
"tok...tok ..tok..." Arin mengetuk pintu rumah miliknya
"Ceklek..." Tak lama kemudian pintu pun terbuka dengan senyuman manis dari sosok Arumi.
" Assalamualaikum Ma..Cup" Arin menyium punggung tangan dan pipi kanan Arumi ,namun tak sengaja matanya menangkap sosok pria berjaket hitam tengah duduk di sebuah sofa sedang berbicara dengan lawan bicaranya di telephone Arin mendengar bahwa 2 jam lagi ia harus sudah stand by di Bandara .
" Eeh...ada kak Adrian !!! Tumban jam segini udah ada di rumah kak??" Arin sedang menuju Adrian untuk bersalaman.
" Iya ..gue Harus prepare buat pergi ke luar kota,lo denger kan tadi 2 jam lagi kakak udah harus stand by di Bandara. Arin.. mulai Hari ini lo gak bakal ada yang Jailin dan isengin lagi,,, kakak titip Mama sama Papa ya jagain mereka," adrian memegangi kedua pundak Arin.
" Emang kak Adrian mau ke mana???kan nanti bisa pulang lagi!!" Tak terasa ternyata kelopak mata arin sudah di genangi dengan cairan bening yang hampir lolos namun segera di usapnya.
" Kak Adrian mau nerusin perusahaan Papa yang Ada di Singapore , jadi kemungkinan kakak kamu akan tinggal di sana " Arumi mengusap lembut pucuk kepala Arin
" Tapi tenang aja teruntuk adikku tersayang ini jika Udah lulus sekolah dan mendapat nilai terbaik seperti biasanya,pasti kakak akan pulang untuk merayakannya, dan jangan khawatir kalau gue gak sibuk dan ada libur panjang pasti akan sering sering berkunjung ke Rumah" Adrian mencubit kedua pipi Arin dan memeluk erat tubuhnya.
" Pasti Arin dapet nilai terbaik lagi kok...ya udah kalau gitu Arin siap- siap dulu untuk ikut anterin kakak ke bandara" seketika itu Arin langsung mengusap kasar kembali air mata yang lolos dan segera bergegas menaiki tangga untuk menuju kamarnya.
" Arin sudah siap... Ayo kita berangkat" Tariak Arin setelah menunggu beberapa menit akhirnya Arin sudah siap dan tengah menuruni anak tangga , Arin memasang wajah ceria seperti biasanya karena tak ingin Adrian melihat dirinya yang tengah bersedih karena kepergiannya.
" Tunggu bentar mama Ambil tas Dulu" Timpal Arumi
" Jangan lama lama mah!!!.nanti kak Adrian bisa telat loh.."
" Kita perginya mau bawa mobil sendiri atau pake Taksi online???" Tanya Adrian.
" Pake taksi online aja kak soalnya pulangnya nanti Arin gak bisa bawa mobilnya, karena mau ambil motor Arin yang ada di bengkel" Jawab Arin
" Ya udah kakak pesen dulu" setelah beberapa menit menunggu taksi akhirnya mereka bertiga kini sudah melaju menuju Airport dengan Taksi . Di sepanjang perjalanan tak henti hentinya Arin berceramah kepada adrian agar selalu kabarin rumah, jaga kesehatan jangan sampai telat makan dan masih banyak lagi.
Setelah hampir satu jam menempuh perjalanan tibalah mereka di Bandara Soekarno-Hatta.
Kini sudah terdengar suara dari petugas Airport bahwa penerbangan menuju Singapore 20 menit akan lepas landas.
Adrian nampak celingukan karena tidak mendapati Papa nya ada di sana padahal beliau sudah berjanji akan mengantar kepergiannya . Baru saja berkutat dengan fikirannya akhirnya nampak sosok pria paruh baya dengan jas hitam berjalan menuju dirinya.
__ADS_1
" Papa yakin kamu bisa mengelola perusahaan di sana dengan baik, papa akan sangat merindukanmu" Taufik langsung berhambur untuk memeluk sang putra sulungnya
" Iya Pa...Adrian titip Mama sama Arin ya pa" nampak Air mata Adrian kini lolos di bagian permukaan pipinya namun segera ia hapus karena tak ingin Papa,mama dan Adik tersayangnya ikut bersedih .
Setelah berpamitan Adrian langsung bergegas menuju gate keberangkatan dan akhirnya pesawat mulai lepas landas .
"Mama pulang bareng papa ya...Arin mau ambil motor dulu ke bengkel " ucap Arin memecah keheningan
" Iya sayang..." Jawab Taufik dan Arumi kompak.
Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, kini Arin berjalan menuju bengkel langganan nya dengan menggunakan taksi, karena mengingat sang kakak sudah pergi akhirnya Arin memutuskan untuk mengambil motor miliknya kembali agar lebih memudahkannya dalam bepergian. Sebenarnya ada mobilnya juga yang di fasilitaskan oleh papanya, namun Arin kurang begitu suka mengendarai mobil kalau bukan karna urgen banget,karena bagi Arin naik motor jauh lebih menyenangkan dan lebih bisa menikmati keindahan alam di dunia ini di banding naik mobil .
"Kak Adnan ....!!!!" Teriak Arin ke pada sang pemilik bengkel sekaligus temannya itu .
" Dina..tumben main ke sini atau mau ngambil si black???" Tanya Adnan si pemilik bengkel.
" Iya kak...kudah kangen sama si black,udah lama gue ungsiin gara gara kejadian waktu itu untung papa udah gak marah lagi " ucap Arin .
FLASH BACK ON
Akhirnya Arin berhenti di tengah keramaian tersebut.
" Woy..!!! Berhenti!!! apa apa an ini main keroyokan Gini???" Teriak Arin di balik helm full face miliknya.
" Siapa loh berani beraninya ikut campur urusan kita..???" Ucap sang ketua genk.
Arin mulai melepas helm full face yang ia kenakan dan mulai mengulurkan tangannya.
" Lo mau tau siapa gue...kenalin nama gua Arina Nadina biasa di panggil Dina" semenjak ini Nama Arin terknal dengan Nama Dina.Arin mulai melepas helm full face yang ia gunakan sehingga membuat rambut miliknya jatuh terurai seraya memperkenalkan dirinya dengan panggilan lain dan tanpa mencantumkan nama wijaya karena tidak mau jika ada yang mengetahui bahwa dia adalah anak dari seorang taufik wijaya.
" Kalau berani satu lawan satu dong masak keroyokan gini, tapi misalpun keroyokan juga ga papa sih sini maju .!!!" Arin mulai menuruni motornya dan memasang kuda kuda.
" Gue gak bisa kalau harus berkelahi dengan permpuan" ucap sang kepala genk dengan tangan bersedekap di depan dada.
" Oh...gak bisa, ya udah kalau gitu gue tantang lo buat balapan sama gue, kalau misal gue kalah gue ganti berapa uang yang harus dia bayar buat lo..tapi kalau lo yang kalah bebasin dia dan biarin dia pergi gi mana??? " Tawar Arin kepada sang kepala genk motor.
__ADS_1
" Boleh...ide bagus." Sang ketua genk akhirnya menerima tawaran Arin.
Kini mereka berdua sudah bersiap di garis Start, dengan Arin yang mulai menurunkan kaca helm full face miliknya.
Terdengar suara wasit yang menghitung Tiga mundur
" Tiga....dua...satu" bendera sudah di kibarkan oleh wasit.
Kini nampak ketua genk itu yang memimpin di beberapa putaran dengan jarak arin yang tidak begitu jauh.
Setelah putaran terakhir Arin nampak mulai menaikkan kecepatan motornya. Sehingga mereka berdua kini berpapasan saat tinggal beberapa meter akhirnya Arin menaikan kecepatan motornya kembali hingga menuju garis Finish ,dengan Arin yang memimpin kini terdengar riuh suara tepuk tangan .
"****...sial ternyata jago balapan juga tuh cewek" umpat sang ketua genk.
" Gi mana ...bisa kan sekarang lo bebasin di" ucap Arin
" Bebasin dia!!!!." Titah ketua genk ke pada anak buahnya.
Baru saja hendak meninggalkan lokasi terdengar suara sirine polisi , namun di saat mulai kabur Naasnya usaha itu gagal Arin dan genk motor itu sudah tertangkap oleh polisi dan mereka semua di bawa menuju kantor polisi.
Polisi mulai menghubungi keluarga mereka masing-masing.
Dengan jaminan Taufik akhirnya Arin di bebaskan , sialny lagi di saat Arin sedang perjalnan pulang tiba tiba motornya oleng dan menabrak sebuah trotoar, untung saja tidak parah hanya saja lecet lecet sedikit.
Semenjak itu Papanya melarang Arin untuk mengikuti balap liar lagi.
FLASH BACK OFF.
" padahal kan niat Dina baik lho kak.." gerutu Arin
" Yang sabar aja lagian udah lewat juga kejadiaannya, Oh iya 3 hari lagi ada balapan lo mau ikut gak lumayan hadiahnya 50 jt, tapi kalau lo gak mau jg ga papa sih" Tawar Adnan
" Dina pikirin dulu deh kak ..nanti Dina kabarin ," Jawab Arin
" udah dulu ya kak, Arin pamit pulang dulu udah malam makasih udah rawat dan jagain si Black Nanti binusnya Dina Transfer "
__ADS_1
Kini Arin mulai melajukan motor meninggalkan bengkel .