan nada suara yang serak.
“Kenapa An? Apa kamu membutuhkan sesuatu?”
tanya Prachaya yang berjalan duduk dipinggiran ranjang itu.
“Jangan pergi, aku sudah lama menunggu untuk bertemu
denganmu. Perjalananku sangat jauh, sangat tidak mudah untuk mewujudkan mimpi yang sekarang
jadi kenyataan ini,” ucap Andana yang perlahan membuka matanya.
“Aku tidak akan kemana-mana An, aku akan tidur di
sofa, kamu tidurlah disini,” jawab Prachaya sambil tersenyum dan memegang
tangan Andana yang masih menggenggam ujung jaket Prachaya.
“Bisakah kita berbicara sebentar?” tanya Andana lagi.
“Apa yang ingin kamu bicarakan An? Bukankah kamu sudah
lelah. Besok kamu akan menempuh perjalanan yang cukup jauh, dan itu akan sangat
melelahkan,” jawab Prachaya.
“Sebentar saja, aku mohon, na-na-na-naa,” rengek Andana.
“Baiklah-baiklah, kamu memang sangat pandai dalam
merengek ya,” jawab Prachaya tersenyum melihat tingkahku yang seperti anak
kecil itu sambil mengusap puncak kepalaku.
“Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?” tanyanya lagi sambil duduk di pinggiran ranjang dimana Andana berada.
“Hmm, aku ingin menatapmu. Aku ingin melihat laki-laki
yang sudah mampu membuatku sangat mengidolakannya,” kata Andana sambil menatap lekat
wajah Prachaya dengan mata sayunya.
Sedangkan Prachaya hanya diam, ia pun menatap wajah Andana
tanpa bergeming. Bahkan saat Andana mengangkat kedua tanganknya dan menangkupkannya
pada wajah Prachaya, ia masih tetap diam. Matanya hanya terus menatap wajah Andana.
“Siapa yang menyangka, bahwa aku akan diberikan
kesempatan untuk bisa menyentuh wajah idolaku ini. Dimana ini adalah impian
dari seluruh penggemarmu di dunia ini. Bagaimana jika mereka tau bahwa aku
adalah orang yang sangat beruntung mendapatkan kesempatan ini,” tambah Andana lagi
sambil terus mengusap lembut pipi Prachaya yang sangat lembut itu.
“An?” panggilnya kemudian.
“Hmm?” jawab Andana sambil tersenyum.
“Benarkah aku adalah satu-satunya idola yang bisa
memenangkan hatimu?” tanya Prachaya.
Dan itu membuat Andana tersenyum. Tangan Andana semakin liar
bermain diwajahnya.
“Dulu sebenarnya aku adalah penggemar drama korea. Dan
aku sangat menyukai Lee Min hoo juga Cha Eun Woo. Namun hanya sekedar suka
saja. Aku bahkan tidak pernah mencari tau tentang mereka berdua apalagi untuk
masalah pribadi mereka. Aku hanya menyukai mereka dan menonton drama yang
mereka mainkan,” cerita Andana sambil mengelus lembut wajah Prachaya.
__ADS_1
Sangat terlihat jelas wajah Prachaya yang mulai
menegang, ia terlihat berusaha menahan sesuatu.
“Lalu, dengan berjalannya waktu, aku tidak lagi
mengikuti mereka berdua, dan fokus pada kehidupanku. Hingga dua tahun yang
lalu, aku berada di titik nol dalam hidupku. Aku merasa bahwa ini adalah titik
terendah dalam hidupku, dimana aku tidak lagi memiliki semangat untuk hidup,”
lanjut Andana lagi.
Terlihat pupil mata abang membesar setelah mendengar
ceritanya itu.
“Aku menutup diri dari siapapun, aku tidak ingin
berbicara dan berbagi pada siapapun. Aku tidak mau bertemu dengan siapapun.
Sampai Gita datang mencoba untuk mendekatiku. Kamu tau tidak, Gita itu
sebenarnya adalah anak yang introvert. Dia adalah temanku yang paling pendiam,
tidak bicara jika tidak penting, atau hanya membahas dan menjawab sekenanya
saja. Tapi waktu itu ia datang dengan inisiatifnya sendiri. Dia menyemangati
ku, dia memberikan dorongan padaku. Sebenarnya bukan hanya dia, tapi ada yang
lain juga. Tapi Gita adalah orang yang membawaku akhirnya menemukan sosok dirimu,”
kata Andana.
Dan Prachaya mengernyitkan dahinya tanda tidak
menyangka. Dan itu membuat Andana terkekeh.
“Iya, Gita adalah orang yang membuatku menemukanmu,
sampai akhirnya aku saat ini ada disini. Dia mencoba menghiburku dengan memberikan aku
link BL. Awalnya aku tidak tau bahwa link series yang diberikannya itu adalah
link BL. Sebab aku tidak paham apa itu BL awalnya. Saat aku menonton drama series
itu, aku sangat terkejut ketika melihat laki-laki dengan laki-laki berciuman.
“Tapi karna drama series itu aku jadi sedikit melupakan
masalah-masalah yang menjeratku. Hingga aku ketagihan untuk menonton drama
series-series lainnya. Gita kembali mengirimiku link drama series yang sudah selesai.
Jadi aku tidak perlu lagi menunggu episode selanjutnya berhari-hari. Di Sekian
banyak series yang aku miliki saat itu, aku menemukan series milikmu yang
tayang pada tahun 2017 kemarin. Saat itulah aku bertemu denganmu, jujur awalnya
aku tidak memahami alur cerita itu, hingga aku harus mengulang series itu
berkali-kali sampai aku mengerti. Saat itulah aku jatuh hati pada tokoh yang
kamu perankan,” lanjut Andana lagi yang mulai menatap mata indah milik Abang.
Prachaya masih mendengarkan celotehan Andana itu.
“Membuat aku sangat ingin mengenal dirimu jauh lebih
dalam lagi, aku mulai bertanya pada Gita siapa namamu. Lalu aku mencari akun
media sosialmu, mulai dari instagram, facebook, twitter, youtube, bahkan tiktok
mu. Aku semuanya mengikuti mu. Aku membaca semua artikel yang berhubungan
denganmu. Dan aku menemukan fakta bahwa kita memiliki beberapa kesamaan dalam
memandang hidup. Bahkan kita memiliki beberapa kesukaan yang sama. Hingga aku
ingin mencari tau sebanyak apa penggemarmu di Indonesia. Aku bahkan membuat akun
tiktok hanya untuk membuat konten yang isinya hanya dirimu, lihatlah,” tambah Andana
sambil merogoh ponselnya dan membuka akun tiktok miliknya lalu memperlihatkannya pada
Prachaya.
“Hahaha, bukankah aku sudah gila. Bagaimana bisa,
seorang Andana yang tidak pernah perduli dengan siapapun, tidak pernah mau
mengidolakan siapapun, bahkan menolak untuk menyukai aktor atau aktris manapun.
__ADS_1
Tiba-tiba jatuh hati pada aktor BL satu ini,” ucap Andana sambil menatap Prachaya.
“Aku bahkan nekad menabung untuk bisa menginjakkan
kaki di negara ini. Kamu tau, aku dulu sangat tidak menyukai negara ini. Negara
dengan tingkat LGBT yang sangat besar. Aku yang homophobia ini sekarang bisa
melawan rasa takut itu semua dan sekarang berada di negara yang dulu tidak aku
sukai ini. Itu semua karna kamu Prachaya Ruangroj.” Jelas Andana lagi.
Prachaya masih diam, dia tidak menjawab ataupun
menyela ucapan Andana. Matanya yang bening itu menatap tajam pada Andana. Membuat Andana
bingung harus bagaimana. Namun Andana seperti terhipnotis akan tatapannya itu.
“An,
“Jika kamu tidak menyukainya, kamu bisa memukulku,” ucap
Prachaya.
Andana yang bingung dengan arti dari ucapannya itu hanya
diam sambil menatap matanya.
Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada Andana, lalu kemudian
dia mencium Andna begitu dalam. Andana terperanjat dibuatnya, ini semua tidak seperti yang
ia inginkan. Dan yang lebih membuatknyaheran, mengapa tubuhnya tidak bereaksi
untuk menghentikan ini semua.
Prachaya terus mencium Andana, hingga ia perlahan mulai
mengecup lembut secara bergantian bibir atas dan bawah Andana.
Jantungnya seketika berdebar kencang, darah Andana sangat
terasa berdesir mengalir cepat ke seluruh tubuhnya.
Perutnya terasa penuh dengan kupu-kupu yang
berterbangan disana. Tubuhnya terasa sangat ringan hingga Andana tidak bisa
merasakannya untuk beberapa saat.
Hingga tanpa Andana sadari ia membalas pagutan lembutnya
itu. Dan itu membuat Prachaya menghentikan aktivitas itu.
“An, mengapa kamu tidak memukulku? Bukankah aku sudah
melakukan hal yang tidak seharusnya ku lakukan?” tanya Prachaya dengan nafas
yang memburu.
Andana yang sejak tadi memejamkan matanya itupun membuka
perlahan. Dan kembali menatap mata Prachaya yang mulai sayu itu.
“Aku juga sangat ingin memukulmu, tapi tubuhku tidak
bisa bereaksi apapun. Maafkan aku bang, jika aku melakukan hal yang sangat
tidak masuk akal,” jawab Andana yang kemudian kembali menyambar bibir lembut milik
Prachaya itu.
“Aku sudah sangat kehilangan akal sehatku, aku sangat
ingin memberontak, tapi tubuhku dan otakku sedang tidak bisa bekerja sama.
Otakku terus menyuruh berhenti, tapi hati dan tubuhku melakukan hal sebaliknya.
Apa yang akan ku sesali esok pagi ketika aku menyadari semua ini. Entahlah, aku
juga tidak tau. Tapi untuk saat ini, biarkan seperti apa yang terjadi,”
batin Andana.
Perlahan satu persatu pakaian yang Andana kenakan itu
ditanggalkan. Hingga hanya terlihat ********** saja. Mata Prachaya mulai liar
melahap seluruh apa yang ada didepannya itu. Dan kembali ia melakukan hal yang
seharusnya tidak dilakukan.
Andana yang dalam keadaan pengaruh alkohol itupun hanya
bisa mengikuti nafsu yang menggebu dalam dada dan pikirannya. Entah sejak kapan
__ADS_1
Andana bersikap seperti wanita yang liar.