
“Kau tak berpendidikan!”
“Gadis kelas bawah!”
“Bodoh!!”
Kata\-kata dari ejekan para remaja itu menghantui pikirannya, Marina berbaring diatas sofa dengan suasana yang sepi, tak ada kata\-kata, “Jake pergi ke pasar bersama keluarganya, Ayah sedang bekerja, dari kemarin beliau belum saja pulang, hanya Aku sendiri di rumah ini, Aku ingin bermain dengan siapa jika disini hanya angin yang diam dan kesunyian??” gumamnya, lalu bayangan kecil muncul dari balik tembok, tuan beruag rupanya mendatangi Marina yang sedang kesepian, Ia melompat kearahnya, tubuh halus dan mungilnya berada diatasnya, “Marina!!”, Ia kembali dari pikirannya dan menemukan bahwa beruang itu tersenyum diatasnya.
“Ada apa??”
“Itu…Marina, biasanya kau bersama Jake, sekarang dia ada dimana??”
“Dia sedang pergi ke pasar bersama keluarganya”
Ia mengangguk
“Kalau ayahmu atau Ibumu??”
“Aku tak punya Ibu lagi, Dia sudah berada di surga”
“Dan aku diadopsi oleh Tuan Jason”
Mendengar hal itu, Ia mulai terdiam, dan turun dari tubuhnya dan mendekati wajahnya.
“Kau masih punya,”
“Tetapi, tak ada siapa-siapa lagi…”
Tak lama, jendela bergetar, mereka menatapinya dan burung berbulu warna\-warni itu menabrak jendela besar itu, Marina dan beruang itu bingung melihatnya, tak hanya itu, seekor kelinci tiba\-tiba muncul, bulunya putih terkejut ketika melihatnya duduk diatas sofa, seekor rusa berlari ketika matanya melihat gadis berpita ungu muda, Marina yang melihatnya marah, Ia mengusir mereka dari rumah.
“Bagaimana mereka masuk?!”
“Apa kau yang membawa mereka masuk, beruang?!” tuduhnya kepada boneka itu
“Bukan, justrunya mereka datang dengan sendirinya,” jawabnya dengan was-was.
Marina berusaha untuk mengusir mereka, sehingga mereka berlari keluar dari rumahnya, “Gawat…., anak itu tahu keberadaan kita!” panik salah satu hewan, Ia mulai kaget ketika Ia mendengar kata\-kata yang baru saja keluar dari hewan itu, “Astaga, mereka bisa berbicara?! apakah itu hanya imajinasiku???” gumamnya, dan mereka berlari menuju hutan, Marina mulai berhenti ketika Ia berdiri didepan pepohonan yang lebat, hijau dan bahkan tak tampak lantai yang sejuk itu.
“ada hutan di belakang rumah…?”
“apakah aku haru memasuki nya”
__ADS_1
“Aku penasaran apakah disana awal mulanya binatang ini berbicara?”
Rasa penasaran gadis itu memeluknya, awalnya Dia ingin menghiiraukan hutan itu, namun itu memanggilnya, sehingga penasaran itu tetap memanggilnya, tanpa ragu, Ia mendekati hutan itu, belum saja sepatu hitamnya menginjak tanah dari wilayah itu, Ia terangkat keluar.
“Nak, bahaya disana!!”
“Jangan masuk, nanti tak ada yang tahu kalau kau ada apa-apa disana!!”
Tuan Milo mengangkatnya keluar, rupanya mereka sudah kembali kerumah, tangannya memegang tubunhya dengan erat agar tidak jatuh, Marina masih saja melihat hutan itu, mata besarnya menatap rimbunan daun yang tinggi itu menjauhinya, lalu tubuhnya mulai menyentuh tanah, “Marina, kau tak tahu, hutan itu bahaya, disana bukan tempat bermain, nanti jika kau jatuh terus terluka, bagaimana??
Tak ada yang tahu, nak”
“Tetapi Tuan, tadi binatang-binatang masuk ke rumah untuk mengacaukan isinya, Aku usir dan mereka berbicara!!” Marina menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi Ia tak mempercayainya, Ia menghelakan nafas dan jongkok ke arahnya “Marina, tidak ada yang namanya binatang berbicara, itu hanya cerita dongeng yang pernah diceritakan oleh orang tua kita sebelum tidur” Ia mengelus rambutnya sehingga rambutnya teracak, dan Tuan Milo mengajaknya kembali ke rumah.
…….
“Apa, ada binatang yang bisa berbicara??”
Jake terkejut setelah Ia mendengarkan cerita sahabatnya, panjang kali lebar Ia menceritakannya, “Iya, mereka mulai berbicara ketika mereka berlari!” ujarnya, Jake mulai heran dan mencoba untuk memahami pembicaraannya.
“Jadi, mereka masuk ke rumah”
Ia mengangguk
Beruang itu duduk disampingnya, “benar sekali, kawan” jawabnya.
“Tetapi aku masih tak percaya dengannya” ujar Marina sambil menunjuk ke arahnya, beruang itu bingung, “memangnya kenapa?” tanyanya,
“bagaimana mereka bisa bisa masuk jika kau memanggilnya, dan bahkan kau muncul dari balik tembok tiba-tiba seperti hantu saja”
Mereka terdiam, “aku mulai bingung…..” Jake menatap langit-langit atap, Marina dan beruang mulai penasaran dengannya, “memangnya ada apa, Jake??”
“Mereka pasti masuk karna ada sebabnya bukan?”
Mereka mengngguk
“Tidak mungkin mereka masuk kesini begitu saja, pasti ada penyebabnya, tapi apa??”
Otak mereka pun mulai berputar, mesin pikiran memutar bahwa mereka mulai untuk bekerja, binatang liar memasuki rumah mereka pasti ada alasannya, namun hal ini masih menjadi misteri bagi mereka, tempat tinggal mereka kini menyimpan misteri yang mengundang mereka untuk bermain dengan syarat harus memecahkan misterinya.
……….
__ADS_1
Disisi lain, Jason sedang membaca berkas\-berkas yang ada di mejanya, ruangannya begitu sepi, hanya ada dirinya dan meja sebagai temannya, hari ini beliau begitu sibuk dengan pekerjaannya, “Kasusnya tak pernah berujung, dari kemarin saya mendatangi rumah saksi tetapi mereka menunjukkan deskripsi pelaku dan kesaksian mereka terkait kematian wanita itu,” beliau merasa jenuh hingga sepucuk surat memasuki ruangannya.
“Tuan, Jason, Tuan dan Nona Belldock ingin menemuimu
di rumah mereka”
Beliau merasa heran, dengan panggilan mereka dari bangawan terkemuka, keluarga Belldock.
“Aneh, baru kali ini mereka memanggilku untuk mengunjungi rumahnya?
apa aku harus terima
atau harus kutolak??”
Keputusannya berada di tangan beliau, “Jika aku tak datang, Aku pasti beada dalam masalah, dan jika Aku datang, pasti mereka ingin merayuku”
Dilema berada di tangannya, dengan lurus, Ia memutuskan untuk menerima undangannya, Ia mengemasi barangnya dan mulai mengendarai mobilnya menuju rumah besar bangsawan terhormat.
Mobil mulai berjalan menuju gerbang besar bewarna hitam, ketika Ia berjalan menuju gerbang itu, dua penjaga berpakaian merah itu membuka gerbangnya dan menyambut kedatangannya, rumah besar seperti istana menyambutnya dengan semak\-semak yang ditata dengan rapih membentuk jalan, Halamannya hijau nan luas seperti belum pernah ada seorang pun yang menginjaknya ataupun menempatkan kakinya di atasnya. Lalu beliau memarkirkannya didepan pintu besar bewarna coklat, seketika, sepasang lelaki dan wanita berpakaian ungu tua keluar dan menyambutnya dengan hangat, “Selamat pagi, Tuan Jason Frederick” sambutnya, beliau hanya meletakkan tangan kanannya di dada kiri dan membungkuk sebagai tanda hormat, “Selamat siang yang terhormat Tuan Harry Belldock dan Nona Maria Belldock, sungguh terhormat bagi anda untuk mengundang ku dalam kondisi yang sibuk ini, apa yang menyebabkan Tuan dan Nona memanggilku dalam kondisi mendesak ini?” tanyanya dengan rasa hormat kepada keluarga bangsawan yang elite, mereka mengajaknya untuk masuk.
Ketika memasuki rumahnya, ruangan luas menyambutnya dengan hangat, lantai dan langit\-langit atapnya bewarna hijau zamrud, cerobong asap mengeluarkan bunga merah yang panas sehingga itu menerangi seisi ruangan, namun tak menerangi seluruh ruangan hingga terlihat sedikit gelap dari cerobong asap itu “Mohon maafkan kami, lampunya rusak dan nanti akan segera diperbaiki” ujar Nona Belldock, Jason hanya tersenyum dan mengikuti perjalanan mereka, hingga mereka berhenti di halaman belakang rumah mereka, luas dan terasa angin lautnya, sejuk dan langit terlihat biru dan mendung, dihadapannya terdapat meja bundar kecil, diatasnya terdapat tiga cangkir bewarna putih dengan motif bunga bergaris emas, dan bangku bewarna emas dengan bantalan bermotif mawar merah jambu dari sutra, 3 bangku itu berdiri membelakangi halaman hijau tersebut, rumah itu berdiri mendekati tebing, walau begitu, rumah para bangsawan ini menjadi lebih indah dan asri.
“Silahkan duduk, Tuan Jason”
Lelaki itu mempersilahkannya untuk duduk, beliau menerimanya dan duduk dengan hormat kepada para bangsawan itu, dan mereka pun duduk seiring polisi tersebut mulai menduduki bangku sutra itu, lalu pelayan berpakaian hitam itu datang sambil membawa nampan yang diatasnya terdapat sepotong kue bluberi, dan salah satu diantara mereka menuangkan teh bewarna putih, “Teh putih dari Cina untuk tamu spesial kami” Jason hanya tersenyum dan melepaskan jasnya dan itu digantung di belakang bangku “Terima kasih atas undangan kalian, jadi apa yang bisa kubantu hari ini??” tanyanya dengan sopan.
“Bagaimana dengan kasusmu, apakah kau menemukan jawabannya?”
Jason hanya tersenyum, “Belum, justrunya muncul kasus kematian misterius lagi dengan motif yang sama, rupanaya pembunuhnya lihai sekali menghilangkan jejaknya, dan mencoba kabur dari kami” jawabnya sambil meminum tehnya,
“Lalu, kau mengadopsi Marina Harlock, anak dari Hendrick Harlock dan Catherine Harlock, keluarga pelaut ternama itu, bagaimana kondisi dia??”
“Dia baik-baik saja, namun Ia masih saja merindukan mereka, dan Aku belum sanggup untuk menjadi ayah yang baik,
bahkan mencari sekolah untuknya,
dan dirumah, Marina adalah anak yang energetik, dan anak yang baik dengan pembantunya”
__ADS_1
Jason membayangkannya hingga senyuman muncul di wajahnya.
“Kami tahu perasaanmu, Jason, mungkin ini yang pertama kalinya kau mengadopsinya, tetapi suatu hari kau akan sabar dan terbiasa dengannya” Nona Belldock ersenyum dengannya, Ia mengerti perasaan sahabatnya, “dan, saya penasaran denganmu, kenapa kau ingin mengadopsi anak kelas bawah, bukankah kau bisa mengangkat anak kelas menengah yang sesuai denganmu??” lanjutnya sambil memotong kuenya, Jason hanya tersenyum, dan mengucapkan terimakasih atas jamuan makan karna Ia harus pulang dan bertemu dengan keluarganya.