Because One Night

Because One Night
Blusukan


__ADS_3

Cindy berlari menuju kamar Bella "Bell... Bella... Cepat buka pintunya..."


Bella mengucek matanya karena kantuk. "Kenapa Dy. Ini masih sangat pagi" Bella menatap jam dinding di kamarnya. "Apa? Ini baru pukul tiga dini hari Dy"


"Dengarkan Aku" Cindy menerobos masuk ke kamar Bella.


"Kalu mihat ini Bell" Cindy memperlihatkan layar ponsel kepada Bella.


"Apa?"


"Ini balasan dari pendaftaran mu yang kemarin lusa. Kamu akan melaksanakan tes awal pekan ini Bella. Ayo siapkan diri mu, Kamu harus lolos Bella".


Bella menarik nafas panjang "Aku fikir kenapa Dy, Kamu bisa memberitahu ku pagi atau.... Apa? Maksud mu seleksi beasiswa paket C?"


"Iyaa..." Cindy menganggukkan kepalanya.


Bella terlihat sangat bahagia, dia memeluk tubuh Cindy. "Terima kasih Dy, terima kasih. Akhirnya sedikit demi sedikit Aku bisa menggapai cita-cita ku. Aku akan berusaha, Aku harus lulus. Aku tidak ingin Alexi mempunyai Ibu yang hanya lulusan sekolah menengah pertama dan bahkan hanya bekerja paruh waktu seperti ini. Aku harus sukses, demi anak ku".


Air mata Cindy mengalir begitu saja "Benar Bell, benar. Kamu harus sukses, Aku yakin Kamu akan sukses Bell".


"Terima kasih Cindy, Aku doakan Kamu bisa menggapai semua cita-cita mu, terima kasih Cindy terima kasih".


Hari tes pun tiba. Bella memeutuskan untuk tidak pulang kampung karena harus mengikuti seleksi awal.


Benar saja, Bella mendapat peringkat tertinggi dan bahkan Bella bisa mendaparkan ijazah sekolah menengah atas paket C tanpa biaya sedikit pun.


"Aku berhasil. Alexi, ini untuk mu"


Hari berganti hari, Bella merasa semangatnya semakin berkobar. Hingga akhirnya Cindy menemui Bella.


"Hmm Bella, ada yang ingin Aku katakan kepada mu. Tapi Kamu jangan marah, Aku ingin menjadi teman mu selamanya".


Bella merasa khawatir "Ada apa ini? Kenapa? Apa yang terjadi? Jangan membuat ku penasaran".


"Aku... Aku akan keluar dari pekerjaan ini. Sebenarnya..."


"Kenapa Dy, Aku mohon jangan membuat ku penasaran".


"Aku diterima bekerja di R Bakery Bell".


Bella menjerit bahagia "Selamaaaatttt, akhirnya keinginan mu tercapai. Aku senang mendengarnya"


"Apa? Kamu... Kamu tidak marah Bella?"


"Tentu saja tidak, Aku bahagia Kamu bisa mendapatkan apa yang Kamu inginkan. Bukankah Kita sahabat? Sahabat akan sangat bahagia jika sahabatnya bahagia".


Cindy memeluk Bella "Terima kasih Bella. Terima kasih sudah mau menjadi sahabat ku. Aku janji akan sering menemui mu. Aku akan sering kemari. Tempat kerja ku hanya di depan sana" Cindy menunjuk toko roti yang sudah lama diidamkan olehnya.


"Aku tau, Aku akan menunggu mu di sini. Sering-sering temui Aku".


"Tentu saja, itu pun jika Aku tidak sibuk".


Kedua sahabat itu tertawa bersama.


Hari berganti hari, akhir pekan pun tiba. Bella tengah bersiap untuk pulang kampung.


"Tidak pulang dua pekan rasanya rindu sekali kepada Alexi. Ibu pulang nak"

__ADS_1


Bella berjalan mencari kendaraan umum untuk ditumpanginya.


Hari hampir gelap, Bella masih sabar menanti kedatangan mobil angkutan umum.


Karena belum mendapatkan kendaraan, Bella memutuskan menemui Cindy terlebih dahulu.


"Haii Bel, mau pulang?"


"Iya nih, tapi susah banget nyari kendaraan umum lewat".


"Duduk aja dulu, Aku traktir kopi deh. Kopi di sini tuh enak banget loh"


Bella tertawa "Beneran traktir yaa? Aku nggak mau jatah untuk Alexi berkurang".


"Ish Kamu pikir Aku pelit apa?" Cindy memesan dua cangkir kopi.


"Memangnya tidak apa-apa Kamu malah duduk dengan ku di sini?"


"Tentu saja bermasalah".


"Hah? Kalau begitu bekerja saja sana. Aku akan pergi".


Cindy tertawa "Bermasalah jika jam kerja ku belum habis. Jam kerja ku sudah habis, jadi Aku bisa duduk santai di sini".


Bella membelalakkan matanya "Ya ampun Dy, Kamu membuatku ketakutan"


Cindy tertawa "Lagian Kamu over thinking. Bekerja di sini tidak menyeramkan seperti yang ada di bayangan mu. Aku hanya pelayan yang mempersilahkan customor untuk duduk kemudian membereskan meja bekas Mereka".


"Hush tapi banyak sekali orang yang mengantri untuk berada di posisi mu. Benarkan?"


"Iya sih" Cindy tertawa.


"Baiklah baiklah, sudah sana. Kamar mandinya sebelah sana"


"Iyaa..." Bella berjalan menuju kamar mandi.


Seseorang tiba-tiba datang dari balik pintu. Seluruh pegawai memberikan hormat kepadanya.


Penanggung jawab toko segera menghampirinya. "Selamat sore Tuan".


Seseorang yang ternyata Dito hanya menganggukkan kepalanya.


Beberapa pegawai berbisik "Tuan Besar, Tuan Besar..."


Dito duduk di sebuah kursi dekat dengan jendela kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Sepertinya Kita harus menambahkan beberapa spot di sana. Jadikan tempat ini menarik banyak influencer. Tapi jangan lupa pertahankan kualitas makanan dan kebersihannya tetap dijaga".


Seseorang yang berada di samping Oro mencatat semua perkataan Dito.


Dito berjalan menuju toilet.


"Toilet adalah wajah dari tempat makanan. Jika toiletnya tidak bersih dan tidak nyaman, orang-orang enggan makan di tempat ini".


Sekitar empat orang mengikuti Dito menuju toilet.


"Ini toilet pria, dan yang ini toilet wanita Tuan"

__ADS_1


Dito masuk menuju toilet pria, kemudian menganggukkan kepalanya.


Dito menghentikan langkahnya saat hendak memasuki toilet wanita. Seseorang yang betugas mencatat memasuki toilet tersebut kemudian kembali lagi.


"Ada orang Tuan"


"Baiklah, pertahankan. Maaf sudah mengganggu pekerjaan Kalian" Dito dan Oro pergi meninggalkan toko roti tersebut.


Cindy menghampiri meja pastry "Apa itu Tuan Aldito?"


"Benar, pemilik perusahaan R".


"Wah tampan sekali". Cindy bergumam.


Bella baru saja keluar dari toilet. Cindy segera menghampiri Bella.


"Ada apa? Kenapa suasana terasa berbeda?" Bella berbisik.


"Itu karena Tuan Besar, maksud ku pemilik perusahaan tiba-tiba datang dan mengontrol semuanya".


"Oh begitu" Bella menganggukkan kepalanya.


"Dia ternyata masih muda dan tampan".


"Ssstt jangan seperti itu, bukankah Kita dilarang memuji pemilik dari perusahaan seperti itu? Atau..."


"Aku hanya berkata kepada mu Bel, andai saja tadi Kamu di sini. Kamu bisa mendapatkan pencerahan" Cindy tertawa.


Bella menatap jam dinding di dalam toko. "Hampir malam, Aku bekal minuman ini ya. Aku akan melanjutkan mencari kendaraan umum. Bye Cindy, terima kasih ya".


"Iya bye Bel, hati-hati di jalan. Salam untuk Alexi ya".


Mereka pun berpamitan.


Bella berjalan menuju jalan raya. Sebuah mobil tampak keluar dari area parkir.


Dito yang berada di dalam mobil tidak menyadari saat mobil melewati Bella.


Beberapa saat kemudian Dito memegang bagian dadanya. "Kenapa jantung ku berdegub kencang sekali?"


"Mungkin Anda kelelahan Tuan, seharusnya Anda tidak memaksakan untuk melakukan blusukan seperti ini".


"Aku perlu melakukannya, atau karyawan ku akan bekerja seenaknya".


Bella mendapatkan apa yang dia cari. Bella menaiki mobil da duduk di kursi penumpang.


"Kenapa Aku penasaran dengan orang yang diceritakan oleh Cindy. Ketika Cindy mengatakan ciri-ciri orang itu rasanya Tuan Dito hadir dalam bayangan ku" Batin Bella bergumam.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Yaaahh gagal ketemu 🤭🤭...


...Ayoo like, komen dan vote yang banyaaaakkk supaya Aku banyak juga Up nya hihi...

__ADS_1


...Oh ya makasih yaa buat Kalian yang selalu dukung karya ku. Rasanya seneng aja bisa menuangkan kehaluan ku dan berbagi dengan Kalian hihi...


...Pokonya big hug buat Kalian semua 🤗🥰...


__ADS_2