Bayangan Seorang Anak

Bayangan Seorang Anak
Festival Dansa dan Remaja Elit


__ADS_3

Malam hari datang, bintang\-bintang berkilau di langit yang begitu gelap, burung hantu bernyanyi di tengah kesunyian, disaat itu juga, perpustakaan menyala, Marina berjalan di dalamnya melihat buku satu persatu, tiba\-tiba sebuah buku jatuh mengenai kepalanya, Brakk!



Buku itu mengenai kepalanya, Ia mengelus kesakitan, lalu ia melihat buku itu, buku bewarna kuning itu Ia ambil, buku itu tebal namun berukuran kecil dari buku\-buku disekitarnya.


Buku siapa ini??”


Ingin kubaca


Diam\-diam Ia menyembunyikannya dibalik celemeknya, dan ia menyelinap keluar dari perpustakaan secara diam\-diam, tak ada yang menyadari keadaannya sehingga Ia bisa ke kamar tanpa sepengetahuan siapa pun, Lampu ia nyalakan dan mengeluarkan buku kuning itu dari celemeknya, “Diari Jason Frederick” buku diari milik ayahnya berada di tangannya, ‘Buku diari milik ayah, beliau masih lama pulang, jadi kubaca saja….lagipula beliau tidak mencarikannya’ ketika ia hendak membuka buku itu, tiba\-tiba pintu kamarnya terbuka, menampakkan tubuh manusia, Ia terdiam, sosok itu perlahan mendekat, dan menampakkan sosok aslinya, pria berambut hitam tebal, menampakkan tuniknya yang bewarna putih, “Ayah… kapan ayah pulang kesini?” tanyanya, beliau hanya tersenyum, “Sudah dari tadi nak, beberapa menit yang lalu, bahkan pakaian ayah sudah ayah lepas, dan kenapa kau tidak tidur, sayang?” tanyanya balik, lalu melihat buku yang dipegang anak angkatnya, “Kau menemukan buku ayah dimana?” kejutnya sambil mengambilnya dari tangannya, “Di perpustakaan” jawabnya dengan jujur.


“Bolehkah kubaca ayah….?”


“Tidak boleh, ini rahasia ayah”


“Rahasia? apa itu rahasia ayah…?” Marina bingung dengan perkataan ayah, sambil menekuk kepala ke kanan sebagai rasa penasaran, sehingga sang ayah duduk disampingnya.


“Rahasia adalah sesuatu yang tidak boleh diucap atau diketahui,” jawabnya


“Kenapa tidak boleh?” tanyanya.


“Nanti tidak jadi rahasia lagi sayang…” ayahnya mengacak rambutnya dengan senang, ia tertawa dan memintanya utuk berhenti, kemudian Ia membaringkan tubuhnya dan menutupinya dengan selimut, “ Ayah….. boleh menceritakan isi buku ayah tidak?”, izinnya dengan mata berbinar, berharap agar beliau mengizinkannya, tetapi beliau menolaknya, “tidak boleh sayang, ini rahasia ayah”, ia terus memohon dan beliau tetap menolaknya, “Baik ayah…..” hingga akhirnya ia menyerah untuk merayu ayahnya, dan beliau mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang, “Tidur yang nyenyak nak,” ucapnya dan meninggalkannya dalam keadaan tertidur.



Keesokan harinya, Marina dan Jake sarapan bersama, namun mereka merasakan hal yang kurang diantara mereka, ternyata mereka sadar bahwa pria muda itu tidak ada, sehingga ia bertanya ke salah satu pembantu, “Nona, ayah ada dimana?” tanyanya sambil menengok kesana kemari, “Ohh, tuan sedang ada urusan dadakan di London, jadinya tuan berangkat lebih cepat dari biasanya,” jawabnya, mereka sarapan bersama, dan Marina melihat bangku kosong di ujung meja, membayangkan sosok orang yang ia cintai, ibu kandungnya,


Ibu…..


Marina rindu Ibu…..


Ayah sedang pergi.


……..


Kedua anak itu sedang jalan\-jalan menuju alun\-alun Edensor, yang terletak jauh dari rumah mereka, sehingga mereka menaiki sepeda. Suasana alun\-alun ramai dengan para warga yang sedang jual beli, anak\-anak berlari dengan bahagia, membawa sekuntum bunga kosmos yang bewarna putih, mereka terdiam, “Tak biasanya Edensor bahagia, ada apa?” tanya Jake bingung, “Biasanya Edensor bagaimana?” tanya Marina penasaran, berdiri ditengah kerumunan dengan membawa keranjang yang dihiasi dengan pita biru, “ Biasanya para warga murung, tapi kali ini mereka senang sekali” ujarnya sambil melihat warga yang tersenyum,”Ayolah, setidaknya mereka senanglah”


“Ayo….


Datanglah….


Malam ini di Alun-Alun Edensor, akan ada festival musim semi, datanglah dan berdansalah!!!”


Keramaian di alun\-alun menambah seiring pengumuman festival disuarakan, mereka endatangi sumber suara itu, banyak orang yang berdiri memperhatikan pria berpakaian hitam berteriak dengan kencang, “Malam ini akan ada festival semi di Alun\-Alun Edensor!!” teriaknya, mereka heran, “Festival semi, Jake, apakah biasanya ada setiap tahun?” tanya Marina dengan nada penasaran, ia hanya menggelengkan kepala,”Aku saja jarang keluar, mungkin bisa jadi iya, coba tanya Tuan Jason” ujarnya dengan senang, tetapi ia merengutkan mulutnya, “Masalahnya, ayah sedang kerja di London, masa kita harus kesana hanya untuk tanya kepadanya” keluhnya, Jake pun tertawa, dan ia menepuk keningnya, “Oh iya….. hehe…..”


Dengan penasaran, mereka menghampiri pria itu, dan menarik jubahnya seperti anak kecil,sehingga ia terganggu dan memperhatikan mereka, “ada apa, kenapa?” tanyanya resah “Maaf mengganggu tuan, tapi apakah festival ini terjadi tiap tahun?” tanya Jake dengan nada penasaran, beliau tersenyum.


“Tentu saja nak, tiap tahun acara ini ada, tetapi karna tahun ini spesial, maka jangan lewatkan!”


“Apa yang spesial dari ini pak?”


“Rahasia, datanglah untuk mengetahui jawabannya”


Mereka meninggalkannya dan pulang ke rumah, disana seorang pembantu sedang merapihkan teras rumah “Ibu, coba tebak, kenapa aku bahagia?” girang Jake.


“Ada apa sayang, tak biasanya kau segirang ini, dapat mainan baru bukan?”


“Bukan ibu, malam ini akan ada festival semi di alun-alun bu,”


“Iya Nona, bahkan katanya acaranya spesial sekali,


bolehkah kami ikut bu….?”


Mereka memohon kepada pembantu itu, dengan menunjukkan wajah memohonnya, seperti seorang anak yang ingin dibelikan mainan baru, tetapi pembantu itu menggelengkan kepala, dan senyum mereka meredup “Sebenarnya boleh, tetapi ibu khawatir kalau Jason akan mencari kalian” ujarnya, mereka langsung terdiam, “Memangnya ayah akan pulang hari ini?” tanya Marina, pembantu itu jongkok dan menatap wajah kecilnya, “Marina, ayahmu sydah memerintahkan kami untuk menjagamu dan Jason juga, tuan khawatir jika terjadi apa\-apa dengan mu, lebih baik turuti kata ayah mu saja” ujarnya dengan tenang, mereka merengut dan masuk kedalam rumah karna mereka tidak diizinkan oleh pembantu dan ayahnya sekaligus tuan bagi Jake, mereka duduk diatas sofa, tanpa ada aktivitas apapun.


“Yang benar, ayah tidak mengizinkan kami kesana, padahal aku ingin sekali kesana”


“Aku pun juga, Tuan Jason benar-benar ketat”


‘Iya, apalagi untuk pergi ke pesta”

__ADS_1


“Padahal pestanya pesta tahunan”


Mereka termenung, hingga akhirnya Jake mendapatkan ide, “Marina, aku ada ide…”, ia merasa senang, semenara Ia bertanya “Ada apa Jake?” tanyanya bingung, Ia menghampirinya dan berbisik,”Jadi kita …….” Ia mencoba untuk memahami bisikannya, hingga Ia pun mengangguk riang “Boleh, ayo kita coba nanti malam”



Sementara di London, Jason sedang memperhatikan berkas\-berkas, kemudian seorang wanita datang menghampirinya, “Jason, Di sekolah kepribadian Nona Blossom terdapat 12 siswi hilang dan di Akademi Miloter inggris terdapat 12 siswa hilang” lapornya, Beliau mengecek data\-data siswa\-siswi yang hilang tersebut, “Lalu, apakah ada informasi terkait mereka, Beth?” tanyanya dengan serius, “Mereka suka sekali menghilang, dan mereka hilang diwaktu yang sama secara serentak” kata sang wanita, “Baik, pergi ke kepolisian Inggris, bilang mereka untuk menyelidikinya” wanita itu menuruti perkataannya sehingga ia meninggalkannya, Jason kembali melihat berkasnya kemudian melihat sebuah buku disamping berkas itu, buku itu bersampul coklat, ditutup dengan tali yang digantungi gantungan mawar emas.


“Catherine…..


kematianmu akan kubalas dendamkan


kepada dia,


seorang bangsawan royal”


Tak lama, dendam dalam dirinya muncul, beliau menahan air mata, raut wajahnya menjadi marah dan wajahnya memerah, Ia menatap jurnal milik seorang wanita itu, dan menyimpannya didalam laci.



Malam pun tiba, Marina memakai pakaian bewarna ungu muda, dengan jepitan mawar di belakangnya, jepitan itu menjepit kedua rambut yang berada di dekat wajahnya, dengan senyum Ia menatap ke arah cermin, “Akhirnya aku siap, aku terlihat cantik malam ini” pujinya di depan cermin, tak lama pintu kamar terbuka “Marina, apa kau siap….?” Ia menengok ke arah pintu, seorang anak laki\-laki berdiri memakai kemeja putih, celana coklat, sepatu kulit bewarna coklat, dan topi hitam, Ia trlihat rapih seperti pria yang akan ke pesta, gadis itu pun tersenyum “Siap, ayo”.



Kedua anak itu berjalan dengan berjingkak\-jingkak, mereka berusaha untuk tidak membuat suara, mereka hanya berbicara dengan bahasa isyarat, diam\-diam mereka membuka pintu dan keluar dari rumah itu, ketika mereka sudah jauh, mereka tertawa senang, “akhirnya, kita bisa keluar” mereka merasa senang karna mereka keluar dari rumah tanpa sepengetahuan para pembantunya, mereka melanjutkan perjalanan menuju pesta, mereka berpakaian rapih seperti pangeran dan putri yang datang untuk berpesta.



Sesampai disana, mereka melihat banyak sekali orang\-orang yang berpakaian mewah, mereka berpasang\-pasangan, kipas sutra mereka kibaskan, para pria bermain dengan wanita tak peduli berapa banyak yang mendekatinya, lampu\-lampu menyala dengan bersinar, gelas\-gelas kaca tertata rapih di meja bertaplak kain emas, mereka terkesima “Pestanya mewah sekali” senang Jake sambil melihat tempat yang penuh dengan hiasan, “Iya, kurasa yang spesial itu dari meriahnya pesta itu” kata Marina, mereka langsung memasukinya, disana mereka melihat banyak orang dewasa yang bersenang\-senang hingga mereka mabuk\-mabukkan, lalu salah satu diantara mereka menghampirinya, “Halo gadis kecil, apa amu tersesat?” Ia langsung membalikkan badannya dan muncul seorang remaja laki\-laki yang sedang menatapnya dengan senang “Wah, ada siapa ini, gadis kecil ini sangat cantik” katanya dengan mabuk, Marina langsung menutup hidungnya dengan mulut karna aroma alkohol, ‘siapa lelaki ini, apa yang akan dia lakukan kepada ku?’ gumamnya, Ia melihatnya dengan mata hijaunya yang sayu, “Gadis cantik, apa yang kau lakukan disini?” tanyanya.


“Tentu saja berpesta” jawabnya dengan sopan


“Apa kau tidak tahu bahwa pesta ini untuk anak remaja”


Ia membeku, “Pesta untuk remaja??” kagetnya.


“Iya” jawabnya


“apa?”


Tiba\-tiba lelaki itu mengambil Marina, Ia mencoba untuk melepaskan genggamannya, namun Ia jauh lebih kuat darinya sehingga ia mengambil nya dan membawanya ke kerumunan pria.



Jake membawa dua gelas jus untuk sahabatnya, ketika ia berdiri di tempat sahabatnya, Ia mencoba untuk mencarinya “Marina,


Marina?


Kamu dimana??”


Ia mondar mandir mencarinya, namun nihil, Marina raib.


BRAKKK


Ia dibanting oleh sekelompok pria, “Ini adalah hukuman untukmu bila kau pergi ke acara kami tanpa izin”, gadis itu menatap mereka dengan rasa takut, tubuhnya mengigil ketakutan, “Kau pergi bersama siapa kesini?” tanya mereka, Marina terdiam, mereka bertanya lagi, “Kau pergi bersama siapa?” tanya mereka lagi, Ia tetap terdiam, sehingga mereka geram dan menarik rambutnya dengan keras, Ia menahan rasa sakitnya, “ Kali ini kau harus jawab pertanyaan kami, Kau pergi bersama siapa?” tanya mereka dengan tegas, tetapi Ia tetap membungkam mulutnya, sehingga mereka mulai marah dan memukul wajahnya dengan keras.


“JAWAB


KAU PERGI


BERSAMA


SIAPA?


Marina tetap menutup mulutnya, seakan\-akan mulutnya dikunci oleh rasa takut sehingga Ia tidak bisa berbicara, “Oh iya, kamu kan anak kelas bawah, kau tidak bersekolah berarti, malangnya” ejek beliau, “Tidak berpendidikan, bodoh” mereka terus mengejeknya, Ia hanya mendengarkan ejekan mereka karna tidak tahu apa yang mereka bicarakan, ‘sekolah, pendidikan, apa itu?’ gumamnya. Kemudian, mereka keluar dari gubuk itu dengan rasa kesal,”Gadis ini tidak mau berbicara, padahal kitalah yang paling berkuasa baginya” gerutunya sambil meninggalkannya, seketika pintu itu tertutup.


………


Di kantor hukum, Jason sedang melihat jurnal itu Ia penasaran dengan isinya, sehingga beliau melepas talinya, tepat sebelum tali itu terlepas, tiba\-tiba seorang wanita memasuki ruangannya, ia membanting pintunya, nafasnya tersengal\-sengal, “Jason, seorang kakek tua melaporkanku bahwa ada sekelompok remaja yang sedang berpesta di festival semi Edensor” ucapnya sambil mengatur nafasnya, tak lama teleponnya berdering, Ia langsung mengangkat telepon itu.


“Jason…..

__ADS_1


Marina tidak ada….


Dan Jake juga tidak ada di kasur,


Awalnya mereka berada di kamarnya masing-masing, namun sekarang mereka tiba-tiba menghilang


Tuan Jason


Mereka mungkin berada di festival musim semi itu, tuan sudah larang kami untuk kesana karna hal yang berbahaya disana


Tetapi jika mereka disana, aku harus bagaimana??”


Jason mendengarkan orang di dalam telepon itu dengan seksama, beliau juga mendengarkan suara risau yang disuarakan olehnya, mendengar hal itu, beliau memintanya untuk tidak keluar rumah ataupun ke festival itu “Emily, jangan kesana biar aku saja, sekarang beristirahatlah” dan beliau mematikan telepon itu. “Dasar anak\-anak, seharusnya aku mengajarkan kalian adab kepada orang tua dulu…” gerutu Jason sambil memukul meja kayu yang berada di depannya, beliau duduk diatas bangku dengan wajah yang marah, seketika beliau bangkit dan keluar dari ruangannya dengan cepat. Sementara itu, seorang wanita yang melihatnya keluar berteriak sebelum beliau menginjakkan kaki keluar pintu.


“Jason, mereka punya riwayat kriminal tingkat lima!”


“Mereka pernah membunuh anak-anak berkebutuhan khusus di Sekolah Nona Rei 3 tahun yang lalu….”


“terus mereka pernah melakukan teror di rumah Tuan besar Fred”


Wajah Jason yang merah semakin memerah, Ia mengepalkan tangannya dan berlari keluar ruangan.


Sementara di festival, Jake terus mencarinya, Ia berkeliling festival itu, memeriksa sekitarnya namun Ia tidak melihat sosok gadis itu, “Marina…Marina….” panggilnya tetapi tidak ada balasan hingga Ia mendengar suara gesekan dari gubuk tua itu, dengan rasa penasaran, Jake menghampiri gubuk itu dan melihat seorang gadis yang sedang keluar dari jendela di atas jerami, Ia memperhatikan pakaian ungu muda dengan pita di bawah roknya, tampak familiar bagi lelaki yang mengenal gadis itu dari roknya, “Marina, apakah itu kau??” tanya Jake khawatir, sekaligus penasaran dengan gadis itu, perlahan Ia turun dari jendela dan jatuh ke tumpukan jerami, Ia mendekatinya dan apa yang Ia lihat adalah orang yang Ia cari, Marina.


“Marina, bagaimana kau bisa berada di dalam sana?” tanyanya khawatir, sambil menggoyangkan tubuhnya dengan kencang, lalu Ia memintanya untuk berhenti.


“Aku diculik oleh sekelompok laki-laki besar, mereka memaksaku untuk mengucapkan namamu, tetapi aku hanya diam, sekarang mereka sedang berpesta dan kita harus pergi dari sini sebelum muncul masalah lain”


Marina menarik tangannya, dan berlari menjauhi festival itu, namun Jake menahannya, “Ayolah, kenapa kau tidak pergi??” tanyanya, raut wajah khawatirnya muncul, “Hei, apa yang sebenarnya terjadi??” tanya Jake bingung, Ia menatapnya dengan panik, “Jake, sebenarnya ini adalah pesta untuk remaja kelas atas” paniknya, “Kelas atas, maksudmu??” tanyanya.


“Kulihat dari pakaian mereka, mewah sekali, terus mereka bilang kalau aku adalah gadis kelas bawah, dan mereka bilang bahwa merekalah yang berkuasa diatas kita!!”


“sekarang, kau juga diincar oleh mereka, kini mereka sedang mencarimu”


Tak lama, seorang pria melihat mereka diluar festival, mengetahui hal itu, Ia memanggil tema\-temannya dan mengejar kedua anak itu, “Oke, Marina kau benar, kita adalah buronan mereka, dan kau baru saja kabur dari penjara mereka”


“Iya kau benar, sekarang apa yang akan kita lakukan ??”


Mereka saling menatap satu sama lain dan lari menjauhi mereka, “Tentu saja lari!!!” Teriak Jake, mereka berlari sekencang mungkin menjauhi festival itu, sementara itu sekelompok remaja mengejarnya “Kalian mau kemana?!” teriak mereka, Marina terus menarik tangan Jake dan berlari bersama. Tak berani melihat kebelakang, mereka terus berlari dengan cepat, kakinya terhentak\-hentak seiring kecepatan mereka bertambah, hingga mereka bertemu dengan sosok pria di dekat dengan perbatasan kota, “Marina, Jake!!” panggil beliau, mereka menghampirinya, “Ayah!!” Teriak Marina, mereka langsung memeluknya dengan erat, “Ada apa ini,??” tanyanya.


“Tuan, kami dikejar oleh orang-orang besar”


“Orang-orang besar, maksudnya apa Jake?” Jason bingung dengan perkataan pembantunya


Sekelompok remaja itu tiba\-tiba berhenti ketika mereka melihat Jason bersama kedua anak itu, “gawat… polisi….!” mereka mulai diam membeku, tatapan mereka terpaku kepada beliau, tak bisa menggerakkan kaki karna rasa takut yang menahan mereka, Jason yang melihat mereka langsung menghampiri mereka, “apakah ini orang\-orang besar yang kau maksud Jake??” tanyanya, ia hanya menganggukkan kepala dengan polosnya, Beliau menatapnya dengan serius, lalu sekolompok polisi muncul, mereka mengenakan jas biru yang dipinggang mereka terdapat sabuk hitam, celana biru dengan sepatu bot panjang, “Tuan Jason, kami menemukan sekelompok siswi sekolah kepribadian Nona Blossom di pesta, mereka bilang bahwa mereka juga bersama para siswa sekolah akademi militer, mereka mendapat undangan dari surat yang dikirim setiap hari” ucap polisi itu “Dan para siswa akademi militer berada didepan mataku” ucap jason sambil menunjuk ke arah siswa yang diam, kemudian Jason meminta mereka untuk membawa mereka ke kantor polisi, dan kembali menatap mereka dengan rasa khawatir, “Apa kau baik\-baik saja?” tanyanya dengan nada khawatir,


“iya ayah, kami baik-baik saja” jawab Marina dengan takut


“Kenapa kalian melanggar perkataan saya, bukankah seharusnya kalian tidur” wajah Jason memerah, matanya menatap kedua anak itu dengan serius.


“Maafkan kami tuan, kami ingin sekali berpesta, tetapi kami tidak tahu kalau pestanya itu untuk kelas menengah, dan para warga merasa senang dengan acara itu” jawab Jake dengan malu, Ia menundukkan kepalanya dihadapan tuannya, begitu juga Marina, mereka tertunduk menyesal dihadapan beliau, mereka mengira bahwa pria muda ini akan menghukumnya, tetapi Jason bertekuk lututnya dan menatap mereka dengan senyuman.


“Tak apa-apa, lain kali jika ingin pergi ke acara seperti ini, kalian harus pergi bersama saya, kalian boleh mengajak Nona Emily, jika beliau tidak mengizikan kalian, kalian harus menurutinya”


Mereka tertunduk malu, Jason merangkul mereka dengan senang, “Kalian ingin pesta kan?


bagaimana kalau kita berpesta di rumah saja, bersama keluarga, bagaimana? Saya lebih menyukai pesta jika bersama kalian” tawar beliau dengan senyum.


Mendengar kata pesta, rasa menyesal mereka mereda, mereka menatap Jason dengan wajah manisnya, “Pesta, ayah ingin berpesta di rumah????” tanya Jake antusias, Jason mengangguk dengan jujur.


AKU IKUT AYAH


JANGAN LUPAKAN AKU, TUAN


DAN KELUARGAKU”


Mereka tampak girang, begitu juga beliau, kembali senang ketika melihat anak\-anak tersenyum kembali, Marina dan Jake bahagia, menggenggam tangan Jason dan berlari menuju rumah, beliau pun tertawa.



Ketika di dalam rumah, mereka menyalakan gramophone, piring besar beliau pasang, lalu memasang stylus diatas piringan hitam, dan musik pun berbunyi, para pembantu menari dengan ceria, senyum mereka mulai tertampak, seakan\-akan musik telah menggerakkan tubuh mereka yang sedang sibuk, tugas\-tugas mereka tersingkirkan malam itu, dan rasa lelah mereka hilang seiring nada\-nada memberikan kebahagian mereka, Marina dan jake menari dengan senang “Kita bisa berpesta, Jake” girangnya, rok ungunya berkembang ketika ia berputar, “Iya, jika bisa seperti ini, lebih baik kita berpesta disini,” mereka tertawa, “Terima kasih, tuan Jason, akhirnya kita bisa bahagia!” Jason tersenyum melihat mereka, tiba\-tiba Marina menarik tangannya, “Eh… kalian saja, aku hanya melihat saja” tetapi Ia mengabaikan perkatannya dan meminta beliau untuk menari bersama. Kedua anak itu menggandeng tangannya dan berputar bersama, Jason tersenyum dan menikmati pestanya di rumah. Malam di kota Edensor penuh dengan rasa bahagia, termasuk di rumah sang kepala polisi, dengan keluarga yang penuh dengan harapan dan cinta.

__ADS_1


__ADS_2