
"Plakkkkkk...."
Suara tamparan keras itu terdengar nyaring di telinga Jessy yang baru saja pulang sekolah.
Kepulangan Jessy dari sekolah justru di suguhkan dengan pertengkaran kedua orang tuanya.
" Kamu itu sebagai perempuan gak becus jadi istri,bisanya cuma menghambur hamburkan uang!!" Suara Vito ayah dari jessy.
" Harusnya kamu itu sadar, yang aku hamburkan juga uang hasil ceri payah aku sendiri. Kamu gak pantas perlakuin aku seperti ini," ucap Messy .
" Dan kamu dengar ya!! Pak Vito yang terhormat lebih baik saya menjanda dari pada hidup penuh derita" timpal Messy.
Menyaksikan perseteruan antara kedua orang tuanya membuat dunia Jessy seketika hancur lebur apalagi mendengar kata Cerai tak lain ia sebentar lagi akan menjadi anak broken home., Jessy perlahan berjalan menuju kamarnya namun sama sekali tidak ada yang peduli perihal kondisi dan perasaannya saat ini.
Itulah sebab mengapa Messy selalu menuntut agar Jessy selalu mendapat nilai sempurna supaya kelak dia tidak tergantung terhadap laki laki.ia bisa cari uang sendiri,ia bisa membiayai hidupnya sendiri. Itulah perkataan Messy yang sering dia ucapkan pada Jessy
Sesampainya di kamar Jessy segera mengunci pintu kamar dan menghemoaskan tubuhnya ke atas ranjang serta menangis sesenggukan di balik bantal .
" Kenapa aku harus di lahirkan jika harus menjalani hidup seperti ini??hidup penuh dengan penekanan dan tertekan" Batin jessy sembari menangis sesenggukan.
" Kedua orang tuaku saja bahkan tidak ada yang peduli dengan persaanku"
Tak mau berlarut dalam kesedihan akhirnya jessy memutuskan pergi meninggalkan rumah untuk sekedar menenangkan diri.
Di saat Jessy hendak berjalan keluar Vito sedang duduk di ruang tamu dengan ponsel di genggamannya.
" Jessy mau ke mana kamu??? "Tanya Vito
" Bukan urusan Papa" jawab Jessy
"Kamu baru juga pulang sekolah udah mau keluyuran lagi mau jadi anak apa kamu!" Teriak Vito.
__ADS_1
" Lagian mau Jessy kemanapun emang Papa peduli!!!Enggak kan, Papa sama mama itu cuma mentingin ego kalian sendiri . Jessy Muak lama lama" Jawab Jessy penuh dengan amarah.
" Jessy!!!"
"Jessy!!!"
Teriak Vito dan Messy secara bergantian namun tak di hiraukan sama sekali olehnya, Jessy segera berlari menuju mobil dan langsung menyalakan mesin mobil .
Karena bingung degan tujuannya kali ini ia memutuskan untuk berhenti di sebuah taman dan nampaknya mulai Ramai karena mengingat waktu sudah menjelang malam.
Jessy segera turun dari mobil dan menuju sebuah tempat duduk yang berada di taman tersebut.
Di saat ia tengah merenungi nasibnya ia melihat seorang anak kecil sedang memakan ice cream dengan kedua orang tuanya , anak itu kelihatan sangat bahagia.
Moment itu mengingatkan moment di mana dulu semasa ia kecil orang tuanya sangat menyayanginya namun semenjak mereka sibuk di dunia bisnis semua sirna seketika.
Tak sengaja cairan bening lolos dari kelopak mata Jessy membasahi pipinya namun segera ia usap.
" Hallo Ar!!"
"Iya Nov,ada apa tumben lo telfon gue??" Jawab Arin di balik layar ponsel
" Ini gue lagi ada di taman deket bundaran, lo mending ke sini deh soalnya gue lihat Jessy kelihatannya dia sedang sedih dan ada masalah" ucap Nova.
" Serius lo??lo gak lagi bohongin gue atau ngerjain gue kan??" Tanya Arin
" 1000 rius malah, udah mending lo cepetan ke sini dan tenangin Jessy" ucap Nova
"Ya udah gue langsung otw ke sana" Arin langsung mematikan panggilan telponnya dan segera menuju lokasi yang di infokan oleh Nova.
Tidak butuh waktu lama untuk Arin sampai di taman itu karena kebetulan tempat itu lokasinya tidak jauh dari rumahnya, sesampainya Arin di taman ia tengah mencari keberadaan Jessy hingga akhirnya matanya melihat sosok gadis yang tengah duduk sendirian di sebuah bangku yang berada di pinggir air mancur dengan tatapan kosong, Arin langsung menuju tempat Jessy dan duduk di sebelah Jessy namun keberadaanya bahkan sama sekali tidak di ketahui oleh Jessy,Karena ia nampak tengah melamun dengan tatapan kosongnha
__ADS_1
"Jess,.." Panggil Arin dengan lembut
"Arin!! Kok lo ada di sini sih sejak kapan??" Tanya Jessy
"Sejak dari tadi,lo nya aja gak nyadar" jawab Arin
" Hehe..lagian lo gak kabar kabar" ucap Jessy yang berusaha terluhat baik baik saja meskioun duniannya sedang kacau
" Ya kali gue ke sini kabar kabar, udah kayak presiden aja mau ke mana harus kabar kabar dulu" jawab Arin
" Btw..dari tadi gue perhatiin kayaknya lo lagi ada masalah ya???" Tanya Arin
" hufttt...Biasa lah , Nyokap smaa Bokap berantem " Jawab Jessy seraya membuang kasar nafasnya.
" Lo yang sabar ya, pasti nanti mereka juga bakalan baikan lagi" ucap Arin.
" Hemtz..gak mungkin Ar nyokap gue minta pisah sama Bokap gue" jawab Jessy
" Ya ampun !!!sampe segitunya, ya udah jangan bahas di sini mending ke rumah gue aja yuk nanti kita sharing di sana aja lebih aman." Ucap Arin
" Ya udah yuk,gue nginep di rumah lo lagi ya?? Soalnya gue lagi gak pengen pulang ke rumah dulu" Pinta Jessy
" Boleh banget dong, malah gue seneng jadi punya temen gak sendirian di rumah" jawab Arin
" Ya udah yuk" ajak Arin
Mereka berdua menuju kendaraan mereka masing masing untuk pergi ke Rumah Arin.
Arin yang mengendarai motornya mengiringi Jessy yang mengendarai mobilnya, karena mengingat kondisi Jessy yang sedang tidak baik baik saja.
Setelah sampai di rumah, Mereka segera menuju kamar Arin karena kebetulan mama papa Arin sedang tidak di rumah.
__ADS_1