Because One Night

Because One Night
Membuka Hati


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Bella terdiam, batin Bella bergumam "Istri sesungguhnya? Apa Tuan Dito beneran berniat mempoligami Nona Aira dan Aku?" Bella menggelengkan kepalanya. "Sadarlah Bella, Kamu memang sudah menjadi istri keduanya dan itu hanya kesalahan. Mungkin Tuan Dito berniat untuk memanas-manasi Nona Aira"


"Kenapa?"


Seketika lamunan Bella buyar "Ti..Tidak Tuan"


"Jangan berpikir kabur dariku. Aku tidak akan memaafkan mu"


Bella hanya menundukkan kepalanya.


Dini hari Dito dan Bella baru tiba di rumah mewah milik Dito.


"Dari mana saja Kalian? Kenapa Kalian baru tiba dini hari?" Aira menghampiri Dito


"Aku lelah"


"Tapi apa karena dia Kamu meninggalkan meeting siang tadi Mas?"


Dito mengabaikan Aira yang terus berteriak, Dito memasuki kamar Bella dan membanting pintu.


Aira membelalakkan matanya "Mas, kenapa Kamu kesana?"


Bella pun tidak kalah kaget, dia nampak bingung harus berbuat apa.


"Apa yang Kalian lakukan di luar? Kenapa Dito tiba-tiba seperti itu? Sepertinya Kamu sudah memberikan pengaruh yang tidak baik kepadanya. Jangan kira Aku diam dan membiarkan Kamu merayu suami ku. Aku akan mengusir mu segera" Aira meninggalkan Bella sendiri di ruang tengah.


Bella nampak kebingungan, dia hendak memasuki kamar dan membersihkan tubuhnya, namun Dito masih belum keluar dari dalam kamarnya.


"Kenapa Tuan Dito masih belum keluar?" Dengan ragu Bella mengetuk pintu.


"Tuan..."


"Masuk"


Dengan ragu Bella membuka pintu dan melihat ke dalam kamarnya.


"Sa...Saya hanya akan membawa baju ganti. Saya akan tidur di kamar tamu"


"Apa Kamu masih belum mengerti maksud ku?"


Bella nampak kebingungan sekaligus ketakutan. Dito berjalan menghampiri Bella.


"Pakailah kamar mandi ini. Aku akan menunggu di luar"


Bella menganggukkan kepalanya dan segera memasuki kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Bella merasa sangat sedih. Dia merasa apa yang dilakukannya ini sia-sia.


Namun Bella mengingat kembali mengenai kedatangan Oro ke kampung halamannya.


"Tapi, kenapa Tuan Dito melakukan itu di belakang ku? Kenapa dia membantu Ayah dan meminta ku kembali ke tempat ini? Nona Aira begitu cantik dan pintar. Apa lagi yang dia inginkan?"


Setelah selesai, Bella keluar dari kamar mandi. Namun Dito nampak tengah duduk di atas sofa.


"Tu...Tuan"


Dito melihat tubuh Bella dari atas hingga bawah. "Aku kira Kamu lupa membawa pakaian mu"

__ADS_1


Bella menggelengkan kepalanya.


"Tidurlah, Kamu pasti lelah setelah menangis seharian"


"Ba...Baik Tuan, terimakasih" Bella hendak menaiki kasur namun dia menghentikannya saat melihat Dito ikut menaiki kasur.


"Aku tidak akan berani menyentuh mu jika Kamu tidak mengijinkannya. Jadi tidurlah" Dito menepuk bantal di sampingnya.


Dengan ragu, Bella menganggukkan kepalanya dan segera berbaring di samping Dito dengan tubuh membelakanginya.


"Pejamkan mata mu, atau Aku tidak akan membiarkan mu tidur hingga pagi tiba"


Bella segera memejamkan matanya. Dito tersenyum dan memeluknya dari belakang.


Bella sontak sangat terkejut "Tu...Tuan..."


"Tolong, ijinkan Aku memeluk mu kali ini saja" Dito berbisik.


Jantung Bella berdegub sangat kencang. Bella menganggukkan kepalanya.


Hembusan nafas Dito tepat mengenai bagian lehernya, Bella merasa jantungnya berdegub semakin kencang.


Bella hendak mengubah posisinya dengan sedikit menjauhkan tubuhnya, namun tanpa disengaja tubuhnya menyentuh bagian sensitif milik Dito. Seketika Bella menjadi sangat kaku.


"Tidurlah, sebelum Aku benar-benar tidak mengijinkan mu untuk tidur" Dito semakin mendekatkan tubuhnya kepada Bella. Kini Bella dapat merasakan sesuatu milik Dito dan bibir Dito yang menempel di bagian lehernya.


Bella mencoba memejamkan matanya, menganggap tidak terjadi apapun hingga akhirnya dia benar-benar terlelap.


Dito yang menyadari itu tersenyum "Padahal Aku berharap Kamu tidak tidur secepat ini. Tidurlah, Kamu pasti sangat kelelahan"


Dito memejamkan matanya setelah mengecup pipi Bella dan kembali memeluk tubuh mungil Bella.


Pagi hari Bella terbangun, dia sangat terkejut saat melihat dada bidang di depan matanya.


"Apa yang terjadi? Kenapa Tuan Dito tidak menggunakan pakaian?" Batin Bella bergumam.


Dia hendak menjauhkan tubuhnya dari Dito, namun Bella sedikit kesulitan karena pelukan Dito.


Bella melihat ke dalam selimut, batinnya kembali bergumam "Syukurlah Aku masih menggunakan pakaian lengkap dan Tuan Dito..."


Bella membelalakkan matanya "Hanya ****** *****?"


Dito mengerjapkan matanya "Ada apa?" suara serak khas bangun tidur terdengar memenuhi ruangan.


"Tu...Tuan, lepaskan Saya. Saya mau bangun"


Dito melepaskan pelukannya dan Bella segera duduk di atas kasur.


"Tuan, kenapa Anda?"


"Kenapa? Kamu tidak ingat?"


Bella membelalakkan matanya "Memangnya apa yang terjadi?"


Dito nampak masih sangat mengantuk "Kamu memaksa ku membuka seluruh pakaian ku. Lihatlah apa yang Kamu lakukan kepada ku?"


Bella menutup mulutnya "Maaf Tuan, tapi... Tapi Saya tidak mengingat apapun"

__ADS_1


"Kamu memukuli ku saat Aku tidak mengikuti keinginan mu. Bahkan ****** ***** mu hampir Kamu lepaskan"


Bella segera menutup mulut Dito. "Maafkan Saya Tuan, maafkan Saya. Tolong jangan teruskan pembicaraan ini. Aku benar-benar tidak mengingat apapun"


Tubuh Bella yang menunduk membuat Dito disuguhi dua gundukan yang menggantung di bagian dada Bella.


Dito menelan saliva nya saat matanya tidak bisa lepas dari pandangan tersebut.


"Tapi itu benar..."


Bella menutup mulut Dito dengan kedua mulutnya. Pamandangan itu semakin nampak jelas dan nyata. Dito meraih pinggang Bella.


Bella menyadari pandangan Dito dan sontak melepaskan tangannya dan menutup bagian dadanya.


"Anda pasti berbohong"


"Kenapa Aku harus berbohong?" Dito masih tidak melepaskan pinggang Bella.


"Sa...Saya tidak ingat apapun, Anda pasti berbohong"


Dito menarik tubuh Bella dan Bella terjatuh tepat di atas tubuh Dito.


"Tu...Tuan..."


Dito mendekatkan wajahnya pada wajah Bella, Bella nampak memejamkan matanya.


Merasa mendapat lampu hijau, Dito ******* bibir Bella dengan sangat lembut.


Bella masih tidak melakukan perlawanan, dengan sekali gerakkan Dito membalik tubuh Mereka. Kini tubuh Bella tepat berada di bawah tubuhnya.


Dito menyentuh bagian pipi Bella dengan sangat lembut. Mata indah milik Bella menatap Dito dengan intens.


Dengan perlahan Dito menurunkan tangannya dan mencoba membuka kancing pakaian milik Bella. Jantung Bella berdegub dengan sangat kencang. Tarikan nafas nampak sangat jelas seiring dengan naik turunnya bagian dada Bella.


Kini gundukan milik Bella nampak di depan mata Dito, Dito menatap Bella. Sorot mata Bella seolah mengatakan "Iya"


Dito menyentuh bagian kiri dan wajahnya mendekati bagian yang lain. Namun tiba-tiba pintu diketuk dengan sangat keras.


"Mas, Kamu harus ke kantor pagi ini. Jangan bilang Kamu belum siap-siap. Buka pintunya"


"Nona Aira..." Bella segera bangun dari posisinya dan merapikan pakaiannya. Bella segera menuju kamar mandi.


Dito menjatuhkan tubuhnya di atas kasur. "Kenapa Kamu harus datang di saat yabg tidak tepat"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Wah gagal......


...Maaf Zheyenk baru Up, butuh mood yang baik buat Up....


...Jadi berikan komentar terbaik Kalian yaa Zheyeeenk....


...Jangan lupa klik tanda favorit dan tanda like 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2