Bayi Kembar Tuan AL

Bayi Kembar Tuan AL
Alessandro Kembali


__ADS_3

POV ALESSANDRO


Hari ini masa kontrak kerjaku selesai. Tak terasa dua tahun sudah aku tinggal dinegara ini. Jauh dari anak-anakku dan seluruh keluarga ku.


Aku bersiap kembali ke negara asalku namun sebelumnya, aku berpamitan kepada seluruh kru dan juga teman-temanku.


Sebenarnya mereka ingin kontrak kerjaku ditambah namun aku menolaknya. Aku sudah terlalu lama meninggalkan kedua anakku dan aku sangat merindukan mereka, termasuk Geanna.


Kini Fariz dan Farissa sudah besar. Usia mereka sudah hampir tiga tahun. Mereka sudah pandai bicara walaupun masih terdengar cadel. Mereka juga sudah tahu bahwa aku adalah Ayah mereka.


Setiap hari aku bicara lewat VC bersama mereka. Merekapun sangat antusias ketika bicara padaku. Bahkan mereka selalu berebut untuk bicara padaku hingga Ge kewalahan menangani kedua anakku itu.


Ge, wanita itu semakin cantik saja. Cintaku bahkan semakin bertambah setiap harinya. Apalagi ketika aku melihat wajah polosnya dengan rambut yang diikat secara sembarang.


Aku semakin tergila-gila padanya. Kini Ge sudah sukses, usahanya semakin berkembang. Tokonya pun semakin besar.


Mengapa aku tahu? Karena Ge selalu minta pendapat ku, apapun itu. Termasuk tentang usahanya. Hari itu, dia menghubungi ku dan bilang ingin memperbesar Ruko miliknya.


Akupun mengiyakan nya, karena menurut ku itu bagus. Dan setelah Rukonya selesai direnovasi, Ge kembali memperlihatkan hasilnya kepadaku.


Dia nampak bahagia saat memperlihatkan Rukonya yang terlihat jauh lebih besar dari sebelumnya dan akupun turut bahagia.


Sebelum berangkat, aku menyempatkan membeli oleh-oleh untuk kedua anakku juga untuk Geanna.


Special untuk Ge, aku belikan sebuah cincin berlian yang sudah ku pesan jauh hari, khusus untuknya. Aku berencana ingin melamarnya setibanya disana. Aku harap dia mau menerima lamaran ku dan menikah denganku.


Akhirnya aku tiba di bandara dan segera memasuki pesawat yang akan mengantarkan aku kembali ke negara ku.


***


Setelah perjalanan yang jauh dan begitu melelahkan, akhirnya aku kembali menjejakkan kaki ku dinegara ini. Dimana kehidupan ku dan karir ku bermula disini.


Aku tidak memberitahu siapapun tentang kepulangan ku, termasuk Ge. Aku ingin memberikan kejutan untuknya. Dan orang pertama yang ingin kutemui adalah Ge beserta kedua anakku.

__ADS_1


Setelah mampir ke rumahku sebentar, untuk meletakkan barang bawaan ku, aku segera menuju Ruko Ge. Hatiku begitu bahagia karena setelah sekian lama menahan rindu, akhirnya hari ini aku akan menjumpai sosok wanita yang selama ini menjadi ratu dalam hatiku.


Setibanya di depan Ruko Ge, aku segera memarkirkan mobil ku. Kemudian aku meraih sebuah kotak cincin yang akan ku lingkarkan dijari manis Ge hari ini dan ku letakkan kedalam saku Jacket yang sedang kukenakan. Juga tidak lupa Boneka dan Mobil-mobilan untuk kedua anakku.


Aku melangkah menuju pintu Ruko milik Ge. Namun baru saja aku melangkah, tiba-tiba kakiku berhenti bergerak. Kulihat Ge sedang bersama seorang laki-laki berperawakan tinggi besar, yang pastinya dia bukan EL.


Ge terlihat tertawa bahagia bersama lelaki itu. Begitupula kedua anakku, Fariz dan Farissa. Mereka tidak canggung bersama lelaki itu. Tubuhku bergetar dan jantungku berdetak tak karuan. Siapa lelaki itu? hanya itu yang ada dalam pikiran ku sekarang.


Walaupun aku tidak suka dengan apa yang kulihat didepan mataku, aku akan tetap menemui Ge dan kedua anakku. Aku kembali meneruskan langkah ku dan segera menghampiri mereka.


"Ge!"


Ge terkejut, begitupula lelaki itu. Ge membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya terlihat berkaca-kaca ketika menatapku.


Aku mengulurkan kedua tanganku, berharap Ge akan segera menghampiri kemudian memeluk tubuhku. Benar saja, Ge segera menghampiriku dan memeluk tubuhku, namun hanya sebentar.


"Alessandro, kenapa kamu tidak bilang kalau hari ini kamu pulang?" tanya Ge,


Aku tersenyum padanya, "Aku ingin memberikan kejutan buat kalian."


Ge segera meraih Fariz dan Farissa, "Sayang, coba kalian lihat, itu siapa?" ucap Ge kepada si kembar,


Fariz dan Farissa menatap lekat kearah ku. Aku berjongkok kemudian tersenyum kepada mereka. Akhirnya setelah beberapa saat merekapun mengenaliku. Kaki-kaki mungil mereka mulai berlarian menuju kearah ku.


"Daddy, daddy, daddy!" seru Fariz dan Farissa seraya memeluk tubuhku.


Aku begitu bahagia dan saking bahagianya, aku sampai menitikkan airmata ku. Aku senang ternyata kedua anakku selalu mengingat ku. Mereka terlihat sangat menggemaskan, melebihi dari yang kulihat di Video biasanya.


"Lihat, Daddy bawa apa untuk kalian?!"


Aku memperlihatkan boneka dan mobil-mobilan yang ku bawa kepada mereka. Mereka sangat senang dan segera menyambutnya.


"Makacih, Daddy!" ucap mereka. Terdengar sangat menggemaskan.

__ADS_1


Setelah mendapatkan mainan, merekapun segera bermain dengannya.


"Alessandro, mari duduk dulu!" ajak Ge,


Ge mempersilakan aku untuk duduk disalah satu tempat duduk pelanggannya. Akupun menurut saja dan duduk disana. Begitupula lelaki bertubuh besar itu, dia duduk sambil tersenyum kepadaku. Aku memperhatikannya, sepertinya aku mengenalinya.


"Ehm, aku permisi dulu ya! Aku ingin membuat minuman untuk kalian." ucap Ge, kemudian iapun segera meninggalkan aku dan lelaki itu.


"Tuan Alessandro, bagaimana kabar mu?"


Lelaki itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya. Aku coba mengingat-ingat wajahnya dan betapa terkejutnya aku setelah ingat siapa lelaki ini.


"Fikri?!" ucap ku sambil menyambut uluran tangannya.


"Ya, Tuan. Saya Fikri. Anaknya Pak Bayu Prasetyo." sahutnya,


"Bagaimana kamu bisa berada disini dan bagaimana tubuh mu bisa sebesar ini sekarang, Fik?!" ucap ku sambil terkekeh, karena aku ingat tubuh cekingnya sewaktu masih menjaga Villa.


Fikri tersenyum , "Sebenarnya Kafe saya berseberangan dengan Toko Ge dan saat waktu luang, saya pasti mampir kesini untuk menemani Fariz dan Farissa." sahut Fikri,


Aku sempat melihat ke seberang jalan dan kulihat disana memang berdiri sebuah Kafe besar. Aku memperhatikannya, aku tidak percaya dia sekarang menjadi orang sukses.


Tidak hanya itu, ia juga menceritakan banyak hal tentang kehidupannya. Begitulah Fikri, dia tidak canggung-canggung saat menceritakan tentang dirinya.


Setelah beberapa saat, akhirnya Ge muncul dengan nampan berisi air minum dan juga camilan untuk kami. Dia tersenyum manis, aku sempat terpesona dibuatnya. Sudah lama sekali aku tidak melihat senyuman itu secara langsung.


"Alessandro, kamu pasti akan sangat terkejut jika mengetahui siapa Fikri sebenarnya!" ucap Ge sambil meletakkan minuman itu ke hadapan aku dan Fikri.


"Jangan diberitahu! Biar ini menjadi kejutan..." sahut Fikri,


Aku mengerutkan kening ku, aku tidak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan. Ge ikut duduk sambil memeluk nampan yang tadi ia bawa.


Sepertinya aku harus menunda niat ku untuk melingkar kan cincin itu kejari manisnya Ge. Karena ku rasa ini bukanlah saat yang tepat. Aku terpaksa menyimpan kembali cincin itu dan menyerahkannya jika waktunya sudah tepat.

__ADS_1


***


__ADS_2