Beauty Girl Is Mine

Beauty Girl Is Mine
BEAUTIFUL GIRL


__ADS_3

POV DARYL


Hari sudah mulai gelap menandakan sebentar lagi malam akan tiba , nampak Daryl yang masih terbaring di atas kasur king size dan bermain ponsel miliknya.


Apalagi kalau bukan Game karena Daryl sangat menyukai Game mobile lagend,saking malasnya dari semenjak pulang sekolah dia belum turun sama sekali.


"Tok..Tok..Tok... Nak ..mama boleh masuk " Terdengar suara ketukan pintu dari balik pintu kamarnya tak lain adalah Tania sang ibundanya.


" Masuk aja....gak di kunci pintunya" Jawabnya dengan nada dingin dan masih sibuk dengan ponsel miliknya.


"Anak Mamah lagi sibuk banget kelihatannya.." ucap Tania namun tidak dihiraukan oleh Daryl.


" Mau sibuk ...Mau engga emang Mama sama papa peduli..?? Enggak kan" sudah tidak kaget Bagi tania kalau sifat Daryl sangat dingin.


" Hemmmmm.. Mama cuma mau sampein pesan dari papa kalau nanti malam jam 7 ada acara makan malam sama Teman kerja papa dan papa bilang tidak ada kata penolakan" Tidak mau membuat putranya semakin Badmod setelah menyampaikan pesan dari sang suami akhirnya Tania memutuskan Untuk segera meninggalkan kamar Daryl karna dia tahu betul sifat daryl seperti apa.


****


Jam dinding kini sudah menunjukan pukul 19.00. dan terlihat Orang tua Daryl papa surya dan mama tania sudah siap serta menunggu di ruang tamu. di susul sang putra yang kini tengah menuruni tangga dengan setelan jeans hitam dan kaos polos yang di padukan dengan kemeja kotak-kotak .


" Sudah siap semua..ayo berangkat sekarang" Titah papa surya. Mereka menuju mobil alpardh hitam.

__ADS_1


Mobil mulai melaju menuju alamat yang akan di tuju dengan di kemudikan oleh sang supir pribadi.


Sepanjang perjalanan hanya surya dan Tania yang saling ngobrol satu sama lain , karena memang sikap Daryl semenjak orang tuanya sibuk dengan pekerjaanya dia tidak pernah mau mengobrol sama sekali dan lebih memilih diam jika tidak di tanya, Daryl berfikir bahwa di fikiran orang tuannya hanyalah Uang ,,,Uang ..dan Uang..


Namun sebendarnya tidaklah seperti itu,, mereka sibuk bekerja lantaran demi masa depan Daryl juga nantinya.


Setelah beberapa menit perjalanan tibalah di sebuah Rumah yang tak ASing Bagi Daryl .


Rumah dengan tulisan BLOK MELATI NO 32,


Kedatangannya kini di sambut ramah oleh sang pemilik rumah yaitu Bp Taufik dan Ibu Arumi,


"Malam Om...malam Tan..." Sapa Arin sambil menyalaminya.tak lepas dari pandangan Daryl.


" Malam nak..." Sahut mereka dengan kompak.


" Ya ampun Sayang... Ini beneran Arin kan..???" Tania memeluk dan tidak menyangka kalau Arin kini sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang sangat cantik.


" Iya,Tan..." jawab Arin dan memasang senyum manisnya


"(Beutifull Girl)" batin Daryl dan mencoba untuk menetralkan detak jantungnya

__ADS_1


" Ya..udah kita makan dulu yukk keburu gak enak nanti makannannya" suara Arumi menengahi


Saat semua sedang menikmati makan malam tatapan Daryl masih tetap tertuju pada Arin seolah olah tidak mau berpindah ke obyek lain sekang beberapa saat Daryl mencoba untuk mengalihkan pandangannya namun sudah terlanjur ketahuan oleh Arin .


Setelah mereka semua selesai makan mereka melanjutkan dengan berbincang-bincang dan ngobrol satu sama lain.


Apalagi Taufik dan Surya karena ini awal pertemuan mereka setelah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu.


nampak arumi dan Tania saling berbagi cerita dan pengalaman sebagai seoarng istri .


Di sisi lain Daryl nampak sedang sibuk dengan ponsel miliknya untuk menetralkan rasa canggung karena sedang duduk bersebelahan dengan Arin.


" Njirrr...kapan ini pulangnya ...udah serasa jadi manusia patung" Batin Daryl


" Aku pamit pulang dulu ya Fik..udah malam juga" ucap Suryana.


" Iya jeng ... Kita pamit dulu y kapan- kapan gantian kalian yang berkunjung ke rumah kami ya kan Pa..." Suara Tania menimpali.


" Iya insyaallah ya jeng" balas Arumi.


" Alhamdulillah kayaknya Tuhan mendengar ucapanku" Batin Daryl.

__ADS_1


__ADS_2