BANGKOK STORY (Cerita 14 Hari)

BANGKOK STORY (Cerita 14 Hari)
ONE NIGHT STAND


__ADS_3

Prachaya melewati kamar Andana, ia berjalan menuju kamarnya dan membuka pintu kamar miliknya itu. Ia


merebahkan Andana diatas tempat tidurnya. Terlihat Andana sedikit menggeliat saat berada diatas


kasur empuk itu. Tanpa Andana sadari Prachaya yang melihatnya seperti itu diam tertegun.


Prachaya tersenyum, dan membenarkan posisi Andana lalu menutupi


tubuh Andana dengan selimut hangat itu. Kemudian ia mengambil bantal di sebelah Andana tidur


dan berniat untuk tidur di sofa dekat tv. Namun Andana menahannya dengan menarik


sedikit jaket yang masih ia kenakan.


Dengan mata yang masih terpejam, Andana mulai kembali merancu.


"Abang," panggil Andana dengan nada suara yang serak.


“Kenapa An? Apa kamu membutuhkan sesuatu?”


tanya Prachaya yang berjalan duduk dipinggiran ranjang itu.


“Jangan pergi, aku sudah lama menunggu untuk bertemu


denganmu. Perjalananku sangat jauh, sangat tidak mudah untuk mewujudkan mimpi yang sekarang


jadi kenyataan ini,” ucap Andana yang perlahan membuka matanya.


“Aku tidak akan kemana-mana An, aku akan tidur di


sofa, kamu tidurlah disini,” jawab Prachaya sambil tersenyum dan memegang


tangan Andana yang masih menggenggam ujung jaket Prachaya.


“Bisakah kita berbicara sebentar?” tanya Andana lagi.


“Apa yang ingin kamu bicarakan An? Bukankah kamu sudah


lelah. Besok kamu akan menempuh perjalanan yang cukup jauh, dan itu akan sangat


melelahkan,” jawab Prachaya.


“Sebentar saja, aku mohon, na-na-na-naa,” rengek Andana.


“Baiklah-baiklah, kamu memang sangat pandai dalam


merengek ya,” jawab Prachaya tersenyum melihat tingkahku yang seperti anak


kecil itu sambil mengusap puncak kepalaku.


“Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan?” tanyanya lagi sambil duduk di pinggiran ranjang dimana Andana berada.


“Hmm, aku ingin menatapmu. Aku ingin melihat laki-laki


yang sudah mampu membuatku sangat mengidolakannya,” kata Andana sambil menatap lekat


wajah Prachaya dengan mata sayunya.


Sedangkan Prachaya hanya diam, ia pun menatap wajah Andana


tanpa bergeming. Bahkan saat Andana mengangkat kedua tanganknya dan menangkupkannya


pada wajah Prachaya, ia masih tetap diam. Matanya hanya terus menatap wajah Andana.


“Siapa yang menyangka, bahwa aku akan diberikan


kesempatan untuk bisa menyentuh wajah idolaku ini. Dimana ini adalah impian


dari seluruh penggemarmu di dunia ini. Bagaimana jika mereka tau bahwa aku


adalah orang yang sangat beruntung mendapatkan kesempatan ini,” tambah Andana lagi


sambil terus mengusap lembut pipi Prachaya yang sangat lembut itu.


“An?” panggilnya kemudian.


“Hmm?” jawab Andana sambil tersenyum.


“Benarkah aku adalah satu-satunya idola yang bisa


memenangkan hatimu?” tanya Prachaya.


Dan itu membuat Andana tersenyum. Tangan Andana semakin liar


bermain diwajahnya.


“Dulu sebenarnya aku adalah penggemar drama korea. Dan


aku sangat menyukai Lee Min hoo juga Cha Eun Woo. Namun hanya sekedar suka


saja. Aku bahkan tidak pernah mencari tau tentang mereka berdua apalagi untuk


masalah pribadi mereka. Aku hanya menyukai mereka dan menonton drama yang


mereka mainkan,” cerita Andana sambil mengelus lembut wajah Prachaya.

__ADS_1


Sangat terlihat jelas wajah Prachaya yang mulai


menegang, ia terlihat berusaha menahan sesuatu.


“Lalu, dengan berjalannya waktu, aku tidak lagi


mengikuti mereka berdua, dan fokus pada kehidupanku. Hingga dua tahun yang


lalu, aku berada di titik nol dalam hidupku. Aku merasa bahwa ini adalah titik


terendah dalam hidupku, dimana aku tidak lagi memiliki semangat untuk hidup,”


lanjut Andana lagi.


Terlihat pupil mata abang membesar setelah mendengar


ceritanya itu.


“Aku menutup diri dari siapapun, aku tidak ingin


berbicara dan berbagi pada siapapun. Aku tidak mau bertemu dengan siapapun.


Sampai Gita datang mencoba untuk mendekatiku. Kamu tau tidak, Gita itu


sebenarnya adalah anak yang introvert. Dia adalah temanku yang paling pendiam,


tidak bicara jika tidak penting, atau hanya membahas dan menjawab sekenanya


saja. Tapi waktu itu ia datang dengan inisiatifnya sendiri. Dia menyemangati


ku, dia memberikan dorongan padaku. Sebenarnya bukan hanya dia, tapi ada yang


lain juga. Tapi Gita adalah orang yang membawaku akhirnya menemukan sosok dirimu,”


kata Andana.


Dan Prachaya mengernyitkan dahinya tanda tidak


menyangka. Dan itu membuat Andana terkekeh.


“Iya, Gita adalah orang yang membuatku menemukanmu,


sampai akhirnya aku saat ini ada disini. Dia mencoba menghiburku dengan memberikan aku


link BL. Awalnya aku tidak tau bahwa link series yang diberikannya itu adalah


link BL. Sebab aku tidak paham apa itu BL awalnya. Saat aku menonton drama series


itu, aku sangat terkejut ketika melihat laki-laki dengan laki-laki berciuman.


“Tapi karna drama series itu aku jadi sedikit melupakan


masalah-masalah yang menjeratku. Hingga aku ketagihan untuk menonton drama


series-series lainnya. Gita kembali mengirimiku link drama series yang sudah selesai.


Jadi aku tidak perlu lagi menunggu episode selanjutnya berhari-hari. Di Sekian


banyak series yang aku miliki saat itu, aku menemukan series milikmu yang


tayang pada tahun 2017 kemarin. Saat itulah aku bertemu denganmu, jujur awalnya


aku tidak memahami alur cerita itu, hingga aku harus mengulang series itu


berkali-kali sampai aku mengerti. Saat itulah aku jatuh hati pada tokoh yang


kamu perankan,” lanjut Andana lagi yang mulai menatap mata indah milik Abang.


Prachaya masih mendengarkan celotehan Andana itu.


“Membuat aku sangat ingin mengenal dirimu jauh lebih


dalam lagi, aku mulai bertanya pada Gita siapa namamu. Lalu aku mencari akun


media sosialmu, mulai dari instagram, facebook, twitter, youtube, bahkan tiktok


mu. Aku semuanya mengikuti mu. Aku membaca semua artikel yang berhubungan


denganmu. Dan aku menemukan fakta bahwa kita memiliki beberapa kesamaan dalam


memandang hidup. Bahkan kita memiliki beberapa kesukaan yang sama. Hingga aku


ingin mencari tau sebanyak apa penggemarmu di Indonesia. Aku bahkan membuat akun


tiktok hanya untuk membuat konten yang isinya hanya dirimu, lihatlah,” tambah Andana


sambil merogoh ponselnya dan membuka akun tiktok miliknya lalu memperlihatkannya pada


Prachaya.


“Hahaha, bukankah aku sudah gila. Bagaimana bisa,


seorang Andana yang tidak pernah perduli dengan siapapun, tidak pernah mau


mengidolakan siapapun, bahkan menolak untuk menyukai aktor atau aktris manapun.

__ADS_1


Tiba-tiba jatuh hati pada aktor BL satu ini,” ucap Andana sambil menatap Prachaya.


“Aku bahkan nekad menabung untuk bisa menginjakkan


kaki di negara ini. Kamu tau, aku dulu sangat tidak menyukai negara ini. Negara


dengan tingkat LGBT yang sangat besar. Aku yang homophobia ini sekarang bisa


melawan rasa takut itu semua dan sekarang berada di negara yang dulu tidak aku


sukai ini. Itu semua karna kamu Prachaya Ruangroj.” Jelas Andana lagi.


Prachaya masih diam, dia tidak menjawab ataupun


menyela ucapan Andana. Matanya yang bening itu menatap tajam pada Andana. Membuat Andana


bingung harus bagaimana. Namun Andana seperti terhipnotis akan tatapannya itu.


“An,


“Jika kamu tidak menyukainya, kamu bisa memukulku,” ucap


Prachaya.


Andana yang bingung dengan arti dari ucapannya itu hanya


diam sambil menatap matanya.


Perlahan ia mendekatkan wajahnya pada Andana, lalu kemudian


dia mencium Andna begitu dalam. Andana terperanjat dibuatnya, ini semua tidak seperti yang


ia inginkan. Dan yang lebih membuatknyaheran, mengapa tubuhnya tidak bereaksi


untuk menghentikan ini semua.


Prachaya terus mencium Andana, hingga ia perlahan mulai


mengecup lembut secara bergantian bibir atas dan bawah Andana.


Jantungnya seketika berdebar kencang, darah Andana sangat


terasa berdesir mengalir cepat ke seluruh tubuhnya.


Perutnya terasa penuh dengan kupu-kupu yang


berterbangan disana. Tubuhnya terasa sangat ringan hingga Andana tidak bisa


merasakannya untuk beberapa saat.


Hingga tanpa Andana sadari ia membalas pagutan lembutnya


itu. Dan itu membuat Prachaya menghentikan aktivitas itu.


“An, mengapa kamu tidak memukulku? Bukankah aku sudah


melakukan hal yang tidak seharusnya ku lakukan?” tanya Prachaya dengan nafas


yang memburu.


Andana yang sejak tadi memejamkan matanya itupun membuka


perlahan. Dan kembali menatap mata Prachaya yang mulai sayu itu.


“Aku juga sangat ingin memukulmu, tapi tubuhku tidak


bisa bereaksi apapun. Maafkan aku bang, jika aku melakukan hal yang sangat


tidak masuk akal,” jawab Andana yang kemudian kembali menyambar bibir lembut milik


Prachaya itu.


“Aku sudah sangat kehilangan akal sehatku, aku sangat


ingin memberontak, tapi tubuhku dan otakku sedang tidak bisa bekerja sama.


Otakku terus menyuruh berhenti, tapi hati dan tubuhku melakukan hal sebaliknya.


Apa yang akan ku sesali esok pagi ketika aku menyadari semua ini. Entahlah, aku


juga tidak tau. Tapi untuk saat ini, biarkan seperti apa yang terjadi,”


batin Andana.


Perlahan satu persatu pakaian yang Andana kenakan itu


ditanggalkan. Hingga hanya terlihat ********** saja. Mata Prachaya mulai liar


melahap seluruh apa yang ada didepannya itu. Dan kembali ia melakukan hal yang


seharusnya tidak dilakukan.


Andana yang dalam keadaan pengaruh alkohol itupun hanya


bisa mengikuti nafsu yang menggebu dalam dada dan pikirannya. Entah sejak kapan

__ADS_1


Andana bersikap seperti wanita yang liar.


__ADS_2