
Hari itu Alessandro mengajakku ke kediaman Nyonya Liliana. Kini keadaan Nyonya Liliana terlihat mulai membaik daripada terakhir kalinya aku bertemu dengannya.
Tubuhnya sudah mulai berisi dan kembali terawat. Nyonya Liliana menyambut ku dengan baik dan Alessandro benar, dia sudah merestui hubungan ku dan Alessandro.
Bahkan dia sangat antusias ketika membahas tanggal pernikahan kami. Begitupula Alessandro, dia sangat bersemangat menyambut hari istimewa itu.
Setelah pulang dari kediaman Nyonya Liliana, Alessandro mengajakku ketempat Mami Angel. Yah, Mami Angel kembali menjadi MUA dihari pernikahan ku.
Mami Angel begitu bahagia mendengarnya. Akhirnya aku dan Alessandro bersatu setelah sekian lama berseteru. Kami juga sempat Fitting gaun pengantin disebuah butik terkenal milik Desainer ternama, sahabat dari Mami Angel.
Kini semuanya sudah selesai diurus, tinggal menunggu hari H nya. Dimana Alessandro akan menikahi ku dan SAH menjadi suamiku.
🌸🌸🌸
Hari ini hari pernikahan ku dan Alessandro akhirnya dilaksanakan. Acara dilaksanakan disebuah taman (Outdoor Wedding) yang disewa khusus oleh Alessandro. Ternyata perspektif antara aku dan Alessandro tentang pernikahan sederhana itu berbeda.
Jika menurutku sederhana itu seperti pernikahan ku dengan EL dulu, dimana hanya ada aku beberapa keluarga dan penghulu serta beberapa saksi. Sedangkan bagi Alessandro inilah sederhana.
Acaranya masih sangat meriah bagiku dengan dihadiri oleh banyaknya tamu undangan dari berbagai kalangan. Terutama dari kalangan seprofesi nya. Bahkan teman-temannya saat kontrak kerja di Amerika pun berbondong-bondong hadir di acara ini.
Cuma satu yang membedakan pernikahan ini dengan pernikahan pertama Alessandro yaitu tidak adanya media yang dapat meliput di hari spesial nya ini.
Aku benar-benar tidak percaya diri saat ini walaupun Mami Angel sudah merias ku semaksimal mungkin agar aku menjadi pusat perhatian. Mami Angel juga terus memberi semangat agar aku percaya diri di hari spesial ku ini.
"Ayo Ge, semangat!!!" ucap Mami Angel sambil tersenyum lebar kepadaku,
Setelah berbagai serangkaian acara kami lewati, akhirnya masa yang paling menegangkan itupun terjadi. Dimana Alessandro berjuang mensahkan aku sebagai istrinya. Hingga,
__ADS_1
"Bagaimana Saksi-Saksi? Sah?!"
"SAH!"
Akhirnya kamipun SAH menjadi suami istri. Semua orang terlihat bahagia di hari pernikahan kami tidak terkecuali EL yang juga hadir bersama keluarga kecilnya di pernikahan kami.
Aku tidak sengaja sempat bertatap mata dengannya dan EL tersenyum hangat padaku sambil menganggukkan kepalanya. Akupun membalas senyuman nya. Dan ternyata Alessandro pun menyadari hal itu, ia pun membalas mengangguk kepada EL dari kejauhan.
Bagiku semua orang yang berada di pesta spesial ku ini terlihat sangat istimewa. Namun ada sepasang mahluk yang menjadi pusat perhatian di mataku.
Fariz dan Farissa yang terus berlarian di taman dengan menggunakan setelan jas untuk Fariz dan gaun pengantin mini untuk Farissa. Mereka ikut berperan menjadi Bridesmaids dan terlihat sangat menggemaskan.
"Kamu lihat kedua bocah itu, Aley? Mereka menjadi pusat perhatian ku karena mereka terlihat sangat lucu!" ucap ku kepada Alessandro yang berdiri disamping ku dengan menggunakan setelan Jas berwarna Silver senada dengan Gaun pengantin yang sedang aku kenakan. Dia terlihat sangat tampan dan aku tidak bisa memungkiri hal itu.
Alessandro tersenyum, "Tentu saja, mereka adalah gambaran diriku dan dirimu. Tidakkah kau lihat betapa tampan nya Fariz yang menjadi duplikat seorang Alessandro dan si Cantik Farissa yang merupakan pewaris kecantikan mu." ucap Alessandro sambil menggoda ku.
Aku hanya bisa menatapnya dengan mata malas sambil menghela nafas.
"Terserah padamu, selama kau tidak menyia-nyiakan aku seperti dulu." sahut ku
Alessandro terkekeh kemudian meraih wajahku dan melabuhkan kecupan hangat di bibirku.
"Tidak akan! Aku tidak akan melakukan hal bodoh itu untuk kedua kalinya. Cukup sekali aku menyiarkan-nyiakan mu, Ge! Dan sekarang waktunya aku memperbaiki semua kesalahan yang telah aku lakukan kepadamu waktu itu."
Aku begitu tersentuh ketika mendengar perkataannya. Aku seakan terbang ke langit ketujuh dibuatnya tapi aku masih tidak berani berharap lebih. Aku takut sama seperti pernikahan ku dengan EL. Aku begitu berharap lebih pada sosok EL dan berakhir dengan kekecewaan yang begitu dalam.
Para tamu undangan masih ramai berdatangan. Dan yang sudah datang, mereka tengah asyik menikmati berbagai hidangan yang telah tersedia. Ada juga yang sedang menikmati indahnya alunan musik.
__ADS_1
Para Bridesmaid sedang sibuk berfoto selfi. Terutama Nur dan Fania yang terlihat sangat repot mengatur barisan anggotanya untuk mengabadikan moment-moment indah mereka.
Disaat aku masih memperhatikan banyaknya tamu undangan, tiba-tiba saja mataku tertuju pada salah seorang tamu undangan yang pernah menjadi sosok istimewa untuk seorang Alessandro, Sarra Carmelia.
Aku menyenggol lengan Alessandro yang masih bicara dengan salah satu rekannya sesama model. Alessandro segera menoleh kearah ku dan kuarahkan wajahnya tepat dimana Sarra berdiri.
Alessandro tersenyum padaku, "Aku memang mengundangnya karena dia sendiri yang memintanya. Lagipula dia juga sudah menikah dengan seorang pengusaha sukses. Tidak apa-apa kan, Sayang?" tanya Alessandro,
"Tentu saja, kenapa tidak? Aku malah mengkhawatirkan dirimu. Aku takut kamu baper setelah melihat Sarra bergandengan dengan laki-laki lain." sahut ku sambil terkekeh pelan.
Alessandro ikut terkekeh, "Memangnya aku masih punya perasaan apa sama dia?" tanya Alessandro sambil memperhatikan wajahku.
"Ya, aku kan cuma menduga-duga..."
Tak berselang lama, Sarra dan Suaminya menghampiri kami. Mereka terlihat serasi sekali walaupun ku rasa suami Sarra sudah sangat dewasa melebihi Alessandro.
"Hai, Alessandro! Selamat ya..." ucap Sarra sambil mengulurkan tangannya kepada Alessandro dan disambut hangat olehnya.
"Terimakasih sudah berkenan hadir di pesta pernikahan kami yang sangat sederhana ini." sahut Alessandro sambil tersenyum kepada pasangan itu.
Sarra juga menyapa ku sambil mengulurkan tangannya. "Ge, selamat ya! Ehm, Maafkan aku soal prilaku ku padamu waktu itu. Beruntung saat itu Alessandro segera mengejar mu. Jika tidak, mungkin aku akan menyesal seumur hidupku, Ge. Sekali lagi maafkan aku..." ucap Sarra dengan mata berkaca-kaca kemudian ia memeluk tubuhku erat.
Akupun membalas pelukannya kemudian mengelus punggungnya dengan lembut. "Aku sudah memaafkan mu, Sarra. Dan aku juga minta maaf karena akupun pernah melakukan kesalahan padamu." ucap ku seraya melepaskan pelukannya.
Sarra tersenyum sambil mengangguk kan kepalanya. Suaminya pun turut mengulurkan tangannya kepada kami dan mengucapkan selamat.
Sarra mengajak kami untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan. Alessandro pun setuju begitupula Suaminya Sarra sedangkan aku cuma manggut-manggut saja. Setelah puas berfoto selfi bersama, merekapun pamit untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, akhirnya pesta kamipun selesai. Saatnya kami pulang untuk beristirahat dan melepas penat. Bukan! Kata Alessandro, saatnya membuat adik untuk Fariz dan Farissa.
***