
Tidak butuh waktu lama untuk Nova menyiapkan indomie tiga porsi, setelah indomie sudah tersaji mereka bertiga mulai menikmati.
****
Sesampainya Arin di rumah ia Terkejut sekaligus bahagia ternyata kakak tersayang sudah berada di rumah setelah beberapa hari mendapat tugas dari campus. Arin sontak memeluk tubuh kekar dan dada bidang milik kakanya. Arin mulai memperkenalkan Jessy ke pada Adrian begitupun sebaliknya.
" Kak Adrian kapan pulang??,kok gak kasih kabar dulu ke Arin??"
" Gue baru sampai sekitar 2 jam yang lalu ,lagian gue gak sempet buat kasih kabar ke elo, cewek gue aja belum tentu gue kabarin" ledek adrian
" Ish...gak asyik" balas Arin dengan memanyunkan bibirnya
" Oh iya ..kenalin kak ini Jessy temen Arin, dan Jessy kenalin ini Kak Adrian " arin menggandeng lengan kiri Jessy.
" Hay kak, gue Jessy temen sekelas Arin" Jessy mulai mengulurkan tangan untuk Adrian.
"Hay juga, gue Adrian" balas Adrian.
"Anjirrr...jantung gue gak singkron ini. Ternyata keluarga Arin Bibit unggulan semua" Batin jessy.
Setelah Arin memperkenalkann Jessy dan Adrian ia segera mengajak Jessy untuk naik ke kamar yang berada di lantai 2 mengingat mereka habis jalan-jalan pasti sahabatnya termasuk dirinya merasa kelelahan,karena kebetulan Arumi sedang tidak ada di rumah.
"Jess lo nginep di sini kan ..lagian Bonyok lo jg belum pulang" Arin menghempaskan badannya yang terasa sangat lelah.
" Trus besok gue berangkat sekolah gi mana..???"
__ADS_1
" Itu mah persoalan kecil"
" Ya deh...Ar.. mending kita bersih bersih badan dulu udah kerasa lengket semua nih badan, baru habis itu kita istirahat"
" Ya udah lo duluan mandi habis itu gantian gue ..gak lucu kan kalau kita berdua mandinya bareng" goda Arin dengan menaik turunkan ke dua alisnya di susul dengan gelakan tawa mereka.
" Gila lo ya,!! lagian punya kita sama lah paling cuma beda size sedikit doang, kita kan sama sama woman" Jessy mulai menuju kamar mandi namun baru saja menutup pintu kamar mandi ia sudah membuka pintunya kembali,
" Jess ,lo mandinya cepet amat ??" Tanya Arin dengan tubuh yang masih tergeletak di atas ranjang sambil memainkan ponsel miliknya
" Belum juga nyalain shower,gue lupa g bawa handuk,Handuk di mana ini" Jessy sambil celingukan di balik pintu mencari keberadan handuk.
" Ambil aja dalam laci di samping bathtub " setelah mendapat jawaban akhirnya Jessy menutup pintu kamar mandi kembali dan melanjutkan ritual mandinya.
Namun Ssetelah Jessy selesai mandi dia mendapati Arin yang sudah tertidur pulas . Sebenarnya Jessy tidak tega untuk membangunkan Arin mungkin ia merasa kecapean, demi kebaikan Arin mau tidak mau ia harus membangunkan sahabatnya itu ,karena mereka habis pergi keluar pasti gak bagus buat kesehatan jika tidur tanpa harus membersihkan tubuh terlebih dahulu.
" Eeehhhh...enak aja meskipun belum mandi juga, masih tetep wangi .Wlee" arin menjulurkan lidah karena tidak terima dirinya di bilang bau asyem.
" Ya udah lah mending gue buru buru mandi terus bisa bobo cantik lagi" arin mulai beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Setelah selesai mandi ,Arin langsung menuju walk in closet untuk mengganti pakaian dengan piama berwarna biru polkadot.
" Tok...Tok..Tok" terdengar ketukan pintu dari balik pintu kamarnya.
" Masuk aja ga di kunci pintunya" ucap Arin mempersilahkan masuk
__ADS_1
" Ehhh...mama, Mama udah pulang " Arin mulai menghampiri arumi dan memeluk sang ibunda dengan hangatnya. Jessy yang melihatnya tampak iri dengan kehangatan keluarga Arin beda dengan dirinya yang orang tuanya sibuk sendiri dengan dunia perbisnisan.
" Andai saja keluargaku seperti keluarga Arin pasti aku sangat bahagia" batin Jessy.
" Mama habis dari mana sih emangnya..???" Tanya Arin
" Mama habis dari tempat tante Rosa,biasalah ibu ibu" jawab Arumi dengan senyuman hangat.
" Ini kan udah malem , mending kalian segera tidur besok kan kalian sekolah." Arumi mengusap dan mincium pucuk rambut Arin dan juga Jessy dengan penuh kasih sayang.
" Iya tan..iya ma.." jawab mereka bergantian dan mulai menarik selimuut
"Ya udah mama turun dulu ya!! kalian tidur yang nyenyak mimpi indah .good night sayang" setelah mata arin dan jessy terpejam arumi mulai mematikan lampu dan meninggalkan mereka berdua.
Bukannya segera tidur jessy masih membolak balikan tubuhnya ke kanan dan ke kiri dengan pikiran tersirat.
Arin yang belum sepenuhnya tertidur merasakan hal itu dan mulai bertanya .
" Kenapa jess ...lo gak bisa tidur ya..atau gak nyaman..??"
" Gak bukan itu.." jawab Jessy dengan menatap langit langit kamar.
" Lalu..??" Tanya arin penasaran.
" Emmm ...gue ngerasa di sini keluarga lo penuh dengan kehangatan beda sama keluarga gue.. bonyok gue sibuk mentingin karir tanpa mikirin perasaan gue padahal kan gue juga butuh kasih sayang, jangankan menghabiskan waktu bersama, kumpul bersama aja gak pernah " Jessy mencurahkan perasaan nya tak terasa buliran bening sudah menggenang di kelopak matanya namun segera di usapnya karena tak mau jika Air mata itu luruh seketika
__ADS_1
" Ya udah yuk lanjut tidur aja.. jangan kasiani gue , gue cuma mau lo bisa jadi sahabat gue sampai kapanpun" ucap Jessy mencubit pipi arin dan mulai memejamkan matanya kembali.
" Lo yang sabar ya jess...gue akan selalu ada kok buat lo. Gue bisa jadi tempat curhatan lo, dan lo juga bisa anggap orang tua gue sebagai orang tua lo"