Because One Night

Because One Night
Pindah


__ADS_3

Bella pulang bersama Dito. Sepanjang perjalanan Dito menggenggam tangan Bella, sesekali Dito mencium tangan Bella.


Bella tersenyum senang melihat tingkah suaminya.


Setelah melakukan perjalanan cukup panjang, Mereka tiba di kediaman Bi Sumi.


Bi Sumi tampak terkejut saat melihat Dito ada di halaman rumahnya. Bella belum sempat menceritakan keadaan kepada Bi Sumi.


"Tu...Tuan Muda?" Bi Sumi terbata-bata. "Maaf Tuan, Bibi minta maaf. Bukan maksud Bibi menyembunyikan semuanya. Padahal Bibi sangat tau bagaimana terpukulnya Tuan saat kehilangan Non Bella. Bibi minta maaf Tuan Muda" Bi Sumi bersimpuh di atas lantai.


Dito tersenyum "Aku sudah tau semuanya. Aku sangat berterima kasih karena Bi Sumi sudah mau menjaga Bella dan Anak ku" Dito meraih tubuh Bi Sumi dan memintanya berdiri.


"Jangan seperti itu Bi, Aku seharusnya berterima kasih kepada Bi Sumi yang sudah mau menjaga dan merawat Mereka. Karena kejadian hari itu, Aku jadi tau bagaimana perasaan ku terhadap Bella. Because one night, Aku menemukan cinta yang sesungguhnya" Dito menggenggam tangan Bella.


Alexi yang baru tiba di rumah bersama Siti segera berjalan menghampiri Dito, "Papapapapa..."


Dito tampak bahagia saat mendengar suara yang sangat dirindukannya. Dito meraih tubuh Alexi dan menggendongnya.


"Hai boy. Aku Papa mu, Kamu benar. Aku Papa mu"


Lexi tertawa bahagia dan menyentuh wajah Dito. "Papapapapa..."


"Alexi, bagaimana Kamu bisa mendapatkan memanggil dengan sebutan itu?"


"Anu Bella... Maksud Bibi, Non Bella. Bibi sebenarnya pernah membawa Alexi ke kediaman Tuan Dito"


"Benarkah? Jadi Kalian pernah bertemu?" Bella tampak terkejut.


Dito dan Alexi menganggukkan kepalanya secara bersamaan.


Bella menggelengkan kepalanya "Kenapa Bi? Emm satu lagi, panggil Aku Bella saja Bi"


"Itu karena saat pertama Kamu bekerja, Alexi menangis dan tidak ingin ditinggalkan sendirian. Maka dari itu Bibi mengajak Alexi ke kediaman Tuan Muda"


"A...Apa? Kenapa Bibi tidak cerita kepada ku?"


"Maafkan Bibi. Bibi takut Kamu marah dan terus teringat Lexi saat bekerja. Tapi besoknya, Alexi sudah mulai baik-baik saja"


"Ya ampun, Aku kira ini pertemuan pertama Kalian. Tapi ternyata Alexi sudah memanggil mu dengan panggilan Papa?" Bella menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mengajarkannya, hanya saja dia menyadarinya begitu bertemu dengan ku" Dito memeluk Alexi dengan penuh kasih sayang.


"Lalu Kamu tidak menyadarinya?"


Dito terkejut dan hanya memperlihatkan seluruh deretan giginya "Aku... Aku minta maaf. Hanya saja Aku tidak mau berharap lebih"


"Ya ampun, coba lihat wajah Kalian. Begitu mirip dan Kamu tidak menyadarinya?" Bella meraih wajah Dito dan Alexi kemudian menatapnya secara bergantian.


"Bahkan seluruh penghuni rumah belakang mencurigainya, Mereka berkata kalau Alexi mirip dengan Tuan Dito. Maka dari itu Bibi tidak membawanya lagi" Bi Sumi memberikan gelas minuman dan beberapa cemilan.


Dito hanya tersenyum, Bella mendelikkan matanya kepada Dito. "Bahkan yang lain saja menyadari itu. Bagaimana Kamu tidak menyadarinya?"


"Maafkan Aku Sayang" Dito mengecup pipi Bella.


Alexi tertawa dan bertepuk tangan. Bella yang melihat itu langsung tersenyum.


"Coba lihat, anak ku saja bahagia melihatnya. Iya kan boy?" Dito mencium pipi gembul milik Alexi.


"Anak mu? Itu anak ku juga"


Dito tertawa "Iya iya, anak Kita. Oh ya namanya Alexi?"

__ADS_1


"Alexi Pratama"


"Good job" Dito mengusap kepala Bella.


"Apanya yang good job?"


"Aldito Pratama, Alexi Pratama. Aku suka"


Pipi Bella tampak memerah.


"Oh ya Bi, Aku akan membawa Bella dan Alexi bersama ku"


"Emm anu Tuan, tapi..." Bi Sumi ingin sekali berkata kalau dia tidak ingin Bella kembali ke rumah itu.


"Tenang Bi, Bibi ingat rumah itu?"


Bi Sumi mengingat saat Dito bercerita akan membuatkan Bella sebuah rumah.


"Iya rumah itu, rumah itu masih menantikan kehadiran Bella"


Bi Sumi tersenyum "Alhamdulillah Tuan, terima kasih. Tolong jaga Bella dan Alexi. Bibi sangat menyayangi Mereka" air mata menggenang di kedua pelupuk mata Bi Sumi.


Dito tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Saya janji, tidak akan menyakiti bella ataupun Alexi. Sekali lagi, terima kasih karena sudah menjaga dan merawat Mereka Bi"


Bella dan Dito berpamitan kepada Bi Sumi dan Bi Siti. Bi Siti tampak sangat sedih.


"Hati-hati di sana ya Nduk, jaga Lexi" Bi Siti memeluk Bella.


"Terima kasih Bi sudah menjaga Lexi selama ini. Aku janji akan sering berkunjung, jangan sungkan untuk mengunjungi Kami di sana ya Bi"


Bella juga berpamitan kepada Bi Sumi, "Bi Sumi, terima kasih untuk semuanya. Aku benar-benar tidak tau apa yang akan terjadi jika Aku tidak bertemu dengan mu"


"Ini takdir nduk. Semua sudah ada dalam takdir-Nya"


Alexi melambaikan tangannya "Dadadadada... Muaaa"


Bi Siti dan Bi Sumi melambaikan tangannya.


Bella masuk ke dalam mobil. Tidak lupa Dito pun berpamitan kepada Bi Sumi dan Bi Siti.


"Terima kasih ya Bi untuk semuanya. Saya benar-benar berterima kasih" Dito mengepalkan sejumlah uang yang cukup banyak kepada keduanya.


"Tuan, Anda tidak perlu melakukan ini. Kami ikhlas"


"Begitupun Aku, ini rezeki Kalian. Tolong jangan ditolak"


Dito pun menyusul Bella ke dalam mobil.


Mereka melakukan perjalanan cukup panjang. Dito memang membuatkan rumah di Kota yang berbeda, hal itu dilakukan untuk menghindari permasalahan bersama Aira.


Sepanjang perjalanan Alexi terus saja mengoceh "Papapapa..."


"Iya Boy, kenapa? Kamu mau menyetir?"


Alexi tampak bersemangat dan bertepuk tangan "Bembembem..."


"Tidak, Kamu di sini saja. Papa akan..."


"Berikan pada ku. Jalanan cukup sepi dan Aku akan melakukannya dengan sangat hati-hati"


"Mamama..."

__ADS_1


"Iya iya, Mama dengar itu. Tapi jangan melakukan apapun ya, diam bersama Papa"


Alexi tampak sangat bahagia. Hingga akhirnya dia terlelap dalam pangkuan Dito.


Dito memasuki rest area dan memilih untuk beristirahat.


Hari sudah mulai malam. Dito menggendong tubuh Alexi.


"Biar Aku yang menggendongnya"


"Tidak, Kamu sudah sering menggendongnya. Sekarang giliran ku"


Bella tertawa "Baiklah Tuan Aldito"


Mereka duduk di sebuah restoran cepat saji. Seseorang menghampiri Dito.


"Tuan Dito" supervisor dari R Bakery menghampiri Dito, dia terkejut saat melihat Bella berada di samping Dito ditambah Dito yang tengah menggendong tubuh Alexi.


"Dia istri ku" Dito menjawab pertanyaan yang ada di dalam pikiran laki-laki tersebut.


Dito yang bersikap dingin membuat laki-laki itu terlihat salah tingkah, "Oh maaf Tuan. Bella... Maksud ku, Nyonya Bella"


"Tolong jangan memberi tahu siapa pun" Bella tampak terkejut namun juga bingung.


"Kenapa? Kamu memang istri ku kan?" Dito tidak terima.


"Bu...Bukan begitu, Aku mempunyai seorang sahabat yang bekerja di sana. Aku ingin menceritakannya secara langsung, tidak lewat yang lain"


"Tapi..." Dito masih berseteru.


"Sayang" Bella memelas.


Dito tersenyum "Baiklah Sayang"


Supervisor itu ikut tersenyum melihat Dito tersenyum. Namun senyumnya seketika terhenti saat Dito menatapnya dengan tatapan tajam.


"Jangan katakan apapun!"


"Ba...Baik Tuan" laki-laki itu segera pergi meninggalkan Mereka.


Di tempat lain Aira tampak sedang sangat kesakitan, dia meraih obat yang ada di dalam laci dan meminumnya.


"Aku senang Kamu bertemu dengan cinta sejati mu Mas"


Aira memejamkan matanya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Akhirnya Bella ikut pindah bersama Dito....


...Tapi Aku salfok sama Aira. Kenapa yaaa?...


...Aku berencana tidak membuat cerita ini semakin panjang. Tapi......


...Kita liat aja nanti yaa 🥰🥰...


...Di sini ujan nih genk. Butuh secangkir kopi nih hihi...

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak love, like dan komentar Kalian yaa zheyenk kuuuu 🥰🥰🥰...


__ADS_2