Bayangan Seorang Anak

Bayangan Seorang Anak
Pengkhianat


__ADS_3

Pagi hari menyambut mereka, Marina pergi ke dapur untuk bersiap, Ia mengikat celemeknya, para pembantu mulai melakukan aktivitas mereka, suara pisau mulai keluar, mata mereka begitu kuat untuk menahan aroma bawang yang menusuk mata mereka, “Marina, bawa ayam bakar ini ke meja makan!!” perintah salah satu dari mereka, Ia mendorong trolley dan membawanya ke ruang, disana, sekelompok keluarga sudah duduk menunggu sarapan mereka.


“Tuan dan Nona,


ini ayam bakar sebagai sarapan pagi kalian……”


Ia membawanya ke meja makan, dan seketika mereka langsung mengambil sepotong daging ayam untuk dimakan, lalu Ia berjalan mundur dan berdiri di belakang mereka, Tuan Belldock memamggilnya dan berbisik di telinganya, dengan mengancungkan jempol sebagai isyarat diantara mereka, Marina tersenyum kecil dan mengangguk bahwa Ia paham dengan apa yang beliau maksud, namun Ruby mulai berteriak diantara mereka, “Apa yang ingin kau ucapkan, ayah…?” tanyanya dengan nada ketus, Ia melempar tulang ayam ke kepalanya, dengan begitu Ia kembali ke posisinya, Ia menatap pembantu mudanya dengan sinis.


“Ruby, selamat bermimpi buruk….


kau akan menikmati hari-harimu di kurungan kejahatan”


Tak lama, ketika daging mereka potong, terdengar suara keributan dari kamar lantai atas, Ruby seketika bangkit dari bangkunya, Ia mengangkat gaunnya yang panjang hingga menyeret di lantai, Marina hanya menatapnya yang terburu-buru, dan berdiri sambil menunggu mereka selesai, tiba-tiba, mereka yang berada di ruang makan mendengar teriak, kencang hingga mereka terdiam dan membelalakkan mata, melihat putrinya datang dengan wajah yang basah akibat air mata, rambutnya teracak-acak, dandanannya luntur akibat tangisannya.


“ada apa nak??”


“Ayah….ada tikus, tupai dan burung-burung di kamarku!”


“Kamarku berantakan karna mereka, dan lihat gaun-gaunku!!”


Ia menunjukkan gaun yang kotor dan lengannya terkoyak, mereka terkejut, sementara Marina dan Tuan Belldock menahan tawa dan bersikap seakan ini adalah hal yang harus diibakan.


“Ini hanya sobekan kecil…


“dan bisa dijahit….”


Tetapi Ruby merengek seperti anak kecil, tangisannya menjadi lebih kencang, “dasar anak kecil, sudah besar, tetapi tingkah lakunya seperti anak bayi…


astaga, efek Tuan Jason mengomeliku!”


Ia menutup mulutnya agar tidak ada yang mencurigainya, lalu Lilith datang menghampirinya, “Anak muda, bersihkan kamar putriku!!” bentaknya, Marina pergi dengan diam, sambil membawa sapu dan mulai memasuki kamar milik salah satu tuannya.


Ketika Ia memasuki kamarnya, ternyata apa yang dikatakan oleh Nona Belldock itu benar, kamar milik putrinya begitu mengenaskan, berantakan, di lemari penuh dengan pakaian teracak, sebagian dari mereka itu sudah terkoyak, kasurnya penuh dengan bulu-bulu dari bantal yang Ia tiduri, lantainya penuh dengan dedaunan, Marina menghembuskan nafas dan mulai untuk membersihkan kamarnya, ketika Ia hendak mengganti bantalnya, Ia mendengar suara kicauan burung dari jendela, Ia menghampirinya, lalu tersenyum kepadanya.


“Burung, terimakasih atas kerja kalian…”


“Sama-sama, sebenarnya ini ide mu atau Tuan dari wanita jahat itu??”


Ia tersenyum kecil dan menyerahkan kacang kepadanya, “Ide Tuan Belldock, beliau ingin memberikan pelajaran kepada istrinya dan anaknya, agar mereka sadar atas perbuatan mereka”


Kemudian Ia pergi terbang dan melanjutkan bersih-bersih kamarnya sebagai tugasnya.

__ADS_1


Marina dan salah satu pembantu sedang  membersihkan ruang keluarga, api di tempat pembakaran mereka nyalakan, sehingga kehangatan muncul diantara mereka.


Tak lama kemudian, Nona Belldock datang dengan wajah yang kusut, matanya basah, penuh dengan bulu dan dedaunan, beliau datang dengan tangisan yang kencang, “Marina nakal!!!”, Ia menengok ke arahnya, dan menatapnya yang berantakan, “Kau membawa binatang-binatang ini ke kamarku, sungguh keterlaluan sekali!!” namun Ia tidak menggubrisnya.


“Marina!!


apa kau mendengarku!?”


“Tentu, hanya saja ini harus diselesaikan segera!!”


Marina masih saja menata bantal-bantal, lalu menghadap kepadanya, “Aku tak membawa mereka ke kamarmu, mereka mungkin saja masuk ke lewat jendelamu” ujarnya dengan halus, Nona Belldock tak menganggap bahwa perkataan pembantu mudanya adalah kebohongan, sehingga beliau tidak mempercayainya.


“Para bnatang memasuki rumah bila tempat tinggal mereka diganggu ataupun keberadaan kalian membuat mereka tak nyaman’ sehingga mereka melakukan seperti itu agar kalian pergi dari sini!”


“Dan memang kalian tidak diinginkan keberadaan mereka”


Marina mengucapkannya dengan ketus, mendengar hal itu, beliau menyeretnya ke kamarnya dan mengurungnya didalam, Ia mengedor pintu namun malangnya Ia terjebak sementara Nona Belldock berjalan dengan nyanyian kebahagiannya.


“Akhirnya, Aku bisa menyingkirkan gadis itu, saat Ia mati karna terjebak bersama para binatang….


biarkan dia menyingkirkannya


sementara Aku bersenang-senang, dan mengajak keluargaku liburan ke Prancis”


“Ayo, kita temui ayahmu!!”


Nona Belldock begitu marah, tak hanya Beliau, Ruby juga marah, sama seperti Ibunya, tetapi Ia meminta kepada Ibunya untuk menunggunya di depan kamar, kemudian Ia membawa botol kecil bewarna ungudengan tali hitan di leher botolnya, “kita berikan ini kepada Ayah, sebagai pelajaran untuknya”, ujarnya dengan senyuman jahat, mereka merencanakan sebuah rencana terhadap suaminya, dan kondisinya kini berada di ujung tanduk.


“Jason,….


ada hal yang ingin kukatakan”


“Dia ada di sini


kau harus membawanya segera…”


Tuan Jason terlihat ketar-ketir ketika beliau memegang telepon genggam, lalu menutupnya, TOK-TOK, terdengar suara ketukan di pintu, beliau buka dan ternyata berdirilah dua wanita yang menyilangkan kedua tangannya, tatapan mereka begitu sinis kepadanya, akan tetapi beliau menyambut mereka dengan hangat, “ada apa dengan kalian…?” tanyanya, namun bukan mendapat sapaan melainkan kedua tangannya tiba-tiba diikat oleh mereka, beliau tak paham apa yang sebenarnya terjadi, “Kalian, kenapa kalian mengikat kedua tanganku?” tanyanya dengan was-was.


“Baik, Tuan Belldock, apa kau bersengkokol dengan para pembantu agar kalian menyingkirkan kami??”


Beliau hanya diam menatap mereka dengan serius, “apa- apaan ini, kalian menjadi jahat sekali kepadaku, apa kesalahanku hingga membuat kalian seperti ini??”

__ADS_1


Mereka hanya menatapnya dengan tajam dan meletakkan ujung pisau di dekat lehernya.


“Kau telah bersekongkol bersama para pembantu untuk menyingkirkan kami, kau seharusnya tidak membantu mereka, biarlah mereka menderita karna seperti itulah takdir warga kelas bawah, tetapi kita tak pantas berlaku iba kepada mereka”


“Kalian menjadi wanita bodoh, semena-mena kalian berlaku tanpa melihat aturan yang benar, hanya karna cinta ditolak, kalian seperti ini!!”


mereka tertawa dengan keras, “Jason memang menolak cintaku, Ayah, bagaimana perasaan hati ini yah, sakit sekali, hanya karna cinta, seorang wanita bisa menjadi ganas dan membalas dendam untuk meraih cintanya kembali!”


“Ruby Belldock, lancang sekali kau berbicara dengan ayahmu, siapa yang mengajarimu seperti itu?!”


Kini Tuan Belldock marah kepada putrinya, “Pantas saja Jason menolakmu, kau saja tidak punya adab padahal dari kecil kau sudah diajari adab oleh mereka?!”


“Dan kau, Lilith, seharusnya aku tak usah menikahimu sebelumnya, dari awal kita bertemu kau adalah nenek sihir yang mengharapkan kesengsaraan orang-orang yang ada dibawahmu, padahal mereka adalah kunci untuk memajukan negeri ini!”


Lalu Ruby dan Nona Belldock mendekatinya, mulut sang ayah dibuka secara paksa oleh istrinya sementara putrinya memasukkan sbeuah cairan bening kedalam tubuhnya, tak lama, Tuan Belldock merasakan kejang, panas di dalam tenggorokan, Ia berusaha untuk mengeluakan tetapi tak bisa, Ia terjatuh lumpuh, matanya begitu memerah, hingga Ia mengeluarkan darah dari mulutnya.


“kalian…


peng..


khia…


nat!”


“Semoga kalian akan membayar perbuatan kalian kelak”


Begitulah kata terakhir yang keluar dari mulutnya, Ia diam tak meronta, mereka melepas pegangannya dan menatap sosok lelaki bertubuh tambun itu tewas di depan mata mereka, “Nak, pasang wajah sedih agar tidak ada yang curiga dengan kita”, perintah sang ibu, Ia menurutinya, “Lalu, bagaimana jika mereka merasa curiga dengan kita??” tanya Ruby dengan khawatir, “simpan saja dengan kesedihan, jika mereka mengetahui perbuatan kita, gawat hidup kita!”, Ia menuruti perintah ibunya, tetapi mereka tak menyadari bahwa pintu mereka terbuka sehingga terlihat celah dan mata besar yang mengintipi mereka dalam kegiatan mereka.


“ perbuatan Kalian akan diketahui oleh semua warga Inggris”


“Lihat saja”


……….


Tuan Jason sedang memijat kepalanya, yang penuh dengan berbagai permasalahan, matanya tertuju pada buku tebal miliknya, hingga tak lama, teleponnya berdering, Ia mengangkatnya dengan pikiran yang menari, “Halo, ada yang bisa saya bantu??”, tanyanya dengan nada serak, tak lama matanya tebelalak ketika beliau mendengar penjelasan dari kabel telepon itu.


“Tuan Jason, datanglah segera….


Aku menemukan pelaku pembunuhan,


mereka menyimpan Marina di loteng,

__ADS_1


segera, sebelum mereka melakukan tindakan terhadap korban selanjutnya”


Tuan Jason menutup panggilannya, beliau keluar dari ruangannya dan memanggil teman-temannya, “Kalian, ayo ke rumah Tuan Belldock, rumah beliau memiliki kejanggalan!”


__ADS_2