
Di saat penunggang motor merah itu membuka helm yang ia gunakan Arin terbelalak Kaget ternyata di balik helm penunggang motor merah itu Adalah Daryl.
" Pasti kalian semua juga pensaran kan, siapa dan seperti apa sosok pemenang lomba balapan malam ini" ucap Daryl dengan tangan yang memegangi helm bagian atas di atas tangki motor miliknya.
" Aishhh...sialan, mati gue kalau gini . Bisa bisa identitas gue kebongkar dan bisa habis kalau papa tau soal ini" Batin Arin yang nampak cemas dwngan situasi saat ini.
"Buka..,buka....,buka.."
Teriak para penonton, sehingga mau tidak mau Arin terpaksa membuka helm nya namun alangkah terkejutnya para penonton yang melihat ternyata di balik helm tersebut merupakan sosok gadis cantik dengan rambut teruari begitupun dengan Daryl yang terkejut melihatnya.
" Ar.." di saat Daryl hendak menyebut namanya Arin pun langsung menginjak kaki Daryl sehingga membuat Daryl meringis kesakitan
" Nanti gue jelasin" Bisik Arin di telinga Daryl.
" Kenalin Nama gue Dina" teriak Arin seraya melambaikan tangannya ke semua penonton di sana.
Daryl nampak bingung dengan itu semua , namun ia tidak mau ikut campur soal privasi Arin.
Di saat semua sudah mulai berhamburan pergi meninggalkan area balapan nampak sorot tajam mata Daryl meminta penjelasan.
" Jelasin ... Ayo kita cari tempat lain " ucap Daryl dingin
Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan area balapan menuju ke suatu tempat,
Setelah sampai di sebuah taman yang nampaknya sangat terlihat sepi Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk duduk di sebuah bangku di pinggir taman karena mengingat waktu sudah larut malam .
"Jadi gini nih, gue emang udah biasa ikut balapan cuma nama gue, gue samarin jadi Dina karna gak mau ada yang tau soal identitas gue yang sebenarnya ,apalagi kalau sampai Bokap gue tau bisa habis deh gue, bisa di sita lagi tuh motor" Arin mulai membuka percakapan dan mulai menjelaskan semuanya .
" Kalau gue bilangin ke Om Taufik gi mana??" Gretak Daryl
" Ya jangan lah !! Gue mohon sama lo jangan kasih tau siapa siapa soal ini begitu juga ke anak anak di sekolah, pleaaseee!!" Arin nampak memohon dan memasang wajah melas di hadapan Daryl.
" Kalau bukan menyangkut identitas mah ogah gue mohon mohon sama beruang hutan kayak lo" batin Arin
"Bisa gue manfaatin nih kesempatan ini" batin Daryl.
"Oke, tapi ada satu syarat!!" Ucap daryl
"Yaelah pake acara syarat syaratan segala lagi , emang syaratnya apa???"
"Lo harus turutin apapun kemauan gue , dan selama di sekolah lo harus ikut gue kemanapun gue pergi,dan satu lagi Jauhi Daniel gi mana"tawar Daryl serta menaik turunkan alis tebalnya
"Katanya satu,ini mah bukan satu tapi lebih dari satu" jawab Arin.
"Oh jadi gak mau, ya udah kalau gitu besok gue tinggal bilang aja ke Om Taufik sama Tante Arumi"
"Ckk,..ya udah seh iya iya gue turutin apa kata lo" Arin berdcak kesal sebelum hakhirnya menyetujui perjanjian itu.
"DEAL.." mereka saling berjabat tangan dan tak sengaja pandangan mereka saling menatap dan terkunci beberapa detik dan akhirnya mereka mulai mengalihkan pandangan mereka masing masing.
Jantung mereka mulai tidak normal dan berdegub kencag.
" Ya udah yuk gue anterin pulang udah malem "tawar Daryl membuka keheningan.
" Kan gue bawa motor sendiri, emang bisa lo goncengin gue sekaligus motor gue ??"
"Dasar!! Maksud gue , gue iringin dari belakang"
__ADS_1
" Kirain,ya udah ayo..!!!"
Mereka pulang dengan saling beriringan ,hingga tiba di rumah Arin . Sesampainya di depan gerbang mereka sudah mematikan motor nya ,dan Arin mulai mendorong motornya masuk menuju garasi sebelum akhirnya ia kembali menuju ke Arah Daryl untuk bilang Terimakasih
" Thanks ya udah mau nganterin gue" ucaap Arin dengan senyum manisnya.
" Iya sama sama, ya udah sono cepetan masuk keburu ketahuan" perintah Daryl
" Gak aman buat jantung gue kalau terus terusan lihat senyum lo Ar" batin Daryl.
" Ya udah gue masuk dulu ya , bye" Arin tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Daryl sebelum akhirnya dia naik tangga menuju jendela kamarnya .
Setelah memastikan Arin sudah masuk ke dalam kamar Akhirnya Daryl mulai menyalakan motor dan pergi pulang .
Di sepanjang perjalanan menuju Apartemen Daryl tidak bisa melupakan moment kali ini apalagi saat melihat Arin tersenyum itulah yang selalu terngiang ngiang di benaknya.
Sesampainya di Apartemen Daryl langsung menghemoaskan tubuhnya ke atas kasur king size dengan menatap ke arah langit langit tembok.
" Lo itu bener bener cewek spesial yang pernah gue temui Ar" gumam Daryl yang masih memikirkan Arin.
" Besok kan Hari Minggu, kita jogging ke Taman ,gue jemput jam 7.00, " Daryl mengirim pesan untuk Arin.
Di saat Arin tengah selesai mencuci muka ia mendapati layar ponsel miliknya menyala
~Beriang hutan massage~
"Besok kan hari Minggu, kita jogging ke Taman,gue jemput jam 7.00"
Arin mulai membaca pesannya kemudian membalasnya.
tidak ada notifikasi lagi akhirnya Arin memutuskan untuk segera tidur .
tidak dengan daryl dia masih memegangi ponsel miliknya karena bingung mau membalas apalagi.
hingga akhirnya dia mengirim pesan.
" ya udah cepetan tidur udah malam, good night"
namun di seberang sana Arin sudah tertidur lelap dengan mimpinya.
Di sisi lain Daryl masih menunggu balasan pesan darinya namun tak kunjung di jawab jangankan di jawab di read aja juga belum, ia meletakkan ponsel miliknya dan segera beranjak dari kasur untuk membersihkan tubuhnya,.
setelah selesai Daryl kembali membuka ponsel miliknya namun tak kunjung dapat balasan juga,
akhirnya Daryl memutuskan untuk segera beristirahat dan mulai memjamkan matanya , karena besok ia harus bangun pagi dan jemput Arin pagi pagi untuk jogging ke taman.
namun di saat tengah memejamkan mata tiba tiba ponsel nya berdering
Angga Calling.
Daryl segera mengambil ponsel yang berada di atas nakas dia fikir Arin ternyata bukan.
" Dasar, Anak cicak ngapain dia malam malam gini telfon gue" gumam Daryl dan menggeser icon panggilan untuk mengangkatnya.
" A-"belum sempat bertanya ada apa Angga sudah mendahului
" Ryl...bukain Apartemen dong!!!gue sama Nova udah ada di depan pintu,kasihanilah kita,kita kedinginan" cerocos Angga
__ADS_1
" Dasar bikin beban"ketus Daryl
meskipun kadang sifat Daryl ketus namun persahabatan mereka patut di acungi jempol, Daryl juga tipe orang yang selalu setia kawan apalagi dengan mereka berdua , susah senang selalu mereka lalui bersama sama.
"lu ngapain malam malam ngelayap ke sini, udah kayak kalong wewe aja" tanya Daryl seraya membukakan pintu
"ceritanya panjang.." ucap nova menimpali dengan ngos ngosan.
"kenapa ngos ngosan gitu ?? " tanya Daryl.
"gara gara si Angga noh !!pake Acara sok sokan manggil mbak kunti di jalan eh tiba tiba ada putih putih terbang beneran ya udah kita lari aja ke sini karena Apartemen lo yang deket" cerocos Nova di balas cengiran oleh Angga
"udah udah gue ngantuk mau tidur" Daryl mulai meninggalkan mereka berdua menuju kamar.
namun mereka pun ikut mengekor di belakang Daryl
" ngapain kalian ngikutin gue???"
" ya mau tidur lah masak mau ngajak ribut" jawab Angga dan niva serempak .
" kalian bener bener ya bikin kepala gue tambah pusing" Daryl mulai membaringkan tubuh dan memakai selimut
" kamu pusing, panas gak badanya atau mau aku ambilin obat, di mana naruh obatnya???" cerocos angga seraya memegang kening Daryl namun di tanganya di geplak oleh Daryl.
" dasar titisan kudanil, tingkah kalian yang bikin pusing "
"tau sendiri Dari dulu si Angga kan emang radak gesrek otaknya"Nova menimpali
"apa lo ikut ikut, tapi bener juga sih mungkin dulu gue pas lahir naik kuda kali ya jadi kan keguncang guncang tuh perut emak gue mungkin ini efeknya" lawak Angga
"bisa jadi tuh ngga" jawab nova.
"kalian mau tidur atau mau gue suruh keluar, biar di bawa sekalian noh sama mbak kuntinya" teriak Daryl yang nampaknya sudah mulai mengantuk.
"iya iya kita tidur" jawab Angga
"dan satu lagi jangan mendengkur, apalagi ngiler lagi, males gue laundrynya. kasian juga mbak mbak laundrynya bisa bisa rabies akibat iler lo yang bau jiggong. kalau sampai tidur gur keganggu gara gara dengkuran kalian gue seret gue masukin ke tong sampah biar habis di makan kecoa"
"ihhh...Ryl!!! Tega banget sih lo sama kita iya gak Nov??"
"betul, dan srjak kapan ya sang Daryl pangeran kutub utara jadi banyak bicara" Nova menimpali.
"Diam!!;brisik banget sih kalian jadi tidur gak ini???" Daryl mulai jengah dengan lelucon mereka.
"oke oke MARKIDUR" teriak Angga.
"appan tuh Ngga??" Tanya Nova
"Mari kita Tidur, Dadar gitu aja hak ngerti" jawab Angga serta menoyor jidat Nova.
"serah lo pada lah!! gue mau tidur" ucap Daryl .
kini sudah tidak ada lagi ocehan mereka Akhirnya mereka tidur bertiga.
dengan posisi Nova di tengah dan Daryl sama angga di kanan kiri.
nampak Daryl masih sesekali mengamati layar ponselnya sebelum akhirnya mereka semua tidur lelap.
__ADS_1