Beauty Girl Is Mine

Beauty Girl Is Mine
Di balik Anggunnya Sosok Arinda


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat ,setelah pulang dari sekolah tidak ada aktifitas yang di lakukan Arin selain rebahan di atas kasur sembari memainkan ponsel miliknya, karena merasa jenuh Arin mulai Traveling dengan pikirannya sendiri.


" Huffft...Gini amat ya hidup gue,pengen healing sama ayang tapi gak punya ayang ,SANGAT MEMBOSANKAN !!!kerjaannya cuma makan,tidur,sekolah,belajar,makan lagi tidur lagi gitu aja terus sampai kambing yang melahirkan berubah menjadi kambing bertelur" gumamnya sambil memutar mutar ponsel miliknya


"Mending gue beli cemilan buat nemenin nonton Drakor" Arin mulai bersiap siap untuk keluar membeli cemilan.


Nampak Arin mengenakan legging hitam panjang ,jaket hitam dan sepatu cats warna putih segera bergegas dan mulai menyambar kunci motor menuruni anak tangga


"Mah..Arin ijin ke Minimarket sebentar ya mau beli cemilan"


" Iya sayang...hati-hati di jalan" Sahut Arumi dari Dapur.


"Brooooom,Brommm,,,Brooommmmm" Motor mulai melaju meninggalkan garasi rumah menuju mini market terdekat, kebetulan sekali minimarket tak jauh lokasinya dari tempat tinggal Arin,hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menempuh nya.


" Hidupku tanpamu takkan pernah terisi sepenuhnya karena kau,separuhku.." Di sepanjang jalan Arin mulai bersenandung menyanyikan lagu Nano Band ~Separuhku.


Namun di saat itu Arin melihat kejadian di sebuah pinggir jalan ada sepasang suami istri sedang di kepung oleh 4 orang preman ,


" Wah gak bener nih main keroyokan!! Kasian juga Mana si Bapak bapak itu lagi sama istrinya lagi, Arin tolongin aja kali ya, " gumam Arin seraya memberhentikan motor miliknya dan langsung menuju sekelompok perampok .


" Woiii..beraninya main keroyokan ya!!!" Pekik Arin sambil berjalan ke arah perampok


" Siapa lo anak ingusan !!!gak usah ikut campur urusan kami" sentak salah satu pria berjaket kulit hitam


" Woii..gue ingetin ya ..Buat kalian semua, kalau mau uang ya kerja lah!! Bukannya malah ngrampok uang milik orang gak berkah Tau!!!," teriak Arin


" Dasar Bocah Tengil,Berani lo ya nyeramahin kita semua,mending lo pergi sebelum habis babak belur sama kita kita" Ancam dari seorang pria botak .


" Mending gue babak belur buat ngelawan kalian berempat ,daripada kayak kalian beraninya main keroyokan" Jawab Arin

__ADS_1


"Gadis sialan!!!" Umpat pria botak itu yang mulai melayangkan pukulaan ke arah Arin,


Namun dengan lihainya Arin menghindari pukulan tersebut.


"Wahhh...ternyata jago bela diri juga gadis ini" ucap si pria botak terhadap sekawanan perampok yang tengah mengisyaratkan sesuatu.


Empat perampok itu rupanya mengisyaratkan untuk menyerang Arin sehingga pukulan bertubi -bertubi mulai menghujani Arin namun masih sanggup Arin tangkis dengan gesitnya.


" Bughhhh..." Hingga Sebuah bogeman mendarat tepat di pipi kanan Arin


Karena Arin adalah wanita yang anti pukulan di pipi ,sehingga pukulan tersebut membuatnya naik pitam


"Sialan..." Arin mulai tersulut emosi dan mulai membantai mereka ber empat kini perkelahian kian memanas meskipun Arin adalah seorang gadis namun nyatanya dia pernah mengikuti lomba kejuaraan pencak silat dengan gelar sabuk hitam . Jadi tidak begitu sulit baginya untuk mngalahkan mereka.


" Bruggggghhhh..." Salah satu perampok terpental dam menimpa dua anak buahnya akibat bogeman di wajah dan tendangan melingkar yang Arin luncurkan hingga mereka bertiga meringis kesakitan.


"Sakit bos..." Ucap salah satu dari mereka yang meringis kesakitan


"Tau bosss...tapi nindihnya jangan lama lama bisa jadi ayam penyet gue nanti " ucapnya dengan lirih


"Lo gak bilang dari tadi!!" Sang ketua perampok mulai beranjak dengan memegangi punggung dan perutnya yang masih terasa nyeri.


"Tinggal lo...!! Lo mau nyobain gak jurus gue yang satu ini" tawar Arin dengan mengelus pucuk kepalan tangan sembari menaik turunkan Alisnya ke pada salah satu perampok yang masih berdiri di hadapannya.


" Gue gak takut .." ucap salah satu perampok itu dengan memasang kuda kuda.


" Kaaaabuuurr..." Perampok itupun mulai lari terbirit birit meninggalkan lokasi tersebut di ikuti dengan tiga sekawannya yang mengikuti di belakang dengan memegangi punggung mereka yang masih terasa nyeri layaknya empat sekawan kera yang tengah pentas sebagai seni tari topeng monyet.


" Om sama Tante ga papa..??"Arin mulai menghampiri sepasang suami istri tetsebut

__ADS_1


"Iya ga papa nak,,,, kamu sendiri gi mana??" Tanya wanita yang usianya tak jauh berbeda dengan Arumi.


"Aku gak papa kok tan...cuma luka sedikit ,lagian juga udah biasa"jawab Arin


"Tapi Harus di obati itu , sudut bibirmu lebam" ucap Dari pria yang merupakan suami dari wanita tersebut.


"Betul kata Om Wirya, luka kamu harus segera di obati. Ngmong ngmong kamu hebat juga ya jarang jarang lo anak gadis jago bela diri" timpal wanita itu.


" Iya tan soalnya dulu pernah ikut les Bela diri" jawab Arin


" Ohhh iya ..kenalin nama Om Wirya Atmaja ,dan ini istri Om Ayu Ning Tyas" wirya mulai memperkenalkan dirinya.


" Panggil aja tante Tyas" serobot sang istri


"Kayak pernah denger nama itu" batin Arin


" Oh iya ,,Kenalin Om tante saya Arinda biasa di panggil Arin"


" Kalau begitu kamu ikut ke rumah tante aja ya biar tante obati lukanya!!"


" Enggak usah tante,nanti malah ngrepotin !!" Arin mencoba untuk menolak karena mengingat tujuan utamanya adalah ke Minimarket


" Ya enggak dong sayang.. justru kami akan merasa sedih kalau kamu menolak ajakan kami.Anggap saja sebagai rasa trimakasih kami ,betul kan Pa." Tyas menyenggol tangan wirya mengisyaratkan agar ucapannya itu benar dan di Balas anggukan oleh Wirya


"Ya udah kalau gitu tante Arin ikut ke rumah Tante sama Om" karena merasa tidak enak Akhirnya Arin munyetujui permintaan mereka.


" Lagian juga gue gak ada kerjaaan di rumah, itung itung cari suasana baru di luar rumah biyar gak kayak mbah dugong yang ngerem di dalam rumah terus" batin Arin


Wirya dan Tyas mulai memasuki mobil untuk segera pulang ke rumah dengan di ikuti Arin dari belakang menggunakan motor Sport kesayangannya.

__ADS_1


butuh waktu 30 menit untuk sampai di rumah milik sepasang suami istri tersebut, setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menitan akhirnya mobil yang di tumpangi Wirya dan Tyas berhenti tepat di depan rumah yang lumayan besar .


Sesampainya di sana Arin terpelongo melihat seorang laki laki yang membukakan pintu rumah.


__ADS_2