
Boneka itu berdiri diatas meja, ditatap oleh dua anak, mereka menegok satu sama lain, “jadi, boneka ini hidup tadi malam?” tanya Jake, Marina langsung mengangguk, mereka melihatnya duduk diatas bangku, “Kenapa? apa kalian masih tidak percaya, setelah ceritaku 5 menit yang lalu?” tanyanya, mereka masih memasangkan wajah tak percaya, “kau, hidup karna apa??” tanyanya, beruang itu mendesah, Ia lelah dengan pertanyaan dari anak\-anak, “karna suara hati….., sudah ke sembilan kali aku mengatakan ini kepada kalian dan kenapa kalian masih tak percaya??” sontaknya, Marina mencolek perutnya, sehingga Ia tertawa geli, “Kau isinya hanya kapas, dan saus tomat dari daging bakar 5 hari yang lalu”, katanya setelah mencoleknya, Jake melihatnya dengan wajah datar, menepuk bahunya, mengajaknya untuk berdiskusi di pojok ruangan.
“Marina, tak masuk akal boneka beruang itu, hidup karna suara hati sang pemilik?!”
“Tadi malam, Ia mengatakan hal itu, memang itu tak masuk akal, jadi Aku membawanya kepadamu agar kau bisa mengetahuinya”
“Entahlah Kita bisa mempercayainya atau tidak, yang jelas ceritanya tak masuk akal walau Ia menceritakannya berkali-kali”
Mereka kembali memerhatikannya, beruang itu melihat kembali mereka, “Jadi, kau bisa mendengar suara hati, dan apa kau bisa mendengar suara hati dari kami??” tantang Jake, Ia berdiri dihadapan mereka, “Kudengar kalian tidak percaya denganku, dan aku buktikan!”
dengan penuh wibawa Ia berdiri dengan optimis.
“lihat aku bisa bernyanyi” Ia menyanyikan lagu opera dengan penghayatan yang indah,
“menari” Ia menggerakkan kaki, “tap-tap-tap…..”
“atau, ini yang akan membuat kalian tertawa, meniru Tuan Jason…..
“Astaga, Aku harus bekerja” ucapnya sambil berlagak seperti tuan Jason, dengan suaranya yang berat, membuat mereka tertawa dengan keras, tak lama kemudian beliau datang “Astaga, kalian meniruku??” tiba-tiba muncul dari balik tembok, pemilik suara yang muncul membuat mereka membelalakkan mata mereka, “Bukan, itu ulah beruang ini” Marina menunjuk ke arah beruang itu, menuduh boneka itu, namun Jason tak percaya dengan pernyataan anaknya, “Hei, apa kalian tak berpikir kalau boneka beruang mu itu tak bergerak sama sekali”, jawaban dari beliau membuatnya terkejut, dan saat mereka menengok ke arah beuang itu, memang benar pernyataannya, “Tadi hidup, kenapa sekarang diam…?” gumamnya, Jason yang melihatnya pun meninggalkan mereka untuk bekerja “Dasar imajinasi anak-anak, liar sekali” ucapnya sambil menggelengkan kepala, dan ketika pintu rumah berbunyi, Ia kembali berdiri lagi, “Oke… ayahmu tak percaya hal ini” mereka sontak menengok ke arahnya, “Jadi, kau hanya hidup dihadapan kami??” tanyanya dengan penasaran, dan Ia mengangguk, mengetahui hal itu Jake membisikkan sebuah ide kepada gadis itu.
“Oke, aku mengerti”
………..
“Tuan beruang, untuk membuktikan bahwa kau hidup, kami ingin melakukan sesuatu untukmu”
Mendengar pernyataan dari Jake, Ia penasaran, apa yang akan di lakukan oleh mereka sebagai bukti bahwa Ia hidup, dan langsung tanpa ada percakapan mereka mengambilnya dengan senyuman nakal untuknya.
“Tunggu, apa yang akan kalian lakukan untukku….?!”
Mereka pergi keluar rumah, beruang itu berteriak dan menggerakkan tangan lembutnya “Hentikan ini, bocah-bocah nakal!!”
Tak mendengar teriakannya, mereka melemparnya kedalam baskom berisi air, lalu Marina memasukkan sabun sehingga busa\-busa keluar darinya, Ia berdiri diatas dan ditenggelamkan lagi oleh mereka, lalu menggosok tubunhya dengan sikat, “Kenapa kalian lakukan ini kepadaku…..?!” tanyanya dengan panik.
“Karna kau kotor,
lagipula, kau bukan hanya diisi oleh kapas dan saus tomat,
melainkan cat dari mewarnai,
lumpur tua,
air liur ku,
__ADS_1
susu sapi,
air laut,
oli mobil,
dan anggur yang Ayah minum tengah malam….”
Marina menjelaskan isi di tubuhnya, namun beruang itu tak percaya, “Hei, aku hanya diisi oleh kapas, kau ingat!!”, celotehnya, namun mereka tak mempercayainya, dan setelah tubuh beruang dicuci, mereka membilasnya dengan air, lalu memerasnya dengan kencang, tubuhnya terlilit oleh air, mereka memutar tubuhnya sangat kencang, tak hanya itu, tubuh kecilnya digencet oleh Marina, sontak Ia berteriak dengan kencang karna rasa sakitnya yang kuat “Kalian adalah anak nakal, apakah kalian tak diajarkan sopan santun kepada orangtua?” kesalnya, mereka tertawa jahat, dan tetap menggencetnya, dan setelah mereka memerasnya, mereka menjemurnya di gantungan baju, mereka menggantungnya dengan jepitan pakaian dan dipasangkan di kedua telinganya.
“Selesai, tinggal tunggu kering,
setelah itu…..”
Ketika Marina menunjukkan wajah nakalnya, beruang itu berteriak kesal, “Apa yang kalian lakukan kepadaku, apakah aku itu cucian yang dijemur oleh wanita itu??” sontaknya, “Hei! Aku itu penjaga mimpi buruk, benar, Aku memang hidup karna suara hati, bukan karna aku dirasuki setan”
Mereka menatapnya yang sedang digantung di jemuran di tengah teriknya matahari, beruang itu terus menerus teriak meminta bantuan, sambil mengayunkan tangannya namun tak ada yang mendengarnya, hingga tak lama Nona Emily muncul, Ia baru saja pulang dari pasar, membawa keranjang berisi sayur, melihat Jake dan Marina berdiri di tengah jemuran, tertawa dengan keras, sehingga Ia mulai bingung dengan mereka.
“Nak, apa yang kalian tertawa kan….?”
Seketika, mereka menengok ke belakang, melihatnya berdiri sambil membawa keranjang ditangan kannya, “Eh, Ibu, tak ada apa\-apa kok, hanya membersihkan bonekanya Marina” ujanya, tetapi Ia tetap bingung.
“Eh, itu…. bonekanya bicara, Nona”
Dan ketika mereka melihatnya, Ia diam tak bergerak seperti boneka pada umumnya, Nona Emily langsung meninggalkan mereka dengan wajah yang jengkel.
“Dasar anak-anak”
Ketika dirinya tak terlihat di mata mereka, kedua anak itu memutarkan kepala mereka kearah beruang itu dan memulai kembali pembicaraan kepadanya, “Hei, tuan beruang, kami hampir dikira gila,!” kata Jake, mereka menatapnya dengan serius, “Ternyata, hanya dengan mencucimu membuatmu sontak kesakitan, dan entah yang akan kami lakukan denganmu agar kami bisa percaya denganmu, boneka hidup itu tidak ada….” Marina mencolek kakinya yang bergelantungan, “Baiklah, Aku akan menjelaskan kalian lagi sekali lagi, dasar anak\-anak ini, tak mengerti perkataan orang dewasa” gerututnya, Marina yang awalnya menatapnya dengan serius, seketika mulai tenang tatapannya, bingung dengan kalimat yang diucapkan dari boneka kesayangannya, “Oke, kami akan mendengarkan dan berusaha untuk memahaminya dengan baik” jake mulai menerima permintaannya, “Tapi Aku punya satu permintaan lagi yang haru kalian kabulkan…..” mereka memasang telinga mereka, “Apa itu….?”
“Tolong Aku keluarkan Aku dari sini!!”
“Walau Aku memang boneka kapas, tetapi Aku bisa merasa sakit seperti kalian, !!!!
cepatlah sebelum kalian memutus kedua telingaku!!”
Beruang itu menggoyangkan tubuhnya yang bergelantungan di tali jemuran, dengan teriakkan akibat rasa sakitnya, mereka melepas jepitannya dan Ia pun jatuh ke dalam keranjang anyaman, Ia duduk manis didalamnya, mereka mengangkat keranjang itu dan membawanya ke kamar Jake, mata hitamnya beredip melihat perjalanan mereka.
“Tapi, jika kau terus cerewet, kami akan meninggalkan mu disini,”
Ia hanya tersenyum dan duduk santai, tubuhnya yang basah ia jemuri dibawah sinar mentari, tubuh mungilnya merebah didalam keranjang dan air dari tubuhnya menetes ke tanah seiring kaki mereka berjalan, menikmati sinarnya mentari kedua anak itu hanya membawanya tanpa ada kutipan kata dari mulut mereka.
__ADS_1
Sesampai di kamarnya, mereka menempatkan keranjang itu dibawah jendela, kacanya memancarkan cahaya sehingga Ia merasa hangat, “Terima kasih dengan tumpangan kalian, akan kubayar nanti…” pujinya, mereka duduk di hadapannya, “Baik…. terkait suara hati, itu berasal dari hati kalian sendiri, hati kalian berbunyi, walau kalian tak mendengarnya tetapi kalian bisa merasakannya”, ujarnya sambil menunjuk dada mereka, kedua anak itu langsung memegang dada mereka dan merasakan suara detak dari dalam, tangan mereka seakan ikut berbunyi ketika detak jantung itu menyanyikan irama mereka, “dan apa hubungan mu dengan ini??” mereka tetap saja penasaran, beruang itu langsung berdiri dengan optimis, “Itu lah yang akan kujelaskan kepada kalian sebelumnya, namun kalian menyiksaku dengan dalih mencuciku” ucapnya dengan geram, sambil menyipitkan matanya kepada mereka, Ia menunjukkan tatapan sinis sebagai rasa kesalnya, mendengar hal itu mereka tersenyum malu.
“Maaf tuan beruang…..”
“Jangan marah……”
Mereka menenangkannya yang sedang marah, boneka imut itu Marina peluk, “Hehe…. maaf ya, tuan beruang, lagipula kau lucu saat kau marah” Ia menggoyangkannya, dengan senyuman manisnya terpasang di mukanya, dengan itu tuan beruang menghela nafas, ‘kurasa, Aku memaafkannya untuk kali ini….’ gumamnya, “Kini kau sudah tenang, sekarang tolong lanjutkan penjelasanmu terkait suara hati” Jake memintanya untuk melanjutkan pembicaraannya, dengan begitu Ia duduk didalam keranjang seperti bayi yang berbaring si atas keretanya, “Oke, suara hati sebenarnya dimiliki oleh setiap manusia di bumi……” ujarnya sambil merebahkan tangannya, seakan ruangan mereka menghilang menjadi ruang angkasa yang luas, bintang\-bintang berkelip, mereka pun melayang diatasnya, melihat ruangan gelap yang disinari dengan bunga kecil dan planet\-planet berputar mengelilingi matahari, mereka langsung terkesima melihatnya mata mereka terbelalak dan berkilau dengan ruang angkasa yang muncul di hadapan mereka.
“Apa ini selimut???
kau membuat tenda untuk membangunkan bayangan kami??”
“Tidak, Jake manis, ini adalah runag angkasa, mereka berada di atas langit, mereka adalah selimut kegelapan kalian, tetapi mereka tidak sendiri, planet-planet yang berbentuk bulat seperti bola dan bintang-bintang adalah teman mereka”
Melayang di ruang gelap, mereka berenang bukan di atas air melainkan di atas udara, Marina merasa tak menentuh tanah, sehingga roknya menggembung, rambutnya terangkat, lalu terdiam di hadapan bola besar, “Lalu, tuan beruang, itu apa??” tanyanya sambil menunjuk ke arah bola besar bewarna biru dan hijau, dilapisi dengan kapas putih, Ia bingung dengan bola itu, beruang itu tersenyum dengannya,
“yang bola besar bewarna kuning itu apa?”
“Batu itu apa?”
“Apa itu ikan terbang??”
Gadis itu penasaran dengan sekitarnya, selain menanyakan satu pertanyaan, Ia melontarkan pertanyaan kepadanya tentang ini dan itu, sehingga mereka tertawa dengan rasa penasarannya, “Oke, Marina, kita membelot dari pembicaraan kita, “ujarnya sambil menghampirinya, Marina langsung tersenyum dan berusaha untuk duduk namun tubuhnya masih saja melayang sehingga Ia tak bisa duduk dengan baik, “Angkasa ini muncul karna kalian membayangkan dunia yang luas bukan?” tanyanya, mereka mengangguk, kemudia Ia menunjuk ke arah planet biru di atas benang tipis “Planet yang bewarna biru adalah planet bumi, tempat tinggal kita,” jawabnya, “suara hati yang kumaksud adalah imajinasi kalian tentang dunia ini, setiap orang memilikinya, dan kalian bisa melihatnya dari cahaya yang terpancar diatasnya”.
Titik\-titik kecil bewarna\-warni kecil itu mulai muncul dari setiap bagian di bumi, memancarkan cahaya dari setiap warna yang mereka tampakkan, mata mereka menjadi berkilau ketika mereka melihatnya, “Indah sekali……” kagum Marina, dan tak lama cahaya bewarna biru muda dan putih muncul dari dada mereka, “Apa ini…?” tanya mereka yang penasaran dengan cahaya mereka.
“Itu adalah cahaya kalian, saat ini kalian membayangkan sesuatu,”
kedua anak itu menatapnya, beruang itu bingung dengan tatapan mata besar mereka.
“Kita membayangkan kau hidup”
beruang itu tersenyum, “Benar, dan imajinasi kalian benar-benar hidup, lihat aku, hidup karna imajinasi kalian,”
Mereka tertawa dan seketika ruang angkasa perlahan menghilang, kembali menjadi kamar tidur, yang luas, kini Marina bisa duduk dengan baik dan tenang, “petulangan yang bgus sekali, tuan beruang, kapan\-kapan kita pergi ke zaman dinosaurus, aku ingin melihat mereka”, ajak Jake sambil melihat ke langit\-langit atap sambil membayangkan dinosaurus.
Marina duduk dan membayangkan sebuah ruangan luas dengan meja\-meja yang tertata dengan rapih, khayalannya baginya itu sebuah permintaan yang tak pernah diungkapkan oleh siapa pun.
__ADS_1
…………