
Bella tampak terkejut saat menyadari dirinya kini tengah tertidur dalam pelukan Dito.
Bella menyingkapkan selimut yang menutupi tubuh Mereka, Bella menutup mulutnya saat melihat tubuhnya dan tubuh Dito sama-sama tidak memakai apapun.
Bella mengingat kejadian dini hari.
Dito memeluknya dengan sangat erat. Air mata membasahi pipinya.
"Aku merindukan mu, sangat merindukan mu. Kenapa Kamu pergi dari ku?"
Dito menggelengkan kepalanya, "Tidak, Aku tidak akan mempermasalahkan kenapa Kamu pergi. Aku sangat bersyukur Kamu bisa selamat dari kecelakaan itu dan Kamu ada di hadapan ku"
Dito merangkup wajah Bella, ditatapnya wajah yang sangat dirindukannya itu. Dito mengecup seluruh wajah Bella, Bella tampak pasrah dengan apa yang dilakukan Dito.
Dito mendekatkan bibirnya dengan bibir Bella.
Perlahan Dito **********, bagaikan menemukan oasis di padang pasir, Dito menjelajahi seluruh bagian dari mulut Bella.
Refleks lengan Bella menahan kepala Dito bagian belakang seakan meminta Dito untuk tidak menghentikannya.
Merasa mendapatkan lampu hijau, Dito menurunkan kepalanya ke bagian sensitif Bella.
Seluruh kancing di kemeja Bella kini sudah terbuka. Dito melihat dua gundukan yang sangat durindukannya. Dito mengecupi bagian tersebut. Bella tampak menggeliat. Dito melihat kedua kuncup milik Bella yang sudah siap untuk dilahap.
Dito melahapnya tanpa ampun, Bella semakin menggeliat.
"Tuan..." wajah Bella tampak sangat memerah.
"Panggil nama ku"
Bella menggelengkan kepalanya saat Dito menjauhkan wajahnya.
"Aku..." Bella tampak hampir mencapai puncak.
"Kalau begitu, panggil nama ku. Aku akan membantu mu" Dito berbisik di telinga Bella.
"Baiklah Tuan... Mak...Maksudku Dito"
Dito tersenyum, kemudian melahapnya kembali.
"Dito... Kamu..." Bella semakin meracau saat mencapai puncaknya.
Dito tidak memberinya ampun, dia terus melancarkan aksinya.
Seteleh hampir dua jam, Dito kini menyerah. Mereka tampak sangat kelelahan. Tubuh Dito memeluk erat tubuh Bella, dia tidak ingin Bella pergi meninggalkannya kembali.
Bella tersadar dari lamunannya.
"Bagaimana ini? Kenapa Aku lagi-lagi melakukan kesalahan yang sama?"
Bella bergegas mengambil beberapa pakaian yang tercecer di lantai.
Setelah tampak rapi, Bella pergi menghampiri pintu. Namun pintu terkunci rapat.
"Bagaimana ini? Pintu terkunci dari dalam?"
Dito melihat Bella sedang sibuk mencari bagian kunci.
"Kemarilah Sayang"
Suara khas seseorang yang baru saja terbangun dari tidurnya itu membuat Bella terkejut.
Bella terdiam, dia tidak berani menggerakkan tubuhnya.
"Apa Kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu kepada ku?"
__ADS_1
Bella menarik nafas panjang namun masih enggan membalikkan badannya.
"Bagaimana kabar Alexi? Apa dia baik-baik saja? Seharusnya Kamu berada di sampingnya Sayang" Dito berjalan menuju arah Bella.
Mendengar nama Alexi, Bella membalikkan badannya.
Namun Bella segera menutup matanya dengan menggunakan kedua tangannya saat melihat Dito berjalan menghampirinya dengan tubuh polosnya.
"Kenapa Kamu tidak menggunakan pakaian mu terlebih dahulu?"
"Apa itu perlu?" Dito memeluk tubuh Bella.
Bella membelalakkan matanya saat merasakan sesuatu di belakang tubuhnya.
"Tuan..."
"Aku tidak akan melepaskan mu"
"Maksud ku..."
Dito mengangkat tubuh Bella dan membawanya ke atas tempat tidur.
"Jadi dimana Alexi?"
"Lexi... Lexi tinggal bersama Bi Sumi dan Bi Siti"
"Oh jadi Bi Sumi terlibat dalam persembunyian mu. Apa yang akan Aku lakukan kepadanya? Padahal dia tau saat Aku begitu terpukul karena kehilangan mu dan anak Kita"
Bella membelalakkan matanya "Tidak, jangan Bi Sumi. Ini salah ku. Bi Sumi sama sekali tidak mengetahui apapun, dia hanya mengikuti permintaan ku. Jadi Aku mohon" Bella memohon dan menggelengkan kepalanya.
Dito tertawa "Aku senang saat melihat mu masih tetap polos seperti ini" Dito mengecup pipi Bella.
"Mana mungkin Aku menyakiti orang yang telah menjaga anak dan istri ku. Lalu sekarang apa yang akan Kamu rencanakan istriku?" Dito meraih tangan Bella dan mengecupinya.
"Pertama, Aku ingin mengatakan kalau Aku minta maaf karena membohongi mu..."
"Tapi... Aku tidak bisa kembali"
"Kalau begitu Aku yang akan menghampiri mu"
"Apa?" Bella tampak terkejut.
"Kamu ingat rumah yang Aku sediakan untuk mu? Rumah itu masih menantikan mu"
Bella menundukkan kepalanya "Tapi Nona Aira?"
Dito menghentikan aksinya "Aku akan menceraikannya"
"Tidak..." Bella menggelengkan kepalanya.
"Lalu? Apa Kamu masih ingin menjadi istri kedua ku? Aku tidak bisa melakukan kesalahan yang sama Bella"
Bella menundukkan kepalanya.
"Sampai urusan ku dengan Aira selesai, Aku mohon. Tinggallah di rumah itu"
Bella menarik nafas panjang, dia tidak bisa membiarkan Dito menceraikan Aira, namun dia juga tidak ingin menjadi istri simpanan Dito.
"Lakukan yang menurut mu benar"
Dito tersenyum "Baiklah Tuan putri. Aku senang mendengarnya"
Bella kembali membelalakkan matanya saat tangan Dito menjelajahi area sensitifnya.
"Aku ingin lagi" Dito berbisik.
__ADS_1
"Lagi?" Bella tampak terkejut, bagaimana dia lupa kalau suaminya sangat kuat dalam melakukan olah raga seperti ini.
Untuk kesekian kalinya Dito melahap Bella. Bella hanya pasrah saat Dito memintanya lagi, lagi dan lagi.
Di tempat lain Cindy tampak khawatir. "Kamu dimana Bella? Bahkan hari sudah kembali malam dan Kamu tidak juga kembali?"
Cindy kembali menghubungi Bella, namun lagi-lagi ponselnya mati.
Saat hari kerja, Cindy berangkat sendirian.
"Kemana Kak Bella?"
"Emm dia sedang tidak enak badan, mungkin karena pesta waktu itu" Cindy menutupi ketidak beradaan Bella.
Namun seorang supervisor menjawab "Bella tidak akan bekerja lagi?"
"Apa?" Cindy tampak terkejut.
"Tuan Muda menelpon ku dan mengatakan kalau Bella tidak akan kembali bekerja"
Cindy tampak panik, dia menghampiri supervisor tersebut. "Tolong katakan kepada Tuan Muda untuk tidak memecat Bella. Bella tidak masuk satu hari dan besok dia akan kembali bekerja. Aku janji. Lagi pula bukankan Bella pegawai teladan? Bagaimana mungkin Tuan Mida memecat pegawai teladan seperti Bella?"
"Maaf Cindy, tapi itu keputusan dari Tuan Muda. Aku tidak bisa membantahnya"
Cindya tampak terdiam, "Bella, bagaimana ini? Kamu dipecat"
Setelah hampir satu pekan melayani Dito, Bella meminta Dito untuk membiarkannya pulang, dia sangat merindukan Alexi.
"Aku ikut" Dito memeluk Bella dari belakang.
"Aku harus menjelaskan semuanya kepada Bi Sumi dan Alexi. Mereka akan terkejut jika melihat mu datang bersama ku" Bella tengah mengeringkan rambutnya yang basah.
"Kalau begitu jelaskan lewat telpon dan Kita pergi bersama"
Bella menarik nafas panjang "Baiklah, cepat mandi dan bersiaplah"
Dito tampak sangat bahagia, dia segera pergi menuju kamar mandi.
Bella meraih ponselnya "Mati? Sudah satu pekan? Cindy pasti khawatir karena Aku tidak memberinya kabar".
Bella mengaktifkan ponselnya, begitu banyak pesan dan panggilan dari Cindy.
Bella melakukan panggilan balik "Hallo..."
"Bella... Kamu dimana? Kenapa Kamu tidak pulang? Kamu dipecat Bell".
Bella tampak terdiam "Sebenarnya..."
"Aku sudah selesai" Dito keluar dari kamar mandi.
"Bella? Siapa itu?" Cindy tampak terkejut.
"A...Aku hubungi Kamu lagi nanti ya"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Maaf baru Up, tapi gimana nih udah lunas yaa pertemuan Bella dan Dito nya.
Jangan lupa tinggalkan jejak like, love dan komentarnya.
Udah kaya gini kayanya butuh secangkir kopi nih hihi.
__ADS_1
Makasih yaa buat Kalian yang setia dengan karya ku, makasih juga buat cangkir-cangkir kopinya hihi.
Big hug buat Kaliaaaan 🥰🤗