
Tuan beruang berdiri di atas kasur Marina, melihat dari ranjang seorang gadis yang duduk didepan cermin, Ia sedang mencoba untuk mengikatkan rambutnya dengan pita bewarna biru mudanya, namun terus saja rambut hitamnya tak terikat sekaligus tangannya yang terikat, “Yang benar saja!” keluhnya, Ia kesulitan untuk mengikat rambutnya untuk pertama kalinya, dan kedua tiba\-tiba pintu kamarnya terbuka, Tuan Jason rupanya melihat anak angkatnya yang sedang mencoba untuk mengikat rambutnya, dan menghampirinya untuk membantunya, “ayah… masih kerja??” tanyanya, sambil mengikat rambutnya beliau tersenyum, “Tentu saja nak, ada kasus yang harus ayah selesaikan” jawabnya dengan tenang, Marina merengut, sementara ayahnya tetap mengikat rambutnya.
“Melihat wajahnya, kuingat wajah Catherine…..”
“saat Aku dilantik menjadi dekektif, kulihat Ia tersenyum”
Perlahan beliau mengikatnya dengan pita, hingga akhirnya Marina mendapatkan rambut ikat yang indah, Ia yang awalnya merengut seketika membelalakkan mata ketika Ia melihat rambutnya terikat dengan kuat, senyuman tertampak pada wajahnya, Ia menyukainya dan memeluknya, lalu mengajaknya ke ruang tengah, entah mengapa tiba\-tiba beliau mengajaknya kesana dan tak mengetahui alasannya, Marina tetap berlari bersamanya.
Sesampainya, Marina terkejut, matanya terbelalak, ternyata Jason memberikannya kejutan yaitu anjing berbulu hitam\-putih, besar darinya, dan telinganya berbentuk segitiga tajam dan bulunya begitu tebal dan halus, anjing itu berlari mendekatinya, “Marina, ini peliharaan kita yang baru, anjing ini dari Siberia, hadiah dari Tuan Freddy setelah liburannya ke sana, Ia membawakan ini sebagai buah tangan” ujarnya, Tuan Jason mengelusnya dengan halus sehingga Ia merasa nyaman dengannya, gadis itu bergetar melihatnya, dia begitu besar darinya dan giginya tajam, seperti serigala, lidahnya menjulur keluar ketika Ia merasa tenang, beliau memanggilnya untuk mendekatinya, Ia merasa bergetar di tubuhnya, “Ayo nak, tidak apa\-apa, dia baik, tidak jahat”, tuturnya, kaki kecilnya perlahan mendekati anjing Siberia itu, Ia terus memegang bonekanya dengan erat.tangannya mendekati hidung hitamnya, Ia mengira Ia akan digigit tetapi dugaannya salah, anjing itu menyentuh tangannya dengan moncongnya, dan menjilatnya.
Woof
woof
Woof
Begitulah suara gonggongannya ketika bertemu dengan orang baru, terutama seorang anak kecil, anjing besar itu mendekatinya dan memeluknya dengan senang, ia sangat bahagia dengannya, dan Marina terjatuh karnanya, Ia menjilati wajahnya, “Hentikan!! ini geli sekali!!” riangnya, Jason pun mengelusnya untuk menenangkannya yang sedang bahagia.
“Marina, anjing ini belum punya nama,
apa kau ingin memberinya nama??”
Jason memintanya untuk memberikannya nama, tiba\-tiba Jake datang, Ia langsung berlari dengan gembira ketika Ia melihat anjing Siberia yang duduk di dalam rumahnya, “Anjing ini keren sekali, Tuan!” girangnya, Ia menggaruk bulunya yang halus sehingga Ia jatuh terguling\-guling, hati anjing besar itu bergembira. Marina mulai mengangkat wajahnya saat ide muncul dari pikirannya.
“ayah…
Jake….
kunamai dia…
Sky, karna dia suka bermain”
Mendengar nama barunya, anjing berbulu hitam\-putih itu menggonggong dengan girang, Ia rupanya suka dengan nama barunya, mereka memanggilnya namanya untuk bermain dengannya, Sky melompat dengan girang, suka dengan nama yang manis dari pemilik barunya, dan kini, Sky menjadi bagian dari keluarganya.
……….
“Jadi, Jason, apakah Marina suka dengan binatang peliharaan barunya??”
Lelaki tua berjas ungu itu menghampirinya setelah rapat polisi, beliau menatap pria muda yang sednag tersenyum, “Iya, dia sangat suka sekali dengan anjing Siberia itu, terima kasih, Tuan Freddy” girangnya sambil berjalan menuju ruangannya, mereka berbincang sambil berjalan di jam kerja.
“Syukurlah, dia sangat menyukainya.
Anjing itu awalnya kutemukan terlantar dari rumah milik mendiang Ibuku, aku bawa dia ke Inggris, lalu kudengar kau mengadopsi seorang anak, dan kupikir jika kuberikan ini sebagai oleh\-oleh dari Siberia untuk kalian, Dia pasti menyukainya”
Jason tertawa mendengar alasan dari seniornya, “Dan, bicara soal anjing, siapa namanya??” lanjut beliau dengan pertanyaan yang membuatnya penasaran, pria muda itu tersenyum kepadanya, tak sabar menyebutkan nama dari bagian keluarganya yang baru.
“Namanya…
__ADS_1
Sky…
Marina yang menamainya seperti itu
karna, dia suka bermain sepertinya”
Mendengarnya, Tuan Freddy tersenyum bahagia dengan namanya, dan ketika beliau berhenti di ruangnnya, beliau menepuk bahunya, “Jason, namanya sangat indah, kuharap mereka cepat akrab” katanya dan memasuki ruangannya.
Marina dan Sky bermain di kamar, anjing itu bergembira ketika ia memasuki kamarnya, dirinya berloncat dengan girang, tuan Beruang yang melihatnya terkejut dan jatuh ke keranjang, matanya terbelalak ketika mata hitam dari anjing itu menatapnya yang terkejut, “astaga!! darimana kau mendapatkan anjing ini??” tanyanya dengan panik, sambil berlari menghindarinya.
“Dari Tuan Jason
kata beliau dari Tuan Freddy, entah bagaimana bisa aku ucakan terimaksih kepadanya, seharusnya Aku titipkan saja kepada Ayah”
Marina tertawa melihat mereka kejar-kejaran seperti kucing dan tikus, hingga Ia duduk dihadapannya.
“ Woof, Ayo bermain!!”
Mendengarnya bicara dihadapannya untuk pertama kalinya, Ia terloncat dan terjatuh duduk diatas lantai, matanya terbelalak, “Kau…bisa bicara?!” kejutnya, “Iya, kau dengar aku mengucapkan alfabet??” tanyanya, Ia mengangguk,
“Bicara kata, bukan gonggongan??”
Ia mengangguk
“Kau bisa mendengarnya???”
Ia pun mengangguk ke sekian kalinya.
“Sebenarnya….woof aku bisa berbicara….woof
Tetapi, tak ada yang mendengarkannya, mereka mengira Aku hanya melolong”
“Lalu….”
“Mereka mengira aku hanya ingin bermain ataupun makan, tetapi Aku hanya ingin hal yang paling kuinginkan….”
Mengetahui hal itu, Marina membawanya ke kamar Jake, di lehernya terdapat kalung pengenal, dan dipasang tali agar Ia tidak lepas dari pengawasannya, “Ayo, Aku ingin menunjukkan hal ini ke Jake”, katanya, “sahabatmu yang lelaki itu??” tanyanya dengan antusias, dan Ia pun menjawab dengan senang “iya” jawabnya.
Jake terkejut ketika Marina membuka pintunya, bukan karnanya melainkan anjing yang menyapanya saat pintu itu terbuka, “Astaga… anjingmu bisa berbicara…?” kejutnya, Ia hanya mengangguk dan meminta mereka untuk masuk, dengan cepat pintu itu tertutup untuk pertemuan rahasia.
“Sky bisa berbicara….?” tanyanya, anjing itu hanya menjulurkan lidahnya, “Iya….woof…..aku bisa berbicara”, mendengar hal itu, matanya berbinar seperti melihat hal yang baru, “Kita harus menunjukkannya kepada Ayah dan Ibuku!!” sahutnya dengan girang, namun ketika Ia hendak membuka pintunya, Sky langsung berlari kearahnya, “Jangan!” paniknya, Jake merasa bingung, “Kenapa??” tanyanya sambil mengangkat bahunya, anjing itu duduk dan memanggilnya kembali.
“Kalau kau menceritakannya, mereka akan mengiramu gila”
“Gila???” sahut kedua anak itu, mereka penasaran dengan alasan peliharaannya yang sedang khawatir.
__ADS_1
“Aku memang bisa berbicara, tetapi jika kau menceritakan hal ini kepada orang dewasa, mereka tidak akan paham dan kemungkinan besar mereka akan membawakanmu ke rumah sakit jiwa!”
“Jake, Marina, Sky ini bisa berbicara, tetapi Ia hanya berbicara didepan anak-anak, seperti kalian hingga kalian meninggal”
Mendengar hal itu, Sky duduk dan mulai membuka mulutnya, “Benar kata boneka beruangmu tadi….” liriknya, tuan Beruang mulai merengut, “
Aku bisa berbicara, orang-orang dewasa ditempat asalku itu tidak mengetahui kondisiku, mereka mengira Aku hanya ingin makan dan main, tetapi Aku ingin lebih dari itu, dan salah satunya sudah terkabul dan sisanya belum….”
Ia mengingat akan kondisinya di depan rumah saat itu, kurus, bulunya tak terurusi, penuh dengan kutu dan kurus seperti tak pernah diasuh, di tempatnya penuh dengan salju, musim dingin menusuknya, Ia menggonggong kepada setiap orang yang melewatinya,
“Tuan, Aku ingin rumah…
Tuan, tolong jaga Aku…..
Tuan….
Ia tetap berbicara kepada mereka, namu mereka hanya memberikannya sepotong daging, daging dan daging, dan Ia langsung memakannya, tak lama Ia berjalan menuju rumah, disana ia melihat sepasang keluarga dengan anjing yang mirip dengannya, tetapi yang membedakannya adalah kondisi anjing didalamnya sangat bahagia, dipenuhi dengan keluarga yang sedang makan besar, dibandingnya yang terlantar, tak ada pengasuhan dan tubuhnya mulai kedinginan.
Malangnya kondisinya saat itu, hingga Ia tertidur dibawah rumah kayu yang sudah usang, walau angin dingin masih bertiup, tetapi Ia tetap merasa nyaman dengan tempat teduhnya.
“Hingga setelah sekian lama aku terlantar, Tuan Freddy melihatku terlantar di rumah milik mendiang ibunya, Ia membawaku ke rumah milik anaknya, tempat Ia menginap selama di Siberia, memandikanku, tak lama kemudian Ia membawaku pulang ke Inggris, awalnya tempat itu asing bagimu, ketika itu juga, Ia bertemu dengan Tuan Jason, beliau berbicara dengannya dan menjadikanku sebagai buah tangan dari tempat liburannya, dan bertemu denganmu”, Ia menceritakan perjalanannya, mendengar hal itu, mereka mulai terharu sekaligus iba dengannya, mata mereka mulai berkaca setelah mendengar ceritanya Sky, “ya ampun, kau telah melalui hal seperti itu” iba Beruang kepadanya.
“Dan, Aku punya permintaan lagi sebelumnya”
Mereka kembali memperhatikannya, “Apa??” tanya mereka bertiga.
“Aku ingin mandi, lagipula, dalam perjalanan kesini, Aku belum mandi sama sekali” Ucapnya sambil menggoyangkan ekornya, mengetahui hal itu mereka langsung mengabulkan permintaannya.
Baskom dipenuhi dengan air, tak hanya itu, sabun\-sabun mulai terjun kedalamnya bercampur hingga membentuk busa yang sangat banyak, Sky langsung terjun kedalamnya, hingga sebagian air keluar dari wadahnya, Marina dan Jake menggosok tubuhnya, mereka melakukannya sambil bermain, meniupkan gelembung dan hinggap di hidung hitamnya, sehingga Ia merasa geli.
“Rasanya enak sekali, baru kali ini Aku mandi dengan air yang sangat hangat, sepanjang Aku disana, aku jarang mandi dan Aku kadang berkabung di tanah hingga pulangnya pemilikku dulu menggelengkan kepalanya karna Aku penuh dengan warna coklat”
Ia mengingat masa lalunya dengan rasa tawa, hingga mereka menatap satu sama lain
“Jorok sekali….”
Sikat menggosok tubuh besarnya, menguras setiap kotoran yang menempel di bulu-bulunya dan telinganya, setelah itu, Ia dibilas dan dikeringkan dengan handuk, Sky juga menggoyangkan tubuhnya sehingga sebagian air ditubuhnya menyiprati sekitarnya, Marina dan Jake tertawa, begitupun Beruang yang sedang mengeringkan kaki-kakinya, Ia tersenyum girang, dengan teman barunya, walau mereka berbeda tetapi mereka tetap berteman.
“Sky, tetapi jangan gigit Aku”
“Karna, Aku bukan boneka gigitmu”
Mendengarnya, Marina mulai bertanya, “Memangnya kenapa??” tanyanya sambil menyisir bulunya.
“Karna, kulihat giginya tajam sekali”
“Dia memang mirip serigala
Kurasa dia akan mencaik-cabikku”
__ADS_1
Beruang merasa berlebihan dengannya, mendengar hal itu, mereka tertawa dengan keras, “Ada\-ada saja yang kau pikirkan Tuan Beruang…..” tawanya dengan girang, giginya yang tajam mulai tertampak, “Aku memang mirip seperti serigala, tetapi Aku tetapi anjing, dan mungkin kelakuanku terhadapmu adalah menguburkanmu dan terus menjilatimu!!”
Beruang itu ketakutan sementara mereka tertawa terbahak-bahak.