Bayangan Seorang Anak

Bayangan Seorang Anak
Sekolah Hutan


__ADS_3

“APAAAAAAA!!!!!”


Mereka terkejut dengan apa yang didalamnya, hewan\-hewan memgang buku, duduk diatas bangku dari kayu, berhadap kearah papan hitam dengan tulisan bewarna putih, tupai yang melihatnya langsung berteriak panik.


“Ada manusia yang masuk ke sekolah ini!!!!”


“Cepat selamatkan diri!!!!”


Mereka langsung berlari panik, tak menentu arah kemana mereka akan pergi, ada yang bersembunyi di langit\-langit atap, dibawah meja, dibalik rak dan pura\-pura mati agar mereka tak memakan mereka, Marina bingung dengan mereka, panik ketika melihat hal yang tak pernah mereka lihat, matanya tertegun pada isinya, “Tempat apa ini…..?” tanyanya dengan nada penasaran, melihat sekelilingnya rapih dan ramai karna mereka. Hingga salah satu diantara mereka melempar buah apel kearah kepala mereka, mereka sadar dan melihat kearah tupai abu\-abu “Hei, kalian makhluk asing, pergi sana!, atau kami akan adukan ke tuan guru!!” sontak mereka berteriak untuk mengusir mereka dari tempat mereka, anehnya Marina tak mengetahui apa yang mereka bicarakan, “Tuan guru……???” polosnya sambil memiringkan kepala ke kanan, mata besarnya berkedip, Sky hanya duduk menatap mereka yang mencoba untuk mengusir mereka.


“Mereka hewan yang aneh”


“Kurasa apa yang kau katakan benar Sky, mereka tak pernah melihat kita sehingga mereka terlihat aneh dengan kita”


“Apalagi, mereka tak tahu bahwa Marina sebenarnya tak pernah sekolah,


jadi Ia tak tahu guru”


“Hei, serigala, kau mau memakan kita?!”


“Mendengar ejekan mereka, Sky langsung menampakkan wajah garangnya, giginya tajam Ia tampakkan, Ia sangat marah mendengar perkataan mereka dan matanya bersinar, “apa kau bilang, serigala?!” mataja tajam melihat mereka, tetapi mereka berani mengejeknya dengan nama ‘serigala’.


“Hei, Aku adalah anjing, bukan serigala, binatang aneh!!


ANJING!!!”


Ia teriak dihadapannya, sehingga muncullah keributan diantara mereka, saling melempar ejekkan dan kemarahan, lalu terdengar suara auman dari belakang mereka, Marina, Sky, Tuan beruang dan para binatang langsung menengok kearah pintu masuk, seekor singa berdiri dibelakang mereka, besar, surainya tertiup lebat, dan matanya tajam menatap mereka, “Lihat tuan guru datang, kita akan bebas!!” mereka bersorak gembira sementara mereka menggeleng kebingungan, singa itu menghampiri mereka, dan menatap mereka dengan serius, Marina mulai bergetar ketika raja hutan itu mendekatinya dengan penuh wibawa, “Siapa kalian??” tanyanya, mereka sontak menatap satu sama lain untuk menjawab pertanyaan yang sangat serius itu, sehingga Tuan beruang memutuskan untuk menjawab pertanyaan itu, “Perkenalkan, tuan Singa, Aku Tuan Beruang, boneka hidup, anjing besar ini adalah Sky…..” belum selesai Ia berbicara, para binatang di dalamnya mengelak, mereka kerap tak mengakui bahwa Sky adalah anjing, melainkan serigala yang hendak memakan mereka, sehingga Ia mengangkat tangannya untuk memintanya tenang, tidak diperbolehkan untuk berbicara, hingga diizinkan untuk berbicara kembali, “lanjutkan” ujarnya, “Oke… Sky adalah anjing Siberia, memang dia mirip dengan serigala namun bisa kalian ketahui, dia adalah anjing, karna dia sangat jinak” Sky mulai memalingkan wajah dari mereka , “dan gadis ini adalah Marina Herlock, dia adalah anak angkat dari Tuan Jason Frederick,” lanjutnya sambil menunjuk kearah gadis itu, Marina hanya melambaikan tangan dengan senyuman kecil, “hai…..” sapanya dengan lembut.



Singa itu yang mengetahui identitas Marina itu mulai membelalakkan mata, air matanya keluar dari matanya, mereka bingung kenapa Ia tiba\-tiba menangis, sehingga para binatang menghampirinya, memeluknya dengan lembut untuk menanangkannya, namun Ia melepas pelukan mereka dan menghampiri gadis itu yang sedang bingung dengannya, “Nak, kau…., ingin bersekolah bukan??” tanyanya perlahan, Marina bingung dengannya, bagaimana mungkin singa yang belum pernah Ia kenali sebelumnya itu tahu dengan mimpinya, “Iya…. aku ingin” jawabnya dengan bangga, sehingga mereka dipersilahkan masuk olehnya kedalam ruangan kelas.



Ruangan itu seukuran tempat tidurnya, binatang\-binatang bisa duduk dengan leluasa sementara mereka yang merupakan pendatang baru itu harus mencari ruang lagi untuk duduk, sehingga mereka duduk dibelakang, tanpa alas duduk, mereka berusaha untuk menyesuaikan diri di ruang berukuran sedang itu, Sky duduk dengan posisi anjing, tak bisa merebahkan diri, Tuan Beruang hanya bersandar pada badan anjing itu, dan Marina hanya menekukkan kakinya dan menahannya dengan kedua tangan, mereka yang melihat para pendatang baru itu duduk, mulai membicarakannya, Marina penasaran denga apa yang mereka bicarakan, namun mereka menunjukkan wajah serius kepadanya.


“Oke, silahkan buka buku matematika halaman 12”

__ADS_1


“Untuk kalian pendatang baru, kalian bisa memperhatikannya ke arah papan tulis”


Marina mengangkat tangannya, sehingga sang singa itu melihatnya.


“Maaf mengganggu, apa itu ‘papan tulis’??”


Mendengar pertanyaannya, mereka yang berada di ruangan itu tertawa, “Kau tak tahu papan tulis, manusia??, kamu memangnya tidak pernah sekolah??” tanyanya dengan nada ejek, “Sekolah, apa itu sekolah??” tanyanya lagi, Marina tidak tahu apa-apa, dan mereka pun mengejeknya dengan keras.


“Bodoh…!”


“Baru kali ini ada manusia terbodoh didunia!!!”


“Dia memang tidak tahu sekolah, dan dia lagipula tidak berpendidikan!!”


Marina memiringkan kepalanya, “Pendidikan apa itu?, aku pernah mendengarnya dari orang\-orang besar di pesta saat itu…..”, Ia masih saja penasaran dengan itu, seiring Ia penasaran, mereka tertawa dengan keras, mereka mengejek dengan istilah yang tak pernah Ia ketahui artinya, Marina tak sadar bahwa Ia diejek, dengan polosnya Ia menjatuhkan diri karna pertanyaan yang menumpuk di kepala kecilnya, hingga tak lama, mereka melempar buah ek ke kepalanya, Marina langsung bangkit dari jatuhnya dan melihat mereka tertawa dan menunjuk ke arahnya, “Pergilah, bodoh!!!” usirnya.



Seakan mereka membesar, Marina sontak berlari keluar dari ruangan itu dengan isakan yang menggema ke seluruh ruangan, Sky dan Tuan Beruang yang melihatnya kabur secara tiba\-tiba langsung mengejarnya, tanpa pamit dan ucapan selamat tinggal, mereka keluar dan berlari mengejar Marina.


“Marina!!”


“Marina!!”


Sky mengejar majikan mudanya itu, Marina menjauhi sekolah, air matanya keluar dan jatuh kedalam tanah seiring tangisannya mulai kencang, Ia mnghapusnya namun hujan pada wajahnya itu terus turun dengan deras, hingga Ia terhenti ketika Ia keluar dari hutan, dan kembali ke tempatnya, mereka bernafas tersengal\-sengal karna jalan yang jauh untuk keluar dari hutan itu, Marina berdiri sambil menutup mata besarnya dengan tangan, air matanya membasahi lengan panjangnya, pakaian lavendernya penuh dengan tanah, sepatunya juga. Anjing itu menghampirinya yang sedang ditiduri dengan sendu, Ia mengelus pahanya dengan bulunya, sehingga Ia mulai duduk dan Ia tidur diatas roknya, mengisi kembali tenaga setelah mengawasi majikan mudanya yang penuh dengan kekuatan.



Tangisannya perlahan reda dalam sandarannya, matanya berhenti menurunkan hujan dan Marina pun tenang dan mengajak mereka kembali ke kamar untuk istirahat.



Di dalam rindangnya hutan, para binatang duduk dengan rapih tanpa menimbulkan suara, menundukkan kepalanya, dalam risau dan seekor singa berjalan dibelakang mereka dengan raut wajah yang marah, siap untuk menerkam mangsa, rasa takut menyelimuti mereka, sekaligus khawatirnya, lalu berdiri di hadapan mereka.


“Kalian, sangat jahat sekali perlakuan kalian terhadap tamu kalian, bukan membantunya melainkan mengejeknya hanya karna Ia tak tahu apa-apa!!”


Singa itu mengaum dengan keras dihadapan mereka, hingga bulu\-bulu dalam tubuh mereka bergetar, matanya terbelalak, menatap siswa\-siswa yang sudah melakukan perbuatan yang melewati batas, “Apa kalian tidak diajarkan adab oleh saya sebelumnya?!”

__ADS_1


“apakah kalian tidur saat saya menjelaskan pelajaran adab dan sikap saat itu?!”


Singa itu marah kepada mereka, dan kepala mereka tertunduk menyesal dengan perbuatannya kepada mereka, merenung dengan tindakan mereka serta malu sekaligus penyesalan yang terus menyelimuti mereka dalam kelas, hingga Ia merasa khawatir dengan kondisi gadis itu, sambil menatap sebuah foto yang sangat mengenangkannya.



Marina dan Sky bermain didalam kamarnya, Tuan Beruang bernyanyi dengan gembira sambil memukul meja untuk menimbulkan nada\-nada yang indah, mereka menari dengan gembira, melupakan kesedihan yang terjadi sebelumnya, matanya menari hingga Ia tak sengaja menjatuhkan sebuah buku gambar, menatapi lukisan sebuah sekolah, Ia berhenti dan menatap gambar itu, Sky dan Tuan Beruang yang awalnya menari tiba\-tiba berhenti ketika gadis itu jongkok ketika melihat gambar itu, ternyata gambar disekolah itu juga terdapat binatang\-binatang dan gadis yang sedang bergembira di lukisan itu.


“Apakah memang imajinasiku itu benar-benar bisa nyata?”


Tuan Beruang mengangguk, “Iya, bukankah Aku sudah menceritakan hal ini kepadamu beberapa hari yang lalu??”


“Selama ini, Aku tak menyadarinya, awalnya Aku hanya membayangkan sekolah setelah ayah menceritakannya kepadaku, bagaimana rupanya, dan ternyata bayanganku bisa muncul sesuai dengan apa yang kupikirkan…..”


Marina tertawa, Sky melihat gambaran anak kecil itu, penuh dengan warna\-warna yang cerah, Ia penasaran dengan gambarannya, hingga Ia berbisik ke arah boneka itu, “Hei, ada apa dengannya??” bisiknya, Tuan Beruang hanya tersenyum, Ia menjelaskan tentang imajinasi Marina dan Jake, panjang kali lebar Ia jelaskan hingga Sky menganggukkan kepalanya, dan mereka ikut tertawa dengan senyuman gadis itu, “Marina…Marina…. mengkhayal saja pekerjaanmu!” tawanya sambil terguling\-guling, suasana bahagia terbit dari senyuman mereka.


“Jika Aku membayangkan hal baik, mungkin akan muncul hal baik!”


……….


Malam muncul, selimut kegelapan menutupi langit biru, tetapi selimut itu dihiasi dengan kelap\-kelipnya bintang, burung hantu berbunyi tanda malam sudah tiba, lampu\-lampu di sepanjang jalanan menampakkan cahayanya, serigala melolong di tengah terangnya sang dewi malam, bayangan hitamnya tampak dari balik pepohonan, para binatang kembali ke rumahnya untuk tidur.



Di sebuah sekolah yang berdiri di tengah hutan, bayangan menuliskan sebuah surat di atas kertas lalu disegel dengan lilin hijau dan dihiasi dengan lavender, lalu memberikannya kepada seekor burung malam, matanya bersinar di tengah kegelapan, terang hingga hanya menampakkan mata pada tubuh burung, “Tolong berikan surat kepada gadis bernama Marina Herlock” perintahnya, tetapi burung itu memutar balikkan kepalanya ke arah belakang lalu kembali pada posisi awalnya.


“Kau masih saja memikirkan gadis itu….


bahkan saat dia kabur dari tempat ini….”


“Aku ingin tahu, apa yang terjadi jika Ia tak ingin mendatanginya lagi ataupun Ia sudah tak berminat untuk memasuki area ini…..”


Ia hanya mendesah, “Dia akan menurutinya, dia belum bersekolah dan surat ini harus sudah turun pada tangannya, kuharap Ia menerimanya dengan tulus….”


Surat itu digigit oleh paruh kecilnya, menahan agar tidak jatuh saat Ia terbang, burung hantu itupun terbang meninggalkannya, sayapnya mengepak dengan kuat dan melaju diatas jalur langit, dan melihat jendela sebuah kamar itu terbuka, Ia menunggu kesempatan untuk masuk kedalamnya.


“Nak, datanglah….

__ADS_1


tuan guru khawatir denganmu”


__ADS_2