
Di depan Pintu Apartemen terlihat seperti ada keributan,
Ternyata memang benar rupanya Ada seorang perempuan yang tengah ribut dengan Angga dan Nova.
"Titisan boneka Anabell , di dalam tuh gak ada Daryl,,kan tadi lo juga lihat sendiri kalau Daryl pergi jogging" ucap Angga
"Lo jangan coba coba bohongin gue ya,tadi gue lihat dengan mata kepala gue sendiri kalau Daryl tuh udah pulang."
Bantah Ninda.
Angga dan nova pun saling pandang satu sama lain karena memang benar semenjak mereka pulang dari taman, Daryl belum pulang.
"Tapi kita berdua tuh serius,Daryl belum pulang dari tadi"ucap nova menimpali.
"Lo berdua gak lagi coba coba bohongin gue kan???"
"Noh...noh..orangnya , " Angga menunjuk ke Arah Daryl yang mulai berjalan menuju ke arah mereka bertiga .
"Daryl..."panggil ninda yang mulai menggandeng tangan Daryl namun segera ia hempaskan. Di saat Angga dan nova hendak putar badan Daryl menarik baju mereka
"Urusin dia!!!gue lagi cape banget" ucap Daryl ke pada Angga dan Nova. Namun mereka hanya saling pandang.
Karena sudah tau pasti mereka lah yang akan terkena imbasnya,karena semenjak kejadian lalu,Daryl sudah malas membahas perihal Ninda apalagi bertemu .
"Ryl...gue mau ngomong sama lo..!!" Teriak Ninda yang tak di hiraukan oleh Daryl .Ninda hendak masuk,namun di halangin oleh Angga dan Nova
"Eeeeitsssss...lo mau ngapain???" Ucap angga dan nova kompak.
"Ya gue mau masuk lah.." jawab ninda
"Hehe... Tuh Ada Daniel tuh lagi nyariin lo."Angga tiba tiba muncul ide , biar Ninda teralihkan. Saat Ninda menengok ke arah yang di tunjuk Angga, mereka berdua dengan sigapnya langsung menutup pintu Apartemen.
"Akhirnya lolos juga dari mak lampir" ucap Angga dengan mengelus dadanya.
"Tumben otak lo cair.." Nova menoel pundak Angga hingga ia sedikit oleng.
"Sialan lo ya!! Kalau gue jatuh gi mana??lo mau tanggung jawab" pekik Angga
"Yaelah cuma gitu doang sewot" bantah Nova
"Lagian ,udah mending kita selamat dari mak lampir"
"Oke oke"
******
__ADS_1
Di pagi yang begitu cerah, di sambut dengan mentari yang bersinar terang, seorang gadis berparas ayu tengah berjalan melewati koridor dengan tas punggung yang sudah melekat di tubuhnya serta jaket berwarna dark choklat .
Namun di saat hendak memasukkan kunci motor ke dalam saku seragam sekolahnya tiba tiba kunci itu terjatuh .
"Hufft...pake acara jatuh segala lagi.." Arin membuang nafas kasar sebelum akhirnya mengulurkan tangan untuk mengambil kunci tersebut.
" Emmmtz...sorry !!ini kunci lo.." Arin mendadak membisu di buat Daniel karena tangannya yang saling bertautan saat hendak mengambil kunci secara bersamaan membuat manik mata mereka saling menatap sebelum akhirnya mereka tersadar.
"Thanks kak.." hanya itu yang mampu Arin ucapkan seraya memasukkan kunci ke dalam saku baju seragamnya
" It:s oke" jawab Daniel .
Di balik kejadian tadi ternyata sudah ada sepasang sorot mata yang menyaksikan kejadian tersebut,dan membuatnya naik darah.
" Oh my god..so sweet banget" celetuk Cindy di balik tembok yang berada di ujung koridor.
"Apaan si lo.." Renata yang mendengar ucapan Cindy sontak menoyor kepalanya.
"Sial..!! sok kecakepan banget si tuh cewek, di tambah lo lagi muji muji dia, makin bikin gue tambah badmood" Ninda nampak kesal menyaksikan kejadian tadi.
"Girls..cabut yuk!!" Ninda langsung berjalan menuju ruang kelasnya di ikuti oleh ke dua temannya.
Di sisi lain Arin baru saja sampai di dalam ruang kelas . Ia langsung menuju bangku kosong miliknya yang berada tepat di sebelah jessy .
" Gue kangen banget sama lo Ar ..padahal kan baru sehari kita gak ketemu tapi serasa ada yang kurang gitu.rasanya kurang asik kalau gak ada lo" ucap Jessy menimpali dan mulai melepaskan pelukannya.
" Morning juga Jess.. Ah...lo bisa aja "Jawab Arin yang mulai meletakkan tas dan melepas jaket yang ia kenakan.
" Gue serius tau, BTW nanti istirahat lo ada waktu gak buat temenin gue ke ruang guru ,karena ada beberapa berkas yang mau gue kasih ke bu Hilda"
"Emttz...gak...aa." belum sempat Arin menjawab tiba tiba ucapannya terpotong oleh sesorang
" Gak bisa.. karna Arin mau latihan basket sama gue. Bener kan Ar.." ucap Daryl sembari menggoda Arin karena bagaimanapun juga Arin harus penuhi janjinya agar rahasianya tidak bocor.
"He...iya Jess..maaf ya" jawab Arin kikuk.
"Whattt!!!!!sejak kapan lo sama Daryl jadi deket gini" seru Jessy yang tak percaya bila sahabatnya mulai dekat dengan Daryl.
"Kepo banget si lo.." ucap Daryl ke pada Jessy .
"Awas aja lo kalau sampai apa apain Arin gue jadiin rica rica" Jessy seolah mengancam.
Setelah jam mata pelajaran IPA selesai Arin dan Daryl segera berjalan menuju lapangam bola basket.
Banyak sorot mata menatap heran ke arah mereka berdua karena mereka sudah hafal akan sikap Daryl .
__ADS_1
Meskipun dia Masih kelas XI SMA namun ketenarannya sudah tidak di ragukan lagi.
"Kok bisa sih Daryl bareng lagi sama anak baru itu"
"Mana cuma berdua doang lagi."
" Untung aja cantik anaknya"
Berbagai macam desas desus siswa siswi harus Arin dengar kembali karena dekat dengan Daryl.
"Kenapa raut wajah lo tiba tiba berubah gini??" Ucap Daryl yang dari tadi merasakan bahwa ada perubahan di raut wajah Arin
" Ga papa sih.. cuma heran aja ya kali cuma jalan bareng lo aja jadi pusat obrolan lagi" jawab Arin yang seketika itu berhenti untuk membenari tali sepatunya yang lepas
" Ya ..gak usah lo dengerin lah." Ucap Daryl yang masih setia berdiri menunggu Arin dengan kedua tangan yang merogoh saku celananya.
"Ya tapi kan gue punya telinga,dan gue gak tuli" Arin mulai berjalan kembali untuk menuju lapangan bola basket
" Woy...lo mau ke mana???" Tanya Daryl seketika.
"Tadi kan lo bilang mau ke lapangan basket , gak jadi ya??" Jawab Arin dengan santainya.
" Lapangan basket di sini ... " Ucap Daryl dan segera membuka pintu lapangan basket, karena SMA Garuda merupakan Sekolah elite jadi Lapangan basketnya memiliki ruangan tersendiri dan bukan lapangan umum.
" Oh ..di sini .bilang dong dari tadi" Arin segera memasuki ruangan basket tersebut,
" Wih...keren...ternyata ada Ruangan privat khusus basketnya" Manik mata Arin masih nenatap kagum ke arah ruangan yang begitu asri dan nampak berseri.
" Biasa aja kali.." ucap Daryl yang masih mengamati gerak gerik Arin.
" Keren!!! Gue suka ini".
Kini tangan Arin mulai terasa gatal ingin cepat cepat memegang bola basket yang merupakan salah satu Olahraga kesukaannya.
Arin sudah terbawa suaasana bahkan sudah tidak mengingat keberadaan Daryl di sana.Arin dengan lincahnya menggiring bola menuju ring basket .Daryl yang menyaksikan kemahiran Arin dalam bermain basket membuatnya semaakin kagum dan semakin tertarik dengan sosok gadi ini.
"Gadis yang sangat Multitalenta"gumam Daryl dengan menyilangkan tangan di depan dada sembari mengamati Gadis yang berhasil meluluhkan hatinya
" Jago juga lo mainnya...lawan gue..!!"Teriak Daryl yang mulai berlari menuju Arin dan segera merebut Bola basket yang sebelumnya ada di tangannya.
" Siapa takut.." Balas Arin langsung berlari mengejar Daryl untuk merebut bolanya kembali .
Kini mereka berdua bermain dengan sangat Asyiknya sehingga tiba tiba saat Arin hendak merebut bola basket tali sepatunya terlepas dan membuat keseimbangan Arin goyah seketika akibat kaki satunya menginjak tali sepatunya yang lepas
Daryl yang berada di depannya dengan sigap meraih pergelangan tangan Arin membuat badan Arin terhempas ke tubuh Daryl . Mereka terjatuh secara bersamaan dengan Arin yang menimpa tubuh Daryl.
__ADS_1