
" egheeem...eghemmmm.... Nov, kayaknya ada yang nyangkut deh di tenggorokan gue" ledek Angga seolah olah sedang mengelus lehernya saat melihat Arin dan juga Daryl saling mengunci pandangan dengan jarak hanya beberapa CM ,seketika itu ucapan Angga membuyarkan pandangan Mereka berdua .
Kebetulan Angga dan Nova akhirnya memutuskan untuk pergi ketaman menyusul Daryl, namun di saat tengah berlari kecil matanya menangkap dua orang yang nampak sedang bermesraan.
" Coba mangap yang lebar Ngga!!!! biar gue liat tuh mulut siapa tau ada tulang Dinosaurus yang nyangkut." Nova yang tidak peka apa yang sebenarnya di maksud Angga sontak membuka mulut Angga dan menyalakan flash ponsel miliknya.
"Idih...bau bangkai tikus Anjirrr !!?berapa abad lo gak gosok gigi" celetuk Nova sambari menyumbat hidungnya sehingga membuat Arin tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat kekonyolan mereka berdua
" Sialan lo ya,,, emang mata lo gak liat baru juga tadi pagi ,habis mandi gue langsung gosok gigi" protes Angga yang tak terima jika mulutnya di bilang bau .
"Kayak pernah denger deh gue kata kata itu...Oh iya itu kan lagu yang biasa di nyanyiin ponakan gue yang masih PAUD(Bangun tidur ku terus mandi tidak lupa menggosok gigi ) lha lagian mana gue liat Bego...masak iya lo mandi gue nya nonton" ledek Nova sembari menyanyikan lagu Bangun tidur.
" Au ah...Terserah lu dah..." Angga mulai kesal di buat Nova.
Namun di saat tengah sibuk berdebat ternyata malah Nova melihat Daniel dan juga Ninda sedang duduk berdua di kursi taman
" Eh ..eh ..tuh lihat tuh ..mantan kawan lo lagi sama boneka Anabell" nova menunjuk ke arah kursi taman.
Angga pun langsung mencari arah di mana Nova sedang menunjuknya.Arin dan juga Daryl pun ikut menoleh ke sumber arah.
"Mantan kawan lo juga kali"Angga sontak menjitak kepala Nova.
"Hehe...lebih tepatnya Mantan soib kita bertiga apalagi Dar..." Belum sempat Nova melanjutkan ucapannya nampak Daryl sudah Memasang raut wajah seramnya
" Mantan Kawan!!!!" Arin nampak bertanya tanya apa maksud dari ucapan mereka berdua .
" Mending kita Lanjut joging lagi aja yuk" Alibi Daryl. Daryl kini mulai beranjak dari duduknya dan menggapai tangan Arin untuk membantunya berdiri.
Namun sayangnya di saat Daryl ingin mencoba menjauh kan dirinya dari Daniel justru malah tiba tiba Daniel menuju ke Arah Arin yang berdiri tepat di sebelah Daryl .
"Hai Ar...!!" Sapa Daniel
" Hai juga kak!!" Jawab Arin.
" Lo jogging di sini juga ??"Daniel mencoba untuk ber basa basi dengan Arin namun nampak Daryl yang sudah terlihat badmood dan Ninda yang berdiri di belakang Daniel sepertinya kurang menyukai dengan moment ini .
"Iya kak, kebetulan tadi Daryl yang ngajakin"
"Oh" jawab Daniel singkat.
__ADS_1
"Ryl!!tumben lo mau jogging pagi di sini" Ninda mencoba untuk berbicara dengan Daryl namun bukannya menjawab justru Daryl tidak menghiraukan pertanyaannya sama sekali.
Di saat Arin sedang berbicara dengan daniel rupanya Daryl sudah berjalan terlebih dahulu meninggalkan Arin yang masih ngobrol nampak Angga dan Nova masih di belakang mengawal Arin.
"Emtz...gue duluan ya kak!!" Arin langsung berlari mengejar Daryl.
"Woy ...tungguin gue, !!!"Arin mulai menarik T shirt yang di kenakan daryl
"Lagian larinya kelamaan,"
"Ya kan ini joging bukan lari maraton"jawab Arin.
"Lo suka ya sama Tuh cowok??"Tiba tiba saja Daryl bertanya konyol.
"Ih...apaan sih lo ya enggak lah. Gue sama kak Daniel itu cuma sebatas teman Kakak kelas dan Adik kelas gak lebih,lagian juga dulu kam dia pernah nolongin gue waktu gue pingsan"
"Oh..syukur deh kalau gitu"jawab Daryl singkat
"Kok syukur" arin memasang wajah penasaran
"Ya trus gue harus jawab gi mana dong" ucap Daryl yang nampak masih Badmood arin hanya memutarkan kedua bola matanya.
" Arin!! Daryl !! , Gue sama Angga pulang duluan ya udah capek . Bye!!!" Nova akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua karena tak ingin ikut campur urusan mereka.
" Jangan lupa bersihin Apartemen gue!!" Teriak Daryl pada ke dua sahabatnya yang sudah mulai menjauh.
" Ogah!!!" Teriak Angga .
" Awas lo berdua..!!!" Ancam Daryl namun malah di tinggal lari oleh mereka berdua
" Ya udah kita juga pulang aja yuk udah mulai panas!!
Mana parkiran masih jauh lagi ." Arin sudah merasa kepanasan sehingga membuatnya sesekali mengusap keringat di pelipis keningnya.
" Mau gue gendong!!" Tawar Daryl.
" Ngledekin lo ya... Emang gue anak kecil" Tolak Arin dan mencubit perut Daryl.
" BTW..lo sama Angga ,Nova udah sahabataan lama ya???" Tanya Arin sembari berjalan di samping Daryl
__ADS_1
" Emtzz ..ya lumayan sejak SMP" jawab Daryl
" Pantesan, soalnya di mana ada lo pasti ada mereka juga"
" Ya gitu deh, meskipun kadang tingkah mereka ngeselin tapi mereka selalu ada buat gue di saat suka maupun duka" Daryl mencoba menjelaskan gi mana hubungan nya selama ini sama dua soibnya itu.
" Oh iya gue boleh nanya satu lagi gak ???" Arin merasa Antusias
" Mau nanya apa???"Daryl mulai penasaran
"Denger denger Kak Ninda itu punya hubungan spesial ya sama lo???"
"Enggak sih kita cuma sebatas temen, ceritanya panjang nanti kapan kapan kalau ada waktu gue ceritain" alibi Daryl karena tak ingin membahas soal Daniel maupun Ninda.
" Ya udah yuk pulang!! tuh motornya " Daryl langsung mencekal pergelangan tangan Arin menuju parkiran.
" Nih pake helm nya" Daryl menyodorkan Helm yang tadi di kenakan Arin sewaktu berangkat.
" Ok thanks"
" Yuk naik" perintah Daryl,Arin pun menuruti perkataanya.
" Broooooommmmm"
Daryl mulai melajukan motornya meninggalkan taman , di sepanjang perjalnan tidak ada percakapan antara mereka.
Karena mereka masih sibuk dengan fikirannya masing masing.
Tak terasa akhirnya motor sudah berhenti tepat di depan gerbang rumah Arin.
" Yuk mampir dulu" Tawar Arin.
" Makasih, lain waktu aja gue masih ada janji sama temen soalnya" ucap Daryl sembari tersenyum manis menampakkan kedua lesung pipinya.
" Thanks ya.."
" Iya... Ya udah gue duluan ya. Bye!!!"
"Broooommmm" Daryl mulai melajukan motornya kembali menuju Apartemen, sebenarnya ia juga merasa sangat cape apalagi waktu tidur malamnya kurang .
__ADS_1
Sesampainya di Apartemen khayalannya adalah akan beristirahat dan menyambung tidurnya yang kurang tadi malam.
Namun semua khayalannya itu sirna seketika kareana ternyata di Apartemen sudah Ada seorang gadis yang menunggunya.