Bayangan Seorang Anak

Bayangan Seorang Anak
Akhir dari Kejahatan


__ADS_3

“Keluarkan Aku dari sini!!”


nenek sihir!!”


Pintu kayu yang tertahan oleh balok besar itu terus saja bergoyang, di balik pintu itu terdapat gadis yang sedang mendorong pintu itu, memaksanya untuk terbuka, tetapi usaha yang Ia lakukan nihil, tenaganya terkuras, Marina duduk di belakang pintu dengan nafas yang tersengal-sengal, keringatnya bercucuran, Ia mendekati jendela dan membukanya untuk mendapatkan udara segar, hingga Ia mulai bernafas panjang, Ia pun duduk didekatnya.


Ia terus membayangkan bahwa dihadapannya adalah pesisir laut dari halaman rumahnya, membayangkan suara kapal yang terus berlayar dengan panggilan laut yang begitu deras, memecah gelombang, duduk terlumpuh sambil menampakkan senyuman, seakan hidupnya akan segera berakhir.


“Entah kenapa, semua ini terasa akan segera tertutup,


semua ini berakhir di rumahku sendiri,


meninggalkan segala yang kucintai,


dan segala yang kuimpikan


kenapa disini semua terasa lebih damai dan tenang


dari dunia yang kini kutempati??”


Ditangan kanannya terdapat foto lelaki yang sedang memegang pedangnya di pinggangnya, memberikan senyuman dari gambar hitam-abu itu, Ia menatapnya untuk terakhir kalinya, melepas senyuman manisnya, matanya terpejam dan mulutnya diam seribu kata.


Jauh dari sana, Tuan Jason mengendarai mobilnya, beliau terus mendorong mesinnya untuk bergerak, sehingga mobil yang beliau naiki berjalan lebih cepat dari biasanya, hingga beliau terhenti di tengah padatnya kota London, para warga berjalan dengan ramai di tengah jalan, memegang kertas dan papan dengan tulisan besar,  berteriak didepan gedung besar bewarna putih.


“Hari ini adalah unjuk rasa di depan gedung pengadilan,


dunia memang seperti permainan bertahan hidup”


Tuan Jason mengeluh dengan kehidupannya, tetapi beliau tak mengeluh untuk urusan dalam menyelamatkan buah hatinya, dan terus menyalakan gas dengan kencang hingga membentuk asap dari mobil seiringnya berjalan.


………….


“Jake, lihat ke pintu belakang!!”


Tuan Beruang menepuk bahunya dengan tangan kecilnya, Jake yang sedang merapihkan meja menengok ke belakang, matanya terpaku pada belakangnya, para binatang berdiri dibalik puntu, salah satu dari mereka mengetuk pintu.


“Bocah, bukalah pintu, kami ingin bicara denganmu”


Mereka menatap satu sama lain, dengan bingung.


Ketika mereka semua duduk, Jake menatap mereka dengan bingung, wajahnya Ia telengkan, “Ada apa kalian semua ini??” tanyanya, lalu seekor burung kakaktua, terbang mendekatinya, “Jake, kami dengar bahwa Marina berada dalam bahaya, kami begitu kasihan dengan ayah angkatnya”, ucapnya, dengan sayap merahnya yang masih mengepak, menyesuaikan posisi dirinya bocah lelaki itu,“sehingga kami semua memutuskan untuk membantu Tuan Jason, menyelamatkan Marina”, mendengar keputusan para binatang, matanya terbelalak, termasuk Sky seketika bangkit dari duduknya, seakan tak percaya mendengar hal itu semua.


“Tetapi ini adalah misi yang berbahaya, kita tidak tahu siapa yang menculiknya, dan mungkin saja jika kita berurusan dengan hal ini, kita semua akan berdiri di ujung tanduk!”


Jake begitu mengkhawatirkan mereka, dirinya menganggap bahwa Dia masih kecil untuk melakukan penyelamatan sahabatnya, keraguan begitu mendatangi dirinya, antara menahannya di dalam rumah besar atau keluar untuk menyelamatkan sahabatnya. Mengetahui dirinya ragu, boneka beruang itu menghampirinya, Ia berdiri di atas bangku lalu tangan kecilnya memegang jari telunjuknya, menatapnya dengan kancing hitam yang besar, “Nak, apa masalahmu??” tanyanya.


“Tuan Beruang, Aku ingin menyelamatkan Marina, tetapi Aku masih kecil, bagaimana jika Aku merepotkan mereka semua, dan mungkin membuat orangtuaku khawatir untuk kedua kalinya,  dan apa yang terjadi jika Tuan Jason mengetahui hal ini, setelah kejadian di sekolah hutan itu, Aku tak berani lagi untuk keluar dari rumah ini"


"Mereka akan menghukumku lagi dengan lebih berat "


Raut khawatirnya muncul, Ia mengepalkan tangan sambil menahan air matanya, kemudian,Sky mengelus wajahnya dengan hidung hitamnya, matanya menatapnya dengan  tenang, "Jake, itu bukan salahmu saat itu, seharusnya Aku memantau kalian agar tidak menyelinap ke hutan, mungkin Aku kurang tegas dengan kalian karna disini sangat baru bagiku, sejak Aku disini, Aku bertemu dengan kalian itu saja membuat ku bahagia, dan untuk menyelamatkannya, Kau harus berani, jangan takut dengan risiko yang ada, semuanya ada sebab akibat"


" Aku ingin bertanya, apakah Kau menganggap Marina sebagai sahabatmu?"


Ia mengangguk dengan wajah sembab, "lebih dari sahabat,Ia seperti saudariku"


"Apa Kau sayang dengannya?" Ia mengangguk


"kenapa?"


"Karna, sejak Marina bergabung dalam keluarga ini, Aku mulai tidak kesepian, Dia lah satu-satunya anak yang begitu mencintaiku apa adanya, memang warga di sini menjadi an kami sebagai budak, tetapi Marina menganggapku adalah sahabatnya"


Mereka mendengar isi hati bocah lelaki itu.


"Jika tidak ada dia, mungkin kita tidak akan menemukan sekolah hutan, ataupun menikmati hutan hingga menaiki tebing dan bertemu dengan kawasan serigala"


Tuan Beruang berdiri dengan penuh wibawa, "Nak, setelah kau menceritakan tentangnya,  apa yang Kau rasa an?" Tanyanya lagi.


"Semuanya menjadi kosong, melihat Tuan Jason tak pernah tersenyum lagi sejak kehilangannya itu"


"Lalu, jika yang dialami Marina itu juga dialami oleh orang yang Kau cinta seperti ibumu ataupun ayahmu, apa yang Kau lakukan?"


"Tentu saja, terus mencarinya hingga ketemu, dan melawan pelaku yang telah melukainya"


Jake menjawabnya dengan penuh amarah, Ia memukul angin dengan kepala tangannya,Willow si serigala dan Sky seekor anjing besar hanya mengedipkan mata, mulut mereka diam diam seribu kata dan melirik satu sama lain.


"Dia memang terlalu aktif, dan nekat....."


"Tapi, Setidaknya dia masih punya ambisi untuk menyelamatkannya"


........

__ADS_1


Marina mendobraknya yang tertahan oleh kayu setelah beristirahat sejenak, hanya saja tenaganya terus terkuras setiap dorongan yang Ia berikan, hingga Ia terjatuh kelelahan, nafasnya tersengal-sengal, Ia terus menerus sesak nafas karna debu yang ada di sekitar loteng akibat debu-debu kayu yang bertebangan, tak ada yang membersihkan ya, entah karna loteng yang begitu tinggi atau karna tak ada yang ingin membersihkannya, Ia juga mendengar tikus-tikus kecil bersama laba-laba yang berkeliaran di sekitar loteng tersebut. Hidup sudah berada di ujung tanduk, Ia tak sanggup lagi berdiri, hingga tak lama, pintu tersebut dibuka, Ia menatap sosok berjubah merah memegang gagang pintu, menatap kosong gadis yang terkulai lemas, dan menggendongnya keluar dari loteng tersebut.


"Nona, gadis ini ditemukan pingsan, apa yang kami lakukan?"


Sosok wanita itu mengangkatnya wajahnya dengan kipas hitamnya, "bawa dia ke halaman belakang, letakkan didekat ujung tebing, saat ombak sedang pasangnya, lempar dia sebelum ada orang lain yang mengetahuinya" perintah wanita itu, sosok itu hanya tunduk dengan tangan di dada kirinya, dan membawa gadis yang tak sadar itu keluar dari pandangannya.


Mobil biru tua sampai di depan gerbang hitam, di hadapannya mereka Terdapat sepasang Pria yang sedang berjaga didepan gerbang, wajah mereka begitu sangar, tatapan mereka begitu tajam, mereka menatap para lelaki berpakaian rapih tersebut, "ada apa yang bisa kami bantu!!" Suara mereka begitu berat dan keras, Tuan Jason memberanikan diri untuk berhadapan dengan para penjaga itu, "Aku ingin bertemu dengan Nona Belldock, ada hal penting yang harus Saya bicarakan dengannya" tegasnya, "di hari libur seperti ini? mereka sedang berlibur ke Prancis, dan mereka tidak ada di rumah, memangnya ada apa yang membuatmu terdesak untuk menemui Nona??" Tanyanya lagi, Ia memegang senapan di tangan kirinya, bersiap untuk ditembak.


" Saya mendapat informasi bahwa Nona Belldock terlibat dalam kasus pembunuhan be rantai yang terjadi pada warga Royal Victoria Dock yang masih berlanjut hingga kini, dan Saya ingin memeriksanya"


"apakah Anda memiliki wewenang untuk menyelidiki dan menjadikannya sebagai tersangka?"


"Semua orang yang kami wawancarai sebagai saksi dan keluarga korban mengatakan bahwa setiap korban memiliki hubungan dengan Nona Belldock, sehingga kami merasa curiga dengannya" ujarnya, namun penjara itu tak pindah dari hadapannya, Ia tak Bergerak untuk memberinya jalan,  namun mengunpatnya sebagai tanda bahwa Ia mengusir Pria itu.


Tuan Jason tak segan mengambil gulungan kertas dari Mobilnya, "ini surat perintah dari menteri hukum, untuk menggeledah tempat ini", lanjut beliau sambil menunjukkan surat dengan lencana berwarna emas berpita merah, biru dan putih.


"Menteri hukum tidak tahu adab terhadap bangsawan, termasuk Kau sendiri tidak diajarkan adab, Kau tak boleh bertingkah seperti itu kepada saudari raja"


Tiba-tiba, di belakang Pria itu muncul seekor anjing besar, Ia berlari dengan kencang, menggonggong dengan keras, Ia begitu bahagia saat berlari mendekati tuannya. Melihat kedatangannya membuat penjaga gerbang itu lari terbirit-birit, Tuan Jason pun keheranan, melihat lelaki yang besar lari dengan cepat, menghindar dari sesuatu yang biasa baginya, beliau mengerutkan dahinya sebagai tanda penasarannya.


Beliau menengok ke arah belakang dan melihat seekor anjing besar berlari kepadanya, "Sky??" Herannya, melihat anjing peliharaannya datang kepadanya, beliau tertawa hingga menutup mulutnya karna terkejut melihat penjara itu berlari.


"Ternyata, penjaga yang berada kekar itu takut melihat anjing yang lucu ini"


"Dia memang penjaga yang lucu!!"


Melihat tuannya tertawa, Sky mengedipkan matanya, penasaran dengan apa yang telah terjadi olehnya, tak lama, mereka mendengar suara roda yang berputar, mereka melihat seorang anak yang sedang mengayuh sepedanya, Ia mendekati mereka, "Jake, bagaimana Kau...", Ia tersenyum,"sebenarnya, Sky yang menuntunku ke sini " jawabnya dengan penuh percaya diri.


"Apa yang Kau lakukan disini?


bukankah disini sangat berbahaya, Kau seharusnya ada di dalam rumah, mereka mengincarmu juga!!"


"Tuan, melindungi Marina menjadi tanggung jawab bagiku sebagai, seorang pembantu, teman, dan juga bagian dari keluarga ini. Aku tak akan membiarkan nenek sihir itu membunuhnya seperti Ia me bunuh ibunya"


Ia turun dari sepeda, lalu berdiri tegak dihadapan beliau, matanya menatap tajam tuannya dan kedua tangannya dikepal dengan kuat.


"Aku tak akan membiarkan satu pun orang yang ada di dunia ini memisahkan kita dan menghancurkan salah satu bagian dari kita, kondisi saat ini tidak baik-baik saja, seorang anak kelas bawah harus menjadi tumbal atas semua ini, perbuatan seperti ini takkan pernah kumaafkan,


Kita harus menyelamatkannya sebelum ada kejadian yang terus berlanjut"


Jake berdiri dengan penuh semangat, Tuan Jason merasa bingung dengannya, Beliau hanya diam membeku tanpa membuka mulutnya, "kenapa bocah ini berlagak seperti pahlawan?" Tanya beliau dengan penasaran, Sky mendekati telinganya.


"Setelah pidato dari boneka itu" bisiknya.


anak-anak"


Mereka mulai memasuki halaman rumah milik bangsawan itu tanpa ada percakapan diantara mereka, lalu berhenti di depan pintu besar, Tuan Jason tanpa ragu mengetuk pintu itu, beliau terus mengetuk namun tak ada jawaban dari pemklik rumah itu, Jake dan Sky yang bersama dengan beliau duduk di dekat pintu karna kelelahan, mereka hanya duduk termenung, Ia membuka topinya dan menjdikannya sebagai kipas, "nenek sihir itu tidak menjawab kita" keluh Sky, kakinya menggaruk tembok hingga menimbulkan goresan kecil serta suara gesekan yang menusuk telinga, "Apa yang Kau lakukan, anjing nakal, apa Kau tahu itu tak enak didengar?!" Kesal beliau.


"Nenek Tua itu lama, entah apa yang dia lakukan,


dan itu membuatnya lama dan merepotkan?"


"Menyembunyikan Marina?" Bisiknya.


Mereka menunggu didepan pintu, dan tak lama pintu itu terbuka, seorang wanita menyambut ya dengan penuh kehangatan, "Selamat datang, Tuan Jason Frederick yang terhormat, apa yang membuatmu datang ke sini?" Tanyanya dengan hangat, senyumannya begitu tulus, begitu juga dengan putrinya yang muncul dari tangga, pakaiannya begitu anggun, Ia mendekati Pria Muda itu, "astaga, Tuan Jason, apa yang membuatmu datang ke sini?" Tanya Nona Belldock dengan halus, beliau hanya terdiam, tersenyum kecil, " hanya ingin mengunjungi Nona dan anakmu saja, Aku ingin bertemu dengan Tuan Belldock, apa beliau ada disini?" Tanyanya dengan penasaran, Lilith  menghampirinya sambil memperbaiki lencana dan jas yang beliau kenakan.


"Maaf Jason, ayah sedang tidak ada dirumah, belakang ini beliau tidak menghubungi kami"


"Saat ini beliau ayahmu ada dimana?"


"Di Prancis, untuk bekerja"


Beliau mengangguk, "pakaianmu Indah sekali dan pin bunga cosmos ini dari siapa Tuan, apakah ada wanita yang memikatmu?"


Tuan Jason terdiam,"sebenarnya, anak angkatku yang memberikannya kepada-Ku" jawabnya, Lilith murung mendengar jawaban itu, "Marina bukan?" Beliau mengangguk, "Ia menghilang".


Wanita Muda itu terus saja mengelus jas Tuan Jason, "kenapa Kau sangat merindukan anak itu, padahal Kau bisa saja menikah dan memiliki anak daripada mengadopsinya?"


Lilith terus saja menempel dengannya sehingga Jake dan Sky yang melihatnya seketika memalinglan pandangan dan berjalan menuju aula belakang tangga, Ia merasa jengkel dan menahan nafas, "wanita itu terus saja menempel dengan Tuan Jason, ada apa dengan ini semua??"Tanyanya dengan nada Kesal,"Ia ingin sekali Tuan kita tidak mengurus Marina dibandingkan dengan wanita yang tergila dengan beliau", jawabnya dengan curiga "dan mereka mengharapkan Tuan Jason berada dalam lingkaran keluarga mereka" lanjut anjing itu.


"Para wanita sihir itu menjijikkan, lebih baik mereka pergi ke rumah sakit jiwa saja" ejek Sky


Jake yang mendengarnya menjadi penasaran, tetapi Ia memintanya untuk melupakannya dan mencari Marina, mereka berlari menuju berbagai kamar, dibuka satu per satu hingga tiba-tiba saat mereka hendak membuka pintu itu, alangkah terkejutnya mereka melihat Pria Tua itu terbaring tak bernyawa, bibi ya menjadi ungu gelap, matanya terbuka lembar, berwarna merah seakan tak bisa menahan rasa sakit dan baunya begitu busuk, mereka mulai merasa mual,Jake menutup hiding ya dengan tangannya, Sky memaksakan diri untuk masuk dan mengetahui mayat itu, "bapak ini meninggal karna diracun", dia duduk disampingnya.


"Apa yang Kau lakukan disini, bocah nakal!!!"


Suara berat itu membuat Jake menengok ke arah belakang, Ia terdiam., tubuhnya bergetar ketika sosok berjubah merah berdiri dibelakangnya, matanya begitu tajam, kedua tangannya memakai sarung tangan kulit hitam, Ia bergetar ketika melihat pisau yang bersimbah darah di tangannya serta sarungnya menjadi merah karna darah yang menetes di lantai, matanya mengeluarkan air mata “tidak…..” gelisahnya, Ia terjatuh.


“Anak dari Afrika ini menghalangiku untuk menikmati hasilku!!”


“Apa yang kau lakukan dengannya?!” Ia bangkit dan mengambil payung disamping mayat itu, lalu memukulnya dengan keras, tetapi Ia mengangkatnya dan membantingnya dengan kencang, “anak nakal, jangan halangi orang tua!” teriaknya.

__ADS_1


“ARGH!!!!”


Sky mendengar jeritannya, Ia langsung melompat dan menggigit tangan pria itu, dengan kencang Ia mengayunkannya dengan kasar, “Tak kubiarkan kau pergi jika kau melukai tuanku!”, begitu marahnya, Jake berusaha bangkit dan mengambil payung itu dengan cepat, sehingga terjadilah pertarungan antara Pria, seekor anjing dan anak lelaki, mereka bertarung dengan keras, hingga teriakan mereka terdengar hingga pintu depan.


……..


Disisi lain, Tuan Jason bersama Lilith, Beliau tak bisa beranjak karna wanita itu terus mendekatinya, bahkan Ia memegang tangannya agar beliau tidak bisa menjauh darinya, “Tuan Jason, kau ingin kemana, apa kau tidak ingin berbicara denganku??” tanyanya dengan nada lembut, Ia menunjukkan rasa cemburu, sekaligus bersikap seolah dia adalah anak kecil, tetapi Tuan Jason mulai bersikap dingin, setelah mendengar keributan, seketika tanpa berkata, Beliau meninggalkannya sendiri, “Tuan Jason, kau mau kemana??” tanya Lilith dengan lembut.


“Saya tahu, kalian semua sedang menyembunyikan sesuatu dari dunia ini, apa kau tahu saat ini kenapa Saya datang kesini??”


Beliau diam, sementara wanita itu menggelengkan kepala.


“Saya memiliki janji dari seorang gadis yang kucintai, untuk menjaga anaknya, dan kini, telah kuketahui bahwa Ia berada di tangan kalian karna kalian ingin Saya menjadi seseorang yang seharusnya untuk standar sosial ini”


“Apa kau tahu kita memiliki tanggung jawab besar untuk memimpin,


tetapi kita merusak,  tanggung jawab tersebut kita buang karna hawa nafsu kita.”


“Tuan Jason, mereka itu, berbeda dari kita, mereka saja tidak bisa menikmati surga yang kita miliki”


“DIAM!!” teriak beliau, Lilith meneteskan air mata.


“Kau mencintaiku karna kau merasa bahwa hanya kau didunia ini yang tercantik, terkaya dan bangsawan, namun apa kau tahu wanita untukku apa?


Dia yang memiliki hati yang baik, tak peduli dia kaya atau miskin, cantik atau jelek, dan tinggi atau rendahnya, selama dia baik, mata itu semua akan tampak dengan sendiri siapa dirinya sebenarnya”


“Camkan itu Lilith, setelah kau melakukan berbagai kesalahan, kuharap kau bisa merenungkannya”


Tuan Jason berlari meninggalkannya, kemudian beliau melihat Jake, Sky berterung melawan sosok misterius itu, matanya terbelalak, wajahnya begitu memerah, sehingga beliau mengambil tongkat dan memukul leher hingga sosok itu pingsan, nafas mereka tersengal- sengal, “Tuan, sosok itu baru saja membunuh, dan disana ada mayat!”, Tuan Jason berlari dan sontak, matanya terbelalak ketika melihat sosok pria yang tewas, “Tuan Belldock….” gumamnya, sementara Jake mengikat kedua tangan Pria berjubah itu, Beliau membuka genggamannya dan melihat tali bewarna biru muda, Sky menciumnya dan menggonggong dengan kencang.


“Sky, ada apa??”


“Tuan ini milik Marina, dan Aku mencium baunya!!”


Anjing itu mengikuti baunya, Tuan Jason dan Jake mengikutinya, mereka berjalan hingga anjing besar itu berhenti didepan pintu kaca, mereka bertanya-tanya, “kenapa kau berhenti, apa kau kehilangan jejaknya??” hingga saat mereka melihat keluar, terlihat seorang wanita yang sedang menghadap kearah langit itu, mereka membuka pintu itu dan menghampirirnya, “Nona Belldock” panggilnya, Ia menengok dan mereka membelalakkan mata, karna bersamanya terdapat seorang gadis yang mereka cari.


“Marina?!”


“Ayah, Jake, Sky, tolong Aku!!”


Marina ditahan olehnya, dilehernya terdapat pisau dapur, Nona Belldock tersenyum dengan mereka,  “Jason, senang melihatmu lagi” sapanya, Beliau marah, tangannya digenggam untuk menahan amarahnya, “Nona, apa yang kau lakukan, lepaskan!!” tegasnya, namun Beliau menertawakannya, gadis itu mencoba untuk melepas sergapannya.


“Jason, gadis adalah anak dari seorang wanita yang telah menodai hatimu yang suci, sehingga kotoran ini harus mengakhiri hidupnya”


“Marina Herlock, nama yang manis, namun namamu menjadi terhina ketika itu diberikan kepadamu”


Ia menangis dengan kencang, “Karnamu, keluarga ayah angkatmu menjadi ternodai, padahal mereka adalah keluarga yang genius”, Ia pun menggigit wanita itu hingga dari tangannya meneteskan darah, “Jangan hina keluarganya, nenek sihir!” kesalnya, Nona Belldock melepas dekapannya sehingga Ia terjatuh, wanita itu menjerit kesakitan, menatap darahnya yang terus saja mengucur, lalu Marina berjalan dengan nafasnya tersengal-sengal, menjauhinya. Tuan Jason, Sky dan Jake yang menyaksikan kejadian itu terdiam, mulut mereka terbuka.


“Tuan mengadopsi anak vampir??” bisik Jake.


“Jika Dia vampir, Dia sudah mati sebelumnya” jawabnya.


Marina berusaha mendekati mereka, namun Nona Belldock langsung mengambilnya, Ia mengangkatnya dengan paksa dan meletakkan kepalanya di ujung balkonnya yang dimana itu dekat dengan ujung tebing, “Lepaskan Aku!!” teriaknya, namun Ia meletakkan ujung pisau didekat lehernya, “Marina, akan sempurna Inggris jika tak ada kau dan orang bawahan, negara ini akan menjadi adidaya, jika kalian semua hilang!!”, saat Ia hendak menusuknya, Sky berlari dan menyergapnya, Marina hendak jatuh tetapi Ia menahannya, kakinya tak menapak tanah, menggantung diantara air dan tanah, Ia berusaha untuk mengangkatnya, “Aku harus kembali kepadanya” sementara itu, Tuan Jason bersama Jake melawan wanita itu, penyerangan antara wanita dengan seekor anjing dan 2 lelaki, mereka pun menyerang, Jake menggunakan payung sebagai senjata, dibantu dengan Tuan Jason, Beliau berusaha melumpuhkan gerakan wanita itu, Sky menggigit gaunnya hingga sobek.


Tak lama, Nona Belldock terjatuh, nafasnya tak terkendali, melihat bocah lelaki itu berada didekatnya, Ia langsung menendang dan menyergapnya dengan kencang, Jake pun ditangkap


“Apa kau tahu, seharusnya kau mengucapkan terima kasih, untuk membersihkan namamu dari wanita itu, dan kini kau memiliki dua pilihan, apa kau ingin menyelamatkan gadis tetapi anak laki ini akan mati atau menyelamatkan anak ini walau merelakan nyawa gadis itu”, tawa jahat wanita itu mulai menggetarkan hati Jake.


“Tuan….”


Beliau melihat Marina akan jatuh, namun dihadapan matanya terdapat anak laki-laki yang diancam untuk dibunuh dengan berbagai pilihan, “Tuan, selamatkan Marina, dia lebih baik untukmu!!” teriak Jake, tetapi Marina mendengar percakapan mereka, “Ayah, selamatkan Jake, Dia harus melanjutkan hidup, biar Aku saja yang akan menyusul Ibuku!!” , teriaknya, Tuan Jason menatap mereka berdua, pilihan itu membuatnya dilema, dimana itu semua bergantung pada kedua anak itu, baginya mereka sangat beharga baginya.


Tak bisa lagi bertindak, Tuan Jason hanya berdiri, dengan pedang yang terhunus, memikirkan keputusan yang akan beliau miliki, tak jauh dari pandangannya, Sky sedang memulihkan tenaganya, melihatnya telah memberikannya ide, Beliau bersiul sehingga Ia berlari, Beliau menunjuk kearah burung yang sedang bertengger, di bahu wanita itu, dengan segera Ia menuruti perintah tuannya dan menindih Nona Belldock, disaat itu juga sergapannya lepas sehingga Jake bebas.


“Lepaskan Aku, anjing nakal!!”


“burung!!


dan juga takkan kumaaafkan kau, Nenek sihir!!”


Disaat Sky dan Jake melawan Nona Belldock, Tuan Jason langsung mendekati balkon dan mencoba untuk menariknya, “Ayah, Jake bagaimana?” tanyanya, Beliau tersenyum, dan menariknya, “Dia baik-baik saja” jawabnya dengan lega, Ia pun bernafas dengan tenang. Nona Belldock berhasil mengalahkan Jake dan Sky, Ia mendobrak Pria itu hingga Beliau ikut terjatuh, beruntung Beliau memegang pagar dari  balkon tersebut, Ia menatap mereka dengan marah, “Kau, lebih memilih anak itu daripada kami, kau layak mendapatkan hukuman yang berat!!”, Ia hendak melepaskan pegangan Pria itu, Tuan Jason mengangkat Marina dan memeluknya dengan erat.


“Marina, maafkan ayah….”


Nona Belldock berhasil melepas pegangan Pria itu, Tuan Jason bersama Marina jatuh menuju laut, beruntung saat hendak terjun, ada tangan yang menarik tangan mereka, perlahan mereka terangkat menuju darat. Tuan Jason mengangkat gadis itu dan meletakkannya dibangku, Beliau melihat kelompok polisi yang menyandera Nona Belldock, Lilith dan sosok berjubah merah itu, salah satu dari mereka menghampirinya, “Tuan, dari bukti yang ada, semua sambung kepada mereka, terima kasih karna telah memberitahu kami segera, mereka akan diberi hukuman sesua dengan aturan” ujarnya, Beliau tersenyum, disampingnya, mereka juga mengobati berbagai luka dari Marina, Jake, Sky dan dirinya.


Para tawanan digiring ke mobil polisi, mereka menghampiri Nona Belldock dan Lilith, “Sayangnya popularitas kalian berakhir disini, kuharap kalian semua bisa merenungkan diri didalam penjara sebelum nyawa kalian melayang” ujarnya dengan santai, Nona Belldock menatap mereka dengan sinis, dan mobil yang mengangkut mereka pergi menjauh.


“Ayah…” Marina memeluknya, Tuan Jason tersenyum melihatnya kembali, Jake dan Sky merasa terharu dan memeluk mereka semua, “Kalian membuat kami menangis!!!” Isaknya, mereka tertawa melihat tingkah laku anak lelaki tersebut. “Marina, Jake, Sky, ayo kita pulang” ajaknya, mereka menaiki mobil dan meninggalkan rumah besar itu.


Sesampai di rumah mereka, Nona Emily dan Tuan Milo melihat mereka yang pulang, Marina baru saja turun dari mobil berlari memeluknya, “Nona…..” senyumnya, Ia memeluknya dengan hangat, rasa rindunya meluap, Ia juga memeluk anak kandungnya, “Marina, jangan pernah terlibat lagi dalam kasus kriminal, kau membuat kami semua serangan jantung!!”, Ia hanya tertawa, Tuan Jason datang, mereka mendekatinya, “Tuan, ayo istirahat” ujarnya, Beliau tersenyum, “baik, tetapi Saya tidak bisa istirahat sendiri, karna sejak bertemu kalian, Saya merasa kalian semua adalah keluarga, bagaimana kita duduk di halaman belakang sambil bercerita” ujar beliau, mereka menerimanya, dan sekeluarga itupun akhirnya berkumpul kembali, bercerita dengan penuh suka dan duka, rasa tawa dan canda kembali memenuhi rumah itu.

__ADS_1


Begitulah suasana rumah itu, mereka mulai kembali bersama, yang berasal dari berbagai tempat, dipertemukan dalam rumah di Edensor, bersatu dalam cinta, dengan keberadaannya, suasana yang awalnya tenang kini ramai.


—TAMAT—


__ADS_2