Because One Night

Because One Night
Pegawai Terbaik


__ADS_3

Hari ini Aira tengah menemui dokter Zia di rumah sakit. Mereka memang sudah membuat janji untuk bertemu.


"Selamat Sore Nyonya Aira".


"Sore dok, sudah lama tidak berjumpa" Aira bersikap ramah.


"Benar sekali. Tapi maaf, dimana Tuan Dito? Bukankah hari ini Kita akan berbicara mengenai program hamil yang akan Anda ikuti?"


"Emm sebenarnya Aku ingin konsul dulu mengenai program ini. Jika dikira sudah cocok, Saya akan berbicara bersama suami Saya. Emm Saya belum berani membicarakan masalah kehamilan bersamanya".


"Oh begitu" dokter Zia menganggukkan kepalanya. "Sebelumnya apakah ada keluhan atau..."


"Ada" Aira menganggukkan kepalanya.


"Keluhan apa Nyonya?"


Aira menarik nafas panjang "Sebenarnya setahun yang lalu, lebih tepatnya sebelum terjadi kecelakaan, Mas Dito mempunyai dua istri. Aku dan Bella" Aira menjelaskan semuanya.


"Baiklah Nyonya Aira, Saya mengerti dengan kondisi Anda. Sekarang keluhan apa yang Anda alami?"


"Sebenarnya, sejak kecelakaan itu Mas Dito mengalami patah hati. Bahkan hampir delapan bulan dia tidak mau menyentuh ku. Aku sudah mengikuti semua keinginannya, bahkan berhenti dari kantor. Aku benar-benar ingin hubungan ku dengan Mas Dito kembali baik. Bulan ke delapan, Mas Dito mulai mau menerima ku. Tapi dia masih tidak ingin menyentuh ku".


Dokter Zia hanya menganggukkan kepalanya mendengar cerita Aira.


"Mas Dito mulai menyentuh ku di bulan ke sembilan. Aku sampai mengingat waktunya" Aira tersenyum.


"Itu perjuangan yang sangat panjang Nyonya, Anda luar biasa".


Aira menganggukkan kepalanya "Benar. Tapi saat pertama kali Kami melakukan hubungan suami istri kembali. Aku merasakan sakit, bahkan setiap Kami selesai berhungan Aku mengalami pendarahan".


"Pendarahan?"


"Iya, awalnya Aku kira ini terjadi karena Mas Dito yang tidak mudah puas dan Kami melakukan dengan waktu yang lama. Tapi ternyata hal tersebut hampir terjadi setiap kali Kami melakukannya".


"Kalau begitu boleh Saya memeriksa Anda? Saya khawatir ada efek samping yang terjadi setelah kecelakaan itu terjadi".


"Baiklah dok" Aira berbaring di atas tempat tidur.


Dokter Zia memeriksa Aira menggunakan sebuah alat.


"Ini dia, sudah ketemu penyebabnya".


"Bagaimana dok?"


"Ada kista di rahim Anda. Ini tidak berbahaya namun tidak baik jika dibiarkan. Ini bisa terjadi kepada siapa pun, apalagi Anda mengalami pendarahan hebat waktu itu. Jadi kapan Kita akan menyelesaikannya?"


"Apa tidak ada cara lain selain operasi?"


"Operasi kali ini tidak seperti saat Anda melakukan operasi yang pertama. Ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam di ruang operasi" Dokter Zia meyakinkan Aira.


"Baiklah, nanti Aku akan menghubungi dokter Zia jika Aku sudah berbicara kepada Mas Dito. Baik dok terima kasih".

__ADS_1


Dokter Zia menganggukkan kepalanya "Silahkan Nyonya Aira, Saya tunggu kabar dari Anda".


Aira merasa sedikit kecewa. Tujuannya untuk melakukan program hamil harus ditunda.


Waktu terus berlalu.


Bella terlihat sangat gesit di tempat kerja. Dia sangat bersemangat.


Selain bekerja, Bella juga mengikuti pendidikan non formal sebagai juru masak.


"Maaf ya Bik, Aku akan lebih lama menitipkan Alexi. Aku harus menyelesaikan pendidikan ini secepat mungkin. Cindy bilang ada pekerjaan di bagian pemanggangan di R Bakery. Aku ingin bekerja di sana"


Saat ini Bella tengah melakukan video call bersama Bi Sumi dan juga Alexi.


"Tidak apa-ala nduk. Kamu fokus lah saja di sana. Alexi biar Bibi yang jaga. Bibi mendukung keinginan mu. Kamu pasti bisa bekerja di sana".


"Terima kasih Bi, Aku benar-benar beruntung bertemu orang sebaik Bi Sumi".


"Sama-sama Nduk".


"Mamamamama..." Alexi memukul layar ponsel.


"Hai Sayang, maaf yaa Ibu hanya fokus kepada Yangti. Apa kabar Sayang? Eh tapi kenapa jadi Mama?"


Bi Sumi tertawa "Memang seperti itu anak kecil nduk. Dia masih meniru".


"Terserah Kamu lah nak" Bella ikut tertawa.


Empat bulan sudah berlalu. Bella akhirnya dapat bekerja di R Bakery.


"Terima kasih Dy, ini berkat mu juga. Kalau Kamu tidak memberikan info itu kepada ku, Aku mungkin tidak akan berada di sini sekarang"


"Berikan apresiasi untuk dirimu sendiri Bell"


Mereka terlihat sangat bahagia.


Karena sudah tidak bekerja di tempar catering, Bella memilih mengontrak sebuah kamar. Tempatnya berdampingan dengan Cindy.


"Rasanya menyenangkan bisa memanggang roti dengan jumlah besar seperti itu" Bella tersenyum senang.


"Apanya yang menyenangkan, Aku sangat lelah Bel. Pelanggan hari ini sangat banyak. Ini karena Tuan Besar mengubah R Bakery menjadi tempat yang diminati banyak orang".


"Itu bagus, dia hebat sekali dalam hal pemasaran. Bisa membuat strategi yang luar biasa. Tapi Aku penasaran dengan pemilik R Bakery ini" Bella menebak-nebak seperti apa pemilik R Bakery ini.


"Dia sangat tampan Bell, sugar Daddy gitu"


"Hush..." Bella memukul pelan lengan Cindy.


"Tapi benar loh. Kalau Kamu melihatnya, Kamu bahkan akan lupa kalau Kamu sudah mempunyai anak. Jiwa muda mu akan bergejolak"


Bella tertawa "Tidak mungkin Aku melupakan Alexi. Lagi pula apa Aku terlihat tua?"

__ADS_1


Cindy tertawa "Kalau Kamu tidak cerita, mungkin Amu akan mengira Kamu baru saja lulus SMA"


Bella dan Cindy tertawa bersama.


Waktu terus berlalu. Bella mendapatkan reward sebagai pegai terbaik bulan ini.


"Aku tidak menyangka, Aku bisa mendapat penghargaan seperti ini" Bella tertawa bahagia.


"Kamu layak Bel, Kamu memang terbaik" Cindy turut bahagia.


"Benar Kak Bella, Kamu memang layak" salah seorang pegawai lainnya turut mengomentari.


"Apalagi sebentar lagi acara tahunan akan datang"


"Acara tahunan?" Cindy dan Bella tampak bingung.


"Iya Kak, hari ulang tahun perusahaan R".


"Benarkah? Kapan itu?" Cindy tampak semangat.


"Dua bulan lagi. Jika Kak Bella bisa tiga kali berturut-turut mendapat penghargaan tersebut, Kak Bella akan mendapat reward langsung dari Tuan Besar".


"Benarkah?" Cindy paling bersemangat.


"Ish kenapa Kak Cindy yang terlihat begitu bersemangat?"


"I...Iya, Kita kan Bestie..." Cindy memeluk Bella.


Bella hanya tertawa melihat sahabatnya yang satu ini.


Saat pulang dari bekerja, Cindy mengajak Bella pergi ke salah satu Mall. Mereka menggunakan motor milik Cindy, sepanjang perjalanan Cindy tampak bersemangat.


"Kamu terlihat begitu bersemangat"


"Tentu saja, Kita akan pergi ke pesta besar. Di sana akan banyak orang-orang tampan dan mapan. Siapa tahu Kita mendapatkan jodoh di acara tersebut"


Bella tertawa "Ya ampun Dy, jiwa jomblo mu begitu bergejolak".


"Yee bukankah Kamu juga sama?"


Bella terdiam, batinnya bergumam "Tidak Dy, Aku masih mempunyai seorang suami. Tuan Dito, Aku masih berstatus sebagai istrinya. Tidak ada kata pisah dari ku ataupun darinya. Aku masih istri sahnya".


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Penasaran... Bagaimana yaa kalo Bella tau pemilik R Bakery itu adalah Dito....


...Pengen double Up deh rasanya hihi...

__ADS_1


...Tapi pengen di kasih love dulu dong. Apalagi dikasih secangkir kopi hihi...


...Like, komentar dan vote dong zheyeeenk, nanti Aku Up lagi deh kalo likenya tembus angka 100 sebelum magrib 🤭🤭...


__ADS_2