Because One Night

Because One Night
Penculikan


__ADS_3

Pesta hari ulang tahun perusahaan R pun tiba.


Seluruh pegawai memenuhi aula perusahaan.


"Yang mana sih CEO Kita?" Bella penasaran.


"Katanya Kamu tidak tertarik, tapi ternyata... Awas yaa sugar Daddy" Cindy tertawa.


Para pejabat sedang berada di lantai gedung yang berbeda. Aira tidak ikut dalam acara karena beberapa hari yang lalu dia baru saja melakukan operasi.


"Selamat malam Tuan Aldito"


Dito mengalihkan pandangannya menuju pusat suara. Telinga Dito tidak asing dengan suara tersebut.


"Tiara?"


"Haii..." Tiara memeluk Dito dan mencium kedua pipi Dito.


"Hentikan Ra..." Dito menjauhkan tubuhnya dari Tiara, mantan kekasihnya sebelum dia melabuhkan hatinya kepada Aira.


"Oh maaf maaf. Aku kira tidak banyak orang" Tiara tersenyum kepada semua orang yang tengah memandang Tiara dengan tatapan heran.


Tiara datang mewakili sang Ayah yang tidak lain adalah salah satu perusahaan yang melakukan kontrak kerja sama dengan perusahaannya.


Para klien melakukan pesta di lantai atas, berbeda dengan para karyawan yang melakukan pesta di lantai bawah.


"Pukul berapa acara puncaknya?" Bella tampak bosan.


"Katanya sih tengah malam nanti"


"Ah lama sekali. Rasanya ingin cepat pulang" Bella duduk di sebuah kursi.


Hari semakin larut, acara semakin meriah. Tidak sedikit dari Mereka menghabiskan waktu dengan saling berkenalan dan minum bersama.


Acara puncak pun tiba, seluruh klien tampak turun dari lantai atas. Bella yang sudah mulai mengantuk tidak mempedulikan apa yang terjadi.


"Selamat malam semuanya" Dito menyapa seluruh karyawan melalui pengeras suara.


Bella yang sudah tidak bersemangat melihat ke arah suara. Jantungnya berdegub sangat kencang, keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya, matanya berkaca-kaca. Iya dia, laki-laki yang sangat dirindukannya. Laki-laki yang selalu mengisi hatinya dan kini terasa hampa, laki-laki yang selalu ingin Bella tau bagaimana kabarnya, laki-laki yang bahkan sampai saat ini ingin Bella peluk, Bella rangkul, Bella curahkan segala kerinduannya.


Cindy sedikit berteriak "Bella... Itu... Itu sugar daddy yang Aku bicarakan"


Bella menutup mulutnya tidak percaya, batinnya terus saja bergumam "Jadi pemilik perusahaan ini adalah laki-laki yang selalu Aku rindukan, selalu Aku doakan di setiap sujud ku, selalu Aku nantikan bahkan Aku menginginkan dia kembali bersama ku"


"Bell... Bella?"


Air mata Bella mengalir begitu saja, "A...Aku ke toilet ya"


Cindy menganggukkan kepalanya namun merasa aneh.


Acara puncak pun dimulai, seluruh nama karyawan akan diundi untuk mendapatkan hadiah. Dito tampak bahagia, dia meraih kotak berisi ribuan nama karyawan.


Secarik kertas berhasil Dito raih, Dito memberikannya kepada MC dari acara tersebut.


"Wah wah wah, Tuan Muda sudah mengambil sebuah nama. Pemilik nama yang sangat beruntung, mimpi apa ya dia semalam?" dia membuka lipatan kertas tersebut.


"Selamat kepada Anda... Bella..."


Semua orang bertepuk tangan, Dito tampak terkejut dia menatap MC tersebut dan meraih kertas di tangannya, "Bella?"


Oro menghampiri Dito.


Dito menatap Oro "Iya, Bella. Aku yakin ini Bella"

__ADS_1


"Tapi Tuan..."


"Dimana Nona Bella? Ayo jangan malu-malu"


Cindy tampak kegirangan "Dimana Bella? Ya ampun dia benar-benar beruntung".


Semua orang masih menunggu kedatangan Bella, namun tidak nampak sama sekali.


"Jadi bagaimana ini Tuan? Apa Kita perlu mengundi ulang?"


Oro mengangkat tangannya "Biarkan saja, suruh dia menemui Kami saat dia kembali".


"Oh ternyata Tuan Kita sangat baik hati. Baiklah hadiahnya akan Kami simpan"


Acara masih berlanjut, Dito pergi meninggalkan keramaian.


"Carikan dia sampai ketemu"


Oro menganggukkan kepalanya.


Dari kejauhan Tiara mengikuti kemana arahnya Dito pergi.


Dito pergi ke sebuah meja yang ada di luar ruangan, dia duduk dan memikirkan nama yang dia ambil.


"Ya itu pasti dia, Aku yakin itu dia".


"Siapa?" Tiara duduk di kursi yang ada di depan Dito.


"Kenapa Kamu kemari?"


"Aku lihat Kamu pergi meninggalkan pesta. Bahaya loh seorang ceo muda, tampan dan mapan duduk sendirian. Kenapa Al?"


"Jangan panggil Aku dengan sebutan itu"


"Kenapa? Nama mu Aldito kan? Atau Kamu teringat masa lalu Kita?" Tiara menyentuh lengan Dito.


Saat hendak keluar dari toilet, Bella melihat Dito menuju ke arahnya. Bella segera bersembunyi di dalam toliet.


Dito tampak memasuki toilet laki-laki.


Bella segera keluar dan bergegas meninggalkan toilet. Saat berada di luar ruangan pesta, Bella mendengar sesuatu.


"Aku tidak akan melepaskan mu malam ini Aldito. Aku akan membuat mu menginginkan ku, apapun yang terjadi".


Bella bergerak perlahan, dia melihat Tiara memasukkan sesuatu ke dalam minuman.


"Aldito? Apa maksudnya Tuan Dito? Apa yang akan dilakukan perempuan itu? Apa yang di masukkan ke dalam minuman itu?" Batin Bella bergumam.


Terdengar suara sepatu memenuhi ruangan, Bella kembali bersembunyi.


Dito baru saja keluar dari toilet dan pergi menuju mobilnya.


"Dito. Tunggu dulu. Aku benar-benar minta maaf atas kejadian hari ini. Maafkan Aku karena membuat mu tidak nyaman, Aku benar-benar menyesal"


Dito menarik nafas panjang "Lupakan"


"Kalau begitu, tolong ambil ini. Sebagai permintaan maaf ku" Tiara memberikan gelas berisi minuman kepada Dito.


"Aku tidak bisa, Aku sudah tidak minum"


"Sedikit saja, Aku mohon. Bukti kalau Kamu benar-benar memaafkan ku"


Dito benar-benar bosan mendengar ocehan Tiara, dia meraih gelas itu dan meminumnya sampai habis.

__ADS_1


"Sudah"


Tiara tersenyum. "Terima kasih"


Dito hendak pergi meninggalkan Tiara, namun tubuhnya hampir terjatuh.


"Dito? Are you oke?"


Dito memegang kepalanya, Dito merasa sangat pusing.


"Apa yang Kamu berikan padanya?" Bella tampak kesal.


"Aku akan mengantar mu pulang, masuklah ke dalam mobil ku"


Tiara membawa Dito masuk ke dalam mobilnya.


Bella merasa ada sesuatu yang sangat janggal. Dengan cepat dia memanggil sebuah taksi.


Bella mengikuti kemana perginya mobil Tiara.


Ponsel Bella terus saja berdering, dilihatnya nama Cindy di layar ponsel.


"Aku ada sesuatu, nanti Aku kabari ya Dy"


Bella kembali fokus melihat mobil Tiara.


"Jangan sampai ketinggalan ya Pak"


"Baik Non"


Mobil Tiara tampak memasuki sebuah hotel mewah. Bella berhenti tepat di depannya.


Seseorang menghampiri mobil Tiara dan membantu membawa Dito.


Bella berjalan mengikuti kemana perginya orang-orang itu.


"Kemana Mereka akan membawa Tuan Dito?" Bella terus mengikuti.


Mereka membawa Dito menuju sebuah kamar. Kamar yang cukup mewah.


Setelah selesai, Mereka pergi meninggalkan kamar tersebut. Tinggal Tiara dan Dito yang ada di dalam kamar.


Bella merasa khawatir, ingin sekali dia pergi menuju kamar tersebut dan membawa Dito bersamanya.


"Tuan, apa yanh terjadi? Aku mengkhawatirkan mu"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Wah wah wah Dito diculik guys....


...Bella bakalan selamatkan Dito atau hanya diam ya?...


...Aduuuh padahal Mereka hampir bertemu....


...Ko Aku ikut deg-degan wkwk...


...Jangan lupa like, komen dan vote yaa Zheyeeenk. Supaya Aku semangat Up nya....


...Kasih secangkir kopi juga boleh, apalagi sebuah hati 🥰🥰🥰...

__ADS_1


...Terima kasih yaa Kalian yang selalu setia dengan karya receh kuu 🥰...


...Big hub buat Kalian semuaa, sehat-sehat yaa 🤗...


__ADS_2