Bayangan Seorang Anak

Bayangan Seorang Anak
Kesempatan Baru


__ADS_3

Marina sedang membereskan tempat tidur, pakaian tidurnya terpakai pada tubuhya, Sky mulai melompat keatas tempat tidurnya, dan berguling diatasnya, nyamannya kasur empuknya membuatnya menjulurkan lidah dengan rasa gembira, Marina tertawa melihatnya, hingga Tuan Jason memasuki ruangannya tanpa memberinya peringatan, muncul dengan dekapan pada dirinya, tubuhnya terangkat oleh pria itu, tersenyum ketika gadis itu teriak bahagia.


“Ayah!!


turunkan Aku!!”


Tawanya menggema di seluruh ruangan, kakinya mengayun diatas udara, Jason hanya tertawa sambil mengangkat anaknya melayang dan menurunkannya ke atas kain empuknya, sambil tertawa, Marina terebah diatasnya, ayahnya duduk disampingnya dan Ia pun duduk dan menyandar disampingnya, senyuman anak kecil itu membuatnya hangat setelah pekerjaannya, lelaki berpakaian tunik itu merangkul tubuhnya, “Ayah, bagaimana pekerjaannya?” tanya Marina penasaran, beliau hanya tersenyum tak menunjukkan perasaannya saat ini, anak yang polos itu tak tahu maksud senyumannya dan apa rahasia dibaliknya, sehingga Jason mengecup keningnya dan menutup tubuh anaknya dengan selimut.


“Marina, selamat malam…..”


“Selamat malam ayah……”


Matanya tertutup, membayangkan kapal di laut malam, membawanya menuju dunia yang hanya ada di gelapnya malam. Sang ayah mematikan lampu dan keluar dari kamar hijau itu, ditutuplah pintu itu, dan meninggalkan pintu itu, Jason berjalan dengan wajah lelah dan lesu, Ia menghela nafas, sekaligus rasa sendu yang entah bagaimana bisa muncul di benaknya, melihat telapak tangan putihnya, bergetar, membayangkan sosok wanita berpakaian mawar.


“Andaikan Aku ada disana…”


“Mungkin kau tak berakhir seperti ini”


Rasa tegarnya menyemangatinya dan beliau pun berjalan menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar anaknya.



Kamar itu gelap, diisi dengan mereka yang terlelap di alam mimpi mereka, dan cahaya bulan menyinari mereka, hingga seekor anjing terbangun ketika Ia mendengar suara kepakan sayap yang cepat, matanya terbuka dan melihat bayangan hitam yang bergerak cepat di seluruh ruangan, Ia menggonggong dengan keras hingga boneka beruang dan Marina terbangun, “Sky, ada apa…??” tanyanya setengah sadar, sambil menggosokkan matanya dengan tangan mungilnya, “Marina…woof, ada penyusup!” teriaknya, Ia langsung bangkit dan melihat ke langit\-langit, dan ternyata benar apa yang dikatakan oleh peliharaan itu, ada bayangan hitam yang bergerak diatasnya, cepat sekali, kilat hitam itu menjatuhkan sepucuk surat dan keluar dari jendela. Mereka heran siapa makhluk itu dan kenapa Ia menjatuhkan surat diatasnya, bewarna coklat dengan segel hijau dengan lavender diatasnya.


“Surat apa ini??”


“Entah, makhluk itu menjatuhkannya, tapi untuk apa??”


“apa mungkin itu surat peringatan bahwa kau akan diculik


dan dia adalah hantu


atau mungkin, monster dari tengah hutan itu….”


Sky menebak alasan dan membayangkan hal\-hal seram yang ada di tengah malam, mereka menatapnya dengan serius, “Sky, orang menculik tak pernah memberikan peringatan seperti ini, apalagi tidak ada hantu ataupun hal konyol seperti itu!” geramnya, anjing itu tertawa kecil, Marina merangkat diatasnya dan membuka surat itu secara spontan, mereka membalakkan mata ketika Ia membukanya, “MARINA!!” teriak mereka, khawatir jika Ia mendapat ancaman darinya, bahkan, mereka tahu bahwa dia adalah anak yang polos, tidak tahu apa\-apa tentang dunia dan apa yang tak Ia ketahui, termasuk huruf dan angka, “Marina mungkin tidak tahu apa isi tulisan itu, dan aku harus membantunya” Tuan Beruang mendaki dari tubuh Sky lalu berlari menuju gadis itu diatas kasurn duduk, dengan polosnya Ia membaca surat itu, boneka itu melihatnya untuk membaca, namun Ia mulai membengkokkan kepalanya ke kanan, mata besarnya berkedip dengan imut seperti hamster dengan tuan barunya, dan memberikannya kepada Tuan Beruang.


“Tuan Beruang, Aku tak mengerti hal ini


apa yang dibicarakan oleh surat ini….”

__ADS_1


Marina merengek dengan kertas itu, matanya mulai menutup, dan kantuk keluar dari mulutnya, Ia mengambilnya dari tangan gadis itu, Ia pun membacanya.


Untuk Marina Herlock


dan teman-teman yang membersamainya


Hai nak,


Bagaimana kabarmu disana, kuharap kau baik-baik saja dan tetap bahagia disana, walau kau tinggal di area yang berbeda jauh dari sini, tetapi hutan ini bisa dilalui oleh siapa saja, asal mereka memiliki niat yang baik.


Nak…..


Maafkan Aku terkait kejadian waktu yang lalu, mereka memang seperti itu ketika mereka melihat makhluk baru di sekitar sekolah hutan, dan aku baru tahu bahwa kau belum pernah sekolah sebelumnya, sebenarnya Aku agak terkejut dengan kedatanganmu secara tiba-tiba di depan pintu kelas.


Entah bagaimana kau bisa memasuki hutan ini, namun orang\-orang yang memiliki niat yang baik dan hati nurani bisa memasuki hutan ini, karna hutan yang kau masuki bukanlah hutan yang biasa, tetapi hutan ini akan muncul dengan imajinasi manusia, terutama imajinasi seorang anak, dan merekalah yang mampu memasuki dan menemukan tempat ini.


Dan kau adalah salah satunya.


Hutan telah memanggilmu untuk memasukinya, itulah cara agar kau bisa memasuki wilayah ini tanpa ada kendala.


Nak…..


Kali ini Aku bertemu dengan manusia untuk kedua kalinya.


Kuharap kau menerimanya dengan tulus.


Salam


Tuan Guru.


Tuan beruang membaca surat itu dan menyerahkannya kepada gadis itu, “Marina, mereka ingin kamu bersekolah di sekolah hutan” ujarnya, mendengar hal itu, Ia mulai menunjukkan raut wajah khawatirnya, “lalu, bagaimana dengan mereka yang telah mengusir kita saat itu??” risaunya sambil memainkan tangannya, matanya mulai berkaca, tetapi Sky si anjing itupun menghampirinya dan menjilati wajahnya, “Tak perlu khawatir, Marina, ada kita, jika mereka merundungmu, kita akan lawan mereka” katanya sambil tersenyum, mereka tertawa melihat keberaniannya yang terbakar, hingga tiba\-tiba, suara kaki menapak menimbulkan getaran di atas kakinya Sky, Ia mengcium bau yang sangat tajam hingga matanya mulai terbelalak.


“Marina, Tuan Beruang,


Tuan Jason akan datang kesini!!”


Mereka mulai kembali ke posisi semula, Sky meringkukkan badannya diatas kasur, Marina mulai tidur, Ia menutupi dirinya dengan kain hijaunya yang hangat, sementara boneka itu berlari menuju tangannya dan diam membeku, Tuan Jason membuka pintu dan mendapati bahwa anaknya tertidur dengan lelap, Ia mulai jengkel dengannya.


“Aneh?

__ADS_1


Tadi Aku mendengar suara orang berbicara??


Apa ini hanya imajinasiku??”


Beliau keheranan dengan mereka, dan kembali menutup pintunya, Marina yang sedang tertidur itupun menunjukkan senyuman nakalnya dan berjalan di alamnya yang penuh dengan warna\-warni pelangi.


Keesokan harinya, Marina mulai mengambil buku dan pensil, Ia memakai pakaian langit cerahnya dengan indah dan rapih, menatap kaca menunjukkan seorng gadis yang lucu dan manis, Ia tersenyum, Sky dan Tuan Beruang duduk disampingnya dan mereka pun berjalan menuju hutan itu.


Mereka berdiri dihadapan rindangnya pepohonan, hijau bahkan hanya hijau saja yang tampak, dan kaki\-kaki mulai menapak di atas hutan itu, seketika mereka sudah berpindah dari halaman belakang rumahnya, dan mereka melakukan perjalanannya menuju sekolah hutan.



Rindangnya hutan itu menyambut hari yang baru bagi mereka, Sky menatap sekitarnya dengan tatapan yang tajam, “Tempat apa ini, dan kenapa tidak dingin??” tanyanya, “Karena ini bukan Siberia, kawan” ujar boneka itu, dan mereka berjalan, kedatangan mereka kedalam hutan itu untuk kedua kalinya membuat para tupai, rusa, kelinci dan landak itupun membuntutinya, kelinci itu melihat pita besar yang berada di pinggangnya Marina, “siapa dia…..?”


“Apa yang akan dilakukan olehnya??”


“apa mungkin itu adalah anak dari lelaki yang pernah kutemui terakhir kalinya dalam hidupku?”


Para binatang penasaran dengan kedatangannya, hingga mereka mengikutinya untuk mencari tahu, perlahan mereka menggerakkan kakinya untuk mencari tahu tentang mereka, namun ketiga pendatang itu tidak sadar bahwa mereka dibuntuti oleh mereka, hingga tak lama, mereka tak tahu jalan menuju sekolah itu.



Sky menghembuskan nafas dan mencium bau untuk mencari jalan menuju seklah hutan yang dimasudkan oleh pengirim surat itu, tetapi Ia tak bisa mencarinya karna hilangnya jejak itu, “Tak ada bau menuju sekolah itu”, sesalnya dengan tatapan sinis, dan seekor tupai berjalan dihadapan mereka, Ia diam berdiri dan mengayunkan tangannya sebagai ajakannya untuk pergi ke suatu tempat, mereka penasaran bahwa mereka akan dibawa kemana mereka itu, padahal tujuan mereka adalah sekolah, namun mereka tetap menerima ajakannya dan mengikutinya dari belakang, Ia berjalan sambil mengunduskan nafas lalu berjalan mengikuti aroma itu.


“Lewat sini”


Marina membelalakkan mata ketika Ia baru saja sadar bahwa tupai itu bisa berbicara, baginya, binatang lucu itu ingin menghantarkan mereka ke suatu tempat, Tuan Beruang tetap tenang dan menikmati perjalanan mereka yang penuh lika\-liku itu.


“Ikuti aku!”


“Kemana kau akan bawa kami??”


“Ikuti saja perkataan tupai itu nak,


mungkin saja Ia tahu tujuan kita”


Mereka tetap mengikutinya hingga tak lama kemudian, tupai itu berhenti dan menemukan sebuah pintu kayu, Marina dan teman\-teman heran, matanya berkedip melihat pintu itu, penasaran apa yang ada dibalik pintu, Ia bertanya kepada tupai itu, namun Ia hanya meminta gadis itu untuk membukanya sebagai jawaban yang Ia cari, tangannya memegang gagang itu dan membuka pintu itu dan matanya berbinar ketika pintu itu telah terbuka. Seekor singa duduk dihadapannya dan menyambutnya dengan senyuman yang hangat.


“Selamat datang di sekolah nak…..”

__ADS_1


__ADS_2