Because One Night

Because One Night
Malam Panjang


__ADS_3

"Kita akan kemana?" Bella merasa bingung saat Dito mengajaknya menaiki mobil yang dibawa oleh Mang Didin.


"Ikut saja, Kamu akan suka" Dito menggenggam tangan Bella dan mengecupnya beberapa kali.


"Sayang, Aku malu"


"Tidak apa-apa. Mang Didin akan terbiasa melihat seperti ini" Dito kembali menciumi tangan Bella.


"Terbiasa? Kenapa?"


"Dia akan menjadi sopir pribadi mu Sayang. Kamu bisa pergi kemana pun. Kamu boleh ke Mall, ke salon atau bahkan ke kantor ku"


Bella tertawa "Untuk apa Aku ke kantor mu? Mengambil hadiah yang waktu itu?"


Dito membelalakkan matanya "Aku memberikan mu mobil ini Sayanh dan Kamu masih menginginkan hadiah itu?"


Bella kembali tertawa kemudian memeluk Dito, "Terima kasih Sayang, Aku sangaaat senang hari ini. Bukan karena mobil yang Kamu berikan, tapi karena Kamu memperlakukan ku dengan sangat istimewa. Aku merasa menjadi istri mu sepenuhnya. Lihatlah cincin ini" Bella memperlihatkan cincin di jari manisnya.


"Maafkan Aku karena baru melakukan ini sekarang. Seharusnya sejak dulu Aku memperlakukan mu seperti ini"


Bella tersenyum dan menggelengkan kepalanya "No, semua sudah diatur. Di waktu yang tepat bersama orang yang tepat. Kamu adalah orang yang tepat itu"


Dito merasa sangat bahagia, "Aku benar-benar bahagia. Terima kasih Sayang sudah menyempurnakan segala kekurangan ku."


Bella tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Kembali kasih Sayang"


Mereka tiba di sebuah lobby hotel. Bella menggandeng tangan Dito layaknya seorang pengantin.


Seorang pelayan menghampiri Mereka dan memberikan sebuah kartu kepada Dito.


Dito dan Bella menaiki lift menuju lantai tertinggi.


"Apa Kita akan bermalam di sini?"


"Tentu. Aku sudah tidak sabar menantikan malam ini" Dito meraih pinggang Bella dan ******* bibirnya.


Bella membalas setiap gerakan yang dilakukan Dito.


Bella mengalungkan lengannya di leher Dito, Dito semakin mendekatkan tubuh Mereka. Kini tidak ada jarak di antara Mereka.


Pintu lift terbuka, Bella melepaskan tubuhnya dari pelukan Dito. Namun begitu terkejutnya Bella saat melihat hanya ada satu pintu di sana. Dito menyadari kebingungan Bella kemudian memeluk tubuhnya dan mengangkatnya.


"Hanya Kita berdua di lantai ini"


Bella sontak mengalungkan lengannya, "Kenapa? Bagaimana bisa?"


"Untuk mu harus bisa" Dito tersenyum dan kembali ******* bibir Bella.


Kini Mereka tengah berada di sebuah kamar mewah. Kamar beraroma mawar. Bella melihat sekitar dan terkejut saat semuanya dipenuhi dengan bunga mawar berwarna putih.


"Sayang, berapa bunga yang Kamu bawa kemari?" Bella masih berada dalam pangkuan Dito.


"Entah, yang jelas cintaku jauh lebih banyak dari bunga-bunga ini"


Pipi Bella seketika memerah, Dito yang menyadari itu tersenyum dan mengecup pipi Bella.


"Kenapa? Suka Aku berkata seperti itu?"


Bella tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Aku akan mengatakannya setiap waktu. Aku sangaaaattt mencintai mu" Dito berteriak.

__ADS_1


Bella membelalakkan matanya dan menutup mulut Dito. "Tidak perlu berteriak"


Dito hanya tertawa, "Kenapa? Biarkan semua orang tau"


"Tapi bukankah hanya Kita berdua di sini?"


"Benar, Aku mengumumkannya pekan depan"


"Pekan depan? Dalam acara apa?"


"Aku akan mengadakan pesta pernikahan Kita. Aku akan mengundang semua orang yang ada di Kota ini"


Bella tertawa, namun air mata mengalir dari matanya.


"Kenapa Sayang? Apa Kamu tidak senang?" Dito tampak panik.


Bella menggelengkan kepalanya, "Aku sangaaat bahagia. Terima kasih sudah memilih ku"


Dito menggelengkan kepalanya "No, Kamu yang memilih ku. Terima kasih Sayang" Dito mengecup bibir Bella.


Bella memeluk Dito semakin erat, Dito kembali berjalan menuju tempat tidur.


"Jadi Kamu setuju Kita mengadakan pesta pernikahan?"


"Why not?" Bella tersenyum.


"Pekan depan?"


"Apa terlalu cepat?"


"No, Aku inginnya malam ini semua orang tau kalau Aku sangat mencintai mu"


Dito tersenyum dan memeluk Bella, "Jangan pergi lagi dari ku"


Bella tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Tiba-tiba Bella teringat sesuatu, "Alexi?"


"Alexi sudah aman bersama Bi Sumi. Aku sudah bilang kepada Bi Sumi kalau malam ini Kita tidak akan pulang"


"Kalau begitu biarkan Aku menelpon Bi Sumi, boleh ya Sayang?"


Dito tersenyum "Baiklah, lima menit"


Bella membelalakkan matanya "Lima menit? Aku ingin bertanya keadaan anak mu"


Dito tertawa "Beruntung sekali Alexi mempunyai Ibu seperti mu"


Tanpa pikir panjang Bella meraih ponselnya dan melakukan panggilan kepada Bi Sumi.


"Hallo nduk"


"Bik, apa Alexi sudah sudah tidur?"


"Sudah, baru saja dia tidur"


"Syukurlah, Aku takut dia tidak bisa tidur"


"Amu yang tidak bisa tidur tanpa mu" Dito menyaut dari belakang dan memeluk Bella.


"Sayang, Aku sedang berbicara dengan Bi Sumi"

__ADS_1


Bi Sumi hanya tersenyum saja, "Baiklah Nduk, Alexi aman bersama Bibik. Jadi selamat bersenang-senang."


"Emm Bik, bukan begitu..."


Namun Dito meraih ponsel Bella "Dadah Bi Sumi"


Bella membelalakkan matanya "Sayaaaang..."


Namun Dito tidak mengindahkan ucapan Bella, "Mau Aku bantu membuka resletingnya?" Dito meraih resleting di punggung Bella.


"Sayang..."


Dito membukanya secara perlahan, nampak punggung mulus Bella mulai menggoda Dito.


Dito mendekatkan wajahnya dan menghirup aromanya "Harum sekali..."


Dito mendekatkan bibirnya, dia mengecupi punggung Bella. Tidak ada bagian yang terlewat sama sekali.


Bella terlihat menggeliat saat Dito meninggalkan beberapa jejak kepemilikannya di bagian pundak Bella.


Bella membalikkan badannya dan menjatuhkan tubuh Dito ti atas tempat tidur.


Bella menindih tubuh Dito dan melepas pakaian yang digunakan oleh Dito.


Dito meraih pinggang Bella, Bella menundukkan tubuhnya. Kini wajah Mereka saling berhadapan, Bella mendekatkan wajahnya. Dito meraup bibir Bella dengan penuh gairah. Bella mengimbangi gerakan Dito, kini Mereka saling mencurahkan kerinduan satu sama lainnya.


Tangan Dito menjelajah tubuh Bella, kini dia tengah menggenggam dua bagian favorite miliknya. Dito menggerakkan seluruh jarinya, Bella semakin menggeliat. Lenguhan demi lenguhan kini lolos dari mulut Bella.


Dito semakin bersemangat, dia menjelajah seluruh tubuh Bella. Bella sangat menikmati setiap sentuhannya.


Perlahan Dito mengangkat bagian pinggul Bella, Dito kini menyatukan kedua tubuh Mereka.


Perlahan Bella menggerakkan pinggulnya hingga Dito kini merasa semakin bersemangat.


"Good job Sayang" Dito memegang pinggul Bella yang terus bergerak.


Kegiatan berlangsung sepanjang malam. Entah berapa banyak gaya yang Mereka lalui.


Hingga pagi hari, Bella masih terlelap dalam tidurnya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Kasih bonus nih. Mana secangkir kopi untuk ku hihi...


...Terima kasih kepada Kalian yang selalu setia dengan karya ku....


...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak Like, Komentar dan Vkte jugaa zheyeeenk 🥰🥰...


...Oh yaa ada kabar baiiiikkkkk......


...Aku Up kembali cerita di novel "Istri Ceo" loh. Cerita Nathan dan Nathar....


...Ayoo jangan sampai ketinggalan juga yaa....


...Aku tungguu Kalian disana 🥰🥰...


...Big Hug buat zheyenk zheyenk kuuuu 🤗🤗...

__ADS_1


__ADS_2