Beauty Girl Is Mine

Beauty Girl Is Mine
Dasar Cowok Jalang


__ADS_3

Setelah Jam pelajaran Bu Ranum selesai terdengar suara Bel berbunyi menandakan bahwa sudah waktunya jam istirahat.


Setelah Bu Ranum pergi meninggalkan ruang kelas di susul dengan beberapa murid yang ikut mengekor karena ingin pergi ke kantin untuk sekedar mengisi perut.


Jessy kini sedang mengajak Arin yang tengah membaca sebuah novel ntuk pergi ke kantin, sebenarnga Arin sedikit kurang mood untuk pergi ke kantin tapi apalah daya dia tidak bisa menolak ajakan sang bestie.


"Ar..kantin yok..." Ajak Jessy


" Engga Ahh...lagi asyik nih baca novel" tolak Arin yang masih fokus dengan Novel yang berjudul My girlfriend Is My Haters


" Pleaaseee...kan baca novel nya bisa di lanjut nanti Ar.." ucap Jessy dengan Manik mata memelas sehingga Arin tak tega jika harus membiarkannya pergi ke kantin sendirian.


"Ya udah...iya gue temenin.." Arin sedang memasukan Novel miliknya ke dalam laci.


" Good Girl..nah gitu dong" ucap Jessy seraya mengacungkan ke dua jempol tangannya


Arin dan Jessy kini menuju kantin sesampainya di kantin mereka menatap sorot wajah yang sulit di artikan.


Siapa lagi kalau bukan Tasya.

__ADS_1


Tidak hanya itu justru Arin sedang mendapati pemandangan yang sedikit mengusik batinnya dan sekita menghancurkan moodnya, Arin melihat sosok perempuan yang sedang berbicara dan bersenda gurau dengan seorang pria yang tadi pagi baru saja memboncengkan dirinya ke sekolah.


Tak henti-hentinya Arin mengumpat.


"Dasar cowok ****** baru juga tadi pagi dia baperin anak orang,ini udah baperin cewek lain aja" batin Arin


"Ar ..kamu mau pesen apa??" Tawar Jessy dengan menyenggol bahu Arin yang ternyaata sedang bengong layaknya sapi ompong.


"E-mmm Air mineral aja Jess, lagi gak mood makan gue" jawabnya sedikit terbata-bata,Setelah mendapatkan Air mineral yang ia mau Arin langsung mengajak Jessy untuk cepet-cepet pergi dari kantin SMA Garuda.


" Gi mana siomay gue Ar...??" Ucap Jessy yang mulutnya masih berisikan siomay yang telah ia pesen tadi.


Namun Arin tidak ambil pusing dan segera menarik tangan jessy.


Di sepanjang perjalanan Jessy terlihat heran kenapa sahabatnya tiba-tiba berubah drastis padahal tadi dia sudah bujuk agar mau nemenin makan di kantin,tapi belum juga habis sudah ngajak pergi lagi .


Dan di fikiran Arin hanya mengumpat sejadi jadinya akibat kejadian tadi.


"Amit-amit deh jangan sampe gue jatuh cinta sama cowok yang model begituan,yang ada bisa makan hati tiap hari. Aduh mikir apaan sih gue.. mungkin guenya aja terlalu baper . " Batin Arin mengumpat.

__ADS_1


"Arinda semangat jangan terlalu baper lagi sama cowok" Batin Arin menyemangati diri sendiri,agar tidak mudah baperan lagi .


Di sisi lain Daryl and the genk mulai beranjak pergi meninggalkan kantin menuju kelas , belum sampai kelas matanya tertuju dengan Rizki sang ketua OSIS yang sedang mengobrol dengan seorang gadis yang memiliki surai sepinggang dengan jepit rambut berbentuk matahari yang melekat di rambut hitam panjang yang terurai, dia adalah sosok Arin .


Dengan tatapan sulit di artikan Daryl terlihat sedang memikirkam sesuatu.


"Serius amat tuh muka.. kayak emak-emak komplek lagi nungguin kocokan Arisan" goda Angga di iringi anggukan oleh Nova


" Kayaknya Api neraka bocor deh ngga.." ucap Nova menimpali .


" Brisik lo berdua, mau gue kirim ke neraka beneran..??" Seringkai Daryl dengan tatapan tajam.


" Tega amat lo sama gue .. tau sendiri gue belum nikah " ucap angga memelas.


" Halu lo...pacar aja kagak punya sok-sokan mau nikah" balas Nova seraya menggeplak kepala angga .


Tidak mau menghiraukan temannya itu Daryl langsung menuju ruang kelas di susul dengan Angga dan Nova.


Di sisi lain Arin tengah berpamitan kepada Rizki untuk segera masuk kelas karna sebentar lagi bel masuk berbunyi.

__ADS_1


"Kak Rizki ..Arin ke kelas dulu ya ." Ucapnya dengan sopan.


"Iya Ar.. jangan lupa pertimbangin lagi tawaran gue" teriak Rizki karna Arin yang mulai kian berjalan menjauh.


__ADS_2