Beauty Girl Is Mine

Beauty Girl Is Mine
Balapan!!!


__ADS_3

Tak mau berlarut larut fikirannya berjelajah memikiran pasal Celana Boxer merah jambu , akhirnya Arin memberhentikan motor tepat di depan Minimarket karena mengingat tentang tujuan utamanya yang ingin membeli beberapa cemilan untuk menemaninya menonton drakor nanti , sebelum pada akhirnya bertemu dengan preman preman Brengsek tadi,


"Mending gue jadiin beli cemilan aja Ahhh... Habis.ini pasti di rumah sangat membosankan apalagi gak Ada kak Adrian..huuuft.." gumam Arin dan membuang nafas kasar.


Baru mau mulai melangkahkan kaki memasuki mini market tiba tiba ponselnya bergetar, ,


" Siapa sih ..??"batin Arin


" Astaga..!!!! Mama, pasti mama khawatir kenapa kok perginya lama banget"


Arin segera menggeser icon pada ponselnya untuk segera mengangkat telfon Arumi.


" Hallo Mah...!! Assalamualaikum ,maaf Arin lupa ngabarin, tadi Arin mampir sebentar ke rumah Temen" Arin tidak menceritakan mengenai kejadian perampok tadi lantaran takut membuat beban fikiran Arumi.


" Walaikum sallam !!!Oalah iya sayang, cepet pulang ya !!!Mama khawatir soalnya tadi kamu bilang cuma sebentar, ehhh udah sampai sore gini gak ada pulang pulang"


"Ok Mah!!!Arin tutup telfonya dulu ya Assalamualaikum"


" Walaikum sallam Hati hati di jalan sayang!!!"


"Tut,Tut,Tut" Arin mematikan panggilan teleponnya .


Selepas percakapannya di ponsel tadi Arin langsung bergegas untuk memilih beberapa jenis snack untuk menemaninya nanti malam.


Setelah selesai mengambil ia langsung membawa ke kasir sekeranjang snack untuk di bayarnya


"Totalnya Rp.432.500 kak!!" Ucap sang kasir lalu Arin menyodorkan 4 lembar uang warna merah dan 1 lembar uang berwarna biru.


" Makasih !!!kembaliannya ambil aja kak " ucap Arin dan segera pergi menuju parkiran tanpa menerima uang kembaliannya.


" Brooooommmmmmm" Arin melajukan motornya


Sesampainya di rumah ia meletakkan snack miliknya di kamar dan segera bergegas menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuh,mengingat hari ini cukup melelahkan


.


Bulir demi bulir air sudah membasahi dan menyegarkan tubuhnya yang terasa begitu penat akibat aktifitas hari ini.


Setelah selesai dengan ritual mandi ia segera munuju walk in closed dan segera mengganti pakaiannya mengingat hari yang sudah gelap ia akhirnya mengambil setelan piama yang akan menemaninya tidur malam ini.


Baru saja menyisir surai panjang miliknya terdengar suara Arumi yang tengah memanggil dirinya dari balik pintu kamar.

__ADS_1


" Arin!!! Ayo makan malam dulu nak." Perintah Arumi


" Papah udah pulang belum mah???"


"Papah tadi bilang kalau akan pergi ke luar kota untuk menjenguk kak Adrian,"


"Ih...papa mah gitu, gak bilang dulu ke Arin kalau mau pergi, kan Arin bisa ikut" rajuknya seperti anak anak yang minta di belikan mainan


"Udah, udah lagian kamu juga masih sekolah kan!!! masak iya mau bolos" lerai Arumi.


"Ya ga papa lah Mah.. sekali-kali kan boleh


BTW mama masak apa hari ini???"


" Ada deh, yang pasti kesukaan anak mamah yang cantik ini" goda Arumi seraya mencubit hidung Arin.


Mereka berdua mulai berjalan menuju ruang meja makan,


"Wiiiiihhhh!!!!,,,,Mamahku emang The Best" puji Arin yang tengah melihat tumis capcay Favoritnya sudah terhidang di meja makan .


" Oh iya Mah , Misal nih ya Nanti kalau Arin udah lulus SMA boleh gak Arin kuliah di Pariss???"


"Eemmmtz...Mama sih dukung-dukung aja ya, tapi nunggu keputusan papa kamu dulu dia setuju atau enggak" jawab Arumi sembari mengelus rambut panjang milik Arin .


Baru saja menonton 1 episode tiba tiba ponselnya berdenting


~Kak Adnan ~Massage


"Gi mana Din??? Lo jadi ikut Balapan lagi gak lumayan lho Hadiahnya"


" Acaranya mulai jam berapa kak???, Soalnya Nyokap belum tidur" Arin Sending Massage.


~kak Adnan~


"Seperti Biasa jam 12 sudah kumpul, jadi masih ada waktu 4 jam buat lo siap-siap"


" Ok deh ,gue usahakan bakalan hadir sharelok aja lokasinya kak " Arin Sending Massage


Setelah bertukar pesan dengan Adnan Arin melanjutkan kembali aktifitasnya watch Korean dramas.


Hingga jarum panjang Jam dinding mengarah ke angka 12 dan jarum pendek mengarah ke angka 11. Arin beranjak dari kasur dan berjalan menuju kamar yang berlawanan arah dengan kamarnya, memastikan jika mamanya sudah tertidur.

__ADS_1


Saat melihat Area kamar tersebut sudah gelap berarti mamanya sudah tidur, kini Arin langsung segera bersiap siap untuk menuju ke tempat di mana akan di adakan lomba tersebut.


Karena takut ketahuan sama Arumi Arin pergi melewati jendala kamar dan kebetulan jendela tersebut mengarah langsung ke pekarangan depan rumah ,sehingga dengan mudah ia mengeluarkan motor yang berada di garasi.


Arin mulai membuka gerbang rumah dengan sangat hati hati dan menutupnya kembali tanpa ketahuan oleh Arumi.


" Perfect!!!!" Arin segera menunggangi motor dan memasang helm full face miliknya dengan perpaduan jaket kulit hitam ,celana jeans panjang hitam dan sepatu kets warna putih.


" Brroooommm" motor melaju dengan kencang menuju lokasi yang di shere oleh Adnan .


Sesampainya di lokasi ternyata sudah banyak penonton dan 3 kandidat yang akan mengikuti lomba balapan.


" Dateng juga lo !! Gue pikir gak bakalan dateng" seru Adnan sembari menjabat tangan Arin namun hanya di balas dengan acungan jempol oleh Arin karena mengingat identitasnya merupakan privasi


Namun di saat menatap salah satu peserta mata Arin tak sengaja melihat sorot mata yang menurutnya pernah ia lihat sehingga tidak merasa Asing baginya, yaitu bulu mata lentik dan bola mata yang cenderung bergradasi warna coklat , tidak mau berfikir terlalu panjang Akhirnya Arin kembali fokus ke tujuan semula, kini ke empat peserta sudah berjejer dengan rapi dan menyalakan mesin motor mereka masing masing, suara berisik dari motor mulai bersahutan satu sama lain sehingga terdengar begitu riuh di iringi dengan sorakan dan tepuk tangan dari penonton


Kini ke empat peserta mulai saling pandang dan menengok satu sama lain ,


"Broom..Brommm..Broommm"


"Tiga...!!"


"Dua..!!"


"Saa-tu..!!" Peluit sudah di tiup dan dua bendera sudah di jatuhkan akhirnya keempat peserta mulai melajukan motor mereka dengan kencang dan saling beriringan.


Kebetulan dari keempat motor tersebut memiliki warna yang berbeda yaitu Merah,silver,orange dan black.


Kini motor sport Merah yang memimpin di dua kali putaran ,di ikuti dengan silver berada di barisan nomor dua dan Arin yang berada pada barisan nomor tiga,


" Wahhh...gak bisa di biarin ini gue harus tetep juara 1 " batin Arin.


Akhirnya di saat putaran ke empat menuju lima yaitu putaran terakhir Arin mulai menaikkan gigi motor dan melajukan dengan kecepatan tinggi sehingga berhasil mendahului si silver dan di saat detik detik terakhir Arin menaikkan kecepatannya kembali sehingga ia memimpin sampai garis Finish di ikuti oleh motor berwarna merah menjadi pemenang kedua dan silver ke tiga dan yang terakhir Motor berwarna Orange.


Suara riuh tepuk tangan ikut meramaikan acara balapan tersebut, nampak beberapa penonton menghampiri Arin dan mengucapkan selamat kepadanya namun tidak dengan peserta yang menggunakan motor sport warna merah.


" Selamat ya kamu berhasil memenangkan perlombaan ini " ucap sang pemandu acara serta menyodorkan tulisan 50 juta ke pada Arin dan ucapan selamat juga ke pada penunggang motor berwarna merah dengan hadiah 30 juta dan silver 15 juta


Di saat Arin mulai menerima hadiah tersebut suasana di bikin panas oleh peserta penunggang motor berwarna merah.


"Saya gak mau hadiah ini!!! , tapi sebagai gantinya saya mau orang ini membuka helmnya" ucapnya seraya membuka helm full face yang penunggang motor sport merah kenakan

__ADS_1


Namun di saat helm terbuka Arin terbelalak kaget.


__ADS_2