Beauty Girl Is Mine

Beauty Girl Is Mine
Boxer merah jambu Sialan!!!


__ADS_3

Sesampainya di Rumah milik Wirya dan Tyas ,Arin sontak terkejut mendapati sosok pria Tampan,berkulit putih dengan dua lesung pipi yang terukir manis di wajah tampan miliknya , Entah Dunia yang sempit atau memang sudah di edit skenarionya oleh Authoor,hehe ..ternyata sosok pria Tampan itu adalah Daniel ,laki laki yang menolong Arin saat tengah jatuh pingsan di lapangan bola volly waktu itu.


"Gilaaa ..Tampannya.. Bagaikan Pangeran Titisan raja kucing garong sedang di kirimkan ke muka bumi ini "Batin Arin,karena bagi Arin sosok binatang kucinglah yang menurutnya paling ia kagumi,dalam batin Arinpun bersorak ria di iringi dengan deguban jantung yang hampir loncat dari tempatnya ,namun masih bisa ia Netralkan.


" Sore Pi..sore Mi..Tumben Mami sama Papi Udah pulang???" Belum sempat dapat jawaban,Daniel pun sontak Terkejut mendapati sosok Arin yang Tak Asing bagi dirinya, ya dia adalah sosok gadis yang mencuri perhatiannya ,waktu itu seragamnya terkena minuman di saat Arin tak sengaja menabraknya.


"Lo..!!!!" Sontak Daniel terkejut.


"Hai...!!" Sapa Arin dengan melambaikan tangannya, dan tak sengaja matanya tertuju dengan celana Boxer merah jambu yang tengah di kenakan oleh Daniel.Namun bukanya menjawab malah justru Daniel langsung balik badan dan berlari terbirit birit menuju kamarnya.


" Kalian Udah saling kenal???" Nampak Tyas mulai sedikit kepo.


"He..he... Gak Kenal banget sih tan, cuma kak Daniel itu pernah nolongin Arin waktu Arin pingsan" jawab Arin


" Ya udah yuk masuk dulu!!! Lanjutin ngobrolnya di dalem"Tyas menggandeng Tangan Arin dan mempersilahkannya duduk di ruang tamu ,dan Wirya menuju ruang kerjanya


" Makasih ya Tan , maaf jadi ngrepotin!!"


" Ya enggak dong sayang, Tante bikinin minum dulu ya" Tyas mulai menuju dapur untuk menyiapkan minum untuk Arin.


,


Di balik pintu kamar nampak Daniel sedang mngrutuki Nasibnya kenapa bisa bisa nya dengan santai ia membuka pintu rumah hanya dengan menggunakan celana Boxer warna Merah muda,


" ****...sialan...Mau taroh di mana ini muka gue , apa jadinya kalau Seorang Daniel Most wanted SMA Garuda jadi pusat pebincangan" pekik Daniel.


" di kabarkan Seorang Daniel Denoyaro Atmaja seorang Most Wanted di SMA Garuda di dapati oleh seorang gadis tengah memakai celana Boxer warna merah jambu sehingga terlihat lucu menggemaskan" lamunan Danieal yang tengah membayangkan dirinya jadi pusat obrolan semua orang membuat dirinya bergidik ngeri.


Akhirnya Danieal,langsung bergegas menuju walk in closed untuk segera mengganti celananya dengan celana levis selutut berwarna cream .


Belum sempat duduk terdengar suara Teriakan Tyas yang memanggil dirinya.


" Daniel... Jangan lama lama Nak, kasian Arin nungguinnya" Teriak Tyas dari bawah sana.


" Ishhh...Mami nggak ngertian Banget sih, kalau anaknya ini sedang menahan malu akibat celana Boxer Merah jambu sialan ini!!!" Gerutu Danieal dan mengangkat Celana warna pink yang telah membuat Harga dirinya roboh seketika.

__ADS_1


" I-iyy-a Mi.. tunggu sebentar , El lagi ke kamar mandi sebentar" Jawab Daniel dengan terbata bata, Tak langsung bergegas Turun, kini Daniel masih mondar mandir memikirkan kejadian tadi.


" Stop Daniel!!! Tenang!!!Bersikap biasa saja dan anggap saja tidak ada apa-apa" Daniel mencoba menasehati dirinya sendiri agar tidak terlihat canggung di depan Arin. Setelah memantapkan hatinya akhirnya Daniel segera bergegas menuju ruang Tamu. Di sana Nampak Arin yang sedang ngobrol dengan Tyas sang Mami Tersayang.


" Mi..kok bisa sih kenal sama dia.." Tanya Daniel seraya menunjuk ke arah Arin


" Oh ..Tadi Mami sama Papi hampir saja mau di rampok di jalan, tapi untung saja Ada Arin yang bantuin kami, jadi nya rampoknya pergi deh.!! Arin Ini Hebat loh El!!ternyata dia jago banget bela diri" beo Tyas di balas dengan senyuman manis oleh Arin


" Emtz...BTW makasih ya lo udah mau nolongin bokap sama nyokap gue dari perampok" ucap Daniel.


" Iya kak sama sama, kan udah kewajiban kita sebagai manusia untuk salin tolong menolong" jawab Arin dengan senyuman Manis miliknya sehingga membuat Jantung Daniel Berdegub kencang tak Terkontrol, karena sejak pertama ketemu ia sudah mengagumi sosok Arin dalam diam.


" Mami mau ke Kamar sebentar ya El mau ganti baju dulu,tante tinggal bentar ya Ar..'' Sebenarnga niat Tyas meninggalkan mereka adalah suapaya mereka lebih leluasa untuk saling mengobrol .


" Iya tante..." Jawab Arin dengan sopan.


Setelah kepergian Tyas tidak ada lagi percakapan antara mereka, dan tiba tiba saja Arin mulai Tersenyum dan tertawa kecil, membuat Daniel salting


"Kenapa ini cewek kok tiba-tiba senyum senyum sendiri, atau jangan jangan ada gangguan dalam jiwanya,atau memiliki kepribadian ganda" batin Daniel.


" Kenapa sih lo..senyum senyum sendiri ngeri gue lihatnya, atau jangan jangan lo sedang nertawain gue ya.??" Tanya Daniel mengintimidasi.


Belum jugaa di jawab namum Tangan Arin kini menunjuk ke arah Daniel yang tengah duduk di sofa


" Hemmtz...tuh..!!!lucu tau,menggenaskan lagi .." Mata Arin Masih Tertuju pada arah yang ia tunjuk.


" Aduhhhh.!!!Mati gue, pasti dia mau nanya kenapa ganti celana. Mami tolongin el.!!!.siapa aja yang mau bantuin gue , entah dewa kematian atau Dewi persik kalau bisa hilangin gue detik ini juga dari momen seperti ini" Batin Daniel mulai gak karu karuan.


" Itu kucing lo ya..lucu banget.." Ucap Arin yang membuat Daniel lega seketika. Bukan menunjuk soal celana melainkan menunjuk sebuah sepasang kucing yang ada di bawah kaki Daniel.


" Iya ini kucing gue...namanya Molly dan Milly"Daniel mulai mengangkat tubuh mungil dari sepasang kucing lucu berbulu cream dan putih itu yang sedang bermain .


" Ih...lucu tau..bolehkah aku menggendongnya kak??" Tanya Arin dengan mata yang masih tertuju pada sepasang dua kucing betina itu.


"Boleh, kamu gendong si Molly aja ya soalnya si Milly radak galak kalau sama orang baru" Daniel mulai menyodorkan satu ekor kucing berbulu cream ke pangkuan Arin.

__ADS_1


" Lucu banget sih kamu,coba aja mamaku gak pobhia sama hewan berbulu pasti aku ajak kamu main ke rumahku" beo Arinn yang tengah mengobrol dengan si molly.


"Jadi nyokap lo pobhia ya sama kucing????" Tanya Daniel


" Ya gitu deh.kak." jawab Arin dengan lesu.


" Gak usah sedih gitu, kalau lo mau lo boleh koh sering sering main ke sini buat main sama Molly dan Milly atau kalau enggak lo jg boleh pinjem mereka buat di ajak main ke luar, ke taman misalnya" Tawar Daniel.


" Beneran ini kak...???"


" Iya Bener apa sih yang gak buat lo si Ar, lo minta hati gue aja juga bakalan gue kasih detik ini juga" batin Daniel


" Iya!" Jawab Daniel sok dingin.


" Oke deh ya udah kalau gitu Arin ijin mau pamit pulang dulu ya kak!! Udah sore juga"


" Lo mau pulang sekarang..???"


" Iya kak... Nanti bilangin ya sama Tante Tyas dan OM wirya, Salam juga buat mereka" Arin mulai beranjak dadn meletakkan Molly ke pangkuan Daniel kembali.


" Kamu sama kak Daniel lagi ya.. nanti kapan kapan aku main ke sini lagi" nampak Arin sedang mengajak bicara si molly tatapan Danieal tak lepas dari hal itu sehingga membuat dirinya semakin meleleh apalagi jarak mereka berdekatan.


" Ya udah kak...gue pamit dulu ya..bye..!!"


Arin mulai meninggalkan ruang tamu menuju motor miliknya. Di ikuti dengan Daniel yang mengekor di belakang mengantarnya sampai depan pintu rumah.


" Bye...molly..Bye milly see you!!' Arin mulai menunggangi motor seraya melambaikan tangan ke pada Daniel bukan Daniel sih,lebih tepatnya sepasang kucing lucu Molly dan Milly.


"Brroooooommmmm"


motor Arin mulai melaju menuju rumah meninggalkan halaman rumah Daniel.


Di sepanjang perjalanan nampak Arin tengah senyum senyum sendiri mengingat kejadian di mana Daniel mengenakan celana Boxer merah jambu.


"Ternyata kak Daniel yang di cap sebagai pria dingin,Nampak menggemaskan dengan boxer merah jambu tadi" batin Arin

__ADS_1


__ADS_2