Because One Night

Because One Night
Alexi Pratama


__ADS_3

"Selamat Non, bayinya lahir dengan sempurna" Bi Sumi memeluk Bella.


"Terima kasih Bi, tanpa Bi Sumi mungkin Aku tidak akan bisa berada di titik ini" Bella meneteskan air matanya.


"Tidak Non, itu tidak benar. Non Bella perempuan hebat, kuat, Bibi salut melihat perjuangan Non Bella selama ini"


Beberapa bulan lalu saat terjadi kecelakaan.


Mobil truk menghantam mobil bagian depan, Bella yang melihat itu tampak ketakutan. Mobil terseret hingga pinggir jalan.


"Pak, bagaimana ini?"


"Lepaskan sabuk pengamannya Non, cepat keluar"


Bella dan Sopir mencoba membuka sabuk pengaman namun nihil. Sabuk pengaman terkunci begitu saja.


"Ambil gunting di dalam dashboard Non"


Bella meraih dashboard mobil yang sudah rusak. Diraihnya gunting yang kini terjatuh di bawah kakinya.


Bella nampak ketakutan saat melihat kaki pak sopir yang mengeluarkan banyak darah akibat tertindih dashboard mobil.


"Pak, Saya akan menggunting sabuk pengaman Bapak"


"Tidak Non, selamatkan diri mu"


Bella memotong sabuk pengamannya dan sabuk pengaman yang digukanan oleh pak sopir.


"Non, cepat turun Non"


"Ayo Pak Saya akan membantu Bapak"


"Tidak Non, tinggalkan Saya sendiri"


Mobil kembali berguling ke dalam jurang. Pak Sopir mendorong Bella keluar dari dalam mobil.


Bella terjatuh dan melihat mobil terus berguling ke dasar jurang.


"Tidaaaakkkk" Bella menangis melihat mobil yang hancur terbakar.


Seorang warga menghampirinya "Neng, neng tidak apa-apa?"


"Tolong Saya Pak, kaki Saya terkilir"


Warga mencari pertolongan, dilihatnya beberapa orang polisi yang sedang berpatroli.


"Tidak Pak, jangan panggil Mereka. Saya mohon".


Bella akhirnya dibawa menuju rumah warga di sebuah desa. Bella mendapatkan pertolongan pertama dari seorang tabib.


Beberapa hari Bella masih saja diam dan tidak mau melakukan apapun. Perasaan bersalah masih menghantuinya.


"Neng, apa Neng mau pulang? Nanti Bapak antar Neng pulang"


Bella menggelengkan kepalanya.


Tanpa disangka, ternyata desa tempat Bella tinggal adalah kampung halaman Bi Sumi.


Bi Sumi yang mendengar kisah Bella segera menemui Bella.


"Non Bella?"

__ADS_1


Bella melihat Bi Sumi dengan perasaan bahagia.


Hingga saat ini Bella tinggal di rumah Bi Sumi.


Saat ini Bella tengah menggendong bayinya.


"Tampan sekali Non, mirip Tuan Dito ya?"


Bella tersenyum "Bagaimana kabar Tuan Dito sekarang Bi?"


"Tuan Dito baik-baik saja, dia sudah beraktifitas seperti biasanya".


"Non Aira?"


"Nona Aira hanya tinggal di rumah. Sejak kecelakaan itu dia tidak pernah pergi ke kantor".


Bella tersenyum "Syukurlah. Aku senang mendengarnya".


"Maaf Non, apa Tuan Dito tidak akan diberitahu atas kelahiran putranya?"


Bella menggelengkan kepalanya "Tidak Bi, cukup sekali Aku menghancurkan rumah tangga Mereka. Biarkan Mereka kembali damai tanpa kehadiran ku".


Bi Sumi menganggukkan kepalanya.


"Alexi Pratama. Alexi artinya pejuang. Kamu pejuang hebat Nak. Kamu mau berjuang dan bertahan bersama Ibu".


Bi Sumi tersenyum "Nama yang indah. Kalian akan terus berjuang bersama"


"Benar Bi, Kami harus kembali berjuang"


"Tetaplah di sini Non Bella. Biarkan Bibi ikut merawat Tuan Lexi".


"Tidak Non, Non Bella sudah banyak menemani Bibi. Bibi bersyukur masih bisa melihat Non Bella seperti ini"


Satu tahun sudah berlalu.


Hubungan Dito dan Aira sudah membaik. Aira benar-benar sudah berubah.


"Mas, bawa bekal nya".


"Baiklah Honey, terima kasih ya".


Aira menganggukkan kepalanya.


Dito mengecup kening Aira dan pergi meninggalkannya.


Saat ini Bella tengah duduk melihat Lexi yang sedang belajar berjalan bersama Bi Sumi.


"Lexi sudah satu tahun. Kebutuhannya semakin banyak. Aku harus mencari pekerjaan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhannya" Batin Bella bergumam.


"Kenapa melamun nduk?" Bi Sumi menggendong Lexi dan duduk di samping Bella.


"Aku hanya kepikiran untuk mencari pekerjaan yang lebih baik Bi. Kebutuhan Lexi semakin banyak, Aku tidak bisa kalau hanya mengandalkan penghasilan dari menyimpan kue di warung-warung"


"Memangnya Kamu mau bekerja apa nduk?"


"Aku ingin bekerja di sebuah catering, sepertinya itu akan cocok dengan ku. Tapi, Aku tidak bisa meninggalkan Lexi"


"Pergi saja nduk. Tuan Lexi akan tinggal bersama Bibi. Kalau bibi bekerja, Tuan Lexi bisa tinggal bersama Siti (Adik Bi Sumi)"


"Benarkah? Apa tidak apa-apa kalau Aku menitipkan Lexi? Aku janji akan pulang jika Aku libur bekerja"

__ADS_1


Bi Sumi tersenyum "Tentu saja nduk. Tuan Lexi sudah seperti cucu bibi sendiri" Bi Sumi memeluk Lexi, Lexi tersenyum senang.


"Baik Bi, Aku akan mulai mencari pekerjaan besok. Aku lihat di selebaran kalau ada catering yang membutuhkan pekerja. Mereka membuat makanan untuk sebuah pabrik besar"


"Pergilah nduk. Percayakan Tuan Lexi kepada Bibi"


Bella menganggukkan kepalanya.


Keesokan hari Bella pergi ke Kota, dia mencari alamat yang tertera pada selebaran yang dia temukan di desa.


"Maaf Mbak, Saya mencari alamat ini" Bella menghampiri sebuah warung di pinggir jalan.


"Masih cukup jauh mbak, lebih baik naik angkutan umum saja"


"Baik Mbak terima kasih"


Bella berdiri di pinggir jalan menunggu angkutan umum.


Dari kejauhan Dito melihat Bella yang tengah berdiri di pinggir jalan.


"Bella? Apa itu Bella?"


Dito keluar dari dalam mobil dan mencoba mengejarnya. Namun jalanan cukup padat.


Setelah berhasil menyebrangi jalan Dito mencari keberadaan Bella. "Bella... Dimana Kamu?"


Dito melihat ke kiri dan ke kanan namun hasilnya nihil.


"Sepertinya Aku sangat merindukan mu. Aku bahkan berpikir Kamu ada di sini" Dito nampak sedih.


Di tempat lain Bella sudah menemukan alamat yang dicari.


"Mulai besok Kamu sudah bisa bekerja di sini ya"


"Terima kasih Mbak. Terima kasih" Bella merasa sangat bahagia.


"Kebetulan ada kamar kosong, Kamu bisa gunakan kamar itu. Salah satu pegawai Kami baru saja menikah sehingga tidak kembali bekerja".


"Baik, terima kasih Mbak Mita" Bella tersenyum senang.


Bella kembali ke desa dan berpamitan kepada Bi Sumi dan juga Lexi.


"Ibu pergi bekerja dulu ya jagoan. Nanti akhir pekan Kita akan bertemu lagi. Kamu jaga diri baik-baik yaa bersama Eyang Uti".


Lexi tersenyum dan memeluk Bella.


"Ibu akan sangat merindukan mu jagoan"


"Percayalah Lexi akan baik-baik saja. Bibi akan pulang setiap hari, Non Aira sudah mulai terbiasa melakukan pekerjaan rumah sendiri. Jadi Bibi bisa pulang setiap hari"


"Syukurlah. Terima kasih ya Bi" Bella memeluk Bi Sumi.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa like, komentar dan berikan dukungan Kaliaaan zheyeeenk 🥰🥰...


...Akhirnya Bella selamat guys... Ayoo tumpengan 😄😄...

__ADS_1


__ADS_2